{
"Id": 10000100,
"PromoteId": 100,
"Sort": 85,
"Body": 5,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Kachina",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Kachina",
"Name": "Kachina",
"Description": "Pejuang muda Nanatzcayan yang menyandang Marga Kuno \"Uthabiti\". Baik hati dan pantang menyerah, dia tumbuh lebih kuat acap kali berhasil melewati rintangan yang menghadang.",
"BeginTime": "2024-08-27T00:00:00+08:00",
"Quality": 4,
"Weapon": 13,
"BaseValue": {
"HpBase": 989.2932,
"AttackBase": 18.16416,
"DefenseBase": 66.438225
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 22
},
{
"Type": 4,
"Value": 32
},
{
"Type": 7,
"Value": 22
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 10031,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}+{param3:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param4:F1P}",
"DMG Tahap 4|{param5:F1P}",
"DMG Charged Attack|{param6:F1P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param7:F1}",
"DMG Selama Plunging|{param8:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param9:P}/{param10:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1003101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.493984,
0.27569,
0.306323,
0.704271,
0.774361,
1.1266,
25,
0.639324,
1.278377,
1.596762
]
},
{
"Id": 1003102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.534192,
0.29813,
0.331257,
0.761596,
0.837391,
1.2183,
25,
0.691362,
1.382431,
1.726731
]
},
{
"Id": 1003103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.5744,
0.32057,
0.35619,
0.81892,
0.90042,
1.31,
25,
0.7434,
1.486485,
1.8567
]
},
{
"Id": 1003104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.63184,
0.352627,
0.391809,
0.900812,
0.990462,
1.441,
25,
0.81774,
1.635134,
2.04237
]
},
{
"Id": 1003105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.672048,
0.375067,
0.416742,
0.958136,
1.053491,
1.5327,
25,
0.869778,
1.739187,
2.172339
]
},
{
"Id": 1003106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.718,
0.400713,
0.445238,
1.02365,
1.125525,
1.6375,
25,
0.92925,
1.858106,
2.320875
]
},
{
"Id": 1003107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.781184,
0.435975,
0.484418,
1.113731,
1.224571,
1.7816,
25,
1.011024,
2.02162,
2.525112
]
},
{
"Id": 1003108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.844368,
0.471238,
0.523599,
1.203812,
1.323617,
1.9257,
25,
1.092798,
2.185133,
2.729349
]
},
{
"Id": 1003109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.907552,
0.506501,
0.56278,
1.293894,
1.422664,
2.0698,
25,
1.174572,
2.348646,
2.933586
]
},
{
"Id": 1003110,
"Level": 10,
"Parameters": [
0.97648,
0.544969,
0.605523,
1.392164,
1.530714,
2.227,
25,
1.26378,
2.527025,
3.15639
]
},
{
"Id": 1003111,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.045408,
0.583437,
0.648266,
1.490434,
1.638764,
2.3842,
25,
1.352988,
2.705403,
3.379194
]
},
{
"Id": 1003112,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.114336,
0.621906,
0.691009,
1.588705,
1.746815,
2.5414,
25,
1.442196,
2.883781,
3.601998
]
},
{
"Id": 1003113,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.183264,
0.660374,
0.733751,
1.686975,
1.854865,
2.6986,
25,
1.531404,
3.062159,
3.824802
]
},
{
"Id": 1003114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.252192,
0.698843,
0.776494,
1.785246,
1.962916,
2.8558,
25,
1.620612,
3.240537,
4.047606
]
},
{
"Id": 1003115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.32112,
0.737311,
0.819237,
1.883516,
2.070966,
3.013,
25,
1.70982,
3.418915,
4.27041
]
}
]
},
"Id": 11001,
"Name": "Cragbiter",
"Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 4 serangan tombak berturut-turut.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina untuk menerjang ke depan, mengakibatkan DMG pada musuh di jalur terjangan.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah di bawahnya, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan DMG area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_03"
},
{
"GroupId": 10032,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Mengendarai Turbo Twirly|{param1:F1P} DEF",
"DMG Independen Turbo Twirly|{param2:F1P} DEF",
"Batas Poin Nightsoul|{param3:F1} poin",
"Cooldown|{param4:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1003201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.8776,
0.6376,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003202,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.94342,
0.68542,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003203,
"Level": 3,
"Parameters": [
1.00924,
0.73324,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003204,
"Level": 4,
"Parameters": [
1.097,
0.797,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003205,
"Level": 5,
"Parameters": [
1.16282,
0.84482,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003206,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.22864,
0.89264,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003207,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.3164,
0.9564,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003208,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.40416,
1.02016,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003209,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.49192,
1.08392,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003210,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.57968,
1.14768,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003211,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.66744,
1.21144,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003212,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.7552,
1.2752,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003213,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.8649,
1.3549,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003214,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.9746,
1.4346,
60,
20
]
},
{
"Id": 1003215,
"Level": 15,
"Parameters": [
2.0843,
1.5143,
60,
20
]
}
]
},
"Id": 11002,
"Name": "Go, Go Turbo Twirly!",
"Description": "Bertempurlah bersama Turbo Twirly yang bisa diandalkan!\nMemanggil Turbo Twirly: Saat dilancarkan dalam Mode Tahan dan dilepaskan, Kachina akan memanggil dan menaiki Turbo Twirly.\nSetelah dilancarkan, Kachina akan mendapatkan 60 poin Nightsoul dan memasuki status Nightsoul's Blessing.\n\nNightsoul's Blessing: Kachina\nBerbagai tindakan dari Turbo Twirly akan mengonsumsi poin Nightsoul Kachina.\nNightsoul's Blessing Kachina akan terus berlangsung sampai poin Nightsoul Kachina habis terkonsumsi.\n\nTurbo Twirly\nBisa eksis secara independen atau bisa dinaiki dan dikendalikan oleh Kachina. Saat Turbo Twirly eksis secara independen, Elemental Skill \"Go, Go Turbo Twirly!\" Kachina akan diubah menjadi pilihan menaiki atau turun dari Turbo Twirly.\n·Saat Turbo Twirly eksis secara independen, akan menghantam permukaan tanah secara berkala dan mengakibatkan Geo DMG Area dengan atribut Nightsoul berdasarkan DEF Kachina.\n·Saat Kachina menaiki Turbo Twirly, dia bisa mengontrol Turbo Twirly untuk bisa bergerak dan memanjat dengan cepat, lalu Normal Attack yang dilancarkan akan menghantam permukaan tanah, dan mengakibatkan Geo DMG Area dengan atribut Nightsoul berdasarkan DEF Kachina.\n\nTurbo Twirly akan hilang saat status Nightsoul's Blessing Kachina berakhir, dan akan dianggap sebagai Geo Construct. Selain itu, hanya satu Turbo Twirly yang boleh ada dalam waktu yang sama.\n\nTurbo Twirly cuma kelihatan mirip gasing saja. Tapi sebenarnya, dia bisa mengebor batu yang paling keras sekalipun!",
"Icon": "Skill_S_Kachina_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 10039,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Skill|{param1:P} DEF",
"Durasi Area|{param2:F1} dtk",
"Cooldown|{param3:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param4:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1003901,
"Level": 1,
"Parameters": [
3.805672,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003902,
"Level": 2,
"Parameters": [
4.1366,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003903,
"Level": 3,
"Parameters": [
4.4252,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003904,
"Level": 4,
"Parameters": [
4.81,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003905,
"Level": 5,
"Parameters": [
5.0986,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003906,
"Level": 6,
"Parameters": [
5.3872,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003907,
"Level": 7,
"Parameters": [
5.772,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003908,
"Level": 8,
"Parameters": [
6.1568,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003909,
"Level": 9,
"Parameters": [
6.5416,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003910,
"Level": 10,
"Parameters": [
6.9264,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003911,
"Level": 11,
"Parameters": [
7.3112,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003912,
"Level": 12,
"Parameters": [
7.696,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003913,
"Level": 13,
"Parameters": [
8.177,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003914,
"Level": 14,
"Parameters": [
8.658,
12,
18,
70
]
},
{
"Id": 1003915,
"Level": 15,
"Parameters": [
9.139,
12,
18,
70
]
}
]
},
"Id": 11005,
"Name": "Time to Get Serious!",
"Description": "Menghantam tanah dan mengakibatkan Geo DMG Area berdasarkan DEF Kachina, serta menghasilkan Turbo Drill Field.\nTurbo Drill Field akan meningkatkan radius serangan Turbo Twirly dan kecepatan gerakan Turbo Twirly saat dinaiki.\n\nSaat dilancarkan, jika ada Turbo Twirly milik Kachina sendiri, maka akan memanggil Turbo Twirly tersebut ke sisinya.\n\nLayaknya penampil gugup yang membayangkan penontonnya adalah boneka kayu, Kachina membayangkan musuhnya sebagai batu permata yang paling indah ... yang bisa dibawa pulang dan disimpan dengan penuh rasa bangga.",
"Icon": "Skill_E_Kachina_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 10021,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1002101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.2,
12
]
}
]
},
"Id": 1002101,
"Name": "Mountain Echoes",
"Description": "Setelah anggota party di sekitar memicu Nightsoul Burst, Geo DMG Bonus Kachina meningkat 20% selama 12 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_05"
},
{
"GroupId": 10022,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1002201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.2
]
}
]
},
"Id": 1002201,
"Name": "The Weight of Stone",
"Description": "DMG yang diakibatkan Turbo Twirly meningkat sebesar 20% DEF Kachina.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_06"
},
{
"GroupId": 10023,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1002301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 1002301,
"Name": "Night Realm's Gift: Heart of Unity",
"Description": "Setelah Nightsoul habis terkonsumsi, Kachina akan mengonsumsi Phlogiston untuk mempertahankan status Nightsoul's Blessing-nya.\nSaat berada di lokasi yang memiliki Phlogiston Mechanic di Natlan, Kachina bisa melancarkan Nightsoul Transmission: Kachina. Saat Karakter aktif sedang berlari, memanjat, atau sedang bergerak yang dikarenakan oleh Talenta tertentu, atau saat melayang di ketinggian tertentu, dan mengganti Karakter menjadi Kachina, akan memicu efek: Kachina akan memasuki status Nightsoul's Blessing dan menaiki Turbo Twirly, serta mendapatkan 30 poin Nightsoul. Nightsoul Transmission party sendiri dapat terpicu sekali setiap 10 detik.\n\nSelain itu, saat berada di Natlan, Stamina yang dikonsumsi Kachina saat memanjat sambil mengendarai Turbo Twirly akan berkurang 90%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_07"
},
{
"GroupId": 10025,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1002501,
"Level": 1,
"Parameters": [
20
]
}
]
},
"Id": 1002501,
"Name": "Boon of Crystal Flame",
"Description": "Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, berinteraksi dengan item tertentu yang bisa dikumpulkan, akan memulihkan 20 poin Stamina. Selain ini, akan menunjukkan posisi Produk Khas Natlan yang ada di sekitar pada peta kecil.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_08"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 1001,
"Name": "Shards Are Gems Too",
"Description": "Saat Kachina menaiki atau turun dari Turbo Twirly, akan menyerap Elemental Shard di sekitar yang dihasilkan oleh Crystallize.\nSelain itu, saat anggota party mendapatkan Elemental Shard ini, akan memulihkan 3 poin Energy Kachina. Pemulihan Energy yang bisa diperoleh dengan cara ini adalah maksimum sekali setiap 5 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_01"
},
{
"Id": 1002,
"Name": "Never Leave Home Without... Turbo Twirly",
"Description": "Saat Kachina melancarkan \"Time to Get Serious!\", akan memulihkan 20 poin Nightsoul. Jika saat dilancarkan, tidak ada Turbo Twirly milik Kachina sendiri, maka akan memasuki status Nightsoul's Blessing dan memanggil Turbo Twirly.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_02"
},
{
"Id": 1003,
"Name": "Improved Stabilizer",
"Description": "Meningkatkan 3 level Go, Go Turbo Twirly!.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Kachina_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1004,
"Name": "More Foes, More Caution",
"Description": "Saat jumlah musuh yang berada dalam Turbo Drill Field yang dihasilkan oleh \"Time to Get Serious!\" berjumlah 1/2/3/4 musuh atau lebih, maka Karakter aktif anggota party di dalam area mendapatkan peningkatan DEF sebesar 8%/12%/16%/20%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_03"
},
{
"Id": 1005,
"Name": "All I've Collected Till Now",
"Description": "Meningkatkan 3 level Time to Get Serious!.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Kachina_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1006,
"Name": "This Time, I've Gotta Win",
"Description": "Saat Perisai Karakter aktif di dalam party digantikan atau hancur karena alasan apa pun, maka Kachina akan mengakibatkan Geo DMG Area sebesar 200% DEF Kachina saat ini. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 5 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Kachina_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Mottled Gold Yet Unsmelted",
"Detail": "Pejuang muda Nanatzcayan yang menyandang Marga Kuno \"Uthabiti\". Baik hati dan pantang menyerah, dia tumbuh lebih kuat acap kali berhasil melewati rintangan yang menghadang.",
"Association": 9,
"Native": "Nanatzcayan",
"BirthMonth": 4,
"BirthDay": 22,
"VisionBefore": "Geo",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Ochotona Princeps",
"CvChinese": "静宸",
"CvJapanese": "久保ユリカ",
"CvEnglish": "Kristen McGuire",
"CvKorean": "Son Sun-young",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108737,
"ItemId": 108747,
"InputList": [
101243,
100064,
110009
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Halo! Namaku Kachina dari suku Putra-Putri Gema. Aku doyan banget Grainfruit, dan cita-citaku adalah bisa jadi lebih kuat dari sekarang ... yah, biar pun sekarang aku juga belum bisa dibilang kuat sih. Uh ... mending yang ginian nanti saja deh dibahasnya. Kamu mau ke mana? Aku hafal daerah sini kalau mau jalan-jalan!"
},
{
"Title": "Mengobrol: Rapi-Rapi",
"Context": "Ah ... tadi lihat ada batu bata yang susunannya enggak rapi. Duh, gimana ini ... gatal banget rasanya, kayak digaruk Saurian dari dalam ...."
},
{
"Title": "Mengobrol: Bisa Tidak Ya",
"Context": "Bisa ... tidak ... bisa ... tidak ... AH! Bisa, HARUS bisa! Ya ... kan?"
},
{
"Title": "Mengobrol: Koleksi",
"Context": "Kalau bosan, mau lihat barang koleksiku? Kalau ada yang suka, boleh buat kamu!"
},
{
"Title": "Ketika Hujan",
"Context": "Hujan bikin tanah jadi basah dan lembek. Harus lebih hati-hati pas pergi menambang!"
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Aaah! A-Aku enggak ta-takut! Aku ... cuma ... lengah! Kaget! Ya, gitu."
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Ayo kita main guling-guling di salju! Hehe, jangan takut, aku enggak akan ngumpet di salju buat ngagetin kamu kayak si Ayo!"
},
{
"Title": "Ketika Matahari Bersinar",
"Context": "Lihat ini! Batu akiknya bagus banget, kalau kena matahari, di dalamnya kayak ada pelanginya!"
},
{
"Title": "Di Padang Pasir",
"Context": "Apa mungkin di bawah semua pasir ini ada banyak batu permata terkubur ya? Mau gali yuk, yuk? Kita cari tahu!"
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Pagi! Aku sudah beresin bekal dan kebutuhan kita di jalan. Bisa berangkat kapan saja!"
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Aku belum ngantuk, jadi kamu saja yang tidur siang. Biar aku yang jaga. Memang keahlianku cuma sedikit banget, tapi setidaknya telinga ini cukup tajam! Aku bisa dengar kalau ada bahaya atau masalah mendekat."
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Malam ini Mualani ngajakin jurit malam ke gua. Aku ... TAKUT! Takut banget. Gimana ini? Enggak mau ngecewain dia, makanya aku tutup mata dan bilang iya ... Pokoknya apa pun yang terjadi, kami akan hadapi sama-sama. Eh? Serius? Kamu mau ikut? A-Aduduh, makasih banget ... fiuh ...."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "*hiks* Entah gimana caranya, tapi aku berhasil bikin kacau lagi hari ini ... Enggak, aku enggak mau nangis, tapi ... *hiks* Ahh! Kita bukannya sudah saling bilang selamat malam tadi? Makasih ... makasih karena sudah mau temani aku ... mau ngehibur aku .... *hiks*"
},
{
"Title": "Tentang Kachina: Turbo Twirly",
"Context": "Ayo dan aku yang kasih namanya! Aku pikirin depannya, \"Turbo\", lalu aku pilih \"Twirly\" soalnya mirip sama gerakan si Ayo kalau lagi beraksi. Aku sering naikin ini buat balapan sama Ayo, dan pernah menang juga loh!"
},
{
"Title": "Tentang Kachina: Gugur",
"Context": "Gugur di Perang Penjaga Malam adalah kehormatan bagi orang Natlan. Karena aku juga pernah mengalaminya, harusnya aku bangga dong yah ... tapi waktu di bawah sana, aku ketakutan. Terus ketakutan. Terima kasih kamu bersedia menantang bahaya, mau jemput aku ke Kerajaan Malam ... *hiks* terima kasih ...."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Legenda",
"Context": "Ada banyak legenda kepahlawanan di Natlan. Cerita yang paling aku suka itu tentang orang besar Traore. Dia keren banget, manusia biasa tapi bisa mengurung Abyss di bawah tanah ... Ah, benar juga. Kamu kan sudah keliling Teyvat nih, pasti tahu banyak legenda dong yah? Aku penasaran ... kalau senggang, boleh ceritain enggak?"
},
{
"Title": "Tentang Kita: Hadiah Kecil",
"Context": "Ayo, ambil yang kamu suka! Anggap saja ini lambang persahabatan kita. Aku bawa bijih dan batu akik paling mulus, paling mengkilap! Ayo, ambil saja! Beneran!"
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Waktu pertama kali lihat Vision ini menyala terang, kirain tuh mataku siwer atau apa gitu. Terang sekali ... lebih mengkilap dari semua permata dan batu akik yang pernah aku lihat. Aku masih jauh lebih lemah dibanding pahlawan dalam legenda, tapi kalau suatu hari nanti ceritaku bisa jadi inspirasi buat orang lain .. aku akan senang sekali. Bisa berguna buat satu orang saja pun ... cukup."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Ayo itu rekanku yang sangat penting! Sekarang dia lebih jinak, tapi pas mudanya dulu dia hobi banget seruduk orang. Dia kuat, sangat kuat, sampai kadang aku bisa jatuh juga kalau kena seruduk. Yah, enggak bisa digimanain juga sih, Tepetlisaurus bahasa kasihnya memang kayak gitu. Aduh, Ayo! Jangan seruduk-seruduk terus! Iya deh, iya, aku diam!"
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Sadar enggak kalau Spinel Fruit itu bentuknya kayak batu akik! Duh, coba kalau mereka tahan lamanya sama kayak batu juga ya."
},
{
"Title": "Tentang Mualani",
"Context": "Mualani itu teman baikku yang pertama! Sebelum ketemu dia, aku enggak tahu di dunia ini ada orang sebaik itu. Aku juga enggak tahu banyak sekali yang bisa dilakuin untuk senang-senang. Lihat, ini kami pas foto bareng. Katanya lompat pas Kamera-nya ngejepret ... aku kelihatan tegang ya? Hehe, memang sih. Soalnya pas itu banyak orang yang ngelihatin ...."
},
{
"Title": "Tentang Kinich",
"Context": "Aku kenal Kak Kinich dari Mualani. Awalnya sih aku takut banget sama matanya ... ngeri, galak banget. Tapi belakangan aku tahu kalau dia tuh suka diam-diam kasih pelajaran ke orang-orang yang menindas aku. Waktu aku kasih hadiah tanda terima kasih, dia nolak. Katanya \"bayaran\" yang dia terima sudah cukup, entah apa maksudnya ...."
},
{
"Title": "Tentang Chasca",
"Context": "Dia itu \"Penengah\" sohor di Natlan, yang katanya bisa menengahi dan menyelesaikan perselisihan macam apa pun dengan mudah. Yah, mungkin dia gitu karena enggak suka lihat orang berantem, kayak aku ...."
},
{
"Title": "Tentang Iansan",
"Context": "Dulu, aku sering minta dilatih sama Iansan supaya jadi lebih kuat. Dia suruh aku latihan fisik super intens, berat, dan harus pakai tenaga sampai melebihi batas kalau mau dikelarin. Untungnya, dia bisa banget ngatur porsi latihannya, jadi begitu beres aku masih ada tenaga buat jalan pulang ... aku bersyukur ada orang kayak dia di hidupku ini."
},
{
"Title": "Tentang Citlali",
"Context": "Mualani bilang padaku kalau kalian bisa menyelamatkanku berkat penemuannya, jadi aku juga harus bertanggung jawab untuk \"Shrine Marrowstone\" yang rusak itu. Lalu aku juga sudah mengumpulkan keberanian buat minta maaf padanya, aku juga memintanya untuk memilih beberapa batu dari koleksiku. Dia malah garuk-garuk kepala dan bilang, \"Kalau aku enggak pilih, malah jadi salah, kan? Kalau begitu kita impas asal aku pilih yang mirip-mirip ya?\". Akhirnya, dia hanya ambil batu obsidian yang terlihat paling biasa, lalu melambaikan tangan dan pergi. Menurutmu, apa aku perlu kasih dia sesuatu yang lain ya? Apa kamu tahu dia suka apa?"
},
{
"Title": "Tentang Xilonen",
"Context": "Setelah aku menerima Marga Kuno, Paman Pacal bawa aku ke tempatnya untuk dibuatkan Turbo Twirly. Keahliannya benar-benar di luar nalar!\nSetelah itu, kami membahas soal hobi batu akik, dan saling memuji koleksi masing-masing. Semua koleksinya ada dalam kondisi prima, dirawat banget tuh sama pemiliknya. Kalau ngomong gaya hidup ... dia kayaknya nyantai banget sih. Pernah aku cari dia ke mana-mana, tapi enggak ketemu. Akhirnya, aku lihat dia yang lagi berjemur santai di pohon, sambil tidur nyenyak ...."
},
{
"Title": "Tentang Archon Pyro",
"Context": "Aku enggak pernah nyangka kalau Archon Pyro bakal sebut aku pahlawan Natlan ... mimpi saja enggak berani. Dia itu idola semua pejuang bangsa ini, dan bisa diakui olehnya itu ... *hiks* Aku selalu terharu kalau keingat soal itu ... duh, pasti nangis nih *hiks* *hiks* Maaf! Maaf! Aku harusnya jangan nangis ...."
},
{
"Title": "Tentang Ifa",
"Context": "Kak Ifa itu dokter Saurian yang hebat banget. Semua Saurian yang dia rawat selalu pulih dan hidup sehat setelahnya! Makan benar, tidur benar, enggak cara masalah, dan enggak gampang sakit! Setiap ada Saurian yang kelihatan sakit, semua orang pasti langsung minta dia datang periksa!"
},
{
"Title": "Mengenal Kachina: I",
"Context": "Marga Kuno-ku adalah \"Uthabiti\", yang artinya teguh bertahan ketika menghadapi kesulitan. Duh, aku sejujurnya bingung kenapa Wayob kasih nama itu ke aku. Aku ini lemah, enggak banyak yang kenal juga ... di saat orang-orang di sekitarku lebih keren dan kuat-kuat, kenapa malah aku yang dapat Marga Kuno?"
},
{
"Title": "Mengenal Kachina: II",
"Context": "Keluargaku ... Aku anak tengah. Kakak yang dididik untuk jadi \"penerus\" papa, sementara mama lebih sering sibuk ngurusin adik. Kami bukan keluarga berada, makanya aku harus jadi anak baik, cepat besar, dan .... setidaknya, enggak boleh bikin mereka selalu khawatir sama aku."
},
{
"Title": "Mengenal Kachina: III",
"Context": "Paman Pacal tuh baik banget sama aku. Setiap kali aku dijelek-jelekin sama orang suku, dia selalu bela. Aku sebenarnya enggak enak setiap kali dia kayak gitu, karena ... kalau ingin dihormati orang, kita harus usahakan sendiri. Ya kan?"
},
{
"Title": "Mengenal Kachina: IV",
"Context": "Aku tahu nangis bukan solusi, dan tidak ada satu pun legenda yang menceritakan seorang pahlawan nangis bombay di depan rekan-rekannya. Aku selalu berusaha menahan air mata supaya enggak netes, tapi ... Ha? Enggak ada yang ngelarang aku nangis? Air mata itu bagus buat melampiaskan emosi? Se-Serius? Menurut kamu gitu? *hiks* Makasih loh ... makasih ... *hiks* Aduh, kenapa aku nangis lagi ya?"
},
{
"Title": "Mengenal Kachina: V",
"Context": "Aku selalu merasa kalau wajar saja orang memandang aku dengan sebelah mata, karena aku ini lemah. Tapi setelah bicara dengan Wayob, aku berubah pikiran. Marga Kuno \"Uthabiti\" ... ya, aku sudah putusin untuk jadi diriku sendiri, versi TERBAIK! Ada beberapa hal yang cuma bisa dikerjakan sama aku seorang. Usaha ... ya. Terus usaha, dan biar batu obsidian ini mencatat semua perbuatanku ... sampai dia bersinar lebih terang dari hari ini!"
},
{
"Title": "Hobi Kachina",
"Context": "Ini batu akik pertamaku. Cantik kan, hijaunya? Tadinya dia sepasang, tapi kembarannya aku kasih ke Mualani. Lihat, polanya mirip air mengalir, ya kan! Kalau yang ini, awalnya kayak warna hitam doang, tapi kalau kena sinar matahari, warna pelangi keluar semua! Hehe, ini koleksi aku kumpulin perlahan-lahan, satu demi satu loh!"
},
{
"Title": "Kekhawatiran Kachina",
"Context": "Mualani pernah kasih aku topi gede. Keren banget, cocok buat nahan terik matahari. Aku suka banget ... tapi lama-kelamaan dia berubah jadi topi bulu. Akhirnya aku pakai topi yang sekarang, karena bulu Saurian enggak bisa nempel ke situ."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Aku doyan keripik Grainfruit! Lebih suka kalau keripiknya bisa ditumpuk rapi dan sempurna, kayak menara!"
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Hah? Ini cuma seporsi?! Kalau enggak dihabisin, aku kurang ajar dong sama kokinya! Duh, bi-bisa! Bisa aku habisin. Suapannya kecil-kecil Kachina ... kecil ... pelan-pelan ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Wah, serius nih buat aku? Enak banget! Aku mau nikmati setiap gigitannya, pelan-pelan ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Rasa, aroma, tampilan ... semuanya sempurna! Kalau ada lomba masak, aku yakin kamu bisa menang!"
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Terima kasih usaha dan waktunya! A-Aku janji akan habisin ini, tapi ... minta waktu ya!"
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Selamat ulang tahun! Ini kadonya, Pika yang dipahat dari Iridescent Opal. Hangat kalau dipegang, tapi enggak terlalu mencolok, jadi gampang kelewat kalau dicari di tambang. Semakin banyak yang kamu bawa, semakin mengkilap dia! Ini salah satu batu akik kesukaanku, semoga kamu juga suka ya."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Telingaku ... bergetar? Ini bukan panik, ini ... bahagia? Maaf, aku enggak bisa kendalikan, aku amat sangat bersemangat nih soalnya ... aku tutupin saja deh."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Kamu peduli banget ya sama aku ... *hiks* Duh, kenapa malah nangis ... aku terharu banget sih. *hiks*"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "\"Meski istana raja telah hangus terbakar, api yang membara itu takkan pernah padam. Biarlah fajar menyingsing olehnya, lebih terang dari segala yang sudah-sudah\". Salah satu kalimat orang besar Traore yang paling aku suka. Berusaha terus! Sampai bisa!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Kamu kasih lihat aku begitu banyak hal baru dan menarik, aku belajar banyak, wawasan juga bertambah ... hutang budi ini entah harus gimana balasnya, tapi aku juga ingin cari tahu sendiri jawabannya. Mulai hari ini, izinkan aku jadi pahlawan ... yang melindungimu setiap waktu!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Putaaar!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Sha~zam!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Siap-siap!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: IV",
"Context": "PUTAR TERUUUSSS!!!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: V",
"Context": "Gelombang kejut!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: VI",
"Context": "Ayo maju, Twirly!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Munduuur!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Bor terusss!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Jangan mendekat."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Woah! Banyak batu-batu mengkilap!"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Kamu juga koleksi batu akik? Ya iyalah, semua juga suka. Cantik gitu!"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Perlu dibereskan? Sini, aku ahlinya loh."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Santai, enggak kerasa!"
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Kachina ... yang benar ah!"
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "A-Aku bisa! Harus bisa!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Jangan lupa sama aku!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Aku datang! Serahkan saja padaku!"
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Maaf ... aku terlalu memaksakan diri."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Namaku ... aku harus menjunjungnya ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Kacau ... aku salah ... lagi ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Ringan: I",
"Context": "Cuma lecet!"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Aduh ... aman, aman!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "WAH! Aku ... boleh gabung?!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "ASYIK! Ayo!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Hehe, bisa belajar dari kamu lagi nih!"
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Sama seperti anak-anak di suku \"Putra-Putri Gema\" lainnya, Kachina tumbuh besar bersama dengan Tepetlisaurus yang menggemaskan, dikelilingi permata-permata berkilauan yang digali dari pegunungan, dan bersama kisah para pahlawan yang diwariskan turun-temurun dari para tetuanya.\nKachina sangat hafal dengan jalan-jalan di gunung dan ahli mencari bijih mineral yang terkubur jauh di bawah tanah. Di waktu luangnya, dia sering menghabiskan waktu bersama anak-anak lainnya untuk pergi ke studio musik milik para musisi dan menari menyanyi mengikuti irama lagu.\nTumbuh besar di lingkungan yang begitu, benturan dan luka kecil adalah hal yang lumrah, dan Kachina sendiri juga akan merasa sakit lalu menangis, seperti anak-anak pada umumnya. Tapi di saat anak-anak lain masih belum pulih dari rasa sakitnya, Kachina sendiri sudah menyeka air matanya dan kembali berdiri lagi.\nBagi orang lain, dia tentu adalah anak baik, tapi Kachina tidak terlalu mengerti kenapa dirinya yang sangat biasa ini bisa dianugerahi Marga Kuno \"Uthabiti\".\nBagian mana dari diri Kachina yang menyerupai deskripsi keteguhan pada nama yang agung ini? Kachina yang masih kecil belum menemukan jawabannya.\nTapi dia sudah diberi kehormatan besar ini, maka dia memiliki kewajiban untuk mengikuti Ziarah Kembalinya Api Keramat. Apalagi, bisa pulang dengan kemenangan dalam Ziarah ini, dan menorehkan namanya di dalam daftar pahlawan legenda merupakan harapan setiap pejuang Natlan, termasuk Kachina sendiri.\nSelama kegagalannya berkali-kali, dia bukan cuma bersedih saja, saat menghadapi tatapan mata rekannya yang penuh dengan kekecewaan, dia tidak sanggup mengangkat kepalanya. Namun dia tetap menghapus air matanya dan bangkit kembali.\nTapi dia yang sudah kalah berkali-kali, apakah benar bisa menang dalam Ziarah Kembalinya Api Keramat? Hatinya yang penuh dengan pergumulan kembali dilanda kebingungan."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Selain informasi pribadi yang harus ditulis di dalam formulir pra-pendaftaran Ziarah Kembalinya Api Keramat, masih ada satu halaman lampiran yang harus diisi. Informasi itu mencakup namun tidak terbatas pada hobi, pengalaman pribadi, dan hal lainnya. Awalnya ini hanya untuk memudahkan tim promosi untuk membuat bahan-bahan supaya para kontestan menjadi populer, tapi informasi-informasi mengenai kontestan yang sudah populer tentu saja tidak perlu diperoleh dengan cara seperti ini. Sedari awal, semua informasi ini sudah beredar di mana-mana. Perlahan-lahan, tidak ada yang menganggap serius halaman lampiran ini lagi. Dan sepertinya hanya Kachina yang akan mengisi setiap bagian dari lampiran ini dengan hati-hati setiap kalinya.\n\"Hobi: Menari.\"\nAnggota Putra-Putri Gema sedikit banyak pasti mengerti soal tarian lah. Dalam stereotip suku Natlan lainnya, tarian adalah sejenis bakat yang sudah mengalir di dalam darah Putra-Putri Gema. Begitu musik dialunkan, maka anak Nanatzcayan pasti akan mengayunkan seluruh badannya tanpa sadar sambil mengikuti alunan musik yang diputar. Tapi Kachina memang sangat unggul dalam tarian. Dalam usianya yang masih kecil, dia sudah bisa mengontrol penuh seluruh anggota tubuhnya. Gerakannya saat dia memindahkan beban tubuhnya tampak semulus gerakan berenang Koholasaurus. Kak Pochtli bahkan memujinya berkali-kali, padahal jelas-jelas dia bukan orang yang suka mengumbar-umbar pujian. Sebenarnya Kachina ingin menuliskan fakta ini untuk membuktikan bahwa ada banyak hal yang bisa dituliskan olehnya. Tapi dia khawatir menulis ini akan membuatnya terlihat sedikit sombong, jadi akhirnya dia membatalkannya.\nHobi yang lain ... Dia tetap belum bisa menuliskannya meski sudah lama dipikirkan.\nMenggali.\nYang membuatnya malu adalah, sebenarnya sama dengan kebanyakan anggota Putra-Putri Gema yang lain, bahwa dia sendiri suka menggali terowongan ke sana-sini pada waktu luangnya. Setiap kali dia menemukan tambang bijih di terowongan, selalu ada secercah kehangatan yang mengalir dalam hatinya ... Sebuah kehangatan yang hanya bisa dimengerti oleh para anggota Putra-Putri Gema. Tapi kalau menuliskan \"menggali\" di kolom hobi, pasti akan membuatnya terlihat kurang menarik.\n\"Serius deh, aku sudah tidak punya kelebihan yang lain lagi.\" Dia menarik napas panjang.\nSelanjutnya adalah, kerabat terdekat.\n\"Ayah, Ibu, Ayo ....\" Dia memulai dengan menuliskan anggota keluarganya dulu.\nSelain ayah ibu yang memberikan kehangatan dan cinta kepada Kachina, orang yang paling dekat dengannya adalah rekan Tepetlisaurus miliknya, Ayo. Pada saat dia mulai menggali sendirian untuk pertama kalinya, Ayo-lah yang menemaninya di sisinya. Saat mendengarkan cerita legenda dari ayah dan ibunya, saat dia keluar dan berbuat onar, yang selalu ikut di belakangnya juga adalah Ayo. Kalau mengingatnya, Kachina pasti tersenyum tanpa sadar.\nDia masih ingin menambahkan nama lain di antara garis-garis formulir, misalnya Mualani yang selalu menggunakan senyumannya untuk menyemangatinya, atau Kinich yang selalu mengulurkan tangannya saat dibutuhkan, atau Paman Pacal yang ada di suku ... Tapi mana muat kalau semua nama itu mau dilampirkan di formulirnya! Akhirnya dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya.\nSetelah mengisinya dengan susah payah, saat dia menyerahkan formulirnya kepada petugas, petugas itu malah membalasnya dengan tatapan terkejut setelah melihat Kachina mengisi setiap bagian lampiran itu dengan penuh dan sungguh-sungguh.\n\"Tidak masalah kok kalau bagian lampiran tidak diisi.\" Demikian canda sang petugas.\n\"Tidak apa-apa. Aku ingin menyelesaikan hal yang aku anggap penting dengan serius\", jawab Kachina."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Sejarah Putra-Putri Gema dan Tepetlisaurus hidup bersama itu sudah lebih lama dari umur kakeknya kakek Kachina. Orang-orang sudah terbiasa bekerja, hidup bersama, bahkan menjalin hubungan rekan dengan Tepetlisaurus.\nBagi Putra-Putri Gema, Saurian itu tidak seperti hewan ternak yang dibunuh dan dikuasai oleh manusia, juga tidak seperti hewan peliharaan yang harus mengikuti keinginan tuan manusianya. Mereka dan manusia memiliki kedudukan yang sama.\nKebanyakan Tepetlisaurus dan manusia menjalin hubungan atas dasar kerelaan mereka sendiri. Sama seperti Ayo dan Kachina.\nSarang para Saurian dan pemukiman manusia juga tidak jauh jaraknya. Karena tinggal berdekatan, mereka saling bertemu, dan lama-kelamaan, manusia dan Saurian hidup sebagai tetangga yang harmonis. Saat bertemu di masa-masa tertentu, juga jadi tidak aneh.\nPernah ada suatu kali, Kachina yang masih kecil sering bertemu dengan Tepetlisaurus kecil yang sangat kekar di persimpangan jalan menuju area tambang. Bagi Kachina, tetangga yang jujur ini pantas mendapatkan sebuah sapaan. Makanya, setiap kali bertemu dengannya, dia pasti akan menyapa: \"Halo\".\nLama-kelamaan, Tepetlisaurus kecil ini sepertinya mengingat Kachina. Perlahan-lahan, mereka jadi makin sering bertemu dalam kesempatan yang lain. Saat latihan menari di tempat kosong terbuka, saat sedang memetik Grainfruit, saat sedang menangkap ikan di sungai ... Lama-kelamaan, mereka bukan hanya saling menyapa, tapi kadang sampai bertukar hadiah.\nRupanya menjalin persahabatan dengan Tepetlisaurus kecil ini semudah itu ya. Kachina sama sekali tidak perlu memikirkan berbagai cara untuk membuktikan nilainya kepada Saurian kecil itu, juga tidak perlu menyediakan imbalan khusus baginya. Mereka hanya perlu merasa nyaman saat sedang bertemu, sehingga mereka jadi sering berkumpul bersama.\nSampai suatu hari, Tepetlisaurus kecil ini mengikuti Kachina sampai ke rumahnya. Sejak saat itu, dia menjadi rekan keluarga Kachina, dan diberi nama oleh Kachina: Ayo. Semua ini terjadi dengan begitu alaminya, sama seperti ikan yang sudah ditakdirkan hidup di dalam air, dan burung yang ditakdirkan untuk terbang bebas di udara.\nSejak saat itu, Ayo selalu menunjukkan kesetiaan dan kecintaan terhadap temannya. Berbeda dengan teman-teman bermain yang tumbuh besar bersama Kachina, yang meninggalkan Kachina dengan teganya setelah Kachina kalah berkali-kali kalah dalam Ziarah Kembalinya Api Keramat. Mereka bahkan menyindirnya. Tapi Ayo tetap berdiri kokoh di sisinya, dengan tanduknya yang tajam, dan tidak pernah goyah."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Marga Kuno \"Uthabiti\" memiliki arti keteguhan. Sedari awal, Kachina tidak merasa pantas bisa menyandang Marga Kuno yang penuh dengan kebanggaan ini.\nSetelah membaca kain tenun kuno dan mengetahui seperti apa para pahlawan yang menyandang nama ini, dia malah jadi lebih galau!\nMereka semuanya memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan selalu berani dan bersemangat, terlepas dari bahaya apa pun yang mereka hadapi. Dan akhirnya mereka dipuja oleh generasi selanjutnya; Ada juga pahlawan yang tetap mempertahankan karakter yang mulia meski di tengah-tengah lingkungan yang sulit dan kejam. Mereka mempertahankan tanah airnya dengan kekuatannya sendiri, menjalani tanggung jawabnya dengan teguh sampai akhirnya mangkat. Setelah dia merefleksikan semua itu ke dalam dirinya sendiri, dia merasa tidak memiliki keberanian seperti pejuang Berlimpah Jaya, juga tidak memiliki kegesitan seperti para kesatria Bunga Bersayap. Memang sih, dia tidak ingin menjadi orang lemah yang bisa ditindas siapa saja. Tapi dia itu memang sering diejek dan ditindas sehingga jadi cengeng.\n\"Orang yang teguh mana boleh nangis terus?\"\nJaraknya dengan kata \"teguh\" ini benar-benar sangat jauh. Setelah dia menyadari kesimpulan ini, dia sempat kecewa berat untuk sesaat, bahkan pernah menjadi depresi. Tapi sebentar saja, dia sudah bisa terlepas dari emosi itu. Bukan karena dia sering latihan dan ingin menjadi pejuang yang hebat, juga bukan karena dia sudah mengerti tentang hukum baru di dunia ini. Meski sebagian adalah berkat perhatian yang diberikan oleh keluarga dan kerabatnya, tapi alasan dia mengambil pilihan ini sebagian besar adalah karena kebiasaannya sendiri.\nBahkan pada saat dia masih lebih muda, setiap kali anak yang lain terjatuh, mereka pasti akan menangis tersedu-sedu lebih dulu. Tapi Kachina berbeda. Dia akan berdiri lebih dulu. Meski lukanya masih sakit, dan air mata sudah mengalir ke pipinya, tapi semua ini hanya reaksi dari tubuhnya. Dengan penuh kesadaran, dia merasa bahwa dia harus berdiri dengan tegar, lalu melihat batu yang membuatnya tersandung, baru menangis.\nSekarang juga begitu, saat menghadapi masa depan yang kelam, dia merasa sangat takut dan sangat kecewa. Bahkan karena usianya yang masih muda, dia tidak bisa menyembunyikan emosinya sendiri, semua pikiran negatifnya bagaikan tercetak dengan tegas di mukanya. Tapi Kachina tetap akan bangkit sekali lagi, sambil menangis terisak-isak, menunjukkan muka yang benjol sana-sini, dia akan melanjutkan latihannya dan maju ke depan.\nDia sadar kalau ini berarti dia tahan dihajar. Tapi, menurut Paman Pacal yang lebih dewasa dan lebih ahli dalam bertutur kata:\n\"Meski manusia itu lemah, mereka memiliki keberanian untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Keagungan manusia akan terlihat melalui proses ini.\"\nMungkin saja ... Kachina memang teguh."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Sejak kepulangannya dari Kerajaan Malam, cara keluarga lain di suku menatap Kachina dan keluarga sepertinya sedikit berubah.\nOrang-orang yang belum pernah berhubungan dengannya, mulai menunjukkan sikap hormat saat bertemu dengan keluarga Kachina. Dari yang cuma ngobrol seadanya santai saat bertemu juga sudah mulai memutuskan untuk bersosialisasi dengan mereka.\nTerlepas dari ada atau tidaknya Kachina, topik yang dibahas semua orang pasti akan mengarah ke dirinya secara tidak sengaja. Mereka semua memuji Kachina sebagai sosok yang berani dan teguh. Semua bagian dari dirinya tidak bisa luput dari pujian orang-orang, mulai dari Ayo, sampai ke telinganya. Telinga yang berbeda dari orang biasanya ini awalnya hanya dianggap sebagai turunan dari nenek moyang yang aneh, namun sekarang malah dianggap sebagai bukti bahwa Kachina memang berbeda dari sejak lahir.\nSetelah melalui begitu banyak rintangan, dia yang akhirnya kembali dengan keberhasilan memang tidak salah lagi merupakan lambang dari keteguhan. Berbagai kegagalan yang pernah dilaluinya dianggap sebagai catatan kaki untuk seluruh pencapaiannya, yang tenggelam di dalam suara sorakan dan pujian.\nKachina merasa sedikit tidak nyaman, kesalahan dan air matanya diabaikan oleh orang lain begitu saja. Jelas-jelas semua pengalaman itu pernah terjadi, tapi semua itu malah seperti tertutupi oleh cahaya kesuksesannya.\nOrang lain boleh saja lupa dengan berapa kali kegagalan yang dilaluinya, tapi dia sendiri tidak mungkin lupa, dan dia merasa tidak boleh lupa.\nKachina terus merasa dia tidak bisa dibandingkan dengan para pahlawan yang pernah menang selama sekian kalinya. Keberhasilannya kali ini tidak terlepas dari dukungan semua sahabatnya. Dia sama sekali tidak mungkin berubah menjadi sosok sempurna yang dielu-elukan oleh orang lain secara tiba-tiba.\nSaat dilanda kesedihan dan kekecewaan, Kachina masih berlinang air mata. Dia masih tetap ingin menjadi seorang Kachina yang terus melangkah maju, dan akan terus bangkit berdiri meskipun telah jatuh berkali-kali.\n\"Tidak jatuh memang benar merupakan salah satu perwujudan dari keteguhan. Menjaga keaslian diri sendiri di dalam wanginya bunga segar dan indahnya sorakan dan pujian mungkin juga bisa disebut sebagai sebuah keteguhan.\"\nJauh di dalam lubuk hati Kachina, nama \"Uthabiti\" ini sudah memiliki sebuah pemahaman yang lebih dalam lagi."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Setiap anak Nanatzcayan pasti pernah mendengar fabel tentang bijih mentah dan batu permata. Orang tua Kachina juga pernah menceritakan sebuah kisah demikian sebelum tidur.\nSaat bijih mentah masih belum digali oleh Putra-Putri Gema, dia terlelap dengan tenang bersama dengan cangkang batu dan lumpur di kedalaman tanah di bawah pegunungan.\nPada awalnya, dia masih belum tahu dia memiliki potensi untuk menjadi batu permata, dia hanya bisa menerima kegelapan dan kesepian yang sangat lama. Dia juga tidak menyebut diri sendiri sebagai batu permata.\n\"Aku cuma sebuah batu yang biasa-biasa saja\", begitu pikirnya.\nSampai suatu hari ada angin besar yang meniup tanah permukaan, aliran sungai menyapu lumpur dan pasir, serta gempa bumi meretakkan permukaan batu, palu dari Putra-Putri Gema akhirnya berhasil mengoreknya dari kedalaman gunung. Pada saat itu, dia masih tetap belum menyadari bahwa ada sebuah cahaya yang bersinar yang ternyata terkandung di dalam intinya sendiri.\nSaat dihancurkan dan dipoles, bijih mentah merasakan kesakitan yang amat sangat, palu dan roda gerinda sudah merenggut banyak bagian yang ada di dalam tubuhnya. Lapisan luar yang biasa saja dikikis, pola yang melambangkan ketakutan dan kelemahan dipoles. Proses ini membawa kebahagiaan dan keindahan bagi para Putra-Putri Gema, tapi yang dirasakan oleh bijih mentah hanyalah ketidaknyamanan dan kesakitan. Dia bertanya kepada palu dan roda gerinda:\n\"Kenapa aku harus melalui semua ini?\"\nSupaya kamu bisa menunjukkan esensimu sebagai batu permata.\nTapi kalimat ini tidak pernah diucapkan. Berbeda dengan bijih mentah, palu dan roda gerinda sudah mengikuti pemolesan ribuan bahkan jutaan kali banyaknya, mereka sudah menjadi saksi saat batu permata pertama kali memancarkan cahayanya. Tapi mereka tidak menjawabnya, mereka hanya terdiam seribu bahasa.\nSetelah pekerjaan terakhir selesai, bijih mentah baru bisa melihat dirinya sendiri yang mirip seperti batu permata, dari mata orang lain tentunya.\nSaat berjalan sendirian di Kerajaan Malam, Kachina terus mengingat kembali kisah ini. Dia masih ingat saat dia bertanya kelanjutan kisah itu kepada orang tuanya. Sebenarnya bentuk batu permata itu seharusnya seperti apa sih? Tapi dinginnya Kerajaan Malam membuat ingatannya menjadi kabur. Kachina tidak bisa mengingat kelanjutan kisah itu lagi. Untung saja, ingatannya tentang kedua orang tuanya bisa memberikan sedikit kehangatan baginya, sehingga bara api dalam jiwanya bisa terus menyala. Dia pun memutuskan untuk berhenti mempertanyakan dirinya sendiri. Entah dia itu bijih mentah yang disisihkan oleh palu yang tajam, atau batu permata seperti yang diharapkan oleh dirinya sendiri, dia akan terus melangkah maju. Masih ada banyak hal yang masih belum dilakukannya, masih ada banyak orang yang masih belum ditemuinya.\nSaat dia bermandikan cahaya matahari, dia melihat Pengembara yang mengulurkan tangannya, lalu dia merasa, dia sudah mengetahui bagaimana bentuk batu permata yang seharusnya:\nMemiliki struktur yang kokoh, dan bisa menahan beratnya dunia ini dalam kondisi sesulit apa pun.\nMemiliki harapan yang tak pernah padam yang bisa menerangi dunia yang paling gelap sekalipun.\nSekarang, dia sudah menang dalam Ziarah Kembalinya Api Keramat dan berhasil membuktikan dirinya sendiri. Hari itu akhirnya tiba, hari-hari saat seluruh pandangan tertuju padanya, yang menghadirkan tekad dan keberanian baginya. Archon Pyro mengatakan kepadanya, nama Kachina akan dijahit ke bendera Penguasa Angin Malam, sebagai satu bagian dari kisah heroik para pahlawan di Natlan, yang akan dialirkan ke Ley Line, dan menjadi legenda yang abadi.\nAir mata dan keberanian akhirnya berhasil menempa sebuah batu permata yang bernama: Kachina."
},
{
"Title": "Bendera Uthabiti",
"Context": "Kami melafalkan nama para leluhur, kami menyanyikan nama para pahlawan.\nPara pemberani yang melanjutkan Marga Kuno Uthabiti akan kami catat dan tenun ke dalam bahasa mereka.\nUntaian benang emas pertama dipersembahkan kepada pemilik pedang yang menciptakan nama ini, seorang wanita yang parasnya tidak dikumandangkan, dan tinggi badannya tidak berbeda jauh dari seorang anak kecil.\nDia pernah menahan tebing yang akan runtuh dengan kedua tangannya, dia pernah memikul beban penduduk di keseluruhan suku dengan kedua bahunya.\nPemikiran dan semangatnya lebih luar biasa puluhan kali lipat dari pejuang yang memiliki tubuh yang paling kekar dalam seluruh sejarah di seantero Natlan.\nApi kehidupan pahlawan ini padam dengan cepat, namun yang diwariskannya adalah sebuah senyum tawa tanpa kekhawatiran, sama seperti air yang meluap-luap dari tanggul tinggi.\nMeski napasnya terputus, meski detak jantungnya terhenti, para penenun masih bisa mendengarkan suara ombak yang menderu dari tubuhnya, sampai tujuh hari tujuh malam lamanya sebelum suara itu hilang.\nUntaian benang perak kedua dipersembahkan kepada pemilik perisai yang mengangkat nama ini dari sungai konsep sekali lagi, dia tidak pernah melepaskan perisainya sedetik pun semasa hidupnya.\nMeskipun dirinya sendiri kurus bagai sebatang ranting muda, tapi dia tetap mengawal pertempuran sepanjang tahun, bagai perisai yang kokoh. Meski waktu berlalu, tekadnya tetap teguh.\nBadannya tetap tak bergeming bagai perisai kokoh, sedangkan jiwanya terus berseru saat berada di medan perang.\nMeski sudah di dalam kendi perabuan, abu jenazahnya masih tetap padat, dan pada akhirnya merusak wadah tersebut. Semua yang hadir menjadi saksi dan menyatakan bahwa dia tidak layak ditempatkan di kuburan sekecil itu.\nPada akhirnya, jasadnya disebarkan di antara pegunungan. Kerikil sebening kristal bertubrukan dengan dinding batu yang akhirnya menimbulkan suara gema yang menggelegar.\nUntaian benang ketiga dipersembahkan kepada mereka yang tak bernama yang hilang di antara lapisan-lapisan bendera, yang seluruh kebaikan dan kisah heroiknya sudah tenggelam dilahap oleh sejarah.\nJika bukan karena Wayob yang memberi petunjuk, kami sekarang pasti sudah tidak bisa mengenali jejak yang mereka tinggalkan dari darah dan air mata.\nAkhir dari pahlawan selalu merupakan sebuah ketenangan. Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mendoakan agar mereka semua bisa bahagia dan puas di dalam pengorbanan dirinya.\nUntaian benang keempat ditenun dari sutra bulu Saurian, dipersembahkan kepada penghunus tombak yang membuat nama ini kembali membara di Ziarah Kembalinya Api Keramat sekali lagi.\nDalam Kerajaan Malam, dia akan selalu bersama dengan jiwa pahlawan yang bertempur selamanya, dia akan mengarungi kegelapan malam yang mengerikan, dan kembali dengan membawa kemenangan.\nAir mata tidak akan mengotori cahaya kehormatan Uthabiti. Kepulangannya berhubungan erat dengan dimulainya era yang baru.\nKami melafalkan nama para leluhur, kami menyanyikan nama para pahlawan ....\n\"Barang siapa yang berani berdiri tegak layaknya gunung tinggi, yang tulang-belulangnya kokoh bak menara pertahanan, yang berani menatap matahari dengan langsung, dia akan dihadiahkan kepada sang keabadian.\"\n\"Ketakutan hendaknya takut kepadaku, karena tubuhku terbuat dari bara api yang menjilat-jilat, karena aku ditakdirkan untuk membakar seluruh yang lemah dan rendah, untuk dibentuk menjadi tulisan prasasti pada akhirnya.\""
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Kisah ini terjadi setelah Ziarah Kembalinya Api Keramat pertama berakhir. Ziarah Kachina yang pertama berakhir dengan kegagalan. Semua harapannya sebelumnya membuatnya jatuh terpuruk ke dalam kehampaan. Kemampuannya diragukan oleh orang-orang. Dan yang paling membuatnya menderita adalah, dia mulai meragukan diri sendiri, dan ini di luar kendalinya sendiri.\nApa mungkin Wayob bisa salah menilai orang juga? Apa benar dia benar-benar seperti yang ditulis di dalam sajak, bahwa dia bisa \"membakar seluruh yang lemah dan rendah\"? Atau mungkin ... dia malah anak kecil yang lugu dan tak berdosa, yang dibakar habis itu ...?\nPada saat itu, Kachina kembali menemukan makna penggalian bagi dirinya.\nDia selalu suka masuk ke bagian dalam pegunungan dan mencari-cari barang yang berharga. Tapi kali ini, dia tidak menggali untuk mencapai tujuan tertentu. Dia hanya membawa alat bor dan terus mengebor ke depan. Seolah-olah saja semua kesedihan dan kekecewaannya akan berhasil dilampiaskan melalui bor di tangannya kalau dia terus mengebor seperti ini. Dan dia membayangkan bahwa dia sendiri yang menjadi bor itu, terus mengebor sampai jantung gunung.\nDia merasa bisa terus mengebor masuk ke dalam kegelapan. Bahkan kadang dia masih menggali barang-barang yang berharga. Ini membuatnya merasa lebih bahagia daripada menahan keraguan dan kegagalan dalam dirinya. Tapi di atas permukaan sana, Ziarah yang baru saja lewat tidak akan bisa dihapus lagi. Kegagalan selalu beriringan dengan waktu yang berjalan, dan akan terus menghantui Kachina ke mana pun dia melangkah. Meski dia bersembunyi di dalam kegelapan, maupun berdiri di bawah terik matahari, dia tetap merasakan kesedihan yang mendalam. Kalau harus dibandingkan, bersembunyi di kegelapan itu membuatnya lebih menderita. Karena kata kegagalan terus bergema di dalam pikirannya. Ini bahkan lebih membuatnya sedih daripada rasa capek saat mengeluarkan air mata dan keringat dalam pelatihan Ziarah Kembalinya Api Keramat.\nAda pepatah bagi orang Natlan, Putra-Putri Gema adalah sekelompok orang yang keras kepala. Dalam hidupnya, mereka harus seperti tanduk di kepala Tepetlisaurus, lembut namun tajam, dan menuju ke depan untuk selamanya. Sama seperti kalimat ini, yang ada di seluruh benak Kachina sekarang ini hanyalah maju, maju, dan terus maju. Tidak ada pilihan lain selain maju ke depan baginya.\nMungkin saja dia memang tidak ditakdirkan untuk menjadi pahlawan yang agung. Dia hanya bisa mencoba untuk melangkah ke depan, satu demi satu.\nTentu saja, yang tidak dia pahami adalah, membusungkan dada dan berteriak keras-keras kalau dia harus menang dan harus terus melangkah maju tentu saja merupakan sikap yang diharapkan oleh orang-orang. Tetapi mengatupkan rahangmu, menggertakkan gigi, dan bergerak maju perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit, juga merupakan sebuah sikap yang tetap luar biasa!\nSelama dia berada di bawah tanah, dia terus memikirkan hal-hal seperti ini.\nBersamaan dengan waktu itu, dia kadang-kadang berhasil menggali barang yang menarik.\nMisalnya, Vision miliknya.\nSaat dia mendapatkan Vision miliknya sendiri, tentu saja dia sangat bahagia. Tapi dia sudah pernah merasakan antusiasme yang membara seperti ini satu kali, yakni pada saat dia memperoleh Marga Kuno Uthabiti.\nPengakuan Archon ataupun Wayob tidak berarti bahwa dia akan bisa berhasil menciptakan sesuatu yang luar biasa. Dia sudah mempelajari kebenaran ini dari kenyataan. Tapi, yang masih belum dipelajari olehnya adalah:\nPada tahap ketika legenda para pahlawan mulai terbentuk, mereka semua masih belum mencolok, mereka belum bersinar, dan belum bisa menjadi inspirasi. Namun, dorongan dan motivasi untuk menghasilkan karya yang luar biasa sudah hampir meledak di dalam hati sanubarinya. Asalkan mereka tidak pernah berhenti untuk terus melangkah maju, maka masa depan mereka pasti akan bersinar dengan cerah.\nTapi apa daya, orang-orang di dalam cerita tidak akan pernah bisa mengetahui akhir cerita lebih dulu. Makanya, mereka tidak pernah memikirkan masa depan. Mereka terus berjuang untuk menggapai masa depan, meski harus meneteskan air mata yang menjadi semakin indah dalam hidup mereka."
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 210000,
"Name": "Tawny Peaks, Spired Rock",
"Description": "Model pakaian Kachina. Sarung tangan keras, cek. Sepatu anti lusuh, cek. \"Uthabiti\" Kachina, siap menghadapi segala tantangan!",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104174,
113065,
101249,
112106,
104355,
113060
],
"NameCard": {
"Name": "Kachina: Twirly",
"Description": "Style Kartu Nama.\nBagian atas Turbo Twirly sangatlah stabil, tapi kalau bagian bawahnya macet ... siap-siap mabuk deh.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Kachina",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Kachina"
}
}