{
"Id": 10000058,
"PromoteId": 58,
"Sort": 46,
"Body": 3,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Yae",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Yae",
"Name": "Yae Miko",
"Description": "Lady Guuji dari Kuil Agung Narukami ini juga menjabat sebagai pemimpin redaksi Yae Publishing House. Kecerdasan dan kelicikan yang tidak dapat dibayangkan tersembunyi di balik penampilannya yang cantik.",
"BeginTime": "2022-02-16T00:00:00+08:00",
"Quality": 5,
"Weapon": 10,
"BaseValue": {
"HpBase": 807.46204,
"AttackBase": 26.4404,
"DefenseBase": 44.2742
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 21
},
{
"Type": 4,
"Value": 31
},
{
"Type": 7,
"Value": 21
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 5831,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P}",
"DMG Charged Attack|{param4:F1P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param5:F1}",
"DMG Selama Plunging|{param6:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param7:P}/{param8:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 583101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.396584,
0.385192,
0.568888,
1.428948,
50,
0.568288,
1.136335,
1.419344
]
},
{
"Id": 583102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.426328,
0.414081,
0.611555,
1.53612,
50,
0.614544,
1.228828,
1.534872
]
},
{
"Id": 583103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.456072,
0.442971,
0.654221,
1.643291,
50,
0.6608,
1.32132,
1.6504
]
},
{
"Id": 583104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.49573,
0.48149,
0.71111,
1.786185,
50,
0.72688,
1.453452,
1.81544
]
},
{
"Id": 583105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.525474,
0.510379,
0.753777,
1.893357,
50,
0.773136,
1.545944,
1.930968
]
},
{
"Id": 583106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.555218,
0.539269,
0.796443,
2.000528,
50,
0.826,
1.65165,
2.063
]
},
{
"Id": 583107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.594876,
0.577788,
0.853332,
2.143423,
50,
0.898688,
1.796995,
2.244544
]
},
{
"Id": 583108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.634534,
0.616307,
0.910221,
2.286317,
50,
0.971376,
1.94234,
2.426088
]
},
{
"Id": 583109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.674193,
0.654826,
0.96711,
2.429212,
50,
1.044064,
2.087686,
2.607632
]
},
{
"Id": 583110,
"Level": 10,
"Parameters": [
0.713851,
0.693346,
1.023998,
2.572107,
50,
1.12336,
2.246244,
2.80568
]
},
{
"Id": 583111,
"Level": 11,
"Parameters": [
0.75351,
0.731865,
1.080887,
2.715002,
50,
1.202656,
2.404802,
3.003728
]
},
{
"Id": 583112,
"Level": 12,
"Parameters": [
0.793168,
0.770384,
1.137776,
2.857897,
50,
1.281952,
2.563361,
3.201776
]
},
{
"Id": 583113,
"Level": 13,
"Parameters": [
0.842741,
0.818533,
1.208887,
3.036515,
50,
1.361248,
2.721919,
3.399824
]
},
{
"Id": 583114,
"Level": 14,
"Parameters": [
0.892314,
0.866682,
1.279998,
3.215134,
50,
1.440544,
2.880478,
3.597872
]
},
{
"Id": 583115,
"Level": 15,
"Parameters": [
0.941887,
0.914831,
1.351109,
3.393752,
50,
1.51984,
3.039036,
3.79592
]
}
]
},
"Id": 10581,
"Name": "Spiritfox Sin-Eater",
"Description": "Normal Attack\nMemanggil roh kitsune untuk melancarkan hingga 3 serangan yang mengakibatkan Electro DMG.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina dan mengakibatkan Electro DMG Area setelah jeda singkat.\n\nPlunging Attack\nMengumpulkan kekuatan petir dan menerjang tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan Electro DMG Area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_Catalyst_MD"
},
{
"GroupId": 5832,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Sesshou Sakura: Level 1|{param1:F1P}",
"DMG Sesshou Sakura: Level 2|{param2:F1P}",
"DMG Sesshou Sakura: Level 3|{param3:F1P}",
"DMG Sesshou Sakura: Level 4|{param4:F1P}",
"Durasi|{param5:F1} dtk",
"Cooldown|{param6:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 583201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.60672,
0.7584,
0.948,
1.185,
14,
4
]
},
{
"Id": 583202,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.652224,
0.81528,
1.0191,
1.273875,
14,
4
]
},
{
"Id": 583203,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.697728,
0.87216,
1.0902,
1.36275,
14,
4
]
},
{
"Id": 583204,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.7584,
0.948,
1.185,
1.48125,
14,
4
]
},
{
"Id": 583205,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.803904,
1.00488,
1.2561,
1.570125,
14,
4
]
},
{
"Id": 583206,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.849408,
1.06176,
1.3272,
1.659,
14,
4
]
},
{
"Id": 583207,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.91008,
1.1376,
1.422,
1.7775,
14,
4
]
},
{
"Id": 583208,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.970752,
1.21344,
1.5168,
1.896,
14,
4
]
},
{
"Id": 583209,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.031424,
1.28928,
1.6116,
2.0145,
14,
4
]
},
{
"Id": 583210,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.092096,
1.36512,
1.7064,
2.133,
14,
4
]
},
{
"Id": 583211,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.152768,
1.44096,
1.8012,
2.2515,
14,
4
]
},
{
"Id": 583212,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.21344,
1.5168,
1.896,
2.37,
14,
4
]
},
{
"Id": 583213,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.28928,
1.6116,
2.0145,
2.518125,
14,
4
]
},
{
"Id": 583214,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.36512,
1.7064,
2.133,
2.66625,
14,
4
]
},
{
"Id": 583215,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.44096,
1.8012,
2.2515,
2.814375,
14,
4
]
}
]
},
"Id": 10582,
"Name": "Yakan Evocation: Sesshou Sakura",
"Description": "Bagi Yae, urusan yang tidak penting bisa diselesaikan dengan menggunakan roh kitsune, sehingga dia sendiri tidak perlu turun tangan.\nBergerak cepat dan meninggalkan sebuah Sesshou Sakura.\n\nSesshou Sakura\nMemiliki karakteristik sebagai berikut:\n·Menyerang musuh yang ada di sekitar dengan sambaran petir secara berkala, mengakibatkan Electro DMG.\n·Ketika ada Sesshou Sakura lain yang berdekatan, levelnya akan meningkat dan DMG yang diakibatkan juga turut meningkat.\n\nMemiliki jumlah penggunaan 3 kali.\nMaksimum dapat meninggalkan 3 Sesshou Sakura di waktu yang sama. Level awal dari setiap Sesshou Sakura adalah 1, dan levelnya dapat ditingkatkan hingga level 3. Jika ada dua Sesshou Sakura yang diciptakan terlalu berdekatan, maka Sesshou Sakura yang diciptakan lebih dulu akan hancur.\n\n\"Roh kitsune yang dikurung di pepohonan adalah roh para yakan yang jatuh ke dalam godaan dan hidup dengan memangsa manusia. Kasta mereka berada dua tingkat di bawah Sky Kitsune, jadi kurasa ... tidak masalah kan kalau aku suruh-suruh mereka mengerjakan urusanku? Nah, sistem kasta seperti ini bukan untuk ditiru manusia yah, tidak boleh ... Tapi soal siapa yang lebih tinggi kastanya di antara kitsune dan manusia ... Hehehe, siapa ya ...?\"",
"Icon": "Skill_S_Yae_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 5839,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Skill|{param1:P}",
"DMG Tenko Thunderbolt|{param2:P}",
"Cooldown|{param3:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param4:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 583901,
"Level": 1,
"Parameters": [
2.6,
3.33816,
22,
90
]
},
{
"Id": 583902,
"Level": 2,
"Parameters": [
2.795,
3.588522,
22,
90
]
},
{
"Id": 583903,
"Level": 3,
"Parameters": [
2.99,
3.838884,
22,
90
]
},
{
"Id": 583904,
"Level": 4,
"Parameters": [
3.25,
4.1727,
22,
90
]
},
{
"Id": 583905,
"Level": 5,
"Parameters": [
3.445,
4.423062,
22,
90
]
},
{
"Id": 583906,
"Level": 6,
"Parameters": [
3.64,
4.673424,
22,
90
]
},
{
"Id": 583907,
"Level": 7,
"Parameters": [
3.9,
5.00724,
22,
90
]
},
{
"Id": 583908,
"Level": 8,
"Parameters": [
4.16,
5.341056,
22,
90
]
},
{
"Id": 583909,
"Level": 9,
"Parameters": [
4.42,
5.674872,
22,
90
]
},
{
"Id": 583910,
"Level": 10,
"Parameters": [
4.68,
6.008688,
22,
90
]
},
{
"Id": 583911,
"Level": 11,
"Parameters": [
4.94,
6.342504,
22,
90
]
},
{
"Id": 583912,
"Level": 12,
"Parameters": [
5.2,
6.67632,
22,
90
]
},
{
"Id": 583913,
"Level": 13,
"Parameters": [
5.525,
7.09359,
22,
90
]
},
{
"Id": 583914,
"Level": 14,
"Parameters": [
5.85,
7.51086,
22,
90
]
},
{
"Id": 583915,
"Level": 15,
"Parameters": [
6.175,
7.92813,
22,
90
]
}
]
},
"Id": 10585,
"Name": "Great Secret Art: Tenko Kenshin",
"Description": "Salah satu cerita rakyat Inazuma disebut \"kitsunetsuki\", dan yang paling spesial di antaranya adalah kisah tentang Sky Kitsune yang turun menghanguskan musuh-musuh Kuil Agung Narukami. Memanggil sambaran petir dan mengakibatkan Electro DMG Area.\nSaat melancarkan skill ini, Yae Miko akan membuka Sesshou Sakura yang ada di dekatnya, menghancurkan wujud luarnya, dan mengubahnya menjadi Tenko Thunderbolt yang turun dari langit, dan mengakibatkan Electro DMG Area. Setiap Sesshou Sakura yang dihancurkan dengan cara ini akan menciptakan satu Tenko Thunderbolt.\n\nYae hanya akan mengeluarkan \"wujud\" Sky Kitsune-nya di saat-saat tertentu seperti ini dan mengendalikan petir tersebut. Tidak ada seorang pun yang hidup setelah melihat ekor sang Nona Guuji ... Jadi ingat baik-baik ya, Nona Yae \"tidak\" punya ekor.",
"Icon": "Skill_E_Yae_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 5821,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 582101,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 582101,
"Name": "The Shrine's Sacred Shade",
"Description": "Saat melancarkan Great Secret Art: Tenko Kenshin, setiap kali menghancurkan sebuah Sesshou Sakura akan me-reset cooldown Yakan Evocation: Sesshou Sakura satu kali.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_05"
},
{
"GroupId": 5822,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 582201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.0015
]
}
]
},
"Id": 582201,
"Name": "Enlightened Blessing",
"Description": "Setiap poin Elemental Mastery yang dimiliki Yae Miko akan meningkatkan DMG yang diakibatkan Sesshou Sakura sebanyak 0,15%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_06"
},
{
"GroupId": 5823,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 582301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 582301,
"Name": "Meditations of a Yako",
"Description": "Memberikan 25% peluang mendapat 1 tambahan Material Talenta acak yang sewilayah saat craft. Level dan material yang dibutuhkannya sama.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_07"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 581,
"Name": "Yakan Offering",
"Description": "Setiap kali Great Secret Art: Tenko Kenshin mengaktifkan Tenko Thunderbolt, Yae Miko akan memulihkan 8 Energy untuk dirinya sendiri.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_01"
},
{
"Id": 582,
"Name": "Fox's Mooncall",
"Description": "Level awal Sesshou Sakura yang tercipta meningkat menjadi level 2. Level tertinggi yang bisa dicapai menjadi level 4 dan jangkauan serangan meningkat 60%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_02"
},
{
"Id": 583,
"Name": "The Seven Glamours",
"Description": "Meningkatkan 3 level Yakan Evocation: Sesshou Sakura.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Yae_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 584,
"Name": "Sakura Channeling",
"Description": "Setelah sambaran petir Sesshou Sakura mengenai musuh, Electro DMG Bonus seluruh anggota party di sekitar meningkat 20% selama 5 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_03"
},
{
"Id": 585,
"Name": "Mischievous Teasing",
"Description": "Meningkatkan 3 level Great Secret Art: Tenko Kenshin.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Yae_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 586,
"Name": "Forbidden Art: Daisesshou",
"Description": "Serangan Sesshou Sakura mengabaikan 60% DEF musuh.",
"Icon": "UI_Talent_S_Yae_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Astute Amusement",
"Detail": "Lady Guuji dari Kuil Agung Narukami ini juga menjabat sebagai pemimpin redaksi Yae Publishing House. Kecerdasan dan kelicikan yang tidak dapat dibayangkan tersembunyi di balik penampilannya yang cantik.",
"Association": 5,
"Native": "Grand Narukami Shrine",
"BirthMonth": 6,
"BirthDay": 27,
"VisionBefore": "Electro",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Divina Vulpes",
"CvChinese": "杜冥鸦",
"CvJapanese": "佐倉綾音",
"CvEnglish": "Ratana",
"CvKorean": "Moon Yoo-jung",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108378,
"ItemId": 108380,
"InputList": [
110001,
101210,
100084
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Aku Guuji dari Kuil Agung Narukami. Tujuanku kemari adalah untuk mengawasi setiap pergerakanmu, demikian amanat dari kuil ... Oh, astaga, jangan gugup begitu. Ini formalitas doang. Aku mana bisa pergi tanpa alasan yang jelas, kan? Nah, sekarang ayo, aku ingin lihat hal menarik apa lagi yang mau kamu lakukan."
},
{
"Title": "Mengobrol: Tulisan Kreatif",
"Context": "Akhir-akhir ini banyak novel tentang perjalanan ke dunia lain. Aih, apa ya, yang bikin orang tidak puas dengan dunianya sendiri."
},
{
"Title": "Mengobrol: Cerita",
"Context": "Sebagian besar manusia dapat mencatat keseluruhan hidup mereka yang singkat dalam beberapa baris pendek ... Cerita mereka benar-benar bikin bosan."
},
{
"Title": "Mengobrol: Dunia Manusia",
"Context": "Aku pribadi merasa bahwa gagasan \"tidak berubah untuk selamanya\" itu lumayan indah. *huff* Sayangnya, bukan begitu cara kerja dunia ini."
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Kalau hujannya tidak berhenti, buluku bisa basah kuyup ...."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Banyak orang takut pada suara gemuruh petir ... Kalau aku, suara itu malah terasa akrab dan bikin kangen."
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Kulihat para kitsune biasa suka sekali memasukkan kepala ke salju buat cari makanan ... Hmm? Kamu ingin lihat aku begitu? Heh. Aku tahu."
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Pagi. Kamu kelihatannya ngantuk sekali, tidurmu kurang nyenyak ya? Ck, ck, ck kenapa bisa begitu? Kamu bikin ulah apa lagi tadi malam, hmm?"
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Hmm ... aku jadi pusing. Makan apa ya nanti siang? Aku tidak mau makan tahu goreng lagi, hari ini ingin yang tidak asin. Ah, benar juga. Sudah lama tidak lihat si anak gadis Yashiro Commission. Kita ke sana yuk, minta dia bikin makanan."
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Bulannya indah sekali malam ini. Jangan disia-siakan. Ayo, kita jalan-jalan di bawah terang bulan. Tidak boleh bilang tidak mau ya."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Kayaknya aku harus tidur. Aih, ternyata aku susah tidur nyenyak kalau tidak ada suara petir yang menggelegar di luar."
},
{
"Title": "Tentang Yae Miko: Keabadian",
"Context": "Keabadian artinya tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah dimiliki. Tapi di sisi lain, ia juga berarti meninggalkan semua kemungkinan-kemungkinan yang lain. Namun begitulah hukum dunia ini ... Tidak ada yang sanggup menggenggam segalanya."
},
{
"Title": "Tentang Yae Miko: Hobi",
"Context": "Manusia adalah makhluk yang sangat menarik, dan itulah kenapa aku menyukai mereka. Mereka menjalani kehidupan yang begitu singkat, tapi semasa hidupnya, mereka bersinar secerah mentari di terik siang. Beberapa dari mereka memancarkan cahaya yang tidak pernah redup, bahkan untuk waktu yang sangat lama ... Hidup seperti itulah yang benar-benar menarik untuk dibaca."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Penulis",
"Context": "Membosankan. Benar-benar membosankan ... Aih, kenapa sih orang-orang ini bisa mau jadi penulis? Coba, kenapa kamu tidak menulis dan mengirimkan ceritamu sendiri ke Yae Publishing House? Aku yakin itu akan jadi hiburan— *ehem* Maksudnya, aku yakin bakal laku keras."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Erosi",
"Context": "Menyegel dirimu sendiri dari seisi dunia hanya akan mempercepat efek erosi ... Bayangkan, sebuah dunia yang di dalamnya cuma ada kamu sendiri, tanpa orang lain untuk merefleksikan dirimu ... ngeri sekali kan. Setiap kali kita bersama, sangat penting bagi kita untuk selalu menyinari satu sama lain, oke? Sulit untuk tetap mencerahkan diri di dalam kegelapan."
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Kamu bilang ... kamu suka dengan caraku mengenakan Vision milikku? Kamu memang jagonya lihat harta ya. Nah, aku yakin kamu juga ingin coba mengelusnya."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Panaskan minyak dalam wajan pakai api agak besar, masukkan tahu, lalu kecilkan api. Goreng sampai warnanya jadi kuning keemasan, angkat, lalu sajikan selagi hangat. Selesai deh, tahu goreng, alias Fried Tofu. Tidak ada lagi yang lebih enak di dunia ini. Nah, aku sudah ajari kamu cara buatnya, kan? Terus kenapa masih berdiri saja di sana?"
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Meskipun kadang-kadang aku bosan melihatnya— karena mau bagaimana lagi, di Kuil Agung Narukami benda itu pasti kelihatan kan— Tapi, takdirku terjalin erat dengan pohon Sacred Sakura."
},
{
"Title": "Tentang Raiden Shogun",
"Context": "Mengunci dirinya sendiri di Plane of Euthymia ketika sebenarnya jelas-jelas dia ingin keluar— itu sih sengaja menyiksa diri namanya ... Tapi kalau dilihat dari sisi yang berbeda, dia itu keras kepala tapi lucu kan. Setuju tidak?"
},
{
"Title": "Tentang Kamisato Ayato",
"Context": "Si berandalan Yashiro ya ... dia memang susah ditebak, bahkan sudah sedari kecil dulu. Hati-hati dengan senyum manisnya. Tidak ada yang tahu rencana licik apa yang sedang dia pikirkan dalam kepalanya, benar-benar menjengkelkan ... Apa maksudnya \"cerdik seperti rubah\"? Heh, kalau kamu mau bilang dia mirip sama aku, kamu salah besar."
},
{
"Title": "Tentang Kamisato Ayaka",
"Context": "Ah, aku memang sayang sekali sama si anak gadis Yashiro Commission. Dia cekatan dalam menangani segala macam urusan. Sayangnya, tidak banyak yang tahu kalau dia kerja keras, kasihan ya. Kalau dia bukan anggota Klan Kamisato, aku pasti sudah tarik dia ke Yae Publishing House dari dulu."
},
{
"Title": "Tentang Kujou Sara",
"Context": "Dia bukan tengu yang paling pintar di gunung, otak cerdik papa tengu tidak turun ke dia. Gimana yah ngomongnya? Bicara blak-blakan tanpa basa-basi berlebihan memang ada bagusnya, tapi kuharap kali berikutnya dia ke kuil, dia tidak ganggu aku terus. Aku banyak urusan, mana bisa buang waktu buat jawab pertanyaan dia tentang Ei terus."
},
{
"Title": "Tentang Yoimiya",
"Context": "Kembang api buatan Naganohara memang layak dinantikan setiap tahun. Kabarnya, baru-baru ini dia bikin keributan di Tenryou Commission dengan cara menyalakan kembang api di semua tempat. Heh, aku yakin muka para anggota Klan Kujou jadi merah semua karena menahan marah ... dan sayangnya aku tidak bisa saksikan langsung."
},
{
"Title": "Tentang Ganyu",
"Context": "Hmm, benar juga ya, sudah lama aku tidak ketemu sama Ganyu. Sebelum Dekrit Sakoku diberlakukan, kami sering ketemu untuk membahas hubungan bilateral. Aku merasa dia tipe yang bisa diandalkan. Nanti kalau ke Liyue lagi, aku bawa Sea Ganoderma segar lagi deh, buat dia."
},
{
"Title": "Tentang Sangonomiya Kokomi",
"Context": "Pemimpin Suci mereka semakin ke sini semakin imut loh. Aku jadi penasaran dia bakal seperti apa kalau menarikan tarian kagura ... Mungkin sekumpulan ikan kecil akan mengitarinya saat dia berputar. Kalau dia mau belajar dari miko yang lebih berpengalaman, aku akan dengan senang hati berbagi tips dengannya ... Hehe, asal dia sopan saja mintanya."
},
{
"Title": "Tentang Kunikuzushi",
"Context": "Waktu itu aku sudah tahu kalau ini bencana yang tinggal tunggu waktu saja, tapi dia tetap tidak mau menyentuh buatannya itu. Kalau saja aku tahu perkembangannya jadi seperti ini, mungkin dulu sudah kubuang saja dia diam-diam. Hmm ... kalau sekarang? Hehe ... yah, kita sudah bukan lagi menunggu bencananya kejadian kan."
},
{
"Title": "Tentang Arataki Itto",
"Context": "Ah, si oni antik ya. Hehe, kudengar dia suka sekali bikin kesal Klan Kujou. Tenryou Commission ingin mencabut pesan-pesannya dari papan buletin, karena semuanya \"membahayakan ketertiban umum\". Dan akulah yang memastikan supaya pesan tersebut tetap nempel di sana, haha. Dia punya pribadi yang menarik ... zaman sekarang sudah jarang ada oni seperti dia."
},
{
"Title": "Tentang Gorou",
"Context": "Ekornya memang cantik kan. Tapi ... punyaku lebih lembut loh."
},
{
"Title": "Tentang Sayu",
"Context": "Ah, si ninja cilik ... Kalau tanya apa yang mahir sekali dia lakukan, maka jawabannya adalah bersembunyi. Kano Nana terus menerus mengeluh tentang hal itu. Sepertinya, dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari Sayu, sampai tidak ada waktu buat duduk baca buku. Kalau kata aku sih, Sayu pasti punya teman rahasia yang bantu dia sembunyi setiap waktu ...."
},
{
"Title": "Tentang Kuki Shinobu",
"Context": "Aku lumayan sering dengar cerita tentang adik perempuannya Miyuki. Katanya sih orangnya unik. Dia berasal dari keluarga miko, tapi memilih hidup dengan caranya sendiri — mencoba segala bidang, belajar di Liyue, bahkan akhirnya gabung dengan Geng Arataki ... Gadis yang menarik. Mungkin aku harus minta Miyuki kenalkan kami. Ya, dia bisa itu. Miyuki mana berani menolak permintaanku."
},
{
"Title": "Tentang Kirara",
"Context": "Ada semakin banyak youkai yang tertarik dengan dunia manusia akhir-akhir ini. Apa ini bisa dianggap tren bagus? Kamu mau tahu pendapatku? Hehe, aku akan beri tahu mereka untuk menikmati hidup. Lagi pula, bagaimana mungkin aku tidak suka youkai cilik yang senang traktir kita makan malam?"
},
{
"Title": "Tentang Yumemizuki Mizuki: Persaingan Industri",
"Context": "\"Orang yang cemas dan lelah tidak bisa membaca novel\"? Hmph, yah, berarti Yae Publishing House harus kerja lebih ekstra kalau begitu. Soalnya, kami masih belum menerbitkan novel yang disukai Nona Mizuki. Aku akan berikan lebih banyak waktu untuk editor dan penulisku ... Kalau kami masih belum bisa membuatnya puas, berarti sebagai pemimpin redaksi, aku harus turun tangan sendiri. Hmm ... \"Kronikel Baku\" lumayan juga ya namanya."
},
{
"Title": "Tentang Yumemizuki Mizuki: Pertemuan Kembali",
"Context": "Saat Mizuki kembali ke Inazuma pertama kali, dia itu penakut sekali. Setiap kali ketemu aku di jalan, dia pasti langsung menoleh ke arah yang lain ... Oh, aku? Aku tidak panggil dia kok. Sebenarnya, asyik juga melihat gelagatnya yang canggung itu. Kadang-kadang, dia akan menoleh lagi sambil mengintip ke arahku waktu kita berpapasan. Aku pernah berpikir untuk menoleh dan menatapnya juga sih, tapi aku yakin dia pasti akan ketakutan sampai kembali ke bentuk Baku-nya dan langsung kabur seribu langkah.\nTapi sekarang ... dia sudah jauh lebih nyaman. Yah, cukup nyaman untuk mengkritikku di kolom pembaca \"Begitulah Hidup\". Baku itu cepat sekali beradaptasi ya rupanya."
},
{
"Title": "Mengenal Yae Miko: I",
"Context": "Oh? Kamu ingin kenal aku lebih dalam? Aku sih tidak keberatan, tapi memangnya aku bakal dapat apa sebagai gantinya, hmm? Mari kita junjung asas \"pertukaran yang setimbang\". Gimana kalau kamu ceritakan semua tentangmu dan aku pun sebaliknya begitu. Setuju?"
},
{
"Title": "Mengenal Yae Miko: II",
"Context": "Dulu Kitsune Saiguu bilang kalau dia mau melakukan perjalanan jauh, dan sampai sekarang pun masih belum kembali. *huff* Saat itu, aku tidak tertarik sedikit pun untuk memikul beban mengurus Kuil Agung Narukami. Terus dia bilang padaku bahwa kalau sudah jadi Guuji, aku bisa makan tahu goreng sepuasnya. Dia sangka alasan macam itu sudah cukup buat membujuk aku ... Wanita itu memang terlalu banyak omong, jujur kadang aku tidak tahan menghadapinya ...."
},
{
"Title": "Mengenal Yae Miko: III",
"Context": "Aku membuka Yae Publishing House cuma karena ingin baca lebih banyak novel ringan yang menarik, itu saja. Tapi, belakangan aku sadar kalau melihat para penulis yang banting tulang mencari ide sampai pasrah dalam proses menyelesaikan novelnya malah justru jadi hiburan yang sebenarnya. Kamu bakal kaget kalau dengar pilihan alasan mereka buat memperpanjang tenggat waktu. Alasannya malah jauh lebih kreatif daripada novelnya loh."
},
{
"Title": "Mengenal Yae Miko: IV",
"Context": "Bahkan makhluk supranatural pun pada akhirnya akan musnah, termasuk para dewa. Sayang sekali kalau kisah mereka hilang seiring dengan kepergiannya, dan tidak pernah dikenang lagi. Masalahnya, hanya orang-orang dengan keterampilan menulis dan mengarang yang sangat hebat saja yang mampu merangkum semua kisah itu ke dalam tulisan. Kalau di dunia ini tidak ada penulis bisa seperti itu, maka kita sendirilah yang harus membina mereka ... Ya, penulis yang kita didik sendirilah yang mampu merangkum semuanya itu sesuai dengan kemauan kita."
},
{
"Title": "Mengenal Yae Miko: V",
"Context": "Aku memang suka baca novel karangan orang lain, tapi aku belum pernah menulis sendiri. Menulis novel kan tidak segampang itu juga. Tapi, nanti tiba hari akhir petualanganmu, dan kamu butuh orang untuk merangkum semuanya ke dalam tulisan ... dan tentu saja kalau di hari itu aku ada waktu ... Lihat nanti saja lah."
},
{
"Title": "Hobi Yae Miko",
"Context": "Hobi favoritku ya baca cerita buatan orang lain. Hobi favorit nomor dua yaitu, aku suka liat orang lagi susah, lagi panik, atau lagi bergidik ... Kalau keduanya bisa disatukan ... Wah, bisa jadi hiburan yang paling murni dan paling bagus."
},
{
"Title": "Kekhawatiran Yae Miko",
"Context": "Kedamaian dan ketenangan tampaknya sedang sangat populer sekarang ini, tetapi rasanya bosan juga kan kalau begini terus ...."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Sudah pernah dengar makanan yang bernama \"Kitsune Udon\"? Sederhana sekali itu ... Cuma tahu goreng yang disajikan di atas mi udon. Gimana? Mi dan tahu, cuma itu. Enak sekali, kan?"
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Segala jenis makanan yang diasinkan, aku anti sekali ... Aku tidak peduli mau itu Medaka atau Kiviak, orang macam apa sih yang tahan sama bau busuk begitu? Aku ini Guuji dari Kuil Agung Narukami, dan aku menolak untuk mencemarkan diri dengan menelan makanan yang menjijikkan itu."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Wah, wah, wah. Kamu ini benar-benar paling tahu seleraku ya."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Karena kamu yang membuatnya sendiri, kurasa tidak mungkin aku hanya mencicipinya sedikit saja, haha ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Ah, bagaimana bilangnya ya ... Banyak yang bisa diperbaiki lagi, hampir semuanya sih."
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Ah, jadi hari ini hari ulang tahunmu ya ... \n\"Dalam hari peringatan perhitungan usiamu, demikian kuperintahkan kepada kaumku: carilah dan kamu akan menemukan, mintalah maka kamu akan menerima. Jagalah kekudusan dan kemurnian, dan kiranya perlindungan mereka selalu besertamu\". Begitulah, semoga semuanya lancar dan semoga keinginanmu terkabul. Sudah? Cukup?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Saat berlatih untuk jadi miko, gelar \"Chokkai\" diberikan setelah belajar sampai mampu membaca mantra untuk upacara dengan benar. Hal ini mungkin sangat mudah bagi manusia, tapi sangat sulit bagi kitsune ... Bagaimanapun juga, kami kan cuma rubah."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Latihan yang diperlukan untuk menjadi Asisten Guuji atau \"Seikai\", lebih sulit. Ada segudang pantangan yang harus dipatuhi ... Satu-satunya jalan untuk melewati tahap ini adalah: makan pas tengah malam, dan jangan sampai ketahuan."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Untuk mencapai tingkat \"Meikai\", dia harus bisa menguraikan cara kerja dunia, melampaui batasannya, dan memahami semua fenomena di dalamnya. Biasanya, yang mencapai tingkat ini akan menerima Vision dan masa hidup melebihi kitsune biasa."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Sepanjang sejarah, hanya Guuji dari Kuil Agung Narukami bisa disebut \"Joukai.\" Itu cuma gelar kehormatan yang tidak berkaitan dengan kemampuan. Tapi tentu saja, kalau misalnya aku menyatakan diri sebagai Joukai terkuat sepanjang sejarah, yang tidak salah juga kan."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Di sini."
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Sekarang."
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Muncul!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: IV",
"Context": "Keluarlah."
},
{
"Title": "Elemental Skill: V",
"Context": "Tunjukkan pada mereka."
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Aku selalu mengawasi."
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Tidak ada yang abadi."
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Pemandangan yang indah."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Wah, dapat apa nih?"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Masa segini doang sih ...."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Ayo. Buka, terus kasih lihat aku apa yang ada di dalamnya."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Sudah cukup."
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Ugh, cukup main-mainnya."
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Oke, aku serius nih."
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Oh, hampir saja."
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Biar kutangani hal ini."
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Bersenang-senangnya ... sudah selesai ...."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Akhir yang mengerikan ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "\"Keabadian\" ya, tidak bisa ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Ringan: I",
"Context": "Segitu?"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Mengganggu."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Kamu bisa apa kalau tidak sama aku?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Baiklah, hibur aku."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Yah, karena kamu minta dengan sopan ...."
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Kepala miko dari Kuil Agung Narukami, keturunan dari garis keturunan Hakushin, pelayan dan teman Keabadian, dan pemimpin redaksi Yae Publishing House, penerbit novel pendek yang menyeramkan ... Omong-omong, nama panggilan Yae Miko sama banyaknya dengan suasana hatinya yang berubah-ubah.\nJumlah orang yang telah mencoba \"mengenal dirinya\" karena berbagai alasan dapat memenuhi jalan-jalan dari kompleks Tenryou Commission hingga Yae Publishing House kalau kamu ingin menyuruh mereka semua berbaris, tapi hanya sedikit yang berhasil hingga hari ini.\nBukan berarti Miko bermaksud menyembunyikan apa pun. Setiap ketidakteraturan hanyalah hasil dari apa yang dia mau dan inginkan. Teka-teki tanpa solusi sama sekali bukan teka-teki!\nKamu hanya perlu ingat kalau dia akan selalu menjadi Yae Miko yang bijaksana dan cantik."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Editor dari Yae Publishing House pernah mengirimkan sebuah naskah kepada pemimpin redaksi.\nKarya ini ditulis dengan baik, dipikirkan dengan jelas, dan temanya adalah romansa dengan bumbu komedi.\nMahakarya seperti itu membutuhkan sedikit polesan dan beberapa ilustrasi indah supaya laris manis!\nTapi tak diduga, Yae Miko tampaknya tidak senang dengan hal ini, dia malah menghela napas dalam-dalam sebelum memanggil berbagai kepala editor.\nSalah satu dari mereka bertanya dengan ragu-ragu, \"Nona Yae, aku ... Ya, aku memang memintanya untuk menulis tentang topik ini, tapi bukankah ini topik populer saat ini?\"\nMenghadapi tatapan penuh keraguan dari editor, Miko memberikan pendapatnya dengan terus terang: sebuah buku yang seharusnya menarik, tapi terbelenggu oleh sebuah topik tidaklah \"cukup\".\nHal-hal semacam \"paling laris\", \"topik fiksi\", ini hanyalah tren yang akan datang dan pergi setiap dekade.\nMengikuti tren adalah jalan pintas, tapi jika sebuah karya memiliki kualitas, maka ia bisa mengatasi gelombang ini, mengapa kamu harus mengikuti tren?\n\"Sampaikan pesan ini kepada penulis baru kita ini: beri tahu dia bahwa tidak perlu peduli tentang sebuah topik. Dia hanya perlu menulis cerita yang dia mau dan menulisnya dengan baik.\"\nSetelah mendengarnya, si penulis berhenti menulis untuk sementara waktu, seolah-olah mendapat pencerahan. Beberapa bulan kemudian, sebuah naskah baru dikirim ke Miko dan para editornya.\nPara editor tercengang, bahkan Yae Miko, yang tidak terlalu peduli dengan tabu, sedikit mengernyitkan alisnya — sebuah pemandangan yang sangat langka.\n\"Um ... Apa yang harus kita lakukan? Ini tidak bagus ....\"\n\"Tepat! Maksudku, ada 'tidak perlu peduli tentang sebuah topik, kemudian menulis sesuatu seperti' Shogun yang Mahakuasa: Terlahir Kembali sebagai Raiden' ... Ini keterlaluan!\"\n\"Hmm? Topik? Tidak, tidak, tidak ada masalah dengan hal itu — Aku hanya mengkhawatirkan nama penanya saja. Terlalu biasa untuk buku seperti ini.\"\n\"Huh, jadi hal itu yang kamu khawatirkan ... Tidak, eh, tidak apa-apa. Asalkan kamu senang, Nona Yae.\"\nTidak lama kemudian, penulis buku ini akan naik ke dunia sastra dengan nama pena yang disetujui oleh Yae Miko (dan terlalu panjang) \"Kadenokouji Kenzaburou\".\nMengenai bagaimana pemimpin redaksi mendapat ide untuk memulai kontes menulis \"Dilahirkan Kembali sebagai Guuji Yae\", aku akan menceritakan kisah ini di lain hari."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan tentang menjadi Guuji, itu adalah dia harus menghadiri setiap upacara kuil, berpakaian dengan sempurna, dan bersikap santun di tempat suci.\nKembang api melukis langit malam saat mereka mekar, suara kegembiraan manusia memenuhi kuil, namun dia harus duduk di dalam dengan senyum serius di wajahnya ....\nTragedi semacam itu bahkan lebih menakutkan bagi Miko daripada kemungkinan hilangnya Fried Tofu dari Teyvat.\nDengan rentang tahun yang lebih lama yang dimiliki para pelayan Electro Archon, seratus tahun berlalu dalam sekejap mata. Saat tahun-tahun berlalu, kebosanan menjadi musuh terbesar.\nDan kalau suatu hari dia harus menerima duduk dengan diam, keras kepala seperti kayu mati, apa dunia yang sekarang sangat kekurangan orang pintar lain yang mahir menemukan kesenangan dan menangkap peluang?\nDengan demikian, mencari hal-hal menyenangkan untuk dilakukan di setiap sudut dan celah menjadi keseharian yang diperlukan dan masuk akal.\nDan jika dia menggunakan otoritasnya sebagai Guuji dalam membuat hal-hal yang menyenangkan terjadi — lalu kenapa? Bukankah ada beberapa hal yang memang tidak bisa dihindari?\nPada hari festival, Guuji Yae akan mengangguk puas saat dia menerima pengiriman kembang api dari Yashiro Commission — konstruksi Naganohara dan dibuat khusus untuknya.\nUpacara malam itu dilakukan dengan sangat menghormati semua tata cara dan adat.\nPemandangan \"Nona Guuji\" berlutut dengan anggun sepanjang malam akan menjadi hal yang mengagumkan bagi semua miko lainnya.\nSementara itu, dia akan duduk di bawah cahaya hujan meteor yang menghiasi langit, menyaksikan para pengunjung festival datang dan pergi.\nDan hiruk-pikuk kembang api menutupi gumaman yang muncul di antara gigi yang mengunyah permen apel.\n\"Saat kamu memintaku menjadi seorang Guuji, kamu tidak pernah bilang kalau aku hanya bisa menyelinap keluar untuk menonton festival sejak saat itu.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Mengejar kesenangan dan menemukan kebahagiaan adalah cara Miko menjalani kehidupan sehari-harinya.\nUntuk seseorang yang senang mempelajari manusia seperti dirinya, \"sudut pandang\" dan \"kebajikan\" memainkan peran kedua yang jauh dari \"kesenangan\".\nBahkan seorang miko yang hebat dari keyakinan yang berbeda atau jenderal musuh mungkin menarik minatnya.\n...Konon, pujian ini terkadang dapat menyebabkan beberapa masalah yang tidak berbahaya.\nBerbeda dengan bawahan yang teliti atau junior yang memujanya, orang favorit Miko di kuil adalah seorang miko bernama Kano Nana.\nYa, Kano Nana yang itu, penggila novel (seperti Miko) yang terus-menerus rewel pada Sayu.\nSaat berbaring di dalam ruangan, Miko sering melihat Sayu melintas melewati jendela, yang diikuti oleh Kano Nana yang terlihat tergesa-gesa dan marah.\nSeperti kilat dan guntur yang menarik perhatian Miko, sampai-sampai dia terkadang memberikan arah yang salah hanya untuk membiarkan keributan berlangsung sedikit lebih lama.\nSuatu hari, saat Sayu memberi tahu Miko bahwa matahari sore adalah hal yang paling menyenangkan setelah Miko membantunya mencuri waktu untuk tidur siang.\nMungkin karena terdorong oleh kata-kata ini, Miko akan berubah menjadi wanita Inazuma biasa pada sore yang sangat cerah, turun dari gunung, dan bersenang-senang.\nPemandian Aisa di kota, Restoran Kiminami Hanamizaka, Ogura Textiles & Kimonos di pinggir jalan ... dia tidak melewatkan satu toko pun, dan setiap toko adalah pengalaman yang menyenangkan.\nDan di malam hari, dia berada di Kantor Detektif Bantan Sango untuk memberi tahu mereka tentang kasus hewan hilang yang dia dengar di jalan.\n\"Tapi kamu benar-benar harus membantu, detektif yang baik. Maksudku, aku tidak tahan melihat pemilik itu menangis ....\"\nSetelah melakukan semua ini, wanita itu tidak bisa menahan senyum bahagia.\nMengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari Inazuma dengan identitas seperti itu benar-benar menyenangkan.\nYa, kecuali bagian saat Kujou Sara menatapnya dengan curiga saat mereka berpapasan.\nOh iya, dia mungkin juga berutang permintaan maaf kepada bos Pemandian Aisa — pemandian air panas bergaya luar yang memang sangat bagus, tapi dia mungkin secara tidak sengaja merontokkan bulu rubahnya saat berendam."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Dahulu kala, umat manusia tidak menggunakan frasa \"dahulu kala\" untuk mengawali cerita tentang youkai.\nTengu menguasai langit, oni menyapu medan perang, tanuki terlihat di sepanjang jalan kecil, dan kitsune berjalan di antara manusia.\nDi bawah panji Narukami, kekuatan luar biasa dari pemilik youkai digunakan untuk membantu manusia melewati era perselisihan dan kemiskinan.\nMereka membangun sebuah kota di tepi laut saat mencari perlindungan di pegunungan, sejak itu berdirilah Inazuma.\nDi antara para youkai, garis keturunan Hakushin Kitsune adalah yang paling dihormati, dan garis keturunan inilah yang meninggalkan banyak cerita di antara manusia.\nSetiap kali youkai berkumpul untuk berpesta, mereka selalu menyombongkan bagaimana perbuatan terbaru mereka telah menjadi sebuah legenda baru.\nTentu saja, mengingat jumlah arak yang mereka minum, sebagian besar kisah yang diceritakan akan menyimpang dari yang sebenarnya. Tapi tidak ada yang keberatan, mereka hanya ingin ceritanya menarik. Seiring berjalannya waktu, pesta ini dikenal sebagai \"Hyakumonogatari Daikai,\" atau \"Pertemuan Besar dari Seratus Cerita.\"\nBukan pemandangan yang langka untuk melihat Urakusai mengangkat cangkirnya dan bercerita, membuat semua youkai lain terpesona dengan ceritanya, bahkan membuat Kitsune Saiguu, sang penyelenggara acara, tersenyum.\nSebaliknya, Miko, yang saat itu masih merupakan seekor kitsune muda, akan hinggap di bahu Kitsune Saiguu dan tanpa henti menjabarkan setiap celah dalam cerita Urakusai.\nUrakusai, sebagai seorang pria yang berkepala dingin dan cerdas, akan menjelaskan sambil memutar-mutar janggutnya.\nTapi Miko selalu bisa menemukan sesuatu yang baru untuk diprotes, dan mereka akan berdebat, bolak-balik, sampai-sampai Lady Saiguu akan tersenyum dan memanggil keduanya untuk berhenti: Bagaimanapun juga, penonton ingin mendengar bagian selanjutnya.\nSetelah tiga ronde minuman dan beberapa ronde cerita, mereka kesulitan untuk merangkai kalimat, apalagi merangkai sebuah cerita.\nMaka para youkai yang berkumpul akan menggunakan kekuatan mereka untuk terbang ke langit untuk melihat siapa yang paling bisa menutupi langit dan bulan dengan kekuatan mereka.\nSehingga disebut sebagai \"seratus youkai akan berpesta di malam tanpa bulan.\"\nLima ratus tahun kemudian, kitsune kecil itu telah menjadi youkai yang kuat.\nAdapun youkai yang minum bersama mereka pada masa itu, mereka menghilang di tengah perang dan sejarah, dan garis keturunan mereka yang tersisa semakin menipis hari demi hari.\nSehingga pesta besar mereka, Hyakkiyakou, menjadi sesuatu yang terjadi \"dahulu kala.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Pedang Inazuma terkenal di seluruh dunia dan karya terbaik dari Raiden Gokaden adalah harta nasional.\nNamun, belum berapa lama ini, lebih dari setengah dari lima garis keturunan pengrajin terputus.\nSejumlah besar orang yang berkuasa terperangkap dalam konspirasi itu dan mereka yang bertanggung jawab semuanya dipanggil untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dan dibuang.\nBahkan Klan Kamisato dari Yashiro Commission terlibat karena ketidakmampuan salah satu pengawas bawahan mereka.\nTapi sebelum Shogun bisa memberikan keputusan terakhirnya, Lady Guuji, yang biasanya tidak ikut campur dalam urusan pemerintahan, tiba-tiba menengahi, menyelamatkan Klan Kamisato di saat-saat genting.\nMeskipun mereka mendapatkan hukuman yang berat, mereka terhindar dari pembubaran.\nPada tahun-tahun berikutnya, orang-orang akan menduga-duga tentang apa yang dilakukan oleh Guuji.\nBeberapa orang mengamati hubungan dekat antara Yashiro Commission dan Kuil Agung Narukami, lalu menduga bahwa dia bermaksud mendorong para penyokong untuk setia kepadanya.\nNamun Kuil Agung Narukami selalu menjadi entitas tersendiri dan Lady Guuji biasanya tidak ikut campur dalam pemerintahan. Jadi tindakan ini tampak seperti lebih banyak kerugian daripada keuntungan — bukan sebuah keputusan yang bijaksana.\nBeberapa orang mengatakan bahwa Guuji mencurigai ada sesuatu yang salah dengan keseluruhan situasi, dan karena daftar orang yang terlibat begitu banyak, setiap perombakan besar di Yashiro Commission dapat membuat Inazuma tidak stabil.\nAlasan ini tampak masuk akal, namun harus diperiksa dengan cermat. Lagi pula, bukankah kebangkitan dan kejatuhan klan-klan besar adalah hal biasa dalam rencana besar urusan manusia? Bahkan jika Klan Kamisato jatuh, akan muncul pemimpin baru di Yashiro Commission.\nNamun cerita lain mengatakan bahwa Miko terlibat dalam pembicaraan rahasia dengan kepala Klan Kamisato tepat setelah keributan tersebut mereda.\nTapi klan yang terluka parah seperti lilin yang ditiup angin ini. Kekuatan apa yang mereka miliki untuk mengubah situasi?\nSampai hari ini, semua dugaan ini tidak berarti apa-apa, tidak ada juga jawaban yang muncul mengenai tindakan dan alasan Miko melakukannya.\nTapi yang tidak diketahui oleh siapa pun adalah bagaimana kata-kata Miko di hari itu akan terukir di Klan Kamisato seperti lambang klan mereka.\n\"Bahwa Klan Kamisato selamat dari peristiwa ini hanya karena belas kasihan Shogun. Jangan lupakan hal ini di hari-hari berikutnya.\"\nKata-kata ini akan menjadi benih takdir yang menggambarkan posisi Yashiro Commission di masa depan.\nJika badai menimpa Inazuma dan bahkan jika mereka bertentangan dengan dua klan lainnya, Klan Kamisato dari Yashiro Commission akan mengingat kebaikan yang diberikan kepada mereka dan mematuhi jalan Shogun menuju Keabadian.\nIni adalah langkah yang dimainkan Guuji tanpa sama sekali menyesal."
},
{
"Title": "Komite Festival Penyejuk Api",
"Context": "Komite Festival Penyejuk Api dulunya adalah organisasi yang diketuai oleh Tenryou Commission dan dikelola oleh Kuil Agung Narukami. Fungsinya adalah berdoa agar tidak ada kebakaran di tahun mendatang.\nPada masa itu, rumah orang Inazuma sebagian besar terbuat dari kayu dan kecerobohan seperti apa pun saat menangani api dapat menyebabkan bencana.\nOleh karena itu, Tenryou Commission ditugasi oleh Shogun untuk membentuk regu pemadam kebakaran yang bertugas melakukan penyelamatan dan pengendalian kerusakan ketika kebakaran terjadi, mereka juga meminta agar Kuil Agung Narukami membentuk Komite Festival Penyejuk Api untuk menghibur orang-orang yang ketakutan.\nDi tahun-tahun berikutnya, tindakan pencegahan kebakaran akan menjadi sebuah budaya dan kasus-kasus serius tidak lagi sering terjadi, tetapi festival tahunan akan tetap dilangsungkan.\nPara miko akan menari dengan anggun dan orang-orang akan memberi donasi dengan murah hati ... hasilnya akan dibagi 40:60 antara Tenryou Commission dan Kuil Agung Narukami.\nSaat Yae Miko dihadapkan dengan masalah keuangan dan mencoba untuk mendirikan Yae Publishing House, dia mempertimbangkan berbagai layanan yang dijalankan kuil pada saat itu sebelum pemikirannya tertuju pada komite tradisional kuno ini.\n\"Semua kesibukan hanya dilakukan oleh Kuil Agung Narukami, jadi mengapa kami harus membagi hasilnya dengan Tenryou Commission?\"\n\"Terlebih lagi, semua uang itu hanya masuk ke saku para tetua Klan Kujou. Regu pemadam kebakaran tidak pernah mendapat bonus akhir tahun atau semacamnya.\"\nKarena itu, setelah melakukan beberapa persiapan, Festival Penyejuk Api tahun itu tidak lagi menampilkan miko yang menari, melainkan kontes novel pendek yang meriah.\nBadan penyelenggara kontes ini dan \"Yae Publishing House\", juga akan \"meminjam\" anggaran Komite Festival Penyejuk Api.\nKe mana keuntungannya diberikan? Mereka diberikan ke dana kuil\n\"Yah, kita tidak lagi mengalami banyak kebakaran, namun anggaran kita terus meningkat. Oleh karena itu, restrukturisasi ini meringankan beban keuangan yang dibebankan kepada rakyat.\"\n\"Lagi pula, studi tentang pengetahuan dan penulisan sastra dan puisi juga merupakan cara untuk menyenangkan Archon kita — Kamu tidak mungkin mengklaim tahu lebih banyak tentang ritual dan upacara daripada diriku, kan?\"\nKata-kata itu adalah yang dikatakan oleh Yae Miko dengan serius kepada Kujou Takayuki saat dia tiba-tiba datang.\nKomisaris Tenryou Commission itu terpaksa pergi dengan wajah marah bersama dengan para pelayannya.\nSedikit dari mereka yang tahu kalau saat mereka melangkah keluar dari kuil, Lady Miko akan mengambil sebuah naskah novel dari kotak persembahan di dekatnya dan lanjut membuat catatan."
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "\"Itu adalah kontes sihir selama berabad-abad! Musuh membelah lautan saat mereka berjalan melintasi langit, langit dan bumi berubah warna saat mereka mendekat!\"\n\"Dengan Gohei di tangannya, Lady Guuji sangat serius saat dia melangkah ke Mt. Yougou.\"\n\"Para miko di sekelilingnya melantunkan mantra saat awan menutupi matahari, guntur menunggu waktu yang tepat untuk menyerang!\"\n\"...\"\n\"Pertempuran itu adalah urusan yang telah berlangsung lama dan berlarut-larut. Saat Guuji mulai goyah, musuh merebut kesempatan itu, lalu menyerang dengan sekuat tenaga!\"\n\"Di momen itu, sambaran petir turun seperti bintang jatuh di depan Guuji — Sebuah Vision yang berkilauan!\"\n\"Dengan menggenggam Vision di tangannya, Guuji yang hidup kembali menunjukkan kekuatannya dan ....\"\n\"Tunggu sebentar! Tidak satu pun dari apa yang baru saja kamu katakan terjadi, kan?\"\n\"Hmm? Bagaimana kalau begini? Semuanya dimulai saat aku melakukan \"Duel Ramen\" yang paling seru di Hanamizaka ....\n\"Ya ampun! Tidak ada orang yang pernah mendapatkan Vision dari makan ramen!\"\n\"Tapi bukankah itu menarik? Maksudku, ini adalah jenis cerita yang ingin kamu dengar, bukan?\"\nYae Miko tersenyum tipis, senyumannya penuh dengan teka-teki saat dia dihadapkan dengan rasa ingin tahu si pengembara.\n\"Lagi pula, bocah, apakah kamu akan percaya jika aku mengatakan kalau 'Vision punyaku hanya sebuah hiasan dan hanya untuk pamer saja? Tentu saja tidak, kan — bahkan kalau itu adalah yang sebenarnya.\""
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 205800,
"Name": "Miko's Instruction",
"Description": "Model pakaian Yae Miko. Kostum yang menunjukkan kedudukannya sebagai miko yang mulia dari Kuil Agung Narukami. Semoga penampilannya yang menawan di balik balutan gaun ini bertahan abadi bak Sacred Sakura yang terlukis di gaun putih tersebut dan tak pernah luntur.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104144,
113031,
101206,
112046,
104328,
113034
],
"NameCard": {
"Name": "Yae Miko: Kitsune Dreaming",
"Description": "Style kartu nama.\nDi manakah kamu bisa menemukan wujud rubah Yae Miko? Di dalam mimpi.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Yae1",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Yae1"
}
}