{
"Id": 10000047,
"PromoteId": 47,
"Sort": 33,
"Body": 1,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Kazuha",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Kazuha",
"Name": "Kaedehara Kazuha",
"Description": "Seorang samurai pengembara dari Inazuma yang saat ini bergabung bersama dengan armada Crux Fleet Liyue. Di dalam jiwanya yang lembut dan riang, terdapat hati yang menyembunyikan banyak beban.",
"BeginTime": "2021-06-29T18:00:00+08:00",
"Quality": 5,
"Weapon": 1,
"BaseValue": {
"HpBase": 1039.1188,
"AttackBase": 23.0888,
"DefenseBase": 62.8215
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 21
},
{
"Type": 4,
"Value": 31
},
{
"Type": 7,
"Value": 21
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 4731,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P}+{param4:F1P}",
"DMG Tahap 4|{param5:F1P}",
"DMG Tahap 5|{param6:F1P}×3",
"DMG Charged Attack|{param7:F1P}+{param8:F1P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param9:F1}",
"DMG Selama Plunging|{param10:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param11:P}/{param12:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 473101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.44978,
0.45236,
0.258,
0.3096,
0.60716,
0.2537,
0.43,
0.74648,
20,
0.818335,
1.636323,
2.043855
]
},
{
"Id": 473102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.48639,
0.48918,
0.279,
0.3348,
0.65658,
0.27435,
0.465,
0.80724,
20,
0.884943,
1.769512,
2.210216
]
},
{
"Id": 473103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.523,
0.526,
0.3,
0.36,
0.706,
0.295,
0.5,
0.868,
20,
0.951552,
1.902701,
2.376576
]
},
{
"Id": 473104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.5753,
0.5786,
0.33,
0.396,
0.7766,
0.3245,
0.55,
0.9548,
20,
1.046707,
2.092971,
2.614234
]
},
{
"Id": 473105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.61191,
0.61542,
0.351,
0.4212,
0.82602,
0.34515,
0.585,
1.01556,
20,
1.113316,
2.22616,
2.780594
]
},
{
"Id": 473106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.65375,
0.6575,
0.375,
0.45,
0.8825,
0.36875,
0.625,
1.085,
20,
1.18944,
2.378376,
2.97072
]
},
{
"Id": 473107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.71128,
0.71536,
0.408,
0.4896,
0.96016,
0.4012,
0.68,
1.18048,
20,
1.294111,
2.587673,
3.232143
]
},
{
"Id": 473108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.76881,
0.77322,
0.441,
0.5292,
1.03782,
0.43365,
0.735,
1.27596,
20,
1.398781,
2.79697,
3.493567
]
},
{
"Id": 473109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.82634,
0.83108,
0.474,
0.5688,
1.11548,
0.4661,
0.79,
1.37144,
20,
1.503452,
3.006267,
3.75499
]
},
{
"Id": 473110,
"Level": 10,
"Parameters": [
0.8891,
0.8942,
0.51,
0.612,
1.2002,
0.5015,
0.85,
1.4756,
20,
1.617638,
3.234591,
4.040179
]
},
{
"Id": 473111,
"Level": 11,
"Parameters": [
0.961013,
0.966525,
0.55125,
0.6615,
1.297275,
0.542063,
0.91875,
1.59495,
20,
1.731825,
3.462915,
4.325368
]
},
{
"Id": 473112,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.045582,
1.051579,
0.59976,
0.719712,
1.411435,
0.589764,
0.9996,
1.735306,
20,
1.846011,
3.69124,
4.610557
]
},
{
"Id": 473113,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.130151,
1.136633,
0.64827,
0.777924,
1.525595,
0.637465,
1.08045,
1.875661,
20,
1.960197,
3.919564,
4.895747
]
},
{
"Id": 473114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.21472,
1.221688,
0.69678,
0.836136,
1.639756,
0.685167,
1.1613,
2.016017,
20,
2.074383,
4.147888,
5.180936
]
},
{
"Id": 473115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.306977,
1.314474,
0.7497,
0.89964,
1.764294,
0.737205,
1.2495,
2.169132,
20,
2.18857,
4.376212,
5.466125
]
}
]
},
"Id": 10471,
"Name": "Garyuu Bladework",
"Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 5 tebasan pedang berturut-turut.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina untuk melancarkan dua tebasan pedang.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang semua musuh di jalurnya dan mengakibatkan DMG area saat mendarat. Jika serangan Plunging Attack terpicu dengan menggunakan Chihayaburu, maka Plunging Attack akan berubah menjadi Plunging Attack: Midare Ranzan.\n\nPlunging Attack: Midare Ranzan\nSaat Plunging Attack dilakukan dengan menggunakan efek Elemental Skill Chihayaburu, maka DMG dari Plunging Attack akan berubah menjadi Anemo DMG dan akan menciptakan arus angin kecil yang menarik musuh dan benda di sekitarnya.",
"Icon": "Skill_A_01"
},
{
"GroupId": 4732,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG (Tekan)|{param1:P}",
"Cooldown (Mode Tekan)|{param2:F1} detik",
"DMG (Tahan)|{param3:P}",
"Cooldown (Mode Tahan)|{param4:F1} detik"
],
"Parameters": [
{
"Id": 473201,
"Level": 1,
"Parameters": [
1.92,
6,
2.608,
9
]
},
{
"Id": 473202,
"Level": 2,
"Parameters": [
2.064,
6,
2.8036,
9
]
},
{
"Id": 473203,
"Level": 3,
"Parameters": [
2.208,
6,
2.9992,
9
]
},
{
"Id": 473204,
"Level": 4,
"Parameters": [
2.4,
6,
3.26,
9
]
},
{
"Id": 473205,
"Level": 5,
"Parameters": [
2.544,
6,
3.4556,
9
]
},
{
"Id": 473206,
"Level": 6,
"Parameters": [
2.688,
6,
3.6512,
9
]
},
{
"Id": 473207,
"Level": 7,
"Parameters": [
2.88,
6,
3.912,
9
]
},
{
"Id": 473208,
"Level": 8,
"Parameters": [
3.072,
6,
4.1728,
9
]
},
{
"Id": 473209,
"Level": 9,
"Parameters": [
3.264,
6,
4.4336,
9
]
},
{
"Id": 473210,
"Level": 10,
"Parameters": [
3.456,
6,
4.6944,
9
]
},
{
"Id": 473211,
"Level": 11,
"Parameters": [
3.648,
6,
4.9552,
9
]
},
{
"Id": 473212,
"Level": 12,
"Parameters": [
3.84,
6,
5.216,
9
]
},
{
"Id": 473213,
"Level": 13,
"Parameters": [
4.08,
6,
5.542,
9
]
},
{
"Id": 473214,
"Level": 14,
"Parameters": [
4.32,
6,
5.868,
9
]
},
{
"Id": 473215,
"Level": 15,
"Parameters": [
4.56,
6,
6.194,
9
]
}
]
},
"Id": 10472,
"Name": "Chihayaburu",
"Description": "Melancarkan ilmu pedang rahasia seganas badai. Menarik musuh dan benda-benda ke posisi Kazuha lalu mementalkan musuh yang ada di dalam areanya, mengakibatkan Anemo DMG dan mengangkat Kazuha ke udara dengan arus angin yang tercipta.\nSelama 10 detik setelah Kazuha terbang ke udara dengan menggunakan Chihayaburu, Kazuha dapat melancarkan Plunging Attack khusus yang kuat: Midare Ranzan.\n\nTekan\nDapat digunakan di udara.\n\nTahan\nSetelah beberapa saat, melancarkan serangan Anemo DMG dengan area yang lebih luas dan DMG lebih besar dari mode Tekan.\n\nPlunging Attack: Midare Ranzan\nSaat Plunging Attack dilakukan dengan menggunakan efek Elemental Skill Chihayaburu, maka DMG dari Plunging Attack akan berubah menjadi Anemo DMG dan menciptakan arus angin kecil yang menarik musuh dan benda di sekitarnya.\nDMG dari Midare Ranzan terhitung sebagai DMG Plunging Attack.\n\n\"Dedaunan terembus oleh angin kesedihan,\nmasa dewa-dewa dan manusia telah lama berlalu,\nbagaikan gunung merah di musim gugur.\"",
"Icon": "Skill_S_Kazuha_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 4739,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tebasan|{param1:P}",
"DMG Berkelanjutan|{param2:P}",
"Tambahan Elemental DMG|{param3:P}",
"Durasi|{param4:F1} dtk",
"Cooldown|{param5:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param6:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 473901,
"Level": 1,
"Parameters": [
2.624,
1.2,
0.36,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473902,
"Level": 2,
"Parameters": [
2.8208,
1.29,
0.387,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473903,
"Level": 3,
"Parameters": [
3.0176,
1.38,
0.414,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473904,
"Level": 4,
"Parameters": [
3.28,
1.5,
0.45,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473905,
"Level": 5,
"Parameters": [
3.4768,
1.59,
0.477,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473906,
"Level": 6,
"Parameters": [
3.6736,
1.68,
0.504,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473907,
"Level": 7,
"Parameters": [
3.936,
1.8,
0.54,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473908,
"Level": 8,
"Parameters": [
4.1984,
1.92,
0.576,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473909,
"Level": 9,
"Parameters": [
4.4608,
2.04,
0.612,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473910,
"Level": 10,
"Parameters": [
4.7232,
2.16,
0.648,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473911,
"Level": 11,
"Parameters": [
4.9856,
2.28,
0.684,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473912,
"Level": 12,
"Parameters": [
5.248,
2.4,
0.72,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473913,
"Level": 13,
"Parameters": [
5.576,
2.55,
0.765,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473914,
"Level": 14,
"Parameters": [
5.904,
2.7,
0.81,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 473915,
"Level": 15,
"Parameters": [
6.232,
2.85,
0.855,
8,
15,
60
]
}
]
},
"Id": 10475,
"Name": "Kazuha Slash",
"Description": "Ilmu pedang Garyu terkuat — sebuah tebasan pedang yang membawa badai dan mengakibatkan Anemo DMG Area.\nTebasan pedang ini akan menyisakan sebuah area yang disebut \"Autumn Whirlwind\" dan mengakibatkan Anemo DMG Area setiap beberapa saat ke musuh di dalamnya.\n\nElemental Absorption\nJika Autumn Whirlwind bersentuhan dengan Hydro/Pyro/Cryo/Electro, maka Autumn Whirlwind akan mengakibatkan DMG elemental tambahan yang sesuai dengan elemen tersebut.\nElemental Absorption hanya dapat terpicu sekali setiap penggunaan.\n\n\"Aku dapat melihat keabadian yang berlalu dalam satu kedipan mata, dalam selembar daun yang telah melewati ribuan musim gugur. Biarkan pedangku memotong lembaran daun ini, dan mempertanyakan jalannya sang waktu——\"",
"Icon": "Skill_E_Kazuha_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 4721,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 472101,
"Level": 1,
"Parameters": [
2
]
}
]
},
"Id": 472101,
"Name": "Soumon Swordmanship",
"Description": "Jika Chihayaburu bersentuhan dengan Hydro/Pyro/Cryo/Electro saat digunakan, maka Chihayaburu mendapatkan efek Elemental Absorption dan Plunging Attack: Midare Ranzan akan mengakibatkan DMG tambahan sesuai elemen yang bersentuhan sebesar 200% ATK. DMG ini terhitung sebagai DMG Plunging Attack.\nElemental Absorption hanya dapat terpicu sekali setiap penggunaan Chihayaburu.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_05"
},
{
"GroupId": 4722,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 472201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.0004,
8
]
}
]
},
"Id": 472201,
"Name": "Poetics of Fuubutsu",
"Description": "Untuk setiap poin Elemental Mastery yang dimiliki Kaedehara Kazuha, setelah Kazuha memicu reaksi Swirl, seluruh anggota party akan mendapatkan peningkatan 0,04% Bonus Elemental DMG yang sesuai dengan reaksi Elemental Swirl yang terpicu selama 8 detik. Bonus DMG untuk elemen berbeda yang didapatkan dengan cara ini dapat aktif secara bersamaan.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_06"
},
{
"GroupId": 4723,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 472301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 472301,
"Name": "Cloud Strider",
"Description": "Mengurangi 20% konsumsi Stamina Karakter party sendiri saat berlari.\nEfek ini tidak dapat ditumpuk dengan Talenta Pasif lain dengan efek yang sama persis.",
"Icon": "UI_Talent_Explosion_Sprint"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 471,
"Name": "Scarlet Hills",
"Description": "Mengurangi 10% CD Chihayaburu.\nMenggunakan Kazuha Slash akan langsung menyelesaikan CD Chihayaburu.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_01"
},
{
"Id": 472,
"Name": "Yamaarashi Tailwind",
"Description": "Area Autumn Whirlwind yang dibuat oleh Kazuha Slash memiliki efek berikut:\n· Meningkatkan 200 Elemental Mastery Kaedehara Kazuha.\n· Meningkatkan 200 Elemental Mastery Karakter di dalam area.\n\nEfek peningkatan Elemental Mastery dari Konstelasi ini tidak bisa ditumpuk.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_02"
},
{
"Id": 473,
"Name": "Maple Monogatari",
"Description": "Meningkatkan 3 level Chihayaburu. Maksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Kazuha_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 474,
"Name": "Oozora Genpou",
"Description": "Saat Energy Kaedehara Kazuha kurang dari 45, Kazuha akan mendapatkan efek berikut:\n·Menekan atau Menahan skill Chihayaburu akan memulihkan 3 atau 4 Energy Kaedehara Kazuha;\n·Memulihkan 2 Energy Kaedehara Kazuha setiap detik saat sedang meluncur.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_03"
},
{
"Id": 475,
"Name": "Wisdom of Bansei",
"Description": "Meningkatkan 3 level Kazuha Slash. Maksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Kazuha_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 476,
"Name": "Crimson Momiji",
"Description": "Kaedehara Kazuha akan mendapatkan Anemo Infusion selama 5 detik setelah menggunakan Chihayaburu atau Kazuha Slash. Sebagai tambahan, setiap poin Elemental Mastery Kaedehara Kazuha akan meningkatkan 0,2% DMG Normal, Charged, dan Plunging Attack Kaedehara Kazuha.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kazuha_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Scarlet Leaves Pursue Wild Waves",
"Detail": "Seorang samurai pengembara dari Inazuma yang saat ini bergabung bersama dengan armada Crux Fleet Liyue. Di dalam jiwanya yang lembut dan riang, terdapat hati yang menyembunyikan banyak beban.",
"Association": 5,
"Native": "Crux Fleet",
"BirthMonth": 10,
"BirthDay": 29,
"VisionBefore": "Anemo",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Acer Palmatum",
"CvChinese": "斑马",
"CvJapanese": "島﨑信長",
"CvEnglish": "Mark Whitten",
"CvKorean": "Kim Shin-woo",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108268,
"ItemId": 108301,
"InputList": [
100084,
100075
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "\"Meski angin dan hujan menerjangku, aku dan pedangku akan tetap pulang, meski harus bertelanjang kaki sekalipun\" ... Namaku Kaedehara Kazuha, seseorang yang mengembara ke seluruh penjuru. Karena kita berdua sama-sama pengembara, ayo kita bertualang bersama."
},
{
"Title": "Berbincang: Alam",
"Context": "Pemandangannya indah sekali, siapa pun yang melihatnya pasti ingin jadi seorang pengembara juga."
},
{
"Title": "Berbincang: Memainkan Nada",
"Context": "Ada banyak dedaunan di sekitar kita, dan aku tahu lagu yang tepat untuk mengiringinya ... Kalau kamu mau mendengarnya."
},
{
"Title": "Berbincang: Ilmu Pedang",
"Context": "Ke mana pun aku pergi, aku akan selalu mengingat kampung halamanku. Pedang ini ... adalah satu-satunya penghubung yang mengingatkanku pada kampung halamanku."
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Berjalan di tengah hujan lebat memang membuat sangat bersemangat. Tapi sebaiknya kamu langsung mengeringkan bajumu saat hujannya reda."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Dibandingkan dengan badai petir di laut, ini masih termasuk kecil."
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Aku suka waktu salju turun, rasanya dunia menjadi sangat hening ... dan aku bisa tidur tanpa terusik."
},
{
"Title": "Ketika Matahari Bersinar",
"Context": "Cuaca yang cerah membuat hati menjadi senang."
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Kicauan burung di pagi hari adalah hadiah dari alam untuk kita. Ayo kita berangkat, petualangan yang baru sudah menunggu kita."
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Matahari terik di siang bolong membuat orang jadi mengantuk. Bagaimana kalau kita cari tempat istirahat dulu?"
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Kepalaku menengadah melihat bulan di langit malam, telingaku mendengar embusan angin sayup-sayup. Dengan secangkir anggur di tanganku, sebuah kedamaian di hatiku ....\nSemoga malammu menyenangkan."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Anginnya sudah berhenti ....\nDunia menjadi hening, ini adalah saat yang tepat untuk beristirahat. Sampai jumpa besok."
},
{
"Title": "Tentang Kaedehara Kazuha Sendiri: Berlayar",
"Context": "Sebenarnya, laut tidak selalu dipenuhi angin dan ombak setiap malam. Waktu cuacanya cerah, cahaya bulan bersinar terang di atas permukaan laut, dan ikan-ikan berenang mengitari kapal. Di saat seperti itu, aku akan melihat ke kejauhan dari haluan kapal, dan aku berpikir ... perjalanan ini benar-benar berharga. Satu-satunya hal yang merenggut semua keindahan ini, yaitu nyanyian para awak kapal. Mereka berisik sekali, apa mereka tidak butuh tidur?"
},
{
"Title": "Tentang Kaedehara Kazuha Sendiri: Bangsawan Samurai",
"Context": "Klan Kaedehara dulunya adalah klan samurai yang sangat terkenal. Sayang sekali saat klan ini diturunkan padaku, yang tersisa hanyalah nama klan tersebut. Tapi bagiku itu sudah cukup. Seorang samurai tidak butuh hidup mewah - semua yang kita butuhkan adalah anggur, lagu, dan pedang di tangan kita."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Pergi ke Laut",
"Context": "Bagaimana kalau kita pergi ke laut bersama-sama saat cuacanya cerah?"
},
{
"Title": "Tentang Kita: Berbincang Bebas",
"Context": "Aku suka orang yang terus terang, jadi kita berdua bisa bebas berbicara tentang apa yang ada di pikiran kita. Tidak ada yang perlu kamu sembunyikan. Aku bisa mendengar suara semua hal di alam, termasuk suaramu juga."
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Menurutku, Vision adalah \"bukti\" dari kekuatan seseorang, bukan \"sumber\" kekuatan seseorang. Vision melambangkan keinginan manusia untuk terus maju. Tapi bagi samurai seperti kami, kami hanya memercayai pedang kami sendiri."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita: Pedang Bambu",
"Context": "Ah, kamu ingin belajar ilmu pedang? Biar kucarikan dulu ... ini dia, ambil pedang bambu yang baru kubuat ini. Dengan pedang ini, kita bisa berlatih tanpa perlu takut terluka."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita: Daun Maple",
"Context": "\"Di gunung ini, dedaunan merah berguguran tak bernyawa ... Hatiku pedih, bagai tangisan seekor rusa ....\" *huff* Aku sangat menyukai daun maple, tapi sayangnya saat daun ini memerah, seperti melambangkan banyak sekali perpisahan."
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Para burung camar, berhentilah berkicau ... Mulai hari ini, aku juga akan pergi merantau."
},
{
"Title": "Tentang Beidou",
"Context": "Aku berutang nyawa pada Beidou. Dia yang menjagaku sewaktu aku kabur dari Inazuma, dan dia juga yang memberikanku keberanian untuk kembali ke Inazuma di titik tersulit dalam hidupku. Dia adalah rekan seperjuangan yang paling kupercaya, kurasa semua awak kapal juga akan setuju denganku."
},
{
"Title": "Tentang Gorou",
"Context": "Saat aku masih menjadi buronan, Pasukan Pemberontak banyak membantuku. Waktu yang kulewatkan bersama Gorou tidak panjang, tapi dia sangat berkesan bagiku. Dia tipe orang yang mengatakan apa pun yang ada di pikirannya. Dia selalu berbagi suka dan duka bersama dengan anak buahnya, dan dia tidak pernah takut menghunuskan pedangnya demi membela teman. Aku benar-benar bisa akur dengan tipe orang seperti Gorou."
},
{
"Title": "Tentang Kujou Sara: Sifat",
"Context": "Dia mengalahkan temanku di sebuah duel di istana, jadi kuakui kehebatannya. Tapi dia menggunakan kekuatan itu untuk membantu para penindas, dia memimpin pasukan Klan Kujou untuk memburu dan merampas Vision. Aku tidak bisa memaafkan perbuatan seperti itu."
},
{
"Title": "Tentang Kujou Sara: Mengubah Pandangan",
"Context": "Ternyata begitu ... Jadi dia sendiri punya prinsip yang dia ingin dia perjuangkan. Tapi aku jadi penasaran, apakah Klan Kujou dapat makmur seperti dulu lagi, setelah badai ini berlalu?"
},
{
"Title": "Tentang Raiden Shogun",
"Context": "Aku sudah sering menanyakan hal ini pada diriku sendiri setelah pergi dari Inazuma. Apakah aku membenci Raiden Shogun karena apa yang terjadi di duel itu? Karena dia yang menghabisi nyawa temanku? Aku sudah memikirkan hal ini lama sekali, dan jawabannya adalah tidak. Temanku mati dengan terhormat di duel tersebut, dan aku bisa mengerti tindakan yang dilakukan Raiden Shogun. Tapi aku membenci Raiden Shogun karena Dekrit Perburuan Vision yang dia berlakukan. Tidak ada seorang pun yang berhak merampas harapan dan mimpi orang lain - bahkan dewa sekalipun."
},
{
"Title": "Tentang Kamisato Ayaka",
"Context": "Kurasa semua orang yang tinggal di Inazuma pernah mendengar tentang \"Shirasagi Himegimi\". Putri tertua dari Klan Kamisato adalah seseorang yang sangat sempurna, meskipun aku belum pernah bertemu dengannya. Kira-kira apa pendapatnya tentang kondisi Inazuma sekarang ya?"
},
{
"Title": "Tentang Yoimiya",
"Context": "Terakhir kali dia meminta Kapten Beidou untuk mengirimkan kembang api ke Liyue, dan aku yang mengangkut barang-barangnya. Berat sekali! Rasanya tidak ada orang lain yang bisa membuat kembang api sebesar itu selain dia."
},
{
"Title": "Tentang Sangonomiya Kokomi",
"Context": "Waktu aku bergabung dengan Pasukan Pemberontak, semua rekan-rekanku sangat menghormati Yang Mulia Sangonomiya. Sebagai seseorang yang sangat mendalami dunia militer, dia tidak setuju dengan prinsip \"menang dengan menghalalkan segala cara\". Dia akan selalu berusaha meminimalisir jumlah korban sambil memikirkan langkah selanjutnya. Dengar-dengar, dia mengurus bagian internal maupun eksternal di Pulau Watatsumi ... Apa dia tidak terlalu sibuk mengurus semuanya?"
},
{
"Title": "Tentang Shikanoin Heizou",
"Context": "Jangan tertipu dengan penampilan luarnya yang selalu ceria. Saat dia bekerja menangani kasus, dia akan terus bekerja tanpa kenal lelah dan aura di sekitarnya benar-benar memancarkan daya fokusnya yang luar biasa. Benar-benar menakjubkan."
},
{
"Title": "Mengenal Kaedehara Kazuha: I",
"Context": "Kamu ingin tahu lebih banyak tentangku? Seperti yang kamu lihat, aku adalah samurai pengelana yang bisa kamu jumpai di mana pun."
},
{
"Title": "Mengenal Kaedehara Kazuha: II",
"Context": "Indra pendengaranku sangat tajam. Telingaku bisa mendengar berbagai macam suara: angin yang berembus di antara pegunungan, suara awan menyebar, suara rubah yang sedang makan apel di hutan, suara kepiting membuat gelembung ... Ini adalah berkah dari alam, aku jadi bisa merasakan adanya bahaya dari kejauhan."
},
{
"Title": "Mengenal Kaedehara Kazuha: III",
"Context": "Aku sangat menyukai hujan sewaktu aku kecil. Suara hujan selalu bisa membuatku tertidur lelap. Tetapi sejak aku bertumbuh besar, perasaanku menjadi semakin rumit. Aku masih suka mendengar suara hujan, tetapi setiap kali aku melihat awan gelap berkumpul, hatiku menjadi berat dan aku berpikir, \"Hmm, adakah orang baik hati yang sudi mengizinkanku menginap malam ini?\" Mendengar suara hujan saat pakaianmu basah kuyup sama sekali tidak menenangkan. Yah, tidak ada hal yang menenangkan kalau kamu tidak bisa berhenti bersin."
},
{
"Title": "Mengenal Kaedehara Kazuha: IV",
"Context": "Aku tidak pernah menetap terlalu lama di satu tempat. Hidup yang stagnan akan menumpulkan hubunganku dengan alam dan pedangku. Selagi aku masih bisa, aku ingin berkelana ke seluruh penjuru dunia dan bertemu dengan bermacam-macam tipe orang."
},
{
"Title": "Mengenal Kaedehara Kazuha: V",
"Context": "Jangan khawatir, meskipun suatu hari kita akan berpisah, aku yakin kita akan bertemu lagi di suatu tempat di dunia. Takdir yang mempertemukan orang tidak bisa dipatahkan semudah itu."
},
{
"Title": "Hobi Kaedehara Kazuha",
"Context": "Aku suka tidur di atas batu hangat yang telah disinari matahari petang, kemudian bangun dan melanjutkan perjalananku tanpa tujuan pasti. Selama pedangku ini masih bersamaku, tidak ada tempat yang tidak bisa kudatangi."
},
{
"Title": "Kekhawatiran Kaedehara Kazuha",
"Context": "Suara di alam menjadi suara yang tercampur aduk saat badai datang. Saat ini terjadi, telingaku jadi berdengung terus-menerus. Kalau terjadi di malam hari, aku tidak akan bisa tidur semalaman. Benar-benar membuatku sakit kepala ...."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Sumber makanan yang paling mudah didapatkan di laut, jelas adalah ikan. Jadi setiap petualang yang menghabiskan waktu di laut harus tahu cara memasak hidangan ikan yang lezat ... Kalau ada kesempatan, aku ingin kamu mencoba masakan buatanku."
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Aku tidak begitu menyukai makanan yang dicampur secara buru-buru tanpa dipikirkan dengan baik. Menurutku, kalau makananmu hanya seekor ikan, kamu harus memanggangnya sampai sempurna. Memakan sesuatu seharusnya adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan, mana boleh kita melakukannya dengan seenaknya saja?"
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Kamu bisa membuat rasa ikan jadi seenak ini, benar-benar bukti nyata dari kemampuan memasakmu."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Makanan buatanmu tidak hanya mengisi perut, tapi juga menenangkan hatiku."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Mungkin kamu butuh istirahat? Kalau hatimu lelah, masakanmu pun akan jadi tawar."
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Ah, kudengar kamu berulang tahun hari ini, jadi aku menuliskan sebuah puisi untukmu. Tapi sayangnya, aku tidak begitu pandai di bidang ini. Akhirnya setelah aku mencoba berhari-hari, aku berhasil membuat dua bait pertama ... Mungkin kubacakan dulu saja bait yang sudah kubuat ya. \"Matahari dan bulan bergembira, burung fajar berkicau seakan menjamu\" ... Tunggu, jangan bilang apa-apa dulu, sepertinya aku tahu bagaimana melanjutkannya ... Ya, bagaimana kalau ... \"Jauh dari rumah, tapi bersama denganmu.\" Selamat ulang Tahun ya. Ayo kita beli kue untukmu?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Pedangku, sudah semakin tajam."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Suara salju yang jatuh ke tanah hampir tidak terdengar sama sekali ... Tapi sekarang semua indraku lebih tajam dari biasanya, kurasa aku bisa mendengar suara salju itu."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Ombak di laut terus menerjang tanpa henti, aku juga harus terus menempa kemampuanku tanpa henti."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Saat seseorang sedang berkeliling dunia, rasa sedih dan frustasi pasti senantiasa menemani. Tapi aku merasa aku sudah bertumbuh banyak sejak bertemu denganmu, baik dalam ilmu bela diri maupun dalam karakterku. Aku yakin kalau hidupku akan jadi lebih tenang mulai saat ini."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Chi!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Hee!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Pelangkah angin!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: IV",
"Context": "Masuklah ke pusaran angin."
},
{
"Title": "Elemental Skill: V",
"Context": "Angin memahamiku."
},
{
"Title": "Elemental Skill: VI",
"Context": "Menyatulah dengan alam!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Awan sembunyikan ... kicauan burung!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Menyatulah dengan angin dan awan."
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Gugurlah dedaunan ... hiasi malamku."
},
{
"Title": "Mulai Lari: I",
"Context": "Waktunya pergi."
},
{
"Title": "Membuka Wind Glider: I",
"Context": "Kan kuikuti arus anginnya."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Aku tersenyum dibuatnya."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Sudah ditakdirkan demikian."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Siapa bilang kalau hidup berkelana tidak ada untungnya?"
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Heh, boleh juga ...."
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Aku harus tetap tenang."
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Tetap fokus!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Giliranku membantu!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Aku menjagamu."
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Begitu banyak penyesalan ini ...."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Tidak akan pernah ... terulang ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Inilah ... akhirnya ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Tidak masalah ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: II",
"Context": "Aaah, sakit!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Kamu mau aku ikut?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Oke, ayo kita berangkat."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Kedengarannya oke juga."
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Saat bertemu Kaedehara Kazuha pertama kali, kebanyakan orang mengira dia hanya kru kapal Crux Fleet yang masih dalam pelatihan.\nMemang, sifat anak muda ini sangat tenang. Dia suka melantunkan puisi di waktu senggangnya dan selalu terlihat santai saat berbicara dengan orang lain. Siapa yang mengira kalau dia adalah orang berbahaya yang diincar oleh Inazuma Shogunate?\nBahkan Kapten Beidou yang pandai menilai orang saja tidak sadar kalau Kaedehara Kazuha adalah seseorang yang telah melewati ratusan pertempuran, hingga akhirnya bergabung dengan kru kapal Kapten Beidou.\nEntah apakah angin dan hujan telah menumpulkan taringnya, atau taringnya justru disembunyikan di balik sikap tenangnya?"
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Crux Fleet adalah armada bersenjata yang sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun di samudra. Semua awak kapalnya sudah terbiasa dengan budaya dan kehidupan di negara lain. Itulah sebabnya mereka tidak terkejut saat ada orang asing yang bergabung sebagai pelaut di kapal kebanggaan mereka — Alcor.\nPelaut ini bergabung saat kapal Alcor berlabuh di Ritou, pelabuhan Inazuma.\nKapten Beidou adalah teman pemuda ini, dan ketika dia naik ke kapal, Beidou memberi tahu anak buahnya, \"Orang ini akan tinggal bersama kita sementara. Jaga dia baik-baik.\"\nPara pelaut memercayai penilaian Beidou dan sangat mengagumi kemampuan orang Inazuma tersebut dalam memprediksi cuaca, sehingga mereka tidak keberatan saat pemuda itu tidak mau menceritakan masa lalunya dan menyambut kedatangannya di kapal dengan hangat.\nMeski begitu, rasa keingintahuan mereka tidak tertahankan, dan mereka sering mencari berbagai macam alasan untuk mengorek informasi tentang masa lalunya.\n\"Kudengar pedang buatan Inazuma sangat hebat, dan katanya semakin hebat kemampuan pemegangnya, semakin bagus pula pedangnya. Bagaimana dengan pedangmu? Bagus tidak?\"\n\"...\"\nKazuha akan tetap diam saat menghadapi pertanyaan seperti itu.\nKarena tidak pernah mendapatkan jawaban, para pelaut pun akhirnya menyerah.\nNamun beberapa hari setelahnya, komentar Juza terhadapnya mendapatkan jawaban yang tidak disangka.\n\"Hei, kamu belum beri tahu namamu kan? Nanti kami harus panggil kamu apa coba?\"\nPelaut muda itu menyeka keringat di alisnya dengan tangan yang penuh kapalan.\n\"Namaku Kaedehara Kazuha, seorang samurai pengembara. Aku berutang budi pada kalian yang mau menerimaku, jadi panggil saja aku Kazuha.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Kazuha bukan lahir dari keluarga biasa. Dia adalah bangsawan dari keluarga Inazuma yang sudah tua, putra terakhir Klan Kaedehara.\nDi tengah menara-menara tinggi Kota Inazuma yang sejahtera, nama Kaedehara pernah menjadi salah satu nama yang sangat dikenal. Namun keberuntungan tersebut tidak berlangsung lama, kekayaan keluarga Kaedehara sudah habis pada saat Kazuha menjadi ahli waris.\nSebagai tuan muda, Kazuha tidak berdaya mencegah kejatuhan ini. Orang-orang mungkin bisa menyebut keadaan ini sebagai \"keputusasaan\", namun Kazuha sendiri malah mengembuskan napas lega saat rumahnya digadaikan dan pelayan-pelayannya diberhentikan. Dia menganggap keadaan ini sebagai suatu kesempatan untuk hidup bebas dan mengembara.\nDia selalu memimpikan saat di mana dia bisa menjelajahi hutan dan pegunungan. Sejak muda, dia sudah sangat mengagumi keindahan dan realita di alam liar.\nBagi Kazuha, alam tidak pernah diam. Alam selalu menyampaikan perasaannya dalam bahasanya yang unik.\nSaat angin berhenti berbicara dan dunia berdiam dalam kedamaian, itulah ketenangan yang terjadi sebelum langit menangis. Saat danau yang tenang tiba-tiba melonjak, itulah tanda datangnya gempa bumi dahsyat.\nDemikianlah puisi unik yang dianugerahkan alam kepadanya, dan Kazuha juga tidak pernah dibutakan oleh kemewahan. Karena beban keluarga di pundaknya sudah hilang, kenapa tidak pergi mengembara dan berpakaian seadanya saja?\nKazuha pun memulai perjalanannya, sama seperti sehelai daun gugur yang terbang mengikuti angin."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Semua pengembara yang menjelajahi alam liar perlu menguasai keterampilan diri. Kazuha sendiri sangat ahli dalam mendengarkan suara angin untuk memprediksi cuaca.\nSetelah meninggalkan Kota Inazuma, Kazuha berkelana ke segala penjuru. Semuanya telah berbeda sekarang, karena alam telah menjadi rumahnya yang berharga. Mendengarkan suara angin dan air di bawah awan selalu membuat hatinya menjadi tenang.\nSemua yang dilihat Kazuha di perjalanannya selalu memicu rasa ingin tahunya. Dengan perasaan seperti inilah, Kazuha terus mengembara hingga akhirnya tiba di sebuah gunung di selatan.\nWaktu itu masih awal musim panas, hujan deras sering turun dan menyebabkan jalanan pegunungan penuh dengan lumpur. Melihat hari mulai gelap, Kazuha pun mencari tempat untuk berlindung dari hujan. Tiba-tiba dia melihat sebuah pondok jerami kecil di hadapannya.\nSeorang pedagang keliling yang berkelana bersama Kazuha juga melihat pondok itu dan berteriak, \"Kazuha, lihat! Akhirnya kita punya tempat berteduh malam ini!\"\nTapi Kazuha tidak berbicara. Dia mencondongkan telinganya lama sekali lalu berkata, \"Kalau mau tanya pendapatku, kurasa lebih baik kita tidak masuk ke sana.\"\nPedagang keliling yang tidak ingin kehujanan itu pun meninggalkan Kazuha dan masuk sendiri ke pondok jerami.\nSetelah mengetuk pintu, pedagang keliling itu disambut oleh seorang wanita cantik yang menawarkannya tempat berteduh, teh, makanan, dan bahkan tempat tidur untuk bermalam.\nMungkin karena makanannya terlalu enak, pedagang keliling itu langsung tertidur setelah makan.\nSaat dia bangun di pagi berikutnya, tidak ada atap di atas kepalanya. Matahari bersinar menyilaukan matanya, dan terlihat Kazuha yang berdiri di dekatnya sambil tersenyum.\nBahkan sebelum Kazuha berbicara, pedagang itu pun tiba-tiba memuntahkan tumpukan daun dan lumpur. Dan untuk tempat tidur yang dia pakai, yah, tempat itu hanyalah tanah berlumpur.\nKazuha tertawa dan berkata, \"Angin akan melemah di tempat yang dibangun rumah. Tapi angin di pegunungan di sini tidak melemah sama sekali, padahal ada pondok yang berdiri. Kurasa kamu mungkin sudah diusili oleh seekor bake-danuki. Ya sudahlah, lain kali perhatikanlah suara angin dan lebih waspada lagi.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Kazuha telah berteman dengan berbagai macam orang sepanjang perjalanannya. Salah satunya telah menjadi teman yang berharga di hati Kazuha. Mereka pernah bertualang bersama pada satu waktu.\nTetapi karena tujuan yang berbeda, mereka pun akhirnya berpisah.\nMereka hanya bertemu secara kebetulan, namun berpisah dengan penuh rasa ketidakrelaan, sedalam itulah pertemanan mereka. Mereka mungkin sudah berpisah sekarang, tapi Kazuha yakin mereka akan bertemu lagi pada suatu waktu.\nKemudian, sebuah kejadian tak terduga menghancurkan sikapnya yang santai. Sang Shogun Yang Mahakuasa memberlakukan Dekrit Perburuan Vision dan bersumpah akan merebut kembali semua Vision.\nSemua orang yang memilikinya, termasuk Kazuha, dilanda kepanikan dan harus menyembunyikan diri dan identitas mereka.\nSaat itulah Kazuha mendapat kabar mengejutkan: seseorang telah menantang dekrit ini dan mengajak \"duel di istana\", dan orang itu tidak lain adalah teman Kazuha.\nYang kalah dalam duel itu akan dihukum oleh sang Shogun sendiri. Meski begitu, temannya tetap mempertaruhkan segalanya untuk datang ke istana, bukan hanya untuk melawan musuh yang kuat, tetapi juga untuk menunjukkan arti keberanian kepada semua orang.\nNamun mengadakan duel di saat genting seperti ini, apabila dia kalah, maka nyawanya yang berada di tangan Shogun pasti tidak akan terselamatkan.\nKazuha yang biasanya bersikap tenang pun tidak bisa menahan dirinya. Dia mencabut pedangnya dan datang menyerbu Tenshukaku bagaikan badai. Tapi sayangnya, Kazuha sudah terlambat...\nPedang temannya sudah tergeletak dan hancur berkeping-keping, dan Vision miliknya kini sudah menjadi sebuah cangkang kosong. Kazuha kemudian melarikan diri dengan penyesalan di dalam hatinya dan dicap sebagai buronan.\nSejak saat itu, Kazuha menghadapi pertempuran demi pertempuran tanpa henti. Semua ketenangan di dalam dirinya sudah hilang.\nKazuha tidak takut dengan pertempuran, tetapi pertarungan tiada henti tersebut membuatnya merasa hampa.\nDia tidak menyesali misi penyelamatannya yang gagal, dan juga tidak menyalahkan temannya yang pergi meninggalkannya, tapi...\n\"Apakah kita harus terus berseteru dengan orang lain seperti ini demi mempertahankan prinsip kita?\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Kini Crux Fleet adalah rumah bagi Kazuha, dan dia berlayar mengarungi lautan bersama mereka.\nTerkadang, masalah masih akan datang menghampiri Kazuha, namun tidak lagi sulit diselesaikan berkat dukungan dari semua orang di Crux Fleet.\nDari dek pengamatan di atas kapal Alcor, sambil memandangi laut dan langit biru, Kazuha akhirnya memiliki waktu untuk mengenang kembali masa lalunya yang penuh gejolak.\nSetiap samurai berharap dapat hidup dengan penuh gairah, menebas pedang di genggamannya untuk meraih reputasi dan kehormatan.\nNamun pasti ada beberapa di antara mereka yang hatinya tercemar oleh nafsu sehingga menyimpang dari jalan yang benar dan kemanusiawian.\n\"Kita sebagai manusia diberikan darah dan daging oleh langit, dan dilindungi oleh dewa, semua itu bukanlah untuk membuat manusia saling membunuh dan berseteru.\"\n\"Pedang di tanganku ini bukanlah untuk membunuh, melainkan untuk menyelamatkan orang.\"\n\"Jalan inilah yang kupilih sebagai seorang petarung, dan aku akan mempertahankan prinsip ini sepanjang hidupku.\"\nSambil berpikir demikian, saat Kazuha berniat untuk menuliskan kata-kata mutiara tersebut ... tiba-tiba terdengar suara ocehan dari bawah.\n\"Hei, Kazuha! Berhenti melamun melihat langit dan bantu kami!\"\nBegitulah, si Sea Drake sudah memanggilnya, bukan? Kata mutiara tadi bisa menunggu di lain waktu."
},
{
"Title": "Cangkang Vision",
"Context": "Dalam pertempuran besar itu, Kazuha terkejut karena Vision tiba-tiba menyala sesaat.\nDia telah mencari ke segala penjuru, dan berniat meminta seseorang yang mungkin bisa menghidupkan kembali Vision itu, namun tak disangka Vision itu menyala karena dirinya sendiri. Seakan-akan seperti mendiang temannya yang membantunya dari belakang.\nCangkang Vision ini bukan saja telah membuktikan hal tersebut, tetapi juga membawa takdir pertemuan baru untuk Kazuha.\nSelama perjalanan, dia dibantu oleh pasukan penentang, diselamatkan oleh Kapten Beidou, dipertemukan dengan Pengembara legendaris...\nKehidupan di dunia ada kalanya diisi dengan momen perpisahan dan kehilangan, namun juga diisi dengan pertemuan yang tepat pada waktunya.\nPerjalanan Kazuha sama seperti jalur naik dan turun di pegunungan. Terkadang terasa sangat sulit didaki, namun kadang ada saatnya dia dapat menyentuh puncak berawan."
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Kabut pagi menyelimuti pegunungan, dan Kazuha menelusuri jalan setapak seorang diri.\nSemuanya sunyi senyap, tidak ada suara kepakan sayap ataupun suara serangga.\nBahkan ombak yang biasanya bergolak juga tertidur, hanya menyisakan suara semilir angin. Kazuha menjulurkan lidahnya — udara terasa berat dan suram.\nDia tahu, sebentar lagi hujan akan turun.\nKazuha mendongakkan kepalanya dan melihat jauh ke depan, dia bisa melihat gumpalan asap yang berasal dari beberapa pondok jerami. Sepertinya malam ini dia masih memiliki tempat untuk bermalam.\nDia memberi tahu pemilik pondok bahwa badai akan segera datang dan hujan lebat akan segera turun. Sang pemilik pondok awalnya curiga, namun hujan benar-benar turun di tengah hari itu.\nTerkejut dengan kemampuan Kazuha, pemilik pondok itu pun menyambut kedatangan Kazuha dan menawarkannya untuk bermalam.\nSampai malam tiba, cuaca tetap dingin dan hujan terus turun tanpa henti. Sambil mendengarkan tetesan hujan yang membasahi daun musim gugur, Kazuha meringkuk di balik selimutnya dan melamun tanpa sadar.\nSejak kejayaan Klan Kaedehara berakhir dan dia mulai mengembara, entah berapa banyak pulau dan rintangan sulit yang sudah dia lewati.\nDia perlu melalui jalur laut untuk berpindah dari pulau Inazuma ke pulau lain, dan dia sering mendayung sendirian dengan perahu kecil, sehingga badai besar adalah rintangan yang sangat berbahaya dalam perjalanannya...\nMeskipun begitu, dengan langit dan bumi sebagai rumahnya, serta makhluk hidup sebagai temannya, Kazuha selalu menemukan hal-hal menarik dalam perjalanannya.\nJika hati seseorang \"hampa\", maka seluruh dunia pun akan terasa \"hampa\".\nJika hati seseorang \"murni\", maka seluruh dunia pun akan terasa \"murni\".\nDengan pedang di tangan dan prinsip di hatinya, Kazuha bisa terus bernyanyi dan tidak takut pada gunung yang menjulang tinggi.\nSetelah membenahi diri dan perasaannya, dia pun tertidur dengan nyenyak.\nKeesokan harinya, dia terbangun karena kicauan burung... dan sebuah Vision yang bersinar di dadanya."
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 204700,
"Name": "Falling Leaves",
"Description": "Model pakaian Kaedehara Kazuha. Pakaian khas pengembara yang dihiasi dengan motif daun maple.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104154,
113022,
101206,
112037,
104315,
113019
],
"NameCard": {
"Name": "Kaedehara Kazuha: Autumn Maple-Viewing",
"Description": "Style kartu nama.\n\"Irama pohon pinus yang menggugurkan dedaunan merah.\"",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Kazuha",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Kazuha"
},
"TraceEffect": {
"Id": 215009,
"Name": "Scarlet Leaves Pursue Wild Waves",
"Description": "Echo milik Kaedehara Kazuha. \"Bunga dan burung merupakan kesenangan yang berharga bagi seseorang yang berjalan di bawah sinar rembulan.\"",
"Icon": "UI_TraceEffectIcon_Kazuha"
}
}