Files
Snap.Metadata/Genshin/ID/Avatar/10000104.json
2025-12-22 20:48:16 +08:00

1142 lines
76 KiB
JSON
Raw Permalink Blame History

This file contains ambiguous Unicode characters

This file contains Unicode characters that might be confused with other characters. If you think that this is intentional, you can safely ignore this warning. Use the Escape button to reveal them.

{
"Id": 10000104,
"PromoteId": 104,
"Sort": 90,
"Body": 3,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Chasca",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Chasca",
"Name": "Chasca",
"Description": "\"Penengah\" Tlalocan yang sudah berhasil mengakhiri perselisihan yang tak terhitung jumlahnya.",
"BeginTime": "2024-11-19T00:00:00+08:00",
"Quality": 5,
"Weapon": 12,
"BaseValue": {
"HpBase": 762.656,
"AttackBase": 26.999,
"DefenseBase": 47.864
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 21
},
{
"Type": 4,
"Value": 31
},
{
"Type": 7,
"Value": 21
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 10431,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P}×2",
"DMG Tahap 4|{param4:F1P}×3",
"DMG Membidik|{param5:F1P}",
"DMG Membidik Penuh|{param6:P}",
"DMG Selama Plunging|{param7:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param8:P}/{param9:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1043101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.480078,
0.445884,
0.296975,
0.254672,
0.4386,
1.24,
0.568288,
1.136335,
1.419344
]
},
{
"Id": 1043102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.519154,
0.482177,
0.321148,
0.275401,
0.4743,
1.333,
0.614544,
1.228828,
1.534872
]
},
{
"Id": 1043103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.55823,
0.51847,
0.34532,
0.29613,
0.51,
1.426,
0.6608,
1.32132,
1.6504
]
},
{
"Id": 1043104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.614053,
0.570317,
0.379852,
0.325743,
0.561,
1.55,
0.72688,
1.453452,
1.81544
]
},
{
"Id": 1043105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.653129,
0.60661,
0.404024,
0.346472,
0.5967,
1.643,
0.773136,
1.545944,
1.930968
]
},
{
"Id": 1043106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.697788,
0.648087,
0.43165,
0.370163,
0.6375,
1.736,
0.826,
1.65165,
2.063
]
},
{
"Id": 1043107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.759193,
0.705119,
0.469635,
0.402737,
0.6936,
1.86,
0.898688,
1.796995,
2.244544
]
},
{
"Id": 1043108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.820598,
0.762151,
0.50762,
0.435311,
0.7497,
1.984,
0.971376,
1.94234,
2.426088
]
},
{
"Id": 1043109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.882003,
0.819183,
0.545606,
0.467885,
0.8058,
2.108,
1.044064,
2.087686,
2.607632
]
},
{
"Id": 1043110,
"Level": 10,
"Parameters": [
0.948991,
0.881399,
0.587044,
0.503421,
0.867,
2.232,
1.12336,
2.246244,
2.80568
]
},
{
"Id": 1043111,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.015979,
0.943615,
0.628482,
0.538957,
0.9282,
2.356,
1.202656,
2.404802,
3.003728
]
},
{
"Id": 1043112,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.082966,
1.005832,
0.669921,
0.574492,
0.9894,
2.48,
1.281952,
2.563361,
3.201776
]
},
{
"Id": 1043113,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.149954,
1.068048,
0.711359,
0.610028,
1.0506,
2.635,
1.361248,
2.721919,
3.399824
]
},
{
"Id": 1043114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.216941,
1.130265,
0.752798,
0.645563,
1.1118,
2.79,
1.440544,
2.880478,
3.597872
]
},
{
"Id": 1043115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.283929,
1.192481,
0.794236,
0.681099,
1.173,
2.945,
1.51984,
3.039036,
3.79592
]
}
]
},
"Id": 11041,
"Name": "Phantom Feather Flurry",
"Description": "<color=#FFD780FF>Normal Attack</color>\nMelancarkan hingga 4 tembakan panah berturut-turut menggunakan busur.\n\n<color=#FFD780FF>Charged Attack</color>\nMelancarkan sebuah <color=#FFD780FF>Serangan Membidik</color> yang lebih akurat untuk mengakibatkan DMG yang lebih besar.\nSaat membidik, angin kuat akan berkumpul di ujung anak panah. Panah dengan angin kuat yang terkumpul penuh akan mengakibatkan <color=#80FFD7FF>Anemo DMG</color>.\n\n<color=#FFD780FF>Plunging Attack</color>\nMelancarkan hujan panah dari udara, menerjang tanah dengan kecepatan tinggi, menyerang musuh di jalur terjangan, dan mengakibatkan DMG Area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_02"
},
{
"GroupId": 10432,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Resonansi|{param1:F1P}",
"DMG Tekan Multitarget Fire|{param2:F1P}",
"DMG Shadowhunt Shell|{param3:F1P}",
"DMG Shining Shadowhunt Shell|{param4:F1P}",
"Batas Poin Nightsoul|{param5:F1} poin",
"Cooldown|{param6:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1043201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.6,
0.36,
0.488,
1.66572,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043202,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.645,
0.387,
0.5246,
1.790649,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043203,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.69,
0.414,
0.5612,
1.915578,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043204,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.75,
0.45,
0.61,
2.08215,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043205,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.795,
0.477,
0.6466,
2.207079,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043206,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.84,
0.504,
0.6832,
2.332008,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043207,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.9,
0.54,
0.732,
2.49858,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043208,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.96,
0.576,
0.7808,
2.665152,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043209,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.02,
0.612,
0.8296,
2.831724,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043210,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.08,
0.648,
0.8784,
2.998296,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043211,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.14,
0.684,
0.9272,
3.164868,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043212,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.2,
0.72,
0.976,
3.33144,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043213,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.275,
0.765,
1.037,
3.539655,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043214,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.35,
0.81,
1.098,
3.74787,
80,
6.5
]
},
{
"Id": 1043215,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.425,
0.855,
1.159,
3.956085,
80,
6.5
]
}
]
},
"Id": 11042,
"Name": "Spirit Reins, Shadow Hunt",
"Description": "Chasca beresonansi dengan kehendak yang bermukim di dalam senjatanya untuk mengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG Area</color>.\nSetelah dilancarkan, Chasca akan mendapatkan 80 poin Nightsoul dan memasuki status Nightsoul's Blessing.\n\n<color=#FFD780FF>Nightsoul's Blessing: Chasca</color>\nTerus-menerus mengonsumsi poin Nightsoul. Saat seluruh poin Nightsoul dikonsumsi, atau saat Skill dilancarkan sekali lagi, status Nightsoul's Blessing Chasca akan berakhir. Status Nightsoul's Blessing memiliki karakteristik sebagai berikut:\n·Chasca akan menunggangi \"Soulsniper: Ritual Staff\", meningkatkan kecepatan bergerak dan ketahanannya terhadap interupsi. Dalam kondisi ini, Chasca akan terus mengonsumsi poin Nightsoul untuk mempertahankan status melayangnya. Akan mengonsumsi poin Nightsoul tambahan saat menekan tombol Lari atau meningkatkan ketinggian.\n·Saat melancarkan Normal Attack atau Charged Attack, Chasca akan melancarkan \"Multitarget Fire\" dengan cara yang berbeda berdasarkan Mode Tahan atau Mode Tekan.\n\n<color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color>\n<color=#FFD780FF>Mode Tekan</color>\nMengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG</color> terhadap musuh yang ada di depan. DMG ini akan dianggap sebagai DMG Normal Attack.\n<color=#FFD780FF>Mode Tahan</color>\nMemasuki status Membidik, lalu menargetkan sejumlah musuh dalam area tertentu dan mengisi hingga 6 buah Shadowhunt Shell sesuai durasi Charge-nya. Saat sudah mengisi enam peluru atau saat berhenti melakukan Charge, Chasca akan menembakkan peluru-peluru ini ke arah musuh yang ditargetkan sesuai urutan.\n\n<color=#FFD780FF>Shadowhunt Shell</color>\n·Mengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG</color>, DMG ini dianggap sebagai DMG Charged Attack.\n·Peluru Shadowhunt Shell keempat, kelima, dan keenam yang terisi akan dikonversi elemennya berdasarkan jenis elemen Karakter lain yang berada di dalam party. Untuk setiap satu Karakter berelemen <color=#FF9999FF>Pyro</color>, <color=#80C0FFFF>Hydro</color>, <color=#99FFFFFF>Cryo</color>, atau <color=#FFACFFFF>Electro</color> di dalam party, satu Shadowhunt Shell acak akan dikonversi menjadi \"Shining Shadowhunt Shell\" dari salah satu jenis elemen yang sesuai dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Elemental DMG dengan tipe elemen yang sesuai. DMG ini dianggap sebagai DMG Charged Attack.\n·Peluru \"Shadowhunt Shell\" yang diisi terakhir akan ditembakkan lebih dulu.\n\nSelain itu, saat dalam status Nightsoul's Blessing, menahan tombol Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color> akan membuat Chasca melancarkan Nightsoul-aligned Plunging Attack. Saat melepaskan tombol Skill, Chasca akan menghentikan Plunging Attack-nya dan kembali melayang di udara. Jika Chasca melancarkan Plunging Attack ini hingga menyentuh tanah, maka status Nightsoul's Blessing-nya akan berakhir.\n\n<i>Secara teorinya sih, asal dia setuju, tali kekangnya bisa diikatkan ke benda apa pun. Tapi ... Memangnya ada yang lebih keren dari meriam tangan raksasa?</i>",
"Icon": "Skill_S_Chasca_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 10439,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Galesplitting Soulseeker Shell|{param1:F1P}",
"DMG Soulseeker Shell|{param2:F1P}",
"DMG Radiant Soulseeker Shell|{param3:F1P}",
"Cooldown|{param4:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param5:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1043901,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.88,
1.034,
2.068,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043902,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.946,
1.11155,
2.2231,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043903,
"Level": 3,
"Parameters": [
1.012,
1.1891,
2.3782,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043904,
"Level": 4,
"Parameters": [
1.1,
1.2925,
2.585,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043905,
"Level": 5,
"Parameters": [
1.166,
1.37005,
2.7401,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043906,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.232,
1.4476,
2.8952,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043907,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.32,
1.551,
3.102,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043908,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.408,
1.6544,
3.3088,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043909,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.496,
1.7578,
3.5156,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043910,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.584,
1.8612,
3.7224,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043911,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.672,
1.9646,
3.9292,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043912,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.76,
2.068,
4.136,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043913,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.87,
2.19725,
4.3945,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043914,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.98,
2.3265,
4.653,
15,
60
]
},
{
"Id": 1043915,
"Level": 15,
"Parameters": [
2.09,
2.45575,
4.9115,
15,
60
]
}
]
},
"Id": 11045,
"Name": "Soul Reaper's Fatal Round",
"Description": "Chasca mengumpulkan tekadnya dan menembakkan sebuah \"Galesplitting Soulseeker Shell\" untuk mengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG Area</color>. Setelah ditembakkan, Galesplitting Soulseeker Shell akan terpecah menjadi enam Soulseeker Shell yang menyerang musuh di sekitar.\n\n<color=#FFD780FF>Soulseeker Shell</color>\n·Mengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG</color>.\n·Untuk setiap satu Karakter berelemen <color=#FF9999FF>Pyro</color>, <color=#80C0FFFF>Hydro</color>, <color=#99FFFFFF>Cryo</color>, atau <color=#FFACFFFF>Electro</color> di dalam party, dua buah Soulseeker Shell acak akan dikonversi menjadi \"Radiant Soulseeker Shell\" dengan salah satu jenis elemen yang sesuai dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Elemental DMG dengan tipe elemen tersebut.\n\n<i>Tidak ada yang bisa selamat dari bisikan malam dan cahaya rembulan yang tak berhenti, sama layaknya tidak ada musuh yang bisa selamat dari mata tajamnya begitu terlihat olehnya.</i>",
"Icon": "Skill_E_Chasca_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 10421,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1042101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.333,
0.667,
1,
0.15,
0.35,
0.65
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 1042101,
"Name": "Bullet Trick",
"Description": "Saat melakukan charge <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color> dari Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color>, jika di dalam party terdapat Karakter dengan jenis elemen yang memenuhi syarat konversi elemen, maka Chasca akan mendapatkan efek berikut berdasarkan jumlah jenis elemen yang berbeda:\n·Untuk setiap jenis elemennya, ada 33,3%/66,7%/100% kemungkinan untuk memicu \"Spiritbinding Conversion\". Efek ini membuat peluru <color=#FFD780FF>Shadowhunt Shell</color> ketiga dikonversi menjadi <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color> dengan salah satu jenis elemen acak yang sesuai.\n·Setiap jenis elemen akan memberikan satu lapis efek Spirit of the Radiant Shadow bagi Chasca, sehingga DMG yang diakibatkan Shining Shadowhunt Shell meningkat 15%/35%/65%. Efek ini berlangsung sampai Multitarget Fire kali ini berakhir, dapat ditumpuk sampai 3 lapis.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_05"
},
{
"GroupId": 10422,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1042201,
"Level": 1,
"Parameters": [
1.5
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 1042201,
"Name": "Intent to Cover",
"Description": "Saat Karakter di sekitar memicu Nightsoul Burst, Chasca akan menembakkan \"Burning Shadowhunt Shot\" terhadap musuh di sekitar, mengakibatkan Nightsoul-aligned <color=#80FFD7FF>Anemo DMG</color> yang setara dengan 150% DMG <color=#FFD780FF>Shadowhunt Shell</color> dari Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color> miliknya. Jika ada Karakter berelemen <color=#FF9999FF>Pyro</color>, <color=#80C0FFFF>Hydro</color>, <color=#99FFFFFF>Cryo</color>, atau <color=#FFACFFFF>Electro</color> di dalam party, maka Burning Shadowhunt Shot akan dikonversi elemennya dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Elemental DMG dengan tipe elemen yang sesuai, DMG ini setara dengan 150% DMG yang diakibatkan oleh <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color> dari skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color>.\nDMG yang diakibatkan dengan cara ini dianggap sebagai DMG Charged Attack.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_06"
},
{
"GroupId": 10423,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1042301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 1042301,
"Name": "Night Realm's Gift: Everburning Heart",
"Description": "Setelah poin Nightsoul habis terpakai, Chasca akan mengonsumsi Phlogiston untuk mempertahankan status Nightsoul's Blessing-nya.\nSaat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, dapat melancarkan Nightsoul Transmission: Chasca. Saat Karakter aktif melayang di ketinggian tertentu, dan mengganti Karakter menjadi Chasca, akan memicu efek berikut: Chasca akan memasuki status Nightsoul's Blessing dan mendapatkan 32 poin Nightsoul. Party sendiri dapat memicu Nightsoul Transmission sekali setiap 10 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_07"
},
{
"GroupId": 10425,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1042501,
"Level": 1,
"Parameters": [
25,
12
]
}
]
},
"Id": 1042501,
"Name": "Mediation's True Meaning",
"Description": "Saat Karakter party sendiri mengalahkan musuh, akan memulihkan 25 poin Phlogiston. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 12 detik.\nEfek ini tidak aktif dalam Domain, Trounce Domain, atau Spiral Abyss.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_08"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 1041,
"Name": "Cylinder, the Restless Roulette",
"Description": "Memicu efek \"Spiritbinding Conversion\" dari Talenta Ascension \"Bullet Trick\" akan mengakibatkan <color=#FFD780FF>Shadowhunt Shell</color> kedua yang dimasukkan ke silinder peluru berubah menjadi <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color>.\nKemungkinan untuk memicu \"Spiritbinding Conversion\" akan meningkat: jika terdapat Karakter dengan jenis elemen yang sesuai dengan syarat konversi elemen di dalam party, kemungkinan untuk memicu \"Spiritbinding Conversion\" meningkat 33,3%, hingga maksimum 100%.\n\nHarus membuka Talenta Ascension \"Bullet Trick\" terlebih dahulu.\nSelain itu, saat tidak berada dalam kondisi bertempur, konsumsi Phlogiston dan poin Nightsoul Chasca dalam status Nightsoul's Blessing akan berkurang 30%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_01"
},
{
"Id": 1042,
"Name": "Muzzle, the Searing Smoke",
"Description": "Saat Chasca memasuki medan pertempuran, mendapatkan satu lapis \"Spirit of the Radiant Shadow\" dari Talenta Ascension \"Bullet Trick\".\nSelain itu, saat <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color> dari serangan <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color> milik Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color> mengenai musuh, akan mengakibatkan Elemental DMG Area sebesar 400% ATK Chasca yang elemennya sesuai dengan jenis elemen dari <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color>. DMG ini dianggap sebagai DMG Charged Attack. Efek ini dapat terpicu sekali setiap kali Chasca melancarkan <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color>.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_02"
},
{
"Id": 1043,
"Name": "Reins, her Careful Control",
"Description": "Meningkatkan 3 level Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color>.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Chasca_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1044,
"Name": "Sparks, the Sudden Shot",
"Description": "Saat <color=#FFD780FF>Radiant Soulseeker Shell</color> dari Elemental Burst <color=#FFD780FF>Soul Reaper's Fatal Round</color> mengenai musuh, akan memulihkan 1,5 Energy untuk Chasca dan mengakibatkan DMG Elemental Area sebesar 400% ATK Chasca yang elemennya sesuai dengan jenis elemen dari <color=#FFD780FF>Radiant Soulseeker Shell</color>. DMG ini dianggap sebagai DMG Charged Attack.\nDMG Elemental Area yang disebutkan di atas hanya dapat terpicu sekali setiap kali Chasca melancarkan <color=#FFD780FF>Soul Reaper's Fatal Round</color>.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_03"
},
{
"Id": 1045,
"Name": "Brim, the Sandshadow's Silhouette",
"Description": "Meningkatkan 3 level Elemental Burst <color=#FFD780FF>Soul Reaper's Fatal Round</color>.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Chasca_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1046,
"Name": "Showdown, the Glory of Battle",
"Description": "Durasi charge <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color> menjadi lebih singkat, dan setelah efek \"Spiritbinding Conversion\" dari Talenta Ascension \"Bullet Trick\" terpicu, Chasca akan memasuki status \"Fatal Rounds\": Dalam 3 detik berikutnya, saat Chasca melancarkan <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color> dari Elemental Skill <color=#FFD780FF>Spirit Reins, Shadow Hunt</color> kali berikutnya, tembakannya akan langsung selesai melakukan charge, dan CRIT DMG <color=#FFD780FF>Shadowhunt Shell</color> dan <color=#FFD780FF>Shining Shadowhunt Shell</color> dari <color=#FFD780FF>Multitarget Fire</color> tersebut meningkat sebesar 120%. Chasca bisa memasuki status \"Fatal Rounds\" sekali setiap 3 detik.\n\nEfek di atas harus membuka Talenta Ascension \"Bullet Trick\" terlebih dahulu.",
"Icon": "UI_Talent_S_Chasca_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Skyborne Arbiter",
"Detail": "\"Penengah\" Tlalocan yang sudah berhasil mengakhiri perselisihan yang tak terhitung jumlahnya.",
"Association": 9,
"Native": "Tlalocan",
"BirthMonth": 12,
"BirthDay": 10,
"VisionBefore": "Anemo",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Vultur Gryphus",
"CvChinese": "张若瑜",
"CvJapanese": "甲斐田裕子",
"CvEnglish": "Lauren Amante",
"CvKorean": "Soo-hyun",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108762,
"ItemId": 108777,
"InputList": [
100064,
100061,
100084,
101243
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Chasca dari Suku Bunga Bersayap. Ada konflik yang perlu kuselesaikan? Tergantung situasinya, mungkin saja kamu harus mengorbankan sedikit harga diri, beberapa minuman, atau mungkin ... beberapa amunisi."
},
{
"Title": "Mengobrol: Dilihat dari Atas",
"Context": "Di saat kamu kehilangan arah, naiklah ke tempat yang lebih tinggi untuk bisa melihatnya dari perspektif lain."
},
{
"Title": "Mengobrol: Bisikan",
"Context": "Kalau aku terus menerus mendengarkan bisikan-bisikan Abyss, aku pasti sudah gila dari dulu. Bisa selamat saja sudah syukur, tapi menjinakkan monster di dalam diri, jauh lebih sulit."
},
{
"Title": "Mengobrol: Penengah",
"Context": "Belakangan memang tidak ada apa-apa sih ... *hoam* ... Ada keributan? Kebetulan aku lagi ingin menengahi."
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Hujan ... Rambut dan bulu pasti akan basah. Waktu pulang jadi harus perawatan nih."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Hm, kita betulan mau terbang dalam cuaca begini? Memang kita bisa lebih cepat dari petir?"
},
{
"Title": "Ketika Angin Bertiup",
"Context": "Udaranya penuh bau-bau mangsa ... Bersiaplah."
},
{
"Title": "Ketika Angin Berembus",
"Context": "Anginnya sempurna. Kecepatan penuh!"
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "\"Bangun pagi biar rezekinya tidak dipatok Qucusaurus\", nih aku buatkan sarapan. Apa pun tugas hari ini, yang penting perut kenyang dulu."
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Siang. Matahari memang paling nyengat jam-jam segini tuh. Waktunya rehat."
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Ada rencana makan di mana? Kalau tidak ada, ayo kita makan di kampung suku. Para pemenang akan dijamu dengan makanan dan minuman paling enak."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Sudah mau tidur? Hmm ... hari ini aku terbang seharian, jadi mending sekarang perawatan meriam dulu deh."
},
{
"Title": "Tentang Chasca: Percaya Diri",
"Context": "Waktu suku Bunga Bersayap masih bertanggung jawab patroli dan mempertahankan seluruh Natlan, pasukan terbang kami itu terbaik ... pejuang paling keras di seantero bangsa ini.\nSampai hari ini, banyak penunggang yang saking tingginya, di mata orang lain sih sudah masuk level angkuh. Hmm? Aku? Tidak sih. Angkuh tidak, tapi sangat pede? Iya."
},
{
"Title": "Tentang Chasca: Suku Bunga Bersayap",
"Context": "Ketika pertama kali dibawa ke suku, aku sama sekali tidak bisa membaur. Rasanya seperti orang asing, makhluk luar angkasa bahkan, yang tiba-tiba dibuang ke dunia manusia. Tapi Chuychu dan orang tuanya ... orang tua KAMI, menerimaku apa adanya.\nAku bersyukur bisa ketemu mereka, dan aku akan berjuang melindungi suku mereka ini ... sampai titik darah penghabisan."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Meditasi",
"Context": "Dengan kemampuanmu, rasanya di Natlan tidak ada seorang pun yang bakal berani macam-macam. Tapi selalu ada pengecualian, jadi kalau misal suatu hari nanti kamu ketemu situasi yang tidak bisa dibereskan pakai tangan kosong, ingat cari aku. Biar aku yang urus."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Keluarga",
"Context": "Terima kasih bantuannya pas urusan Coya tempo hari ... entah bakal jadi kayak gimana situasinya kalau tidak ada kamu.\nDia sudah enggak segalak itu sama manusia, tapi yaaa masih perlu waktu lah untuk adaptasi. Kebiasaan lama kan paling susah dihilangin.\nChime sih lain cerita ya ... dia suka banget main ke kampung. Sudah sobatan sama Yatlan dan anak-anak lain, ah ... lihat mereka main bareng gitu, jadi ingat pas aku sama Coya masih kecil dulu.\nSekarang malah bunda yang jadi aneh ... ampun. Dia jadi sering ngomong yang menjurus suruh aku bikin sarang sendiri, kayak Coya. \"Mungkin waktunya kamu melebarkan sayap ... membangun keluarga\". Kenapa tiba-tiba jadi gitu sih? Ck ... eh, kamu senyum-senyum kenapa?"
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Vision memegang peranan penting dalam pertempuran melawan Abyss. Kalau tidak datang ketika dibutuhkan saat itu, entah gimana nasibku hari ini."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Banyak orang yang malu cerita kesalahan masa kecilnya ... kenapa harus gitu sih? Manusia atau Qucusaurus sama-sama tumbuh dengan belajar dari kesalahan.\nItulah kenapa aku tidak pernah malu cerita waktu kecil suka tiba-tiba ngamuk sendiri. Sekarang, aku tidak pernah angkat senjata tanpa berpikir jernih. Meski waktu yang dibutuhkan untuk memutuskannya ... yah, dua detik lah ... atau setengah detik."
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Banyak pohon tinggi di Natlan. Dari atas sana semua kelihatan, dan kalau mau lepas landas juga bagus tuh. Mau coba? Jangan takut, aku akan tangkap kalau kamu jatuh."
},
{
"Title": "Tentang Kachina",
"Context": "\"Setiap Qucusaurus harus jatuh dari sarangnya dulu sebelum bisa terbang\". Kachina bukan tiba-tiba jadi pemenang dalam semalam ya. Apa yang dia dapat itu hasil usaha yang tak kenal lelah dan konsisten, untuk waktu yang lama. Dia pejuang hebat yang berhak mendapat hormat dan penghargaan orang."
},
{
"Title": "Tentang Mualani",
"Context": "Mualani bilang waktu kecil dulu kami pernah rebutan mainan sampai berantem, tapi aku enggak ingat sama sekali.\nHmm ... apa karena aku sering berantem, sampai lupa pernah berantem sama siapa saja ya? Terus kenapanya juga ... sebenarnya aku tuh ngincar mainannya, apa papan selancarnya? Kayaknya sih butuhnya biar aku bisa berburu di air gitu.\nAh sudahlah, toh aku yakin kami diam-diaman juga tidak lebih dari satu hari. Sama Mualani sih sudah biasa."
},
{
"Title": "Tentang Xilonen",
"Context": "Dia kelihatannya malas gerak, padahal aslinya rajin bukan main.\nWaktu aku minta dibikinin meriam, aku tidak kasih detail apa-apa. Cuma minta kira-kira mau yang kayak apa, terus sisanya terserah dia. Begitu dikerjakan, malah aku diinterogasi ... kira-kira setiap hari terbang tuh kayak apa, bakal dipakai sesering apa senjatanya, dan semacam itu. Ditanya begituan sampai seharian, corat-coret desainnya berserakan di lantai banyak sekali ... saking lelahnya, aku tidur duluan.\nLalu dia bikinin panduan perawatan, dan bersikeras aku baca sampai hafal di luar kepala, dia tidak mau diganggu urusan ini setiap hari, katanya. Yah, ngomongnya gitu, tapi aku yakin dia cuma cerewet supaya aku bisa jaga diri dan terbang dengan aman."
},
{
"Title": "Tentang Mavuika",
"Context": "Ada orang yang membandingkan aku sama Archon Pyro karena riwayatku selama mengikuti Ziarah. Aneh. Kalau Ziarah diibaratkan pohon, aku cuma burung bangkai yang bertengger di puncaknya, sementara Archon Pyro adalah matahari yang bersinar tinggi di langit ... semakin kita kuat, semakin kita sadar dan menghormati betapa lebar jurang kekuatan antara kita dan dirinya. Aku cuma pernah jadi pemenang berapa kali. Dia pemenang selama satu zaman.\nTapi setidaknya dengan ada di atas dan bisa melihat ke langit tanpa terhalangi itu berarti aku bisa lihat sejauh apa aku ingin terbang."
},
{
"Title": "Tentang Kinich",
"Context": "Waktu pertama lihat Ajaw, aku kira Kinich juga punya Saurian yang dianggap keluarga. Ternyata aku benar-benar meleset dari dugaan ... hubungan mereka lain dari yang lain.\nYah, aku jujur agak sirik dengan kemampuan Ajaw berceloteh pakai bahasa manusia. Kalau saja bunda bisa bicara seperti dia, kami tidak usah main tebak-tebakan bahasa tubuh dan isyarat lagi."
},
{
"Title": "Tentang Citlali",
"Context": "Ayah pernah cerita. Katanya waktu aku kecil dulu, semua tetua terpelajar di Natlan dikumpulkan untuk mencari jalan keluar masalah Abyss di badanku. Semuanya berselisih paham tentang cara terbaik, dan perundingan itu berubah jadi perdebatan yang tak kunjung beres. Citlali diam-diam keluar tak lama setelahnya, tidak ada yang sadar karena terlalu sibuk debat. Waktu dia balik, dia bawa makanan dan arak, lalu mulai makan dan minum dengan wajah tidak peduli ... dan semua tetua di ruangan itu langsung diam.\nKalau cuma liat luarnya saja, siapa yang tahu kalau dia senior yang amat sangat berpengalaman?"
},
{
"Title": "Tentang Ifa",
"Context": "Chuychu dan ayah sering sekali membahas tentang ilmu pengobatan dengannya. Jadi setelah balik dari bengkel udara, aku langsung bawa Coya ke tempatnya. Tapi dia kayak yang tidak peduli gitu, cuma lihat sekali lalu bilang \"tidak ada yang serius, minta tolong Cusco saja\", lalu langsung pergi ke tempat pasien lain ... dan dia benar. Akunya yang terlalu cemas."
},
{
"Title": "Tentang Iansan",
"Context": "Aku percaya kalau melatih diri dan melatih orang lain itu aturan mainnya sangat beda. Jarang orang yang bisa dua-duanya, tapi Iansan ... dia ahlinya.\nAku tidak pintar mengajari orang. Setiap kali mau mencontohkan sesuatu ke pasukan terbang, aku bisa makan waktu lama cuma buat jelasin yang mendasar, membosankan, dan sudah enggak perlu dipikirin ... terus setelahnya, yang dengar bakal bilang: \"Yang kayak gitu enggak usah pakai mikir? Kok bisa?!\".\nKalau yang ngajarnya Iansan, kayaknya tingkat kelulusan ujian terbang dalam setahun bisa naik dua kali lipat ya ... sayangnya dia tidak buka jasa paket pelatihan terbang."
},
{
"Title": "Mengenal Chasca: I",
"Context": "Sebagai penengah, aku tahu betul kalau kekerasan tidak selalu bisa jadi jalan keluar. Tapi seringkali, kemampuan untuk menggunakan kekerasan itulah yang bikin orang mau dengar."
},
{
"Title": "Mengenal Chasca: II",
"Context": "Pejuang suku Bunga Bersayap itu angkuh, tapi Qucusaurus jauh lebih angkuh. Siapa pun yang ingin gabung ke pasukan terbang harus berlatih sangat keras sampai diakui oleh mereka. Bahkan aku sendiri, yang dibesarkan oleh mereka juga. Tapi ini adil. Kalau pemula dibiarkan terbang ke langit di punggung Qucusaurus, itu sih namanya tidak tanggung jawab sama nyawa dua-duanya."
},
{
"Title": "Mengenal Chasca: III",
"Context": "Kadang setelah gagal entah berapa kali dalam ujian terbang dan tidak pernah diakui oleh Qucusaurus, orang jadi kehilangan motivasi lalu menyerah jadi pasukan terbang. Di suku Bunga Bersayap, orang seperti itu kami sebut \"Tanpa Sayap\" ... tapi umumnya, cuma pejuang paling hebat saja yang berani ikut ujian terbang. Semangatnya mungkin padam, tapi baranya akan kembali menyala suatu hari nanti. Sampai hari itu, kami akan terus mengawasi mereka, seperti Qucusaurus yang setia menjagai anak-anaknya yang belum bisa terbang."
},
{
"Title": "Mengenal Chasca: IV",
"Context": "Masa kecilku mungkin tidak bisa disebut wajar, tapi bunda yang menyelamatkanku ketika sudah di ambang maut. Ketika aku tersesat dan tak tahu arah, Chuychu memberiku sesuatu untuk dijadikan keyakinan. Di belakangku ada keluarga Saurian dan manusia, juga semua makhluk yang menjadi anggota keluarga besar Natlan. Aku tidak akan kalah, baik oleh Abyss mau pun oleh kerasnya hidup. Lihat saja, aku akan bisa menembus semuanya!"
},
{
"Title": "Mengenal Chasca: V",
"Context": "Chuychu ingin aku jadi pahlawan, dan oleh sebab itu aku ... tidak boleh menyerah. Harus kuat, demi dirinya juga.\nKetika relik itu meledak, dan Coya terbang menukik di depanku ... ketakutan waktu kehilangan saudariku muncul lagi, aku ....\nMaaf, aku tidak tahu gimana caranya membicarakan ini. Biasanya cuma aku pendam sendiri, tapi ... sekarang rasanya lebih baik.\nRasa takut itu tidak akan pernah terlupakan, jadi lebih aku lakukan yang terbaik saja. Ingat, kuasai, dan ... kalahkan. Suatu hari nanti."
},
{
"Title": "Hobi Chasca",
"Context": "Bikin keributan itu lebih banyak ruginya daripada untungnya. Konsekuensinya runyam. Mengakhiri keributan, nah ... itu lebih bagus. Itulah kenapa aku suka jadi penengah, karena keributan datang sendiri tanpa perlu kita yang mulai ... hehehe, bercanda."
},
{
"Title": "Kekhawatiran Chasca",
"Context": "Kekuatan Abyss. Bukan karena pengaruhnya sih, karena sekarang sudah terkendali. Tapi karena dia bikin orang-orang di sekitar selalu khawatir sama keadaanku."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Aku besar di tepi laut, biasa makan ikan mentah ... setelah pindah ke kampung suku, aku jadi suka daging bakar. Qucusaurus dan manusia punya kebiasaan makan beda, tapi aku bisa dua-duanya."
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Yang banyak alkoholnya. Jangan salah, aku doyan minum ... tapi harus atur supaya tidak sembarangan sebelum lepas landas. Tapi terus ada makanan yang wanginya menyamarkan bau alkohol ... kelihatan enak, wanginya sedap, tapi begitu digigit ... wah, jebakan."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Aku kasih tahu ya, makanan ini kalau minumnya anggur tuh bisa menambah peluang sukses meditasi sampai tiga puluh persen. Hehe, makan enak minum enak, hati pun senang."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Enak. Makasih."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Uh ... ini maksudnya makanan Qucusaurus? Maaf, mereka enggak doyan yang beginian."
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Nih, pistol. Isinya enam peluru, termasuk satu yang super spesial. Cari tempat terbuka, atau terbang sekalian sebelum cobain.\nOoh, kamu dapat peluru spesial di tembakan pertama? Hoki banget hari ini. Itu kembang api bersiul spesial ulang tahun, buatanku sendiri tentunya!\nHmm? Lima sisanya apa? Kembang api semua dong! Tapi yang percobaan sebelum yang berhasil barusan. Warnanya beda, kurang sempurna sih. Tahun depan aku bakal bikin enam yang berhasil semua! Lihat saja!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Ah, ada peluru baru?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Perlu penengah keributan? Masalah di suku? Perang dunia?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Ada hasrat bertempur yang mengalir di dalam darahku ... dan kini, aku sudah tahu cara memanfaatkannya."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "\"Budi harus dibalas, dan jasa harus dihargai dengan pantas\". Prinsip yang berlaku universal, baik untuk Qucusaurus mau pun manusia. Mulai hari ini sayap dan meriamku akan siap mengawal ke mana pun kamu pergi."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Terbang."
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "HAH!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Atas."
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "LEDAKKAAAN!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Pegang topi!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Jadi debu."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Bagi hasil, ini berpotensi memicu keributan. Tapi untungnya aku tidak butuh yang begini."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Duit bisa melenyapkan berbagai jenis masalah. Jadi kebanyakan duit itu tidak pernah salah."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Bling-bling ... suka ...."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Ini baru pertarungan!"
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Pemanasan selesai."
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Mau tahu yang gila? NIH!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Eh, jangan mati dulu!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Ke belakangku!"
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Bun ... da ...."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Tidak bisa ... naik ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Aku ... jatuh ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Bakal runyam nih ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: II",
"Context": "LAGI!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Oke, siapa yang harus disuruh diam?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Anginnya kurang bagus."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Peluru lengkap, siap ditembak."
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Semua orang mengagumi kekuatan, semua orang tidak bisa terlepas dari pertempuran.\nAda orang yang bertempur demi melindungi suku, ada yang untuk menangkal Abyss, dan tentu saja, ada yang bertempur untuk merasa lebih hebat, lebih agung, lebih pantas dihargai dengan Mora dan anggur, kekuasaan dan ketenaran, saat dibandingkan dengan orang lain.\nNamun meski seseorang yang sangat suka bertempur sekalipun, mereka pasti akan ketakutan saat mendengar nama ini, Chasca.\nDi medan pertempuran tempat Chasca muncul, seberapa sengitnya pun pertarungan yang sedang berlangsung, pasti akan langsung selesai dalam waktu singkat.\nIni bukan karena Chasca yang ahli dalam berbicara, meski dia memang pintar dalam bernegosiasi. Juga bukan karena kepribadiannya yang memahami sifat manusia, sehingga selalu bisa memikirkan rencana yang bisa memuaskan seluruh pihak. Tapi semua ini karena ....\n\"Penengah\" yang satu itu memang benar-benar punya kemampuan yang luar biasa, kemampuan bertempurnya juga melebihi orang-orang lainnya. Jika kamu ingin menghadapinya satu lawan satu, ini sama seperti anak kecil yang baru lahir menantang Qucusaurus yang paling ganas dengan kedua tangan kosongnya.\nOrang yang terobsesi dengan pertarungan biasanya juga takut dengan kekuatan. Saat dihadapkan dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari, biasanya pilihan terbaik adalah duduk dengan tenang dan bernegosiasi.\nHanya saja, yang tidak mereka mengerti adalah, kenapa Chasca selalu saja muncul di pusat kekacauan dengan kebetulan?\nDemikian tepat dan kebetulan, seolah-olah dia datang karena terpikat oleh pertempuran itu ... Sama seperti \"hewan buas\" yang mencium bau dari \"mangsa\"."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Sejak awal Chasca sudah bisa mengingat masa kecilnya, dia sudah hidup bersama dengan Qucusaurus.\nAwalnya dia pikir dirinya sendiri adalah Saurian, tapi kok dia berbeda ya dengan ibu dan kakaknya yang memiliki cakar dan paruh. Dia tidak bisa terbang ke langit, dan tidak bisa melompat ke puncak pohon dalam sekali lompat.\nIbunya mencintai Chasca sama seperti dia mencintai anak perempuan kandungnya sendiri. Setelah selesai berburu, dia pasti akan memberi makan putrinya terlebih dulu, baru memakan sisanya untuk diri sendiri.\nTapi, Chasca tidak puas dengan menjadi anak burung yang menunggu untuk diberi makan.\nSaat dia bisa berlari melintasi lereng bukit dengan cepat, dia sering meninggalkan sarangnya untuk melihat ibu dan kakaknya berburu.\nDia mengingat gaya bertempur mereka dan mengubahnya menjadi gayanya sendiri. Meski tidak bisa mengepakkan sayap, dia tetap bisa melompat di antara ranting pohon. Dia tidak punya paruh dan cakar, tapi bisa mengambil batu untuk menggantikannya.\nDia begitu antusias dan penasaran, dan terus-menerus menjelajahi hutan. Akhirnya, dia mulai bertemu dengan musuh pertamanya, seekor Forest Bear yang sedang mencari makan.\nDia meniru gaya Qucusaurus dan menerjang ke arah babi itu, tapi akhirnya malah dia yang diseruduk oleh babi itu dan terjatuh ke tanah.\nDia menggulingkan tubuhnya, sekaligus mengambil bebatuan untuk melemparkannya, tetapi babi hutan ini malah mengelak dengan gesit.\nPada akhirnya, hasil dari pertempuran yang sengit ini adalah, Chasca babak belur. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka dan memar, dan dia kembali dengan tangan kosong.\nIbunya pun mengambil tanaman obat untuk dioleskan ke lukanya, dan kakaknya melarangnya untuk pergi berburu lagi.\nChasca sudah berjanji untuk memulihkan lukanya di dalam sarang. Tapi setelah lukanya sembuh, dia malah masuk ke dalam gunung lagi.\nDia terus berkelana di antara hutan dan sungai, mengumpulkan berbagai macam mainan yang bisa dimanfaatkan. Pecahan batu yang tajam, ranting pohon yang kokoh, cairan yang lengket, dan bulu hewan yang sudah mati ....\nIbu dan kakaknya tidak terlalu mengerti fungsi dari \"sampah\" ini, tapi yang mereka tahu, Chasca sudah punya hobi baru. Berarti ini hal yang baik dong ....\nYang tidak disangka adalah, Chasca menggunakan semua ini untuk menciptakan senjata yang baru ... Ketapel yang terbuat dari ranting dan kulit, yang dapat menembakkan batu dengan lebih jauh dan lebih cepat.\n....\nSaat Forest Boar itu menjebak seekor tupai, dia tidak menyangka bahwa dirinya sendiri sudah masuk ke medan perburuan orang lain.\nTapak kakinya menginjak sesuatu yang lengket, tapi tidak bisa dibersihkannya. Yang selanjutnya menyambutnya adalah, kepalanya yang terbentur oleh benda keras yang terbang ke arahnya. Forest Boar itu mengerang sebelum terjatuh pingsan.\nChasca baru keluar dari dalam semak-semak dan menarik hasil buruannya kembali ke sarang dengan semangat.\nIbu dan kakaknya mengira bahwa Chasca sudah menjadi pemburu yang hebat sejak saat itu. Siapa sangka, yang terjadi kemudian benar-benar di luar dugaan.\nChasca sudah melatih teknik bertempur yang makin beragam. Seolah-olah ada sebuah suara yang sedang menuntunnya untuk belajar berbagai teknik bertarung tanpa dia sadari.\nNamun, semakin dia mengikuti suara ini, semakin dia tidak ingin bersembunyi di tempat yang gelap. Dia mengeluarkan tinjunya dengan lugu, untuk adu tenaga dengan burung-burung dan binatang buas yang ada di hutan.\nDari Brown Deer sampai Flying Squirrel, sampai Halberd-Crest Bird, dia bersemangat sekali untuk menantang mereka satu per satu. Dibandingkan dengan perburuan yang bersembunyi di dalam kegelapan untuk langsung mengalahkan musuhnya dalam sekali pukul, dia lebih mirip seorang pejuang yang menyambut tantangannya.\nTapi semakin dia tenggelam dalam keseruan bertempur, hasil buruan yang dia dapatkan malah makin sedikit. Hewan burung biasanya sangat waspada. Jadi saat mereka menyadari kalau lawannya tidak mudah dikalahkan, mereka biasanya akan kabur dengan cepat.\nSepertinya, tidak ada yang sempurna di dunia ini, dia harus memilih antara keseruan bertempur atau perut yang kenyang.\nBagi Chasca kecil, ini benar-benar pilihan yang sangat sulit."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Berbeda dengan bayi manusia yang lainnya, kata pertama yang dipelajari oleh Chasca bukan \"Ma\" atau \"Pa\".\nSaat ayah angkatnya Cusco pertama kali bertemu dengannya, pemandangannya adalah Chasca yang sedang menggigit daging mentah dengan ekspresi wajah yang menakutkan. Dia juga melihat tetua Allpa yang sedang berencana untuk menyerahkan Chasca kepada dirinya untuk diasuh olehnya, dia benar-benar terkejut sampai tidak karuan.\n\"Tetua ... Aku ini berjanji untuk mengasih anak yatim, tapi kalau Qucusaurus, beda lagi ceritanya!\"\nDi kondisi Natlan yang sering diserang oleh Abyss pada saat itu, mengasuh \"anak yatim karena perang\" memang bukan sesuatu yang jarang ditemukan. Tapi anak yang ditinggalkan oleh manusia dan dipelihara oleh seekor Saurian seperti Chasca ini ... hanya pernah didengar di dalam legenda!\nFakta membuktikan bahwa Cusco memang sudah menganggap remeh daya hancur \"Qucusaurus\" ini. Meskipun Qucusaurus sudah terkenal secara umum dengan tabiat \"asal aku senang, semua bisa dilakukan\", tapi tabiat Chasca malah lebih sulit ditaklukkan dibandingkan dengan hewan sombong yang lainnya.\n\"Dasar sialan! Dia datang untuk merebut dagingku lagi!\"\n\"Hei bocah sialan! Jangan buat sarang di atas atap rumahku dong!\"\n\"Sial, si bocah itu datang adu jotos lagi!\"\nYang lebih menyakitkan kepala adalah, setidaknya tindakan Qucusaurus memiliki tujuannya sendiri, entah itu untuk merebut makanan atau wilayah kekuasaan ... Tapi Chasca kecil sepertinya hanya ingin cari masalah. Meskipun di piringnya sudah tersaji makanan yang lebih nikmat daripada daging mentah, di ruang tidurnya sudah tersedia ranjang empuk yang lebih nyaman dari sarang rumput, tapi dia tetap tidak berhenti mencari gara-gara pagi siang dan malam.\nCusco mengernyitkan dahinya ... Dia menyadari bahwa ini mungkin bukan sekedar tentang menjinakkan hewan buas, atau sekedar masih belum terbiasa dengan lingkungan baru. Jadi, sebenarnya apa alasannya?\nManusia mati karena harta, monster mati karena makanan. \"Petarung\" yang bertarung bukan demi keuntungan, yang tidak bisa diajak bernegosiasi, dan hanya ingin menghancurkan ... Cusco hanya bisa mengingat satu kata yang cocok dengan semua ini ... \"Abyss\".\nMungkin sudah waktunya dia \"membicarakan\" ini semua dengan Chasca.\nSetelah Chasca kembali menciptakan sebuah masalah yang rumit dan ditangkap oleh dua pasukan terbang elit secara paksa, Cusco tetap seperti biasanya, meminta maaf karena tidak bisa mendidik Chasca dengan baik. Lalu dia mengusap dahinya, dan bertanya dengan penuh kebingungan:\n\"Sebenarnya kamu mau apa? Kalau tidak kamu katakan dengan jelas, tidak akan ada orang yang mengerti dirimu selama-lamanya?\"\n\"Ngapain tanya-tanya lagi? Si bocah sialan ini bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah 'bahasa manusia'! Entah apa yang ada di dalam pikiranmu dan tetua ....\"\nChasca kecil menatap kedua pasukan terbang yang menahannya dengan tatapan yang bengis. Terdengar suara erangan kecil dari mulutnya, yang akhirnya mengeluarkan 'bahasa manusia' dengan suara serak:\n\"Heh ... Dasar sialan!!!\"\nSetidaknya, dia sudah bisa memarahi balik orang yang memarahinya! Cusco tersenyum tak berdaya."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Cahaya lilin menyinari wajah Chasca yang tertidur, di sisinya, ada Cusco dan seorang shaman, cahaya api yang menjilat terus menyinari mereka.\n\"Abyss sudah memasuki jiwanya, dan cengkramannya sudah membangkitkan konflik di dalam hatinya. Luka ini akan semakin parah seiring pertumbuhannya ... Petaka seperti ini, bahkan aku sendiri belum pernah lihat sebelumnya.\"\nShaman ini menghela napas sambil menggelengkan kepalanya. Setelah berpikir untuk beberapa saat, dia mengucapkan:\n\"Mungkin ... sekarang saat yang tepat untuk mengembalikannya ke hutan. Ini mungkin akan lebih baik bagi semua pihak.\"\nCusco mengerti makna yang terkandung dalam kalimat shaman itu. Saat masih kecil saja, dia yang suka berbuat onar sudah sulit dihadapi, bagaimana nasibnya kelak nanti? Sulit untuk dibayangkan.\n\"Abyss\" selalu menjadi musuh utama Natlan. Jika ada satu saja di dalam sukunya, cepat lambat pasti akan membawa bencana besar.\nTapi, kalau tidak memikirkan cara untuk menahan \"Abyss\" ... Bahasa halusnya sih mengembalikannya ke gunung dan alam liar, sebenarnya itu kan membiarkannya hidup dan mati sendiri di sana!\nHasrat bertempur Chasca sama sepertinya sudah ada bersamanya sejak dia lahir, sama seperti manusia yang memiliki rasa lapar dan hasrat ingin makan. Orang lain biasanya bertempur karena alasan tertentu. Setelah tujuannya tercapai, biasanya mereka tidak akan menyia-nyiakan tenaganya lagi.\nSedangkan hasratnya untuk bertempur itu sama seperti lubang tak berujung. Meski dia sudah meraih kemenangan tanpa henti, dia hanya akan merasa puas untuk sementara waktu.\nJika tidak mencari cara untuk menahannya ... mungkin dia pada akhirnya hanya akan menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Mungkin juga dia akan depresi, atau akan meninggal dunia dalam sebuah pertempuran.\n\"Mumpung 'sekarang' kalian masih sempat mengambil keputusan.\"\nBahasa dari shaman itu diikuti oleh tarian api lilin yang meliuk-liuk.\nCusco melihat Chasca kecil yang ada di sisinya. Mukanya yang sudah tertidur lelap itu terlihat jauh lebih tenang. Napasnya menderu dengan teratur dan lembut, sama seperti seorang gadis manusia biasa.\nSaat menyentuh rambutnya dengan lembut, Cusco bergumam: \"Sudah tidak sempat ... Sudah terlambat ... sudah terlambat.\"\n....\nChuychu yang terbangun di malam hari bersembunyi di balik pintu yang tak disinari cahaya lilin.\nSaat itu, dirinya yang masih kecil tidak bisa memahami percakapan kedua orang itu. Tapi tegangnya suasana dan ekspresi ayahnya malah tetap terukir di dalam lubuk hatinya."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Sejak saat itu, ayah dan ibu Chuychu jadi sering keluar jauh. Hari ini sih dengar-dengar mau berkunjung ke seorang tetua yang menyendiri. Besok dengar-dengar mau memetik tanaman obat legendaris.\nSaat mereka berdua pergi, sebisa mungkin akan ada satu orang yang tinggal untuk menjaganya. Tapi pada saat ada hal genting yang terjadi dan tergesa-gesa keluar rumah, hanya Chuychu kecil yang tersisa di rumah. Dan \"kakak\" yang secara mental malah lebih muda darinya.\nUntung saja setelah Chasca belajar kata \"sialan\" itu secara otodidak, sepertinya dia sudah lebih \"penurut\" dibandingkan saat pertama kali datang. Setidaknya, saat bertemu dengan sedikit konflik, dia bisa marah-marah dulu sampai puas, sebelum memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dengan tinjunya.\nMungkin dia juga sudah menyadari, pada saat ayah dan ibunya tidak ada, tidak ada yang membantunya untuk mengurusi semua masalah yang dia sebabkan? Demikian pikir Chuychu.\nTidak, dengan tabiatnya yang seperti itu, dia pasti tidak akan mengerti betapa keras ayah dan ibu memikirkan semuanya untuknya ... Dia pasti juga tidak tahu betapa baiknya orang tuanya memperlakukannya.\nChuychu juga pernah memikirkan bagaimana kehidupannya jika memiliki seorang kakak ... Ada orang yang menemaninya saat bermain, saat sedih, saat sakit ....\nTapi begitu Chasca datang, ayahnya malah jadi tambah repot, ibunya malah jadi tidak punya waktu. Bahkan teman seusianya yang sering menemaninya bermain pun sudah menghindarinya tanpa sengaja.\nSemua ini pasti karena Chasca.\nPemikiran ini sempat terbersit di dalam benak Chuychu, lalu dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan gelisah.\nTidak boleh berpikir seperti itu. Tetua pernah bilang, semua orang di dalam suku harus kompak. Ayah dan ibu juga pernah bilang, kalau sebenarnya kakak itu kasihan sekali ....\nTapi kalau tidak ada Chasca ....\n\"HEI! CUSCO KE MANA? Chasca berantem lagi!\"\nTeriakan yang tiba-tiba ini langsung menghentikan lamunan Chuychu.\nDia mewakili orang tuanya bergegas untuk pergi ke lokasi kejadian. Dia melihat Chasca yang memiliki ekspresi ganas, dan sekelompok anak-anak yang menangis tersedu-sedu, di antaranya, ada anak-anak yang dulu pernah berteman baik dengannya ....\n\"Ini ... Sial ....\" Chasca mengangkat tangannya sambil menunjuk anak-anak yang menangis itu.\n\"Kamu berantem lagi ya!!!\" Lamunan Chuychu yang sempat terputus itu bagaikan terulang lagi di dalam pikirannya. \"Karena kamu terus begini, makanya mereka tidak main lagi denganku! Ayah dan ibu juga sudah tidak temani aku lagi!!!\"\n\"Sial...an.\" Jari Chasca yang menunjuk ke anak-anak itu mulai tergulai lemas tanpa disadari. Dia terus mengucapkan kata \"sialan\", tapi suaranya semakin kecil.\n\"Kamu yang sialan!\"\nChuychu akhirnya mengucapkan kata-kata yang tersembunyi di dalam hatinya.\nChasca membelalakkan matanya, bibirnya bergetar seperti hendak mengucapkan sesuatu. Akhirnya, dia menutup matanya, berbalik badan, dan berlari ke luar suku.\n... Tidak apa-apa, ini bukan pertama kalinya dia kabur kok. Nanti paling dicari lagi.\nEntah kenapa, Chuychu merasa tidak tenang di dalam hatinya.\n\"Sebenarnya anak itu kenapa sih? Akhir-akhir ini kan sudah tenang ya ... Kok kalian tiba-tiba cari masalah sama dia lagi?\" Orang tua yang menyusul datang mulai menanyakan anak-anak.\nAnak-anak yang babak belur itu saling menatap satu sama lain, ragu-ragu, dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Setelah beberapa saat, akhirnya ada orang yang mengangkat tangannya dengan gemetar dan berkata:\n\"Awalnya, kami cuma berantem saja, tapi akhirnya ada yang bilang ... dia bilang ....\"\n\"Katanya keluarga Paman Cusco ... semuanya bodoh. Mereka membawa satu bocah sialan ke dalam suku ... Awalnya kita cuma bercanda saja ... Dan ini semua kami dengar dari orang dewasa!\"\n\"Mereka juga bilang ... Tidak boleh main dengan Chuychu lagi ... Kalau sampai terkena penyakit seperti kakaknya ....\"\nHati Chuychu bagai ditimpuk batu besar, tanpa sadar, dia menoleh ke arah Chasca berlari.\nHanya terdengar suara embusan angin di tengah-tengah gunung, seolah-olah sedang melantunkan rasa duka yang tak bisa diucapkan untuk seseorang."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "'Kenapa ya? Jelas-jelas di sini bukan sarangku juga.'\n'Aku dipaksa oleh \"tetua\" itu untuk tinggal di sarang yang baru.'\n'Aku itu diberi makan dan pakaian oleh orang-orang itu, secara paksa, aku dipaksa untuk melewati malam yang tidak begitu dingin dengan mereka.'\n'Aku bisa kembali ke sarangku setiap saat. Benar. Aku ingin kembali ke sarangku.'\n'Meski \"Bunda\" mengusirku lagi, \"Kakak\" pasti akan membantu membelaku.'\n'Meskipun aku \"sakit\" sesakit apa pun, tidak perlu manusia yang \"mengobati\" aku.'\n'Pikiran yang kacau balau melanda isi kepala Chasca.'\n'Dia mengarungi puncak pohon dengan terampil, menghirup angin pegunungan dan aroma daun yang familier. Tapi di dalam hatinya, dia tidak bisa melupakan cahaya lilin yang menari-nari sewaktu di suku.'\n'Aku tidak perlu api untuk menghangatkanku, juga tidak perlu cahaya api untuk menyinari malam. Toh \"Bunda\" dan \"Kakak\" juga hidup seperti itu.'\n'Itu hanya kobaran api lemah yang dinyalakan oleh manusia yang takut akan gelap malam yang dingin, Saurian yang kuat dan angkuh tidak perlu hal itu ....'\n... Tapi cahaya lilin itu benar-benar hangat sih ....\nPemikiran yang lemah tiba-tiba menyusup masuk, yang langsung diikuti dengan gema di seluruh kepalanya. Tiba-tiba saja, Chasca merasa sangat sakit, tubuhnya terhenti, dan dia pun jatuh dari puncak pohon.\n\"Dia\" datang lagi.\nChasca menggertakkan giginya, berdiri sambil menopang pohon. Jarinya yang bergetar meninggalkan bekas darah di batang pohon.\n'Bertarunglah, menggigitlah, hancurkanlah!!! Dengan demikian, kamu baru bisa melupakan seluruh kelemahan!'\n'Lupakanlah ketakutan dari kehidupan ini, lupakanlah batasan dalam dunia manusia, seluruh makhluk memang adalah hewan buas sejak dilahirkan.'\nDari kecil, dia sudah bisa mendengar suara ini. Awalnya suara ini hanya menuntunnya untuk berburu, untuk menggigit mangsanya. Tapi lama-kelamaan, suara ini makin sering, dan setiap kali bergema di kepalanya, dia pasti akan menjadi pusing. Dia harus mengikuti suara itu dan berbuat onar, sampai sepuas-puasnya, perasaan itu BARU bisa hilang.\n'\"Bunda\" mengantarkanku ke tempat manusia itu ... juga berharap manusia bisa sembuhkan aku ya?'\n'Tapi mana bisa, dunia manusia kan lebih berisik daripada sarang Saurian. Manusia setiap hari bertempur dengan keras kepala, konflik yang tak terhitung jumlahnya terus terjadi tanpa henti. Sedangkan \"suaranya\" makin jelas, dan semakin memikat.'\n'Kakak .... Aku juga tidak ingin buat Bunda kecewa, tapi ....'\nChasca pergi ke tempat kakaknya beberapa kali untuk mengadu. Tapi lidah dan tenggorokan manusia tidak mungkin bisa mengeluarkan suara Qucusaurus.\n'Kalian ... Aku tahu kalian tidak ingin aku bertarung, tapi ....'\nChasca pernah beberapa kali ingin mencoba berkomunikasi dengan pasangan suami istri Cusco, tapi anak Qucusaurus kan tidak bisa mengeluarkan bahasa manusia ....\n'Mereka pantas dipukul! Mereka sudah marahi aku, juga marahi kalian!'\n'Chasca ingin menjelaskan semuanya kepada Chuychu, tapi yang keluar dari mulutnya yang bergumam tanpa henti itu hanya kata \"sialan\" yang terbata-bata ....'\n'Tidak apa-apa! Aku bisa dengar kamu, dan kamu bisa dengar aku. Itu saja sudah cukup!'\n'Tidak perlu dijelaskan. Semua yang tidak sesuai dengan keinginanku, hancurkan saja! Yang tidak ingin kulihat, hancurkan saja!'\n'Pada saat ini, \"dia\" tetap merajalela dan berteriak di dalam hatinya.'\n'Cukup! Aku paling tidak suka lihat kamu! Kamu justru adalah sialan yang paling sial dan jahat!!!'\nChasca membalas dengan raungan di dalam hatinya. Dia terus memukul pohon itu, meninjunya sekali demi sekali. Seolah-olah ingin menangkap suara itu dan menghancurkannya.\nKulit dan daun pohon terbang berserakan, sementara suara \"tawanya\" makin lama makin liar.\n....\nCahaya rembulan menembus bayangan pohon, menyinari wajah Chasca yang pucat pasi.\nDia telungkup di atas tanah, kulit pada kepala tinjunya robek, menunjukkan daging yang dibungkusnya, bahkan putihnya tulangnya.\nTubuhnya sakit sekali sampai dia tidak bisa bergerak, kantong matanya berat, dia ingin tidur. Bahkan suara di dalam hatinya sudah tidak punya tenaga untuk bersuara.\n'Benar, karena \"dia\" sudah mau mati, karena \"dia\" adalah aku.'\n'Suku manusia tidak terlalu jauh dari sini, di atasku masih ada hutan yang menutupi. Bunda dan kakak harusnya tidak bisa menemukanku deh ya?'\nCusco dan istrinya sudah keluar, kali ini mereka sudah tidak sempat untuk mencari orang yang kabur dari rumah.\nTidak ada orang yang sadar bahwa Chasca akan mati di sini.\nBagus deh, satu bocah sialan akan hilang dari dunia ini, dan begitu pula hal jahat yang ada di dalam dirinya. Demikian pikir Chasca di dalam hatinya.\nMeskipun ini cahaya rembulan ... Tapi tetap dingin ya ....\n....\nSamar-samar, dia merasakan secercah kehangatan di permukaan mukanya, seperti bulu burung \"Bunda\" yang menutupinya dengan perlahan, seperti kehangatan cahaya lilin manusia. Chasca membuka matanya dengan perlahan.\nYang dilihatnya adalah api unggun yang sangat sederhana, dan ada seorang gadis yang sedang berjongkok di sampingnya, menjaga agar api unggun itu tidak padam. Dia adalah Chuychu.\n\"Ahhh ...!\" Saat menyadari Chasca sudah sadar, Chuychu menyembunyikan tangannya ke belakangnya. Berkat cahaya api, Chasca bisa melihat tanda-tanda luka bakar pada tangan Chuychu.\n\"Tanganmu sudah tidak apa-apa?\" Chuychu mengalihkan pembicaraan sambil celingak-celinguk.\nChasca baru menyadari bahwa tangannya penuh dengan perban. Meskipun balutannya terasa kaku, tapi sedikit banyak bisa menghentikan pendarahan.\n\"Aku tidak kuat menarikmu, jadi aku terpaksa balut seadanya dulu di sini ... Tapi aku sudah nyalakan api kok. Orang dewasa di suku pasti akan datang sebentar lagi.\"\nChasca tidak menjawabnya, tapi tatapan matanya sepertinya sedang bertanya ....\n\"Kalau ada terjadi sesuatu kepadamu, ayah dan ibu pasti sedih.\"\n\"....\"\n\"Dan juga ... Terima kasih karena sudah membelaku. Waktu itu aku yang salah karena langsung menjerit kepadamu tanpa bertanya dengan jelas.\"\n\"....\"\n\"Ya sudah ... Pulang ke rumah yuk ....\"\n\"Rumah ....\" Chasca akhirnya memecahkan kebisuannya. Dia mempelajari kata ini dengan suara kecil, mengangguk sambil mengatakan: \"Kita ... pulang rumah.\""
},
{
"Title": "\"Penengah\"",
"Context": "Kali pertama Tetua Allpa dari pasukan terbang mengajari Chasca itu karena orang yang pernah dipukul Chasca sudah terlalu banyak, dan keluhan sudah memenuhi pintu depannya.\nTapi tidak peduli seberapa keras upaya yang dilakukan Allpa untuk menjelaskan aturan dunia manusia, Chasca kecil selalu tidak menyadari ada masalah karena suka bertarung.\nEntah itu Saurian atau hewan buas, mereka selalu beradu kekuatan. Jelas-jelas dia sudah menang, kenapa malah dia yang ditanya-tanya?\nAllpa menjelaskan sambil mengarahkan dengan tangannya secara susah payah. Sementara Chasca malah melihat tetua dengan saksama. Dia berpikir, kalau saja dia dikalahkan oleh si tua bangka ini, mungkin saja dia tidak perlu mendengarkan semua celotehan yang tak habis-habisnya ini.\nSaat Allpa kedua kalinya mengajari Chasca, dia malah merasakan dengan jelas, kalau pandangan matanya sudah berbeda dengan yang sebelumnya.\n\"Ajari aku ... jadi kuat.\" Chasca menggunakan bahasa yang masih kaku, dan meminta orang lain untuk mengajarinya. \"Mau menang lawan ... Abyss.\"\n\"... Oke, kalau begitu, aku akan ajarkan salah satu senjata manusia yang terkuat ....\"\nAllpa mengeluarkan sebuah gulungan kain, terlihat kata-kata yang disulam di atasnya: \"Penengah ... Seni Berkomunikasi dengan Manusia\".\n\"Bahasa manusia ... adalah senjata kita yang terkuat.\"\nCuma modal cuap-cuap saja kok, apa hubungannya dengan kuat? Chasca tidak bisa memahaminya.\nDia lebih baik belajar teknik menggunakan berbagai jenis senjata, dari busur, sampai meriam, lalu belajar cara menggunakan Phlogiston, cara menembak di udara.\nAsalkan kuat, pasti tidak perlu menjelaskan panjang lebar dengan kaum manusia lagi. Chasca pernah berpikir seperti ini.\nTapi, Dia yang sekarang malah tidak bisa mengungkapkan suara yang ada di dalam hatinya, memukulnya dengan keras, dan \"membungkamnya\" selama-lamanya.\nMakanya, dia yang selalu ingin menang, belajar satu kata demi satu kata dari Allpa. Perlahan-lahan, dia mencerna kata demi kata yang ditenun dalam gulungan tersebut yang awalnya dia kira tidak akan dibaca olehnya dalam seumur hidupnya.\nLalu, seperti yang dikatakan di dalam gulungan, belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain, bekerja sama dengan orang lain, berusaha untuk percaya kepada mereka. Efisiensi berburunya sepertinya meningkat sedikit.\nLalu, seperti yang dikatakan di dalam gulungan, dia menuliskan sebuah surat pada hari ulang tahun Chuychu, dan mengucapkan satu ucapan selamat. Ekspresi Chuychu dan orang tua asuhnya sepertinya sedikit terkejut.\nLalu, seperti yang dikatakan di dalam gulungan, dia memikul harapan semua orang. Saat berjalan menuju medan pertempuran Ziarah Kembalinya Api Keramat, tatapan mata orang-orang Bunga Bersayap terhadapnya, sepertinya juga sudah mulai mengandung sedikit rasa hormat.\n....\n\"Heh ... Ini yang kamu mau, kan? Kaliber terbesar, motivasi terkuat ... Ini sih aku yang sudah tahu kemampuanmu, kalau orang lain yang minta kamu melakukan hal ini, aku pasti pakai bahan-bahan yang mereka kasih itu untuk bangunkan mereka dari mimpinya.\"\n\"Terima kasih, Xilonen, dengan adanya ini maka peranku sebagai penengah jadi lebih meyakinkan.\" Chasca mengambil \"Soulsniper: Ritual Staff\" yang sangat besar itu, menggunakan tali di tangannya untuk mengukur beratnya.\n\"Ya, ya, ya. Siapa sih yang tidak nurut kalau sudah kena peluru senjata ini? Ini kayaknya senjata terkuat yang pernah aku buat sukumu deh.\"\n\"Tidak ... 'Peluru yang paling kuat adalah peluru yang belum keluar dari senapan.'\"\nChasca mengusap-ngusap silinder yang ada di senapan itu, entah bagaimana, pikirannya mengingat kembali tentang perumpamaan di sebuah gulungan kain tenun.\n\"Senjata terkuat ya ...? Mulai sekarang, kita adalah 'Penengah'.\""
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Pada saat itu, dia sudah lama berubah dari bocah yang selalu menimbulkan masalah, menjadi seorang \"Penengah\" yang mendamaikan berbagai macam perselisihan.\nEntah itu antar manusia, antar suku, manusia dan Saurian, ataupun antar Saurian ... Asalkan Chasca maju, hampir tidak ada perselisihan yang tidak bisa diselesaikan.\nKalau ada yang di luar logika dan nalar, ada objek yang bahkan tidak bisa tercapai kesepakatan, meskipun sudah berkomunikasi dengan teknik yang paling tinggi sekalipun, itu adalah \"Abyss\".\nSetelah dia belajar untuk bisa hidup bersama \"dengannya\" di dalam hatinya, \"suaranya\" semakin lama semakin lemah. Chasca bahkan pernah menganggap kalau \"suaranya\" sudah hilang.\nTapi pada saat Perang Penjaga Malam kali itu, \"dia\" malah sama seperti kupu-kupu yang bermetamorfosis di dalam hatinya, di bawah pengaruh energi Abyss, dia menampakkan wujud sebuah ilusi, sebuah ilusi yang tiada bedanya dengan dirinya.\n\"Akhirnya kita bertemu juga ... Kita sudah bertempur selama ini, tapi masih belum pernah ada pemenangnya. Lebih baik kita selesaikan saja hari ini. Majulah ke depan, peluklah aku ... Aku akan memberimu kekuatan yang terkuat.\"\nDalam perang yang berkepanjangan ini, Chasca mengalahkan makin banyak monster, pengaruh energi Abyss terhadapnya juga makin kuat. Keinginannya untuk bertempur di dalam hatinya juga terus diperkuat.\nDia mencari target selanjutnya yang dapat dikalahkannya, dengan buru-buru. Tumpukan tulang di kakinya semakin bertambah tinggi.\nIlusi ini mengulurkan tangannya. Di medan pertempuran yang mengerikan itu, dia terlihat seperti utusan kedamaian.\nChasca mengangkat senjatanya dan mengarahkannya \"kepadanya\". Kesempatan yang langka sekali. Akhirnya dia punya kesempatan untuk meluluh lantahkan suara menyebalkan ini.\n\"Mau bunuh aku ya? Tapi, selain aku, siapa lagi sih yang bisa mengerti dirimu? Siapa pula yang bisa temani dirimu?\"\nMakin banyak ilusi yang datang menyerang, seluruh perasaan yang sudah terkubur di dalam hatinya mulai muncul kembali satu demi satu.\nDia pernah dibuang karena dianggap sebagai duri dalam daging, menjadi kaum yang didiskriminasi oleh manusia.\nDia bukan Saurian, dia juga bukan \"manusia\" yang normal. Meski dia sudah memiliki \"rumah\", tapi dia tetap menjalani jalan yang menjadi miliknya sendiri.\nApi kegundahan yang berkobar di dalam hatinya tidak bisa dimengerti oleh siapa pun, dan tidak bisa dipadamkan oleh siapa pun.\nIlusi yang ada di hadapannya ini, sama seperti sumber air yang sudah lama dicari oleh seorang pengembara yang berkelana di padang pasir.\nPertempuran yang tiada hentinya ini, apakah akan berakhir pada saat ini?\nDia terus melangkah maju ke depan, energi Abyss membungkusnya. Seluruh tubuhnya gemetar, kepalanya pusing. Tapi, perasaan ini sangat familier sekali dengannya ... Sama seperti kembali ke pelukan ibu pada saat kecil.\nBagi dia yang pernah dibuang ... Apakah ini benar-benar tempatnya berlabuh?\n....\nSaat dia ingin mengulurkan tangannya dan menyentuh ilusi itu, dia mendengar suara lemah lembut yang memanggilnya dari belakang:\n\"Kakak! Lain kali sebelum keluar rumah, tinggalin catatan dulu ya!\"\n\"Pilihlah jalan hidup yang cocok denganmu sendiri, tempat ini akan menjadi rumahmu selamanya.\"\n\"(Kalau kamu sudah memilih menjadi seperti manusia, jangan pernah kembali lagi.)\"\n\"Coya cuma galak di mulut saja, kami semua rindu sekali sama kamu kok ....\"\nDia menggeleng dan menghentikan langkah kakinya.\nPernah suatu kali, dia mengikuti suara hatinya dengan membabi buta, dan mendambakan kekuatan yang lebih kuat.\nTapi dia yang sekarang, meski sudah bisa berjalan sendiri, juga mengerti arti sebuah ikatan. Dan ikatan itu, adalah ikatan dengan \"manusia\".\nDia mengangkat senjatanya sekali lagi dan mengarahkannya kepada ilusi itu, lalu menembakkan seluruh peluru yang ada di dalamnya.\nIlusi itu pecah berkeping-keping seperti kaca yang pecah. Terlihat darah segar mengalir dari pecahannya.\n\"Heh, dasar palsu ... Jelas-jelas bilangnya mau menghentikan pertempuran, malah menembak aku ... Benar-benar membuatku kecewa.\"\nIlusi itu lenyap bagai kabut, meninggalkan sebuah suara yang selalu bergema di telinga.\n\"Karena aku sudah terlalu 'mengenalmu', aku yakin sekali, ini adalah satu-satunya cara untuk 'menengahi' konflik antara kita berdua.\"\nChasca mengeluarkan silinder tanpa peluru itu, dan kembali mengisinya. Tapi, ada satu \"peluru\" yang terjatuh di tanah dan mengeluarkan suara yang nyaring.\nDia menundukkan kepalanya. Ternyata itu adalah Vision yang bergelimang cahaya.\nDia mengambil Vision dan menggunakan jari jempolnya untuk menyentilnya ke udara, lalu menangkapnya kembali.\n\"Ayo, berapa banyak pun pertempuran yang menungguku di depan, aku akan menengahi semuanya, satu per satu ... Termasuk 'kamu'.\""
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 210400,
"Name": "Tlalocan's Night Phantom",
"Description": "Model pakaian Chasca. Semangat bertanding mengalir di dalam darahnya, tekad tak tergoyahkan tercermin dari dalam matanya. Penderitaan yang melampaui kematian merupakan kebanggaan tak terkalahkan dari Tlalocan.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104154,
113067,
101253,
112103,
104355,
113061
],
"NameCard": {
"Name": "Chasca: Fully Loaded",
"Description": "Style kartu nama.\nJangan khawatir, dia ada di sini untuk melerai, bukan untuk ikut bertarung. Pertanyaannya adalah ... apakah aku perlu menembakkan beberapa peluru? Tentu saja, yang ditembakkan ke atas sebagai peringatan.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Chasca",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Chasca"
}
}