{
"Id": 10000045,
"PromoteId": 45,
"Sort": 30,
"Body": 3,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Rosaria",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Rosaria",
"Name": "Rosaria",
"Description": "Seorang suster yang selain dari pakaiannya, tidak terlihat seperti seorang suster sama sekali. Dikenal karena kata-katanya yang tajam dan dingin. Sering terlihat bekerja sendiri.",
"BeginTime": "2021-04-06T18:00:00+08:00",
"Quality": 4,
"Weapon": 13,
"BaseValue": {
"HpBase": 1030.3239,
"AttackBase": 20.12304,
"DefenseBase": 59.514
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 22
},
{
"Type": 4,
"Value": 32
},
{
"Type": 7,
"Value": 22
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 4531,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P} ×2",
"DMG Tahap 4|{param4:F1P}",
"DMG Tahap 5|{param5:F1P}+{param6:F1P}",
"DMG Charged Attack|{param7:P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param8:F1}",
"DMG Selama Plunging|{param9:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param10:P}/{param11:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 453101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.5246,
0.516,
0.3182,
0.6966,
0.41624,
0.43,
1.3674,
25,
0.639324,
1.278377,
1.596762
]
},
{
"Id": 453102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.5673,
0.558,
0.3441,
0.7533,
0.45012,
0.465,
1.4787,
25,
0.691362,
1.382431,
1.726731
]
},
{
"Id": 453103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.61,
0.6,
0.37,
0.81,
0.484,
0.5,
1.59,
25,
0.7434,
1.486485,
1.8567
]
},
{
"Id": 453104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.671,
0.66,
0.407,
0.891,
0.5324,
0.55,
1.749,
25,
0.81774,
1.635134,
2.04237
]
},
{
"Id": 453105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.7137,
0.702,
0.4329,
0.9477,
0.56628,
0.585,
1.8603,
25,
0.869778,
1.739187,
2.172339
]
},
{
"Id": 453106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.7625,
0.75,
0.4625,
1.0125,
0.605,
0.625,
1.9875,
25,
0.92925,
1.858106,
2.320875
]
},
{
"Id": 453107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.8296,
0.816,
0.5032,
1.1016,
0.65824,
0.68,
2.1624,
25,
1.011024,
2.02162,
2.525112
]
},
{
"Id": 453108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.8967,
0.882,
0.5439,
1.1907,
0.71148,
0.735,
2.3373,
25,
1.092798,
2.185133,
2.729349
]
},
{
"Id": 453109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.9638,
0.948,
0.5846,
1.2798,
0.76472,
0.79,
2.5122,
25,
1.174572,
2.348646,
2.933586
]
},
{
"Id": 453110,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.037,
1.02,
0.629,
1.377,
0.8228,
0.85,
2.703,
25,
1.26378,
2.527025,
3.15639
]
},
{
"Id": 453111,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.1102,
1.092,
0.6734,
1.4742,
0.88088,
0.91,
2.8938,
25,
1.352988,
2.705403,
3.379194
]
},
{
"Id": 453112,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.1834,
1.164,
0.7178,
1.5714,
0.93896,
0.97,
3.0846,
25,
1.442196,
2.883781,
3.601998
]
},
{
"Id": 453113,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.2566,
1.236,
0.7622,
1.6686,
0.99704,
1.03,
3.2754,
25,
1.531404,
3.062159,
3.824802
]
},
{
"Id": 453114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.3298,
1.308,
0.8066,
1.7658,
1.05512,
1.09,
3.4662,
25,
1.620612,
3.240537,
4.047606
]
},
{
"Id": 453115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.403,
1.38,
0.851,
1.863,
1.1132,
1.15,
3.657,
25,
1.70982,
3.418915,
4.27041
]
}
]
},
"Id": 10451,
"Name": "Spear of the Church",
"Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 5 serangan berturut-turut menggunakan tombak.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina untuk menerjang ke depan, mengakibatkan DMG pada musuh di jalurnya.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan DMG area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_03"
},
{
"GroupId": 4532,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Skill|{param1:P}+{param2:P}",
"Cooldown|{param3:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 453201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.584,
1.36,
6
]
},
{
"Id": 453202,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.6278,
1.462,
6
]
},
{
"Id": 453203,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.6716,
1.564,
6
]
},
{
"Id": 453204,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.73,
1.7,
6
]
},
{
"Id": 453205,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.7738,
1.802,
6
]
},
{
"Id": 453206,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.8176,
1.904,
6
]
},
{
"Id": 453207,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.876,
2.04,
6
]
},
{
"Id": 453208,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.9344,
2.176,
6
]
},
{
"Id": 453209,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.9928,
2.312,
6
]
},
{
"Id": 453210,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.0512,
2.448,
6
]
},
{
"Id": 453211,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.1096,
2.584,
6
]
},
{
"Id": 453212,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.168,
2.72,
6
]
},
{
"Id": 453213,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.241,
2.89,
6
]
},
{
"Id": 453214,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.314,
3.06,
6
]
},
{
"Id": 453215,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.387,
3.23,
6
]
}
]
},
"Id": 10452,
"Name": "Ravaging Confession",
"Description": "Rosaria bergerak dengan cepat, muncul di belakang musuh, lalu menusuk dan menebas dengan polearm, mengakibatkan Cryo DMG.\nTalenta ini tidak dapat digunakan untuk bergerak ke belakang musuh yang bertubuh lebih besar.\n\nMereka yang mengaku dosa pada Suster Rosaria tidak akan mendapatkan pengampunan. Sebaliknya, para pendosa akan menerima hukuman dingin yang menusuk tulang, masing-masing sebanding dengan berat dosa yang mereka lakukan.",
"Icon": "Skill_S_Rosaria_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 4539,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Skill|{param1:P}+{param2:P}",
"DMG berkelanjutan Ice Lance|{param3:P}",
"Durasi|{param4:F1} dtk",
"Cooldown|{param5:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param6:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 453901,
"Level": 1,
"Parameters": [
1.04,
1.52,
1.32,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453902,
"Level": 2,
"Parameters": [
1.118,
1.634,
1.419,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453903,
"Level": 3,
"Parameters": [
1.196,
1.748,
1.518,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453904,
"Level": 4,
"Parameters": [
1.3,
1.9,
1.65,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453905,
"Level": 5,
"Parameters": [
1.378,
2.014,
1.749,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453906,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.456,
2.128,
1.848,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453907,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.56,
2.28,
1.98,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453908,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.664,
2.432,
2.112,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453909,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.768,
2.584,
2.244,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453910,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.872,
2.736,
2.376,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453911,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.976,
2.888,
2.508,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453912,
"Level": 12,
"Parameters": [
2.08,
3.04,
2.64,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453913,
"Level": 13,
"Parameters": [
2.21,
3.23,
2.805,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453914,
"Level": 14,
"Parameters": [
2.34,
3.42,
2.97,
8,
15,
60
]
},
{
"Id": 453915,
"Level": 15,
"Parameters": [
2.47,
3.61,
3.135,
8,
15,
60
]
}
]
},
"Id": 10453,
"Name": "Rites of Termination",
"Description": "Doa khas Rosaria. Setelah mengayunkan senjatanya untuk menebas musuh di sekitar, dia akan melancarkan Ice Lance yang menghantam tanah. Kedua aksi tersebut mengakibatkan Cryo DMG.\nSaat Talenta ini aktif, Ice Lance akan mengeluarkan hawa dingin secara berkala, mengakibatkan Cryo DMG pada musuh di sekitar.\n\n Penghakiman adalah pekerjaan yang merepotkan. Kusarankan sebaiknya kita lewatkan saja, dan langsung masuk ke tahap terakhir! Rosaria bukan seseorang yang taat pada Dewa Anemo, karena itu, menurut Rosaria, penghakiman adalah pekerjaan yang mudah.",
"Icon": "Skill_E_Rosaria_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 4521,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 452101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.12,
5
]
}
]
},
"Id": 452101,
"Name": "Regina Probationum",
"Description": "Saat Rosaria menyerang musuh dari belakang menggunakan Ravaging Confession, CRIT Rate Rosaria akan meningkat 12% selama 5 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_05"
},
{
"GroupId": 4522,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 452201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.15,
10,
0.15
]
}
]
},
"Id": 452201,
"Name": "Shadow Samaritan",
"Description": "Melancarkan Rites of Termination akan meningkatkan CRIT Rate seluruh anggota party di sekitar (tidak termasuk Rosaria sendiri) sebesar 15% dari CRIT Rate Rosaria selama 10 detik.\nBonus CRIT Rate yang didapat dari Talenta ini tidak dapat melebihi 15%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_06"
},
{
"GroupId": 4523,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 452301,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.1
]
}
]
},
"Id": 452301,
"Name": "Night Walk",
"Description": "Saat malam hari (18:00 — 06:00), anggota party sendiri mendapatkan efek peningkatan kecepatan: meningkatkan 10% Movement SPD.\nEfek ini tidak aktif dalam Domain, Domain Trounce, atau Spiral Abyss. Efek peningkatan kecepatan tidak dapat ditumpuk.",
"Icon": "UI_Talent_Rosaria_NightRunner"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 451,
"Name": "Unholy Revelation",
"Description": "Setelah Rosaria mengakibatkan serangan CRIT, ATK SPD dan DMG Normal Attack Rosaria meningkat 10% selama 4 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_01"
},
{
"Id": 452,
"Name": "Land Without Promise",
"Description": "Durasi Ice Lance yang terbentuk dari Talenta Rites of Termination bertambah 4 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_02"
},
{
"Id": 453,
"Name": "The Wages of Sin",
"Description": "Meningkatkan 3 level Ravaging Confession.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Rosaria_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 454,
"Name": "Painful Grace",
"Description": "Serangan CRIT Ravaging Confession memulihkan 5 Energy Rosaria.\nHanya dapat terpicu setiap Ravaging Confession dilancarkan.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_03"
},
{
"Id": 455,
"Name": "Last Rites",
"Description": "Meningkatkan 3 level Rites of Termination.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Rosaria_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 456,
"Name": "Divine Retribution",
"Description": "Serangan dari Rites of Termination dapat mengurangi 20% Physical RES musuh selama 10 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Rosaria_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Thorny Benevolence",
"Detail": "Seorang suster yang, selain dari pakaiannya, tidak terlihat seperti seorang suster sama sekali. Dikenal karena kata-katanya yang tajam dan dingin, dan sering bekerja sendiri.",
"Association": 1,
"Native": "Church of Favonius",
"BirthMonth": 1,
"BirthDay": 24,
"VisionBefore": "Cryo",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Spinea Corona",
"CvChinese": "张安琪",
"CvJapanese": "加隈亜衣",
"CvEnglish": "Elizabeth Maxwell",
"CvKorean": "Kim Bo-na",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108032,
"ItemId": 108234,
"InputList": [
100064,
100012
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Dengar, kalau ada masalah yang sulit diselesaikan, kamu bisa cari aku. Tapi kalau cuma mau berdoa, silakan cari suster lain.\nHah? Kamu bukan penganut?"
},
{
"Title": "Berbincang: Bosan",
"Context": "Kita ada kerjaan, kan?"
},
{
"Title": "Berbincang: Lembur",
"Context": "Semua hal bisa dinegosiasikan, kecuali lembur."
},
{
"Title": "Berbincang: Kehidupan di Mondstadt",
"Context": "Bekerja keras dan jalani setiap hari sepenuh hati. Bukankah itu arti kehidupan di Mondstadt?"
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Ini akan menghambat segalanya."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "*tsk* Menyebalkan sekali."
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Kita harus gerak terus, tapi perhatikan langkahmu saat menginjak salju."
},
{
"Title": "Ketika Angin Berembus",
"Context": "Berkah dari Archon Anemo Barsibato? Tunggu ... bukan, Bartobas ...?"
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "*hoam* Selamat pagi... Aku melewatkan misa pagi lagi, ya? Ugh, mulainya pagi sekali sih."
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Aku bisa tidur lebih nyenyak di bawah sinar mentari. Kamu boleh coba sekali-kali."
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Selamat malam. Jangan harap aku ikut doa malam ini ... Dan jangan tanya kenapa."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Kamu istirahat saja, aku akan tangani sisanya."
},
{
"Title": "Tentang Rosaria: Suster",
"Context": "Aku? Aku cuma orang biasa. Katedral, kerja ... Aku cuma lakukan yang harus kulakukan."
},
{
"Title": "Tentang Rosaria: Ketidaknyamanan",
"Context": "Suster-suster di sini semuanya menyebalkan. Kalau bukan tentang doa pasti tentang paduan suara atau hal lain yang harus aku ikuti ... Aku lagi sembunyi, jadi kamu jangan coba-coba bilang ke mereka kalau kamu melihatku di sini."
},
{
"Title": "Tentang Rosaria: Keyakinan",
"Context": "Mungkin dewa punya kekuatan untuk melindungi semua orang kalau dia mau, tapi itu tidak akan pernah terjadi. Kalau tidak, penderitaan orang tidak akan pernah dianggap serius."
},
{
"Title": "Tentang Kami: Doa",
"Context": "Berdoa. Bukan untuk para dewa atau untuk orang lain ... tapi untuk dirimu sendiri."
},
{
"Title": "Tentang Kami: Pertarungan",
"Context": "Jangan terlalu memaksakan diri, biar aku yang urus pekerjaan kotornya."
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Vision ... Sebuah bukti kekuatan, atau medali untuk perjuangan hidup ... siapa yang tahu? Selalu ada dua sisi pada setiap koin. Aku tidak akan membatasi Vision-ku dengan perayaan dan makna. Dia menyaksikanku, dan aku menyaksikannya. Itu saja."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Kamu tidak selalu tahu kenapa hal-hal baik terjadi, atau kenapa kita harus bahagia karenanya. Heh ... Tapi kalau kamu menghadapi masalah yang terlalu berat untuk ditangani sendiri, jangan putus asa. Mana tahu ada seseorang yang mau membantu, bahkan kalau kamu tidak bisa melihat orang tersebut."
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Aku tidak tertarik pada tanaman dan sejenisnya, tapi dandelion berbeda. Bagaimana bunga sesederhana itu bisa berubah menjadi anggur yang begitu nikmat? Segelas anggur dandelion setelah bekerja bahkan lebih nikmat daripada tidur di hari Minggu."
},
{
"Title": "Tentang Diluc",
"Context": "Bukankah sudah jelas? Ada sesuatu tentang orang kaya itu. Dia percaya diri, tapi tidak mencolok ... dan bahkan sedikit berbahaya."
},
{
"Title": "Tentang Kaeya",
"Context": "Anggur ada kegunaannya sendiri ... seperti mengungkapkan watak asli seseorang. Contohnya, kata-kata manis adalah topengnya Kaeya, tapi orang sepertiku bisa langsung melihat watak aslinya. Haha, kamu harus lihat pas dia mabuk."
},
{
"Title": "Tentang Venti",
"Context": "Ada sesuatu yang sangat menarik tentang penyair ini ... Aku tidak bisa jelaskan, tapi ada sesuatu yang membuatnya berbeda dari orang lain di Mondstadt."
},
{
"Title": "Tentang Barbara",
"Context": "Barbara itu seperti duri yang selalu menyertaiku, selalu ngomel tentang misa dan latihan paduan suara. Aku tidak akan kaget kalau ternyata Suster Victoria yang memintanya untuk mengawasiku."
},
{
"Title": "Tentang Jean",
"Context": "Dia tidak cuma kompeten dalam pekerjaannya sendiri, tapi juga bisa menyelesaikan berbagai masalah orang lain ... Dia memang wanita yang patut dikagumi."
},
{
"Title": "Tentang Albedo",
"Context": "Dia seperti lukisan cat minyak yang digantung di dinding aula kuno, punya kesan mendalam dan misterius ... sulit dibaca. Tapi begitulah, menurutku orang yang punya kisah itu ... menarik."
},
{
"Title": "Tentang Lisa",
"Context": "Walaupun aku tidak suka mereka yang malas kerja, tapi aku menghormati ketepatan waktunya ketika pulang kerja."
},
{
"Title": "Tentang Klee",
"Context": "Masalah, dan selalu saja ada. Walaupun, dia bisa dibilang tipe masalah yang imut ...."
},
{
"Title": "Tentang Varka",
"Context": "Aku yakin maksud Varka itu baik, tapi percakapannya yang bertele-tele itu membosankan sekali. Yah tapi walaupun begitu, setidaknya dia benar-benar peduli dengan orang-orang di sekitarnya, kan?"
},
{
"Title": "Tentang Ayah",
"Context": "Ayah? Aku tidak biasa dengan kata itu. Bisa dibilang aku tidak punya ayah tapi bisa juga dibilang aku punya banyak ayah. Kenapa kamu kaget begitu?"
},
{
"Title": "Tentang Dahlia",
"Context": "Aku suka orangnya karena dia selalu menawarkan diri untuk bayar bon minum. Faktanya, etikanya ketika minum di kedai itu baik sekali ... dia tahu mana saja yang boleh dan mana saja yang haram ditanyakan. Tapi karena kami sudah saling mengerti, aku juga bisa lebih lepas ketika duduk sama dia. Coba kalau semua orang secerdas itu, tentunya membina hubungan jadi lebih mudah prosesnya."
},
{
"Title": "Mengenal Rosaria: I",
"Context": "Lupakan saja soal formalitas. Aku di sini untuk menyelesaikan pekerjaan. Serahkan saja pekerjaan kotor itu padaku."
},
{
"Title": "Mengenal Rosaria: II",
"Context": "Apa yang aneh tentang seorang suster yang tidak memuja dewa? Ada pemburu yang tidak makan babi, dan ada nelayan yang tidak makan ikan, bukan? Hanya karena kamu melakukan sesuatu bukan berarti kamu suka melakukannya. Setiap pekerjaan kan begitu."
},
{
"Title": "Mengenal Rosaria: III",
"Context": "Anggur Dandelion tahun ini nikmat sekali. Kamu mau minum segelas?"
},
{
"Title": "Mengenal Rosaria: IV",
"Context": "Mondstadt itu bagaikan makhluk putih bercahaya, dia tua tapi juga muda. Tua dalam artian selalu membutuhkan perlindungan, tapi juga terlalu muda untuk bisa bertahan sendiri. Makanya ada orang-orang sepertiku. Aku peduli pada Mondstadt seperti halnya para suster lainnya yang peduli pada orang-orang beriman, kita semua membimbing apa yang kita cintai untuk maju di jalan menuju kebebasan. Hah? Kenapa aku menyebutnya makhluk putih bercahaya? Karena orang-orang sepertiku cuma bisa ditemukan dalam kegelapan..."
},
{
"Title": "Mengenal Rosaria: V",
"Context": "Terkadang aku merasa bahwa diriku yang dulu dari tahun-tahun sebelumnya masih ada bersamaku dan terus mendukungku. Aku yakin kamu tahu perasaan itu juga. Bahkan jika kamu memutuskan untuk menempuh jalan baru, jangan tinggalkan dirimu yang sebelumnya. Karena itu akan menjadi fondasi dari dirimu yang sekarang. Jangan takut dengan masa lalu, dan jangan takut untuk menghadapinya."
},
{
"Title": "Kegemaran Rosaria",
"Context": "Ada beberapa masalah yang cuma bisa dihilangkan oleh alkohol. Meski begitu, aku tidak pernah mabuk."
},
{
"Title": "Kesulitan Rosaria",
"Context": "Ugh, aku mau cabut dari konser paduan suara bulan depan, tapi aku yakin Suster Victoria sendiri yang bakal ambil absensi ... Benar-benar merepotkan."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Apa kamu pernah coba Beef Bourguignon? Potongan daging besar dengan sentuhan aroma alkohol yang lembut ... Mmm, lezatnya."
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "M-Maksudmu aku harus celupkan hash brown ini ke dalam selai? Ugh, ini penistaan!"
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Sepertinya selera kita sama kalau soal makanan."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Setidaknya bisa mengenyangkan lah."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Kamu benar-benar suka makanan begini?"
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Hari ini adalah hari ulang tahunmu, jadi jika ada pekerjaan kotor yang perlu diurus, aku bisa membantumu ... Jangan bilang siapa-siapa, oke?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Hmm, ini memang yang kubutuhkan."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Kamu punya pekerjaan untukku? Aku punya waktu."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Bagus. Bertambah kuat artinya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Menumpahkan darah dalam pekerjaanku sudah tidak asing lagi bagiku, tapi aku belum pernah memiliki kekuatan seperti itu sebelumnya. Aku berterima kasih karena telah diberi berkat seperti itu."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Heya!!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Penghakiman!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Jangan harap bisa lari dariku!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Penghakiman!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Gemetarlah!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Malam tiba ...."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "... Hm, ada yang lumayan juga ternyata."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Kurasa bukan perkara besar."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Rasanya ... boleh juga."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Hmph. Situasinya jadi menarik ...."
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Sepertinya harus lembur hari ini."
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Hebat juga kamu, huh!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Biar kutangani!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Jangan sok pahlawan!"
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Setidaknya ... tak ada lagi ... kerja."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Mungkin ini hanyalah ... rancangan takdir yang gelap."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Apa ini ... pekerjaan terakhirku?"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Ringan: I",
"Context": "Ternyata hanya begitu."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Ugh, merepotkan!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Kudengar kamu punya pekerjaan untukku."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Jangan sampai tertinggal."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Makin cepat selesai, makin bagus."
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Rosaria adalah salah satu suster di Church of Favonius.\nMeski sama-sama bekerja di bidang keagamaan, orang-orang selalu membedakan Rosaria dengan suster lain seperti Barbara, Jilliana, dan lainnya.\nSebenarnya kalau hanya dilihat dari penampilannya, Rosaria masih bisa disebut sebagai suster. Namun kalau dilihat dari sikap dan perilakunya, dia sama sekali tidak mencerminkan sosok seorang suster.\nDibandingkan dengan penduduk Mondstadt lainnya, dia kurang memiliki rasa hormat dan takut terhadap Archon. Dia juga sering tidak mengikuti aktivitas-aktivitas di Katedral.\nRosaria selalu pergi dan bertindak atas kemauan sendiri. Kalaupun dia terlihat di Katedral, dia hanya duduk di barisan kursi belakang untuk merokok.\nRosaria, Rosaria... profesinya di Katedral mungkin hanya sebatas identitas semata."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Karena perilakunya yang tidak biasa, Rosaria sudah pernah ditegur ribuan kali.\nTapi entah kenapa dia tidak pernah dapat hukuman berat untuk tingkahnya. Dia tidak begitu akrab dengan rekan-rekan kerjanya dan hanya terlihat sesekali saja saat ada acara perayaan di kota.\nRosaria yang aneh dan misterius bergerak bagaikan asap hitam — berkedip sebentar, dan sosoknya akan langsung hilang.\nRosaria juga tidak begitu sering berinteraksi dengan orang lain, dan hampir tidak pernah terlihat bergaul dengan siapa pun.\nTapi menurut Suster Victoria, Barbara yang baik hati adalah satu-satunya yang selalu mencoba untuk mendekati Rosaria.\n\"Ah, tolong jangan merokok di Katedral\", \"Bisakah kamu hadir di upacara tepat waktu lain kali ...\"\nDan... \"Hei, balik sini! Aku masih bicara!\"\nBarbara sering kali mengejar Rosaria dan membujuknya untuk menyelesaikan berbagai macam tugas hariannya.\nNamun bahkan di hadapan Barbara, sang idola yang paling dikagumi di Mondstadt pun hati Rosaria sama sekali tidak tergerak.\nHatinya tidak mungkin terbuat dari batu kan?"
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Tindakan Rosaria tidak bisa diprediksi sama sekali. Dia sering pergi tanpa memberi tahu siapa pun, dan dia bisa hilang sampai berhari-hari.\nSelama itu pula, tak ada seorang pun rekan kerjanya di Katedral yang bisa menemukannya.\nBahkan salah seorang suster yang berinisiatif untuk mengamati Rosaria pernah berkata, \"Kucing liar saja masih meninggalkan jejak sebelum pergi ....\"\nRosaria memanfaatkan waktu menghilangnya itu untuk melakukan pekerjaan yang hanya bisa dia lakukan diam-diam tanpa terlihat siapa pun.\n\"Pedagang asing, pengembara mencurigakan — apakah mereka ancaman bagi Mondstadt?\"\nDia menyelidiki, membuntuti, bahkan melakukan interogasi bila dirasa perlu.\nKalau orang-orang semacam itu memang ditakdirkan untuk menghilang, maka bisa dipastikan bahwa Rosaria adalah orang terakhir yang akan mereka jumpai di akhir hayatnya.\nPekerjaan kotor yang tidak bisa terlihat di siang hari, harus dilakukan olehnya sendiri.\nDia selalu memulai aksinya saat matahari terbenam, dan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Terkadang jika dia pulang di kala fajar menyingsing, dia akan minum segelas anggur sebagai sarapannya.\nRakyat Mondstadt hidup di bawah cahaya matahari, sedangkan Rosaria tinggal di bawah sinar rembulan.\nBegitu dingin dan menyilaukan .... sama seperti kemampuan Cryo miliknya.\n\"Ada hal-hal yang tidak perlu diketahui oleh anak muda.\"\nDi mata Rosaria, tidak peduli berapa pun usia seseorang, rakyat Mondstadt yang hanya hidup di bawah cahaya matahari akan selalu dia anggap sebagai \"anak muda\"."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Bagaikan kepulan asap, Rosaria yang tidak acuh terhadap segala hal tidak bisa ditahan oleh apa pun.\nTapi saat sedang bekerja, dia akan menanganinya dengan sangat profesional.\n\"Pemalas\" adalah kata yang mustahil disematkan orang-orang terhadap Rosaria ketika dia menginterogasi orang tanpa ampun.\nRosaria juga memiliki kekuatan yang luar biasa dan memahami kelemahan tubuh manusia dengan sangat baik — dia juga tidak pernah ragu untuk menggunakan pengetahuannya ini untuk membunuh.\nOrang-orang mengenalnya sebagai seorang suster perokok berat yang malas, tapi dia sebenarnya adalah seorang eksekutor yang andal.\nSungguh keahlian yang aneh bagi seseorang yang berada di bawah cahaya para dewa.\nApa yang membuatnya menjadi seorang pembunuh bermandikan darah? Kenapa dia hanya diam membisu ketika yang lain meminta perlindungan dari para dewa?\nMungkin karena Rosaria tidak dilahirkan dan dibesarkan di Mondstadt.\n\"Kota yang senantiasa sejahtera dan membosankan seperti ini selalu membutuhkan seseorang untuk melakukan pekerjaan kotornya.\"\n Ujar Rosaria sambil mematikan rokoknya dengan gayanya yang malas.\n\"Bagiku, pekerjaanku sekarang lebih mudah daripada menjalani hidup sebagai seorang suster yang baik.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Rosaria tidak pernah berdoa sama sekali, tapi dia memiliki beberapa sudut pandang teologi yang unik.\nMenurutnya, kebebasan adalah pilar spiritual masyarakat Mondstadt, dan itulah yang membuatnya berada di sini.\nRosaria lahir di suatu desa dalam pegunungan yang terpencil. Tidak lama setelah lahir, dia diculik oleh sekelompok bandit yang membantai desa tersebut.\nDibesarkan oleh para bandit tersebut, Rosaria belajar cara bertarung, mencuri, dan bahkan melakukan beberapa pekerjaan sampingan untuk mereka.\nMeskipun masih kecil, Rosaria telah menjadi seorang penjahat, pelayan, dan alat mereka.\nRosaria tidak hanya bertarung melawan orang asing, tetapi juga dengan rekan-rekannya sendiri. Rosaria tumbuh besar dalam perjuangannya melawan cuaca dingin yang menusuk tulang dan rasa lapar.\nMasa kecil Rosaria benar-benar seperti matahari Mondstadt yang hampir terbenam — berwarna merah darah sepanjang cakrawala, yang tiba-tiba diselimuti kegelapan malam tanpa disadari.\nPada akhirnya, kelompok bandit tersebut diberantas oleh Knights of Favonius. Sebagai anggotanya yang paling muda, Rosaria dianggap masih memiliki kesempatan untuk dikembalikan ke jalan yang benar.\nGrand Master Varka kemudian membawanya ke Mondstadt, dengan tulus berharap bahwa suatu hari nanti Rosaria akan betah untuk menetap di sana.\n\"Pergilah ke Katedral dan bersihkan dirimu di bawah cahaya sang Archon. Kamu masih bisa memutar balikkan roda takdirmu dan menjalani hidup layaknya orang biasa.\"\nTapi Varka tidak menyangka kalau Rosaria akan selalu bolos dari kelasnya dan kabur menghindari misa.\nDia lebih memilih untuk berburu di alam liar daripada harus hidup sebagai suster. Bagi Rosaria, sinar matahari keemasan lebih menyengatnya daripada membersihkannya.\nSejak kecil Rosaria sudah mengerti bahwa dirinya adalah anak dari rembulan di malam hari. Dan bagaimanapun, suatu hari nanti dia pasti akan kembali pada kegelapan."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Rosaria, si pembolos nomor satu Katedral, sudah terkenal karena sering kabur sejak hari-hari pertamanya.\n\"Nona Rosaria, tolong jaga kelakuanmu! Kamu adalah anggota Katedral, tapi kenapa sama sekali belum pernah datang latihan misa?\"\n\"Yang sabar, Suster Ophila. Nona Rosaria, aku dengar kamu tidak pernah menghadiri satu pun kelas wajibmu. Apa itu benar?\"\n\"Benar.\"\n\"Suster Maria, coba Anda lihat ini ... esai teologis Rosaria benar-benar kacau!\"\n\"Nona Rosaria, kalau aku boleh terus terang, apa kamu punya niat sama sekali untuk kerja di Katedral?\"\n\"Tidak. Aku sudah menemukan pekerjaan lain.\"\nTak ada sedikitpun keraguan dalam ucapan Rosaria. Dan lagi, dia tidak berbohong, dia memang sudah menemukan pekerjaan lain yang lebih cocok untuk dirinya, sebuah pekerjaan gelap yang tidak bisa diraih cahaya katedral sekalipun.\nTapi dia tidak pernah membayangkan kalau pekerjaan yang dia lakukan tersebut sebenarnya berada di bawah pengawasan Katedral sendiri.\n\"Calon Suster\" Rosaria tidak meninggalkan tugas kesusterannya, tapi malah diangkat menjadi \"Suster\" Rosaria.\nWalaupun begitu, bahkan saat dia tidak punya tugas yang perlu dikerjakan, dia akan selalu mencari segala cara untuk menghindari aktivitas di Katedral. Dia akan mengunjungi Tavern untuk minum-minum, atau menikmati pemandangan dari tembok kota.\nDan kalau dia benar-benar tidak bisa melarikan diri dari aktivitas tersebut, dia tidak akan melakukan lebih dari yang diperlukan.\nBegitu waktu kerja berakhir, Rosaria akan langsung menghilang.\nTidak peduli siang yang cerah atau malam yang gelap, prinsipnya tetap sama: tidak kenal lembur."
},
{
"Title": "Jurnal Masalah Gereja",
"Context": "Jurnal dengan sampul putih. Terdapat tulisan \"Church of Favonius\" di sampulnya.\nTulisan tangan pemiliknya benar-benar rapi, tetapi isinya penuh dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan Katedral Favonius sama sekali.\n\"Dandelion Wine — sekarang diskon 20%!\"\n\"Fisherman's Toast — rasa yang menakjubkan dengan harga super terjangkau!\"\n\"Diskon besar-besaran untuk Wheat — silakan bicara dengan kasir jika butuh bantuan untuk menggilingnya menjadi Flour.\"\n\"Beli tiga Tomato, gratis satu!\"\n\"Small Lamp Grass Segar! Bisa digunakan untuk menerangi kamar mandi! Ayo, dilihat dulu!\"\nSemua iklan pasar ini ditulis dengan sangat rapi.\nJurnal ini adalah kenang-kenangan pada saat Rosaria masih menjadi calon suster.\nTidak sulit membayangkan kalau di hari-hari dia bolos dari kelas, dia pergi ke atap toko-toko para pedagang di jalanan untuk berjemur di bawah cahaya matahari sambil mendengar dan menulis berbagai teriakan pedagang di bawahnya."
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Vision Rosaria muncul di suatu malam yang dingin.\nSaat itu adalah masa-masa yang sangat sulit bagi kelompok bandit. Dengan berkurangnya persediaan makanan, mereka pun selalu kelaparan.\nRosaria yang perutnya lebih sering kosong daripada terisi, akhirnya memilih untuk menyelinap keluar suatu malam saat badai salju menerpa.\nSalah satu tetua dari kelompok itu mengejarnya dan menggiringnya kembali.\nDia adalah orang yang menculiknya dari desa kelahirannya, dan yang mengajarnya cara membunuh.\n\"Mereka yang kabur adalah pengkhianat, dan pengkhianat hanya bisa mendapatkan kebebasan jika menang dalam duel.\"\nBandit tua itu melemparkan sebuah belati ke arah Rosaria.\n\"Majulah! Bunuh aku kalau bisa, dan kamu bisa meninggalkan tempat ini. Aku sudah tua, tapi kamu masih muda. Kamu bisa melakukannya, kan?\"\nTidak ada seorang pun yang menyangka kalau Rosaria benar-benar bisa membunuhnya — tapi itulah yang terjadi, dan sang singa tua pun gugur di bawah cakar anaknya sendiri.\nDan begitulah kelompok bandit kehilangan salah satu anggota lamanya dan menyambut yang baru dalam satu malam.\nPara bandit awalnya tidak bersedia menerima Rosaria yang telah membunuh salah satu anggota mereka, tapi mereka langsung berubah pikiran setelah melihat Vision di tangannya.\nTentunya pemilik Vision pasti lebih kuat daripada bandit tua, kan? Terlebih lagi, porsi makan sang gadis tidaklah besar, jadi mereka bisa menghemat makanan.\nTapi sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul dari hati Rosaria yang membeku.\nApakah dia sengaja membiarkanku menang? ... Mungkinkah sosok ayah palsu itu memendam rasa kasih sayang yang tulus untuk anak yang diculiknya?"
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 204501,
"Name": "To the Church's Free Spirit",
"Description": "Model pakaian Rosaria. Set pakaian ini tampaknya adalah hadiah yang dibuat khusus oleh Katedral untuk Rosaria.",
"IsDefault": false,
"FrontIcon": "UI_AvatarIcon_RosariaCostumeWic",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_RosariaCostumeWic"
},
{
"Id": 204500,
"Name": "Executor's Thorns",
"Description": "Model pakaian Rosaria. Baju biarawati Church of Favonius yang sudah dimodifikasi oleh Rosaria sendiri.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104164,
113010,
100022,
112034,
104309,
113015
],
"NameCard": {
"Name": "Rosaria: Indenture",
"Description": "Style kartu nama.\nKeramahan dan kebaikan orang-orang yang tulus kepadanya, ada suatu hal yang dia rasa harus dibalas. Ini adalah sumpah yang akan dia turuti selamanya.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Rosaria",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Rosaria"
}
}