{
"Id": 10000111,
"PromoteId": 111,
"Sort": 96,
"Body": 2,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Varesa",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Varesa",
"Name": "Varesa",
"Description": "Seorang pemilik kebun yang santai dan pejuang dari Berlimpah Jaya. Calon pahlawan yang mendambakan keadilan ... dan banyak makanan!",
"BeginTime": "2025-03-25T00:00:00+08:00",
"Quality": 5,
"Weapon": 10,
"BaseValue": {
"HpBase": 988.59283,
"AttackBase": 27.7438,
"DefenseBase": 60.84711
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 21
},
{
"Type": 4,
"Value": 31
},
{
"Type": 7,
"Value": 21
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 11131,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P}",
"DMG Charged Attack|{param4:F1P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param5:F1}",
"DMG Selama Plunging|{param6:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param7:P}/{param8:P}",
"DMG Tahap 1 (Status Fiery Passion)|{param9:F1P}",
"DMG Tahap 2 (Status Fiery Passion)|{param10:F1P}",
"DMG Tahap 3 (Status Fiery Passion)|{param11:F1P}",
"DMG Charged Attack (Status Fiery Passion)|{param12:F1P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack (Status Fiery Passion)|{param13:F1}",
"DMG Selama Plunging (Status Fiery Passion)|{param14:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi (Status Fiery Passion)|{param15:P}/{param16:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1113101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.467784,
0.40028,
0.563128,
0.8928,
50,
0.745878,
1.49144,
1.862889,
0.544072,
0.520288,
0.735864,
0.9264,
50,
0.745878,
2.23716,
2.794334
]
},
{
"Id": 1113102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.502868,
0.430301,
0.605363,
0.95976,
50,
0.806589,
1.612836,
2.01452,
0.584877,
0.55931,
0.791054,
0.99588,
50,
0.806589,
2.419254,
3.021779
]
},
{
"Id": 1113103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.537952,
0.460322,
0.647597,
1.02672,
50,
0.8673,
1.734233,
2.16615,
0.625683,
0.598331,
0.846244,
1.06536,
50,
0.8673,
2.601349,
3.249225
]
},
{
"Id": 1113104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.58473,
0.50035,
0.70391,
1.116,
50,
0.95403,
1.907656,
2.382765,
0.68009,
0.65036,
0.91983,
1.158,
50,
0.95403,
2.861484,
3.574148
]
},
{
"Id": 1113105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.619814,
0.530371,
0.746145,
1.18296,
50,
1.014741,
2.029052,
2.534396,
0.720895,
0.689382,
0.97502,
1.22748,
50,
1.014741,
3.043578,
3.801593
]
},
{
"Id": 1113106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.654898,
0.560392,
0.788379,
1.24992,
50,
1.084125,
2.167791,
2.707688,
0.761701,
0.728403,
1.03021,
1.29696,
50,
1.084125,
3.251686,
4.061531
]
},
{
"Id": 1113107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.701676,
0.60042,
0.844692,
1.3392,
50,
1.179528,
2.358556,
2.945964,
0.816108,
0.780432,
1.103796,
1.3896,
50,
1.179528,
3.537834,
4.418946
]
},
{
"Id": 1113108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.748454,
0.640448,
0.901005,
1.42848,
50,
1.274931,
2.549322,
3.184241,
0.870515,
0.832461,
1.177382,
1.48224,
50,
1.274931,
3.823983,
4.776361
]
},
{
"Id": 1113109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.795233,
0.680476,
0.957318,
1.51776,
50,
1.370334,
2.740087,
3.422517,
0.924922,
0.88449,
1.250969,
1.57488,
50,
1.370334,
4.110131,
5.133776
]
},
{
"Id": 1113110,
"Level": 10,
"Parameters": [
0.842011,
0.720504,
1.01363,
1.60704,
50,
1.47441,
2.948195,
3.682455,
0.97933,
0.936518,
1.324555,
1.66752,
50,
1.47441,
4.422293,
5.523683
]
},
{
"Id": 1113111,
"Level": 11,
"Parameters": [
0.88879,
0.760532,
1.069943,
1.69632,
50,
1.578486,
3.156303,
3.942393,
1.033737,
0.988547,
1.398142,
1.76016,
50,
1.578486,
4.734455,
5.91359
]
},
{
"Id": 1113112,
"Level": 12,
"Parameters": [
0.935568,
0.80056,
1.126256,
1.7856,
50,
1.682562,
3.364411,
4.202331,
1.088144,
1.040576,
1.471728,
1.8528,
50,
1.682562,
5.046617,
6.303497
]
},
{
"Id": 1113113,
"Level": 13,
"Parameters": [
0.994041,
0.850595,
1.196647,
1.8972,
50,
1.786638,
3.572519,
4.462269,
1.156153,
1.105612,
1.563711,
1.9686,
50,
1.786638,
5.358778,
6.693404
]
},
{
"Id": 1113114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.052514,
0.90063,
1.267038,
2.0088,
50,
1.890714,
3.780627,
4.722207,
1.224162,
1.170648,
1.655694,
2.0844,
50,
1.890714,
5.67094,
7.083311
]
},
{
"Id": 1113115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.110987,
0.950665,
1.337429,
2.1204,
50,
1.99479,
3.988735,
4.982145,
1.292171,
1.235684,
1.747677,
2.2002,
50,
1.99479,
5.983102,
7.473218
]
}
]
},
"Id": 11111,
"Name": "By the Horns",
"Description": "Normal Attack\nAku harus ... bertarung seperti pegulat yang hebat! Varesa melancarkan maksimum 3 serangan, dan mengakibatkan Electro DMG.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina dan menyeruduk musuh di depan, mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG, lalu melompat ke atas setelahnya.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area. Jika Varesa berada dalam kondisi bertempur saat mendarat, atau jika serangannya mengenai musuh saat menghantam tanah, maka Varesa akan mendapatkan 25 poin Nightsoul. Saat poin Nightsoul mencapai nilai maksimum melalui cara ini, maka Varesa akan otomatis memasuki status Fiery Passion.\n\nFiery Passion\nDalam status ini, Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack Varesa akan mendapatkan buff yang berikut:\n\nNormal Attack\nBertarung tanpa rasa takut seperti seorang pegulat juara! Melancarkan maksimum 3 serangan, dan mengakibatkan Electro DMG yang lebih kuat.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina, dan menggunakan kepalanya untuk menyeruduk musuh di depan dengan kuat, mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG yang lebih kuat, lalu melompat ke atas setelahnya.\n\nPlunging Attack\nMengonsumsi seluruh poin Nightsoul dan menghantam tanah dari udara untuk menyerang musuh di jalur terjangannya dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_Catalyst_MD"
},
{
"GroupId": 11132,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Terjangan|{param1:F1P}",
"DMG Terjangan (Status Fiery Passion)|{param2:F1P}",
"Durasi Efek \"Follow-Up Strike\"|{param3:F1} dtk",
"Batas Poin Nightsoul|{param4:F1} poin",
"Cooldown|{param5:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1113201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.7448,
1.064,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113202,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.80066,
1.1438,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113203,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.85652,
1.2236,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113204,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.931,
1.33,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113205,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.98686,
1.4098,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113206,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.04272,
1.4896,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113207,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.1172,
1.596,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113208,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.19168,
1.7024,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113209,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.26616,
1.8088,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113210,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.34064,
1.9152,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113211,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.41512,
2.0216,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113212,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.4896,
2.128,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113213,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.5827,
2.261,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113214,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.6758,
2.394,
5,
40,
9
]
},
{
"Id": 1113215,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.7689,
2.527,
5,
40,
9
]
}
]
},
"Id": 11112,
"Name": "Riding the Night-Rainbow",
"Description": "Dengan langkah secepat kilat dan gagah seperti petir, Varesa menunjukkan makna gulat yang sebenarnya. Varesa menerjang ke depan dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG pada musuh di sepanjang jalurnya.\nSetelah melancarkan skill ini, Varesa akan mendapatkan 20 poin Nightsoul dan efek \"Follow-Up Strike\": Selama efek ini aktif, ketahanan Varesa terhadap interupsi akan meningkat. Saat menekan tombol Normal Attack, Varesa akan melakukan Charged Attack dengan cepat tanpa mengonsumsi Stamina. Efek Follow-Up Strike akan hilang setelah Varesa melakukan Charged Attack.\nVaresa akan menunjukkan teknik bergulat yang berbeda saat melancarkan skill ini dengan Mode Tekan atau Mode Tahan.\n\nMode Tekan\nMenerjang ke depan dengan cepat.\n\nMode Tahan\nVaresa memasuki status Nightsoul's Blessing dan berganti ke mode Sudden Onrush.\n\nSudden Onrush\nTerus mengonsumsi poin Nightsoul. Dalam status ini, Movement SPD dan ketahanan Varesa terhadap interupsi akan meningkat, dan ia bisa memanfaatkan perbedaan medan untuk melompat, atau mengonsumsi poin Nightsoul tambahan untuk bergerak di atas permukaan air dan Phlogiston cair, serta menjadi kebal terhadap DMG dari Phlogiston cair.\n\nNightsoul's Blessing: Varesa\nStatus Nightsoul's Blessing Varesa akan berakhir saat poin Nightsoul-nya habis. Saat Varesa berada dalam status Sudden Onrush atau Fiery Passion, ia akan dianggap berada dalam status Nightsoul's Blessing.\n\nElemental Skill Varesa memiliki jumlah penggunaan 2 kali. Saat Varesa memasuki status Fiery Passion, ia akan mendapatkan tambahan jumlah penggunaan Elemental Skill (Mode Tekan) sebanyak satu kali dan DMG Elemental Skill-nya akan meningkat.\n\nFiery Passion\n·Saat tidak berada dalam status Fiery Passion, Varesa dapat memulihkan poin Nightsoul-nya dengan cara melancarkan Plunging Attack. Varesa akan otomatis memasuki status Fiery Passion saat poin Nightsoul-nya mencapai maksimum melalui cara ini, atau saat ia melancarkan Elemental Burst Guardian Vent!.\n\n·Saat berada dalam status Fiery Passion, Normal Attack, Elemental Skill, dan Elemental Burst Varesa akan mendapat penguatan tertentu, dan dalam waktu singkat setelah melancarkan Plunging Attack, Varesa dapat melancarkan Elemental Burst yang spesial.\n·Status Fiery Passion dapat berlangsung maksimum 15 detik dan akan menghilang jika poin Nightsoul habis atau Varesa keluar dari status bertempur selama beberapa saat.\n\"Sekarang, akulah pahlawanku.\"",
"Icon": "Skill_S_Varesa_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 11139,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tendangan Melompat|{param1:F1P}",
"DMG Tendangan Melompat (Status Fiery Passion)|{param2:F1P}",
"Cooldown|{param3:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param4:I}",
"DMG Volcano Kablam|{param5:F1P}",
"Konsumsi Energy Volcano Kablam|{param6:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1113901,
"Level": 1,
"Parameters": [
3.4512,
5.752,
18,
70,
4.0264,
30
]
},
{
"Id": 1113902,
"Level": 2,
"Parameters": [
3.71004,
6.1834,
18,
70,
4.32838,
30
]
},
{
"Id": 1113903,
"Level": 3,
"Parameters": [
3.96888,
6.6148,
18,
70,
4.63036,
30
]
},
{
"Id": 1113904,
"Level": 4,
"Parameters": [
4.314,
7.19,
18,
70,
5.033,
30
]
},
{
"Id": 1113905,
"Level": 5,
"Parameters": [
4.57284,
7.6214,
18,
70,
5.33498,
30
]
},
{
"Id": 1113906,
"Level": 6,
"Parameters": [
4.83168,
8.0528,
18,
70,
5.63696,
30
]
},
{
"Id": 1113907,
"Level": 7,
"Parameters": [
5.1768,
8.628,
18,
70,
6.0396,
30
]
},
{
"Id": 1113908,
"Level": 8,
"Parameters": [
5.52192,
9.2032,
18,
70,
6.44224,
30
]
},
{
"Id": 1113909,
"Level": 9,
"Parameters": [
5.86704,
9.7784,
18,
70,
6.84488,
30
]
},
{
"Id": 1113910,
"Level": 10,
"Parameters": [
6.21216,
10.3536,
18,
70,
7.24752,
30
]
},
{
"Id": 1113911,
"Level": 11,
"Parameters": [
6.55728,
10.9288,
18,
70,
7.65016,
30
]
},
{
"Id": 1113912,
"Level": 12,
"Parameters": [
6.9024,
11.504,
18,
70,
8.0528,
30
]
},
{
"Id": 1113913,
"Level": 13,
"Parameters": [
7.3338,
12.223,
18,
70,
8.5561,
30
]
},
{
"Id": 1113914,
"Level": 14,
"Parameters": [
7.7652,
12.942,
18,
70,
9.0594,
30
]
},
{
"Id": 1113915,
"Level": 15,
"Parameters": [
8.1966,
13.661,
18,
70,
9.5627,
30
]
}
]
},
"Id": 11115,
"Name": "Guardian Vent!",
"Description": "Layaknya pahlawan keadilan yang digambarkan di dalam gulungan cerita yang diperlihatkan kepada anak-anak, Varesa melompat tinggi dan menggunakan momentum jatuhnya untuk melancarkan tendangan melompat yang sangat kuat dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area.\nSetelah melancarkan skill ini, Varesa akan memulihkan poin Nightsoul-nya hingga maksimum dan memasuki status Fiery Passion.\n\nDalam status Fiery Passion, Elemental Burst Varesa akan berubah menjadi serangan yang mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area yang lebih kuat.\n\nSelain itu, jika Varesa melancarkan Plunging Attack dalam status Fiery Passion, maka Varesa akan memasuki status Apex Drive selama beberapa saat.\n\nApex Drive\nMeningkatkan ketahanan Varesa terhadap interupsi. Saat berada dalam status ini, Varesa dapat mengabaikan CD Elemental Burst dan mengonsumsi Energy yang lebih sedikit untuk melancarkan Elemental Burst spesialnya \"Guardian Vent: Volcano Kablam\": Varesa akan melakukan Plunging Attack \"Thunderous Tornado Eruption\" yang sangat kuat dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area saat mendarat, dan akan keluar dari status Apex Drive. DMG ini dianggap sebagai DMG Plunging Attack.\nSetelah melancarkan Elemental Skill, akan keluar dari status Apex Drive.\n\nSebenarnya nama yang Varesa berikan untuk gerakan ini adalah \"Tendangan Petir Super Mega Ultimate Penghancur Langit dengan Ledakan Sonic Super Dinamis Pahlawan Keadilan Tak Terkalahkan!\" Sayangnya, nama ini terlalu panjang dan dia terlalu malu untuk menyebutkan nama ini dengan lantang di depan semua orang, meski saat ia memakai topengnya sekalipun. Makanya, Varesa mengambil keputusan untuk mengganti namanya jadi seperti yang sekarang ini.",
"Icon": "Skill_E_Varesa_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 11121,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1112101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.5,
1.8
]
}
]
},
"Id": 1112101,
"Name": "Tag-Team Triple Jump!",
"Description": "Setelah melancarkan Elemental Skill Riding the Night-Rainbow, Varesa akan mendapatkan efek \"Rainbow Crash\" selama 5 detik.\nJika Varesa melancarkan Plunging Attack selama durasi ini, maka ia akan mengakibatkan DMG tambahan sebesar 50% ATK saat menghantam tanah. Jika Varesa berada dalam status Fiery Passion, maka hantaman ini akan mengakibatkan DMG tambahan sebesar 180% ATK.\n\nEfek \"Rainbow Crash\" akan hilang saat Plunging Attack mengenai musuh atau saat durasinya berakhir.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_05"
},
{
"GroupId": 11122,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1112201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.35,
12
]
}
]
},
"Id": 1112201,
"Name": "The Hero Twice-Returned!",
"Description": "Saat anggota party di sekitar memicu Nightsoul Burst, ATK Varesa meningkat 35% selama 12 detik. Efek ini dapat ditumpuk 2 kali, durasi setiap lapisnya dihitung terpisah.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_06"
},
{
"GroupId": 11123,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1112301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 1112301,
"Name": "Night Realm's Gift: A Torch That Incinerates Evil",
"Description": "Setelah poin Nightsoul habis terpakai, Varesa akan mengonsumsi Phlogiston untuk mempertahankan status Nightsoul's Blessing dan mode Sudden Onrush.\nSaat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, dapat melancarkan Nightsoul Transmission: Varesa. Saat Karakter aktif sedang berlari, memanjat, atau sedang bergerak yang dikarenakan oleh Talenta tertentu, atau saat melayang di ketinggian tertentu, dan mengganti Karakter menjadi Varesa, akan memicu efek berikut: Varesa memasuki status Nightsoul's Blessing, berganti ke mode Sudden Onrush, dan mendapatkan 20 poin Nightsoul. Nightsoul Transmission party sendiri dapat terpicu sekali setiap 10 detik.\nSelain itu, saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Varesa tidak akan menerima DMG jatuh saat melompat dengan memanfaatkan perbedaan medan.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_07"
},
{
"GroupId": 11125,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1112501,
"Level": 1,
"Parameters": [
20,
10
]
}
]
},
"Id": 1112501,
"Name": "Blazing Heart, Singular Advance!",
"Description": "Kecepatan Varesa saat berlari meningkat. Saat tidak berada dalam kondisi bertempur, Stamina yang dikonsumsi saat berlari juga akan meningkat.\nSelain itu, Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Makanan yang dikonsumsi oleh anggota party sendiri akan memulihkan 20 poin Phlogiston. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 10 detik, tapi tidak aktif dalam Domain, Trounce Domain, atau Spiral Abyss.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_08"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 1111,
"Name": "Undying Passion",
"Description": "Efek Talenta Ascension \"Tag-Team Triple Jump!!\" diperkuat:\nSaat melakukan Plunging Attack Spesial \"Thunderous Tornado Eruption\", Varesa juga akan mendapatkan \"Rainbow Crash\" selama 5 detik.\nSelama durasi \"Rainbow Crash\", terlepas dari Varesa berada dalam status Fiery Passion atau tidak, saat Varesa melakukan Plunging Attack, DMG tambahan saat Plunging Attack menghantam tanah akan mengakibatkan 180% ATK. Harus membuka Talenta Ascension \"The Tag-Team Triple Jump!\" terlebih dahulu agar efek ini bisa aktif.\n\nSelain itu, saat Varesa berada dalam status Nightsoul's Blessing: Sudden Onrush, poin Nightsoul atau Phlogiston yang dikonsumsi berkurang 30%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_01"
},
{
"Id": 1112,
"Name": "Beyond the Edge of Light",
"Description": "Terlepas dari Varesa berada dalam status Fiery Passion atau tidak, Varesa tetap akan memasuki status Apex Drive setelah melancarkan Plunging Attack.\nSaat dalam status Apex Drive, ketahanan Varesa terhadap interupsi juga akan meningkat lebih lanjut.\nSelain itu, Varesa akan memulihkan 11,5 poin Energy saat melancarkan Plunging Attack dan hantamannya mengenai musuh.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_02"
},
{
"Id": 1113,
"Name": "Unbowed Resolve",
"Description": "Meningkatkan 3 level Elemental Burst Guardian Vent!.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Varesa_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1114,
"Name": "The Courage to Press On",
"Description": "Varesa akan mendapatkan efek penguatan yang berbeda berdasarkan status Varesa saat ia melancarkan Elemental Burst Guardian Vent!. Jika Varesa:\n·Tidak berada dalam status Fiery Passion atau Apex Drive, maka Varesa akan mendapatkan efek Diligent Refinement selama 15 detik. Efek ini akan meningkatkan DMG yang diakibatkan Plunging Attack Varesa sebesar 500% ATK Varesa, dengan peningkatan DMG maksimum sebesar 20.000 poin. Efek ini akan hilang saat hantaman Plunging Attack mengenai musuh atau saat durasinya berakhir.\n·Sedang berada dalam status Fiery Passion atau Apex Drive, maka DMG yang diakibatkan Elemental Burst Guardian Vent! kali ini meningkat sebesar 100%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_03"
},
{
"Id": 1115,
"Name": "Thoughts Floating on the Warm Breeze",
"Description": "Meningkatkan 3 level Normal Attack: By the Horns.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Varesa_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 1,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1116,
"Name": "A Hero of Justice's Triumph",
"Description": "Saat memasuki status Apex Drive, Varesa akan memulihkan 30 poin Energy.\nPlunging Attack dan Elemental Burst Guardian Vent! Varesa akan mendapatkan peningkatan 10% CRIT Rate dan 100% CRIT DMG.\nSelain itu, Varesa akan memulihkan poin Nightsoul-nya hingga batas maksimum saat melancarkan Elemental Skill Riding the Night-Rainbow dalam Mode Tahan, atau saat menekan Elemental Skill dalam mode Sudden Onrush.",
"Icon": "UI_Talent_S_Varesa_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Strength in Serenity",
"Detail": "Seorang pemilik kebun yang santai dan pejuang dari Berlimpah Jaya. Calon pahlawan yang mendambakan keadilan ... dan banyak makanan!",
"Association": 9,
"Native": "Teteocan",
"BirthMonth": 11,
"BirthDay": 15,
"VisionBefore": "Electro",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Mascara Luctatori",
"CvChinese": "乔苏",
"CvJapanese": "M・A・O",
"CvEnglish": "Jane Jackson",
"CvKorean": "Kim Yea-lim",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108807,
"ItemId": 108810,
"InputList": [
101256,
101243,
110009
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Um, halo! Aku Varesa dari Berlimpah Jaya! Aku itu seorang pejuang, juga harus mengurus kebun! Kalau kalian suka makan, atau kalian mau beli buah segar dari keretanya langsung, atau ... atau kalau kalian suka dengar kisah pahlawan, kita perlu nongkrong kapan-kapan! Aku bisa tunjukkan semua makanan yang enak di sekitar sini, bisa berikan buah terbaik yang ada di suku kami, dan cerita soal kisah pahlawan paling keren sepanjang sejarah!"
},
{
"Title": "Berbincang: Makan",
"Context": "Orang tuaku sering bilang, sesibuk apa pun, kamu harus duduk dengan tenang dan menikmati makanan yang layak kalau sudah lapar. Aku juga pernah baca kalau Fietena selalu luangkan waktu untuk fokus ke makanannya, bahkan di tengah pertarungan yang sengit. Aku paling suka menumpuk piringku tinggi-tinggi, lalu lahap semuanya dalam sekali makan! Jadi aku bisa kenyang makan tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu."
},
{
"Title": "Berbintang: Latihan Kekuatan",
"Context": "Kekuatan itu ya, kalau tidak dipakai, akan menghilang! ... Eh, mau coba latihan bareng aku kapan-kapan?"
},
{
"Title": "Berbincang: Pengelolaan Kebun",
"Context": "Banyak hal yang perlu diperhatikan kalau mau mengelola kebun: diairi, dibersihkan rumputnya, terus tambahkan suplemen mineral bubuk untuk nutrisi tanahnya, pastikan suhunya pas ... Tapi yang paling penting, suasana hati buahnya harus bahagia!"
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Hehehe, tanaman di kebun pasti suka cuaca kayak begini! Kayaknya Saurian tidak perlu airi tanamannya hari ini!"
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Iikkk! Aku baca kalau Fietena bisa mementalkan petir kembali ke langit. Jadi, tidak perlu ada yang aku takuti. Iikkk!"
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Coba lihat ... putih dan dingin sekali ... Bisa dimakan tidak ya?"
},
{
"Title": "Ketika Matahari Bersinar",
"Context": "Ah, nyaman dan hangat ... Tidak ada yang bisa tandingin kombinasi matahari hangat dan perut yang kenyang untuk buat aku ... *hoam* mau tidur siang ... zzz ...."
},
{
"Title": "Ketika Angin Berembus",
"Context": "Kalau ada angin di belakangku, aku pasti bisa lari lebih cepat ... Tidak, itu berarti curang! Tidak boleh malas!"
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Huff ... Selamat pagi. Rasanya aku ingin meringkuk lagi di kasur deh, tapi ... Aaahhh, tidak, tidak boleh. Seratus push-up, pasti bisa bangun."
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Waktunya makan siang! Kekuatan penuh berawal dari perut kenyang!"
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Kata-kata motivasi pahlawan: \"Kalau kamu merasa capek di sore hari, berarti kamu sudah bekerja keras hari ini, dan sudah mengerahkan seluruh kekuatanmu.\" Jadi kadang-kadang, merasa capek itu adalah tanda kehormatan!"
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Ahhh ... Aku masih belum cukup mengerahkan kekuatanku hari ini. Tapi sudah jam segini, aku sudah ngantuk ... Coba kamu cari bantal empuk dan tidur sekarang? Bantal terbaik itu terbuat dari daun Grainfruit yang dikeringkan. Jangan lupa ingatkan aku ... untuk buatkan ... satu ... untukmu ... zzz ...."
},
{
"Title": "Tentang Varesa: Makan dan Kekuatan",
"Context": "Secara teori sih, makin banyak kamu makan, kamu akan makin kuat, dengan catatan kamu juga berlatih keras setiap hari, bukan cuma duduk cantik dan makan saja seharian. Tapi peraturan itu kayaknya harus dibalik deh kalau kasusku ... Pada awalnya aku super kuat, sebagai gantinya, aku tidak pernah merasa kenyang. Begitu aku mulai bantu orang tuaku di kebun, aku mulai pusing karena kelaparan setiap beberapa jam ... Jadi yah, itulah kenapa aku harus makan porsi yang super jumbo, meski kelihatannya sedikit ... berlebihan."
},
{
"Title": "Tentang Varesa: Kisah Kepahlawanan",
"Context": "Aku selalu suka mendengar kisah tentang semua pahlawan kami sejak masih kecil. Berkat semua pertempuranku, aku jadi bisa makan enak dan tidur nyenyak di malam hari. Ada satu pahlawan dari suku kami, namanya Fietena. Dia bisa lari secepat kilat, dan tendangan melayangnya bahkan bisa membelah gunung jadi dua! Ada yang pernah bilang kalau teknik bertempurku mirip dengannya. Aku senang sekali! Kebahagiaan yang aku rasakan waktu itu bertahan lama sekali ...."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Keren Banget",
"Context": "Teman-temanku sudah kasih tahu semua soal masa lalumu yang keren itu! Kamu sudah kalahin banyak musuh kuat dan punya banyak gelar keren-keren! Aku rasa kita boleh pesan salah satu seniman grafiti itu untuk buatkan buku seni tentangmu, dengan gaya yang berbeda-beda! Biar bisa dicocokkan dengan setiap gelar yang kamu punya! Terus, nanti bakal banyak anak-anak yang tumbuh besar sambil membaca kisahmu! Jadi mereka bisa tumbuh berkembang dengan membaca kisahmu!"
},
{
"Title": "Tentang Kita: Maju Bersama-Sama",
"Context": "Sekarang, kamu itu \"Tumaini\" yang paling terkenal di Natlan. Dia itu pahlawan terkuat pada zaman ini. Rasanya ajaib sih ... tapi waktu aku lagi bareng kamu, aku sama sekali tidak merasa tegang, dan aku tidak merasa sedang di ... intimidiasi. Ngerti kan maksudku? Kayak ... aku di bawah sini, dan kamu di atas sana. Entahlah, mungkin karena kamu orangnya selalu santai dan tulus waktu lagi sama aku? Yah, aku cuma mau sering di sisimu, dan menawarkan kekuatanku kalau kamu perlu. Sama kayak pejuang di masa lalu yang bertarung bersama dengan para pahlawan yang mengukir sejarah!"
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Kalau dari penjelasan di gulungan, Vision itu muncul di masa-masa penting dalam hidupmu, dan perlahan-lahan turun ke tanganmu, bersinar dengan cahaya yang luar biasa, seperti mau bilang: \"Ini sudah ditentukan oleh Takdir\" ... Tapi aku rasa aku lupa semua detail itu deh, soalnya yang aku ingat itu ... Aku sedang mimpi buruk, jadi aku lagi bertarung sama monster di pintu masuk sukuku. Rasanya lamaaa banget, dan aku hampir mati ... Terus, aku terbangun, dan sudah ada Vision di jidatku ... Mungkin aku itu ... diberkati oleh pahlawan di dalam mimpiku? Atau sejenisnya?"
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Topeng ini aku buat sendiri setelah berkunjung ke Putra-Putri Gema beberapa kali dan minta tukang mereka ajarin aku. Intuisi aku sih suruh aku buat berdasarkan topeng yang dipakai Fietena waktu dia bertempur di Perang Penjaga Malam kedua kalinya. Dia waktu itu masih belum jadi \"Batu Tanpa Rasa Takut\", tapi di pertarungan itu, dia berhasil menaklukkan rasa takutnya dan mengalahkan semua musuh yang menentangnya. Aku percaya topeng itu pasti bisa jadi sumber keberanian tak terbatas untukku, dan berdasarkan pengalamanku sejak saat itu ya, aku benar loh!"
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Aku dengar kalau anggota Adventurers' Guild bisa bertualang ke seluruh Teyvat. Bayangin ya ... Jadi tidak perlu khawatir soal bisnis, atau umur simpan buah segar, atau terus terkurung di satu tempat yang sama, aku bisa ke mana pun yang aku inginkan, dan mencoba semua makanan yang ada di sana itu? Hmm ... Tapi aku tidak boleh pergi terlalu lama, soalnya aku harus bantu-bantu kebun sekali-sekali ... Eh, kamu tahu informasi kalau Adventurers' Guild lagi terima kerjaan paruh waktu."
},
{
"Title": "Tentang Iansan: Pelatih dan Komandan",
"Context": "Iansan itu pelatihku. Aku mengidolakan dia lebih dari siapa pun! Dia sudah bantu aku menemukan kekuatanku yang sebenarnya, ajari aku cara bertarung, bahkan carikan pekerjaan di tim patroli Berlimpah Jaya. Dia itu terkenal banget di Tim Patroli, jadi kebanyakan waktu dia yang kasih perintah untukku, dan aku langsung bertarung setiap kali dibutuhkan. Berarti, dia itu pelatih dan komandanku!"
},
{
"Title": "Tentang Iansan: Latihan Berkelanjutan",
"Context": "Pelatih Iansan bilang, meskipun kebanyakan monster di luar sana itu gampang sekali aku kalahkan, tapi jalanku masih panjang, karena musuh yang kuat itu harus dikalahkan oleh beberapa pahlawan yang bekerja sama. Jadi aku pastikan untuk mengikuti rencana pelatihannya setiap hari ... Cuma saja, mengontrol pola makanku itu sebenarnya bagian dari rencana, jadi aku tidak bisa makan goreng-gorengan atau krim-kriman dan gula-gulaan, kalau dia lagi lihat ya ... Dia bilang makanan begituan tidak sehat, tapi rasanya kan enak, dan aku lagi pengin ... Jadi kadang-kadang, kalau aku sudah tidak tahan, aku pergi ke markas rahasiaku untuk sesi camilan ... Kalau suatu hari kita pesta makan besar-besaran, tolong jangan kasih tahu siapa-siapa ya."
},
{
"Title": "Tentang Mavuika",
"Context": "Aku dengar kalau lempengan yang digunakan Mavuika untuk angkat barbelnya lima kali lebih berat dari Flamestrider. Dan dia pakai minimal sepuluh lempengan untuk pemanasan saja ... Aku juga dengar dia bisa angkat batu sebesar Long-Necked Rhino dengan dua jari saja! Kalau ada orang yang sekuat itu, aku rasa aku pasti jadi super sadar diri deh waktu angkat beban di depan mereka. Tapi Mavuika beda ... Suaranya begitu menenangkan, dan tatapan matanya begitu menginspirasi dan mendorong. Aku jadi ingin terus mencoba sekuat tenaga setiap harinya. Tentu aku tidak akan pernah bisa jadi seperti dia, tapi itu bukan alasan untuk menyerah. Aku harus percaya kepada diriku sendiri, dan versi terbaik dari Varesa!"
},
{
"Title": "Tentang Mualani",
"Context": "Pernah ada sekali Pelatih Iansan melihat aku sudah melebihi target bebanku, jadi sudah waktunya untuk fase mengurangi lemak. Karena berenang itu bagus untuk membakar lemak, dia mengaturkan aku supaya ikut program intensif di area Warga Mata Air. Jadi aku di sana berenang terus, sementara Mualani berselancar dan memakaikan pelampung untuk Pelatih Iansan ... Setiap hari, dia membuatku berenang dengan jarak yang sama dengan lari tiga puluh ribu langkahku ... *duh* Untung saja Mualani diam-diam kasih permen ke aku supaya energiku cukup Kalau tidak, entah bagaimana aku bisa selamat ... Aku benar-benar berterima kasih kepadanya ...."
},
{
"Title": "Tentang Kinich",
"Context": "Aku sudah tidak ikut Ziarah berkali-kali. Tapi pernah ada sekali, aku bertemu dengan Kinich di pertandingan grup. Dia benar-benar gesit deh ... Dia menghindari semua seranganku, sampai aku capek sendiri, lalu dia kalahkan aku dengan satu gerakan saja ... Waktu sadar, aku kepikiran untuk minta bantuan teman satu tim untuk menjatuhkannya ... tapi dia dan Api Keramat sudah menghilang ...."
},
{
"Title": "Tentang Xilonen",
"Context": "Waktu aku belajar kerajinan di Putra-Putri Gema, aku pergi ke Muhuru's Gemporium. Tukang kerajinan di sana selalu membahas Xilonen, selalu! Sebenarnya aku cuma ketemu dia sekali atau dua kali saja, dan tidak pernah sempat ngobrol dengan dia. Tapi duh, aku pernah dengar musik di tokonya! Dia menyusun daftar dari lagu yang ada di tokonya, semua lagunya keren-keren deh. Ketukannya asyik, cocok buat lari juga. Sumpah deh, aku pasti bisa lari lebih jauh kalau dengar musiknya!"
},
{
"Title": "Tentang Citlali",
"Context": "Oh, aku pernah baca nama dia di kolom surat pembaca waktu baca komik. Nenek Itztli itu benar-benar dihormati, soalnya dia itu pahlawan terkuat dari Penguasa Angin Malam! Tapi jujur ya, aku pikir dia itu lebih tua loh. Waktu ketemu dengannya dalam kondisi mabuk di Tavern, aku sama sekali tidak bisa kenali dia. Dia tidak bawa Mora sama sekali, dan kata-kata yang keluar dari mulutnya cuma \"Penguasa Angin Malam.\" Jadi, aku bantu bayar dan mulai bertanya ke sekeliling soal \"Nenek Itztli.\" Tapi setiap kali orang-orang melihat dia yang sedang aku bopong, wajah mereka menunjukkan ketakutan ... Aku baru pelan-pelan tersadar kalau ternyata ada yang tidak beres ...."
},
{
"Title": "Tentang Dori",
"Context": "Oh ... bukannya dia ... bos cewek yang super mini ... tapi kedalaman dompetnya tidak terbatas? Huff ... Dia itu galak banget deh ... Setiap kali beli buah dari kami, dia pasti nego harga tiga puluh sampai empat puluh persen dari harga jual! Dan itu waktu lagi panen bagus loh! Sisi bagusnya sih, dia belinya banyak, beberapa kereta sekaligus. Dan dia izinkan aku untuk membelai Shaggy Sumpter Beast-nya. Empuk sekali bulunya, lucu ...."
},
{
"Title": "Tentang Escoffier",
"Context": "Nona Escoffier punya standar yang ketat sekali ... Setiap kali restorannya pesan buahku dalam jumlah banyak, dia pasti ambil beberapa untuk ... apa namanya ya ... oh ya, \"analisis sampel\". Kalau rasa atau tingkat kemanisannya tidak cocok sedikit saja, dia akan tolak semua buah waktu itu. Tapi kalau soal masakannya? Sudah alam lain sih itu. Enaaak banget ... Heheh ... Andai aku bisa makan masakannya setiap hari! Aku rasa aku harus jadi dewa dulu deh supaya bisa hidup seperti itu!"
},
{
"Title": "Mengenal Varesa: I",
"Context": "Aku percaya di dunia ini ada lebih banyak orang baik daripada orang jahat. Mereka bangun rumah nyaman untuk kita tinggali, perabotan bagus yang kita pakai, semua makanan yang kita makan, dan semua musik indah dan semua hal lainnya yang kita nikmati ... Meski aku salah hitung harga waktu sedang jual buah, kadang pelangganku itu baik dan kasih tahu aku, bukan malah mengambil kesempatan. Setidaknya, aku tidak pernah bertemu dengan orang yang menyebalkan sampai aku jadi tidak suka dengan mereka. Kalau monster ... Aku tidak tahu ya masalah mereka api, tapi aku benar-benar marah dengan mereka ... Terutama yang dari Absyss! Mereka itu licik dan mengerikan, benar-benar jahat!"
},
{
"Title": "Mengenal Varesa: II",
"Context": "Abyss menyerang Berlimpah Jaya waktu aku masih kecil sekali. Ada banyak orang yang kukenal yang terluka ... Orang tuaku cuma bisa bersembunyi di ruang bawah tanah yang benar-benar tersembunyi, lalu menghalangi pintunya. Aku masih ingat suaranya waktu monster-monster itu berusaha untuk menghancurkan pintunya ... Aku takut sekali, aku bahkan tidak berani menangis kuat-kuat ... Untungnya, Tim Patroli berhasil selamatkan kami tepat waktu. Tapi aku jadi berpikir ... meskipun pahlawan di masa lalu itu hidup abadi, yang bisa mereka lakukan tetap terbatas. Mereka tidak bisa ada di mana-mana sekaligus dan melindungi semua orang. Tapi mungkin, kalau aku latihan keras dan belajar cara bertarung, mungkin lain kali, aku tidak perlu menunggu diselamatkan, aku bisa cukup kuat untuk melawan penjahat itu sendiri!"
},
{
"Title": "Mengenal Varesa: III",
"Context": "Waktu pertama kali belajar bertarung, begitu aku berhadapan langsung dengan monster, kakiku langsung gemetaran ... Aku beri tahu diriku sendiri: Aku cuma perlu singkirkan semua musuh jahat ini untuk bisa menikmati hidupku yang bahagia! Lalu aku pakai topengku, menutup mataku, dan membayangkan kalau aku adalah pahlawan dari cerita-cerita yang pernah aku baca ... Lalu aku menyerbu mereka ... Aku selalu bisa membanting mereka dan membuat mereka terbang, meski aku tidak tahu juga apa yang sedang aku lakukan. Suatu kali, aku memukul tongkat Hilichurl sampai terbang jauh dan kena tepat ke kepala Pelatih Iansan. Waktu itulah dia mulai memerhatikan aku dan memutuskan kalau aku berbakat, lalu mulai melatihku ...."
},
{
"Title": "Mengenal Varesa: IV",
"Context": "Aku tidak pernah sangka sih, hanya dalam beberapa bulan latihan saja, semua orang sudah bilang kalau kekuatanku itu luar biasa, dan aku harus ikut Ziarah Kembalinya Api Keramat ... Masalahnya ... Aku selalu merasa monster itu musuhku, makanya kalau kepikiran harus bertarung melawan orang-orang baik dari sukuku, bahkan teman-teman yang pernah beli buah dariku ... aku jadi takut. Aku tidak tahu cara mengontrol kekuatanku ... Bagaimana kalau aku hajar seseorang terlalu kuat dan melukai mereka? Jelas sih, pola pikir seperti ini yang buat aku tidak bisa mencapai titik jauh di kompetisi. Setelah beberapa kekalahan, aku bilang kalau aku takut untuk mencoba lagi ... Dan waktu itu, orang-orang sudah tidak suruh aku ikut lagi."
},
{
"Title": "Mengenal Varesa: V",
"Context": "Entah apa masalahku. Hanya saja, aku harus pakai topengku dan membayangkan kalau aku itu orang lain, kalau tidak, aku tidak bisa bertarung. Aku ... menghindar untuk menjadi diriku sendiri kayaknya. Meski aku ingin menaklukkan itu, tapi aku harus belajar untuk mengontrol kekuatanku dan menyelaraskan setiap gerakanku, dengan perhatian yang sama waktu aku sedang menimbang buah. Aku baru bisa bertarung dengan penuh tekad dan presisi ... dan bertarung sebagai diriku sendiri. Um, kebetulan lagi bahas ini ... Begini, kamu kan kekuatannya sudah setara dewa, tapi sepertinya kamu bisa mengontrolnya. Kondisi seperti apa pun, kamu sepertinya pakai kekuatan yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Jadi ... Kamu itu pahlawanku. Boleh ajarin aku cara melakukannya tidak?"
},
{
"Title": "Hobi Varesa",
"Context": "Hehe, aku suka berkemah di tempat yang pemandangannya indah! Ada lokasi-lokasi keren di sepanjang rute kereta buah kami! Begitu kamu beres pasang tenda dan siapin tungku apinya, enak sekali rasanya untuk rileks di kursi sandar di samping api unggun ... Bernyanyi, menikmati pemandangan, menatap bintang-bintang ... lalu melahap makanannya yang masih hangat. Ah, terbaik deh itu!"
},
{
"Title": "Kekhawatiran Varesa",
"Context": "Aku tidak mengerti deh sama buku-buku yang dibaca Pelatih Iansan. Mereka membahas soal cara pelatihan berbasis sains yang ditemukan oleh orang-orang di Sumeru dan Fontaine. Kayaknya terlalu rumit deh. Kayak, hanya karena \"persentase lemak tubuh\", punyaku kan tinggi sekali tuh, Pelatih Iansan tidak izinkan aku makan yang manis-manis, terus porsi sayuranku jadi dua kali lebih banyak? Menyusahkan sih ...."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Aku selalu makan sampai puas, sampai aku merasa penuh dengan energi. Aku suka makanan yang rasanya kuat. Jadi saus itu penting sekali. Bagiku, makanan yang enak pasti selalu banyak gulanya. Blazed Meat Stew dan Hot Spring O'Clock itu dua makanan favoritku. Setiap gigitannya membuatku melayang ... Duh ... Tapi aku harus hati-hati, kalau tidak, aku pasti merasa berdosa setelahnya ...."
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Aku tidak suka makanan yang gosong, kedaluwarsa, atau yang kurang matang ... Meski aku bisa tahan rasanya, tapi kayaknya tidak mengisi energiku. *huff* ... Aku rasa aku tidak bisa dibandingkan dengan Fietena dalam hal ini. Dalam cerita yang konon katanya adalah masa-masa paling sulit saat perang, dia bisa bertahan hidup dari Tataco berjamur dan daging gosong, yang sebenarnya itu arang ... Tapi dia masih bisa mengalahkan musuh ... Entah bagaimana caranya ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Mmmmmmm!!! Ohh ... Rasanya uenaaak banget! Kayak terbang ke surga ... Huff ... Kamu ... kamu benar-benar koki yang hebat! Kalau kamu diundang ke Lomba Makan Dahsyat, duh ... orang-orang pasti bersihin piringnya sampai dijilat! Dan pasti ada banyak orang yang ikut daftar! Bisa-bisa aku sampai gagal pertahankan gelarku!"
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Rasanya enak banget ... Kalau ada seratus lagi kayak gini, aku pasti tetap bisa makan. Oh, tidak, tidak ... Jangan masak seratus porsi untukku. Aku tidak bakal bisa lakuin itu ... aku cuma ... Maksudku ... Aku cuma bisa makan SEDIKIT lagi, kayaknya ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Entah kenapa, aku tidak terlalu bisa makan semua ini ... Apa mungkin kurang makanan pembuka ya? Makanan ini kayak medan perang, dan pahlawannya sudah bertarung sampai akhir ... Ya, benar. Ini kayak perang rasa. Baiklah! Kemenangan, datanglah!"
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Heheh ... Hari ini ulang tahunmu ya, aku semangat sekali! Tradisi di suku kami sih harus kumpulkan semua temanmu dan adakan pesta api unggun untuk memperingatinya. Orang yang berulang tahun harus bersulang dengan semuanya dan mereka boleh minum semuanya! Meski ... dengan reputasimu seperti ini, aku rasa kamu harus bersulang dan minum setidaknya seribu gelas ... Pasti seru! Aku yakin deh! Tapi kasihan juga organ lever-mu. Dan pasti capek juga ... Hmm, gimana kalau sesuatu yang lebih sederhana? Kayak ... pesta pribadi di kemah rahasiaku?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Waaah ... Aku merasakan hasil latihanku! Energiku meluap-luap nih! Aku mau berlari dan melompat dan menghancurkan setiap rintangan di hadapanku!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Yah! Aku penuh dengan energi! Sama kayak baru saja memakan ribuan porsi Blazed Meat Stew! Aku akan menabrak dan menendang dengan kekuatan seperti letusan gunung berapi!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Tujuanku ... adalah menjadi pahlawan tangguh seperti pahlawan yang aku idolakan, dan bertarung untuk menjaga hal paling penting dari semuanya: keadilan. Karena semua orang pantas hidup bahagia dan tanpa kekhawatiran, tidak terganggu oleh hal dan manusia jahat di luar sana!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Keinginanku adalah untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri dan keberanian, sama seperti kekuatanku. Aku yakin suatu hari nanti, aku pasti bisa bertarung tanpa memakai topeng, dan tetap memiliki kepercayaan tak tergoyahkan seperti pahlawan sejati!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Wuuf!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Sundul!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Hyah!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: IV",
"Context": "Maju!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: V",
"Context": "Waktunya keadilan!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: VI",
"Context": "Pahlawan datang!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: VII",
"Context": "Telat lagi ...."
},
{
"Title": "Elemental Skill: VIII",
"Context": "Cepat dong, Varesa ...."
},
{
"Title": "Elemental Skill: IX",
"Context": "Waktunya berlari!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Waktunya kamu mundur!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Serangan sekuat tenaga!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Fietena, berikan aku kekuatan!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: IV",
"Context": "\"Dengan cahayaku, malam akan terbakar!\""
},
{
"Title": "Elemental Burst: V",
"Context": "Kekuatan maksimum!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: VI",
"Context": "Tendangan terbang pamungkas!"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Hehe, silau sekali!"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Umm ... Ini bisa dimakan?"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Uh ... Ini tumbuh dari tanah?"
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Aku marah sekali!"
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Serangan rendahan ...."
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Kamu kuat juga ...."
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Biar aku bantu!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Duh, gawat ...."
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Tidak boleh ... kalah ...."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Ah ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Kekuatanku ... habis ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Ringan: I",
"Context": "Hentikan!"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Duh duh duh!!"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: II",
"Context": "Jangan sekuat itu!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Kita mau berwisata? Atau ... ikut kompetisi?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Yuhu, pasti bakalan seru!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Makanannya cukup tidak untukku? Kalau tidak, aku bawa sendiri!"
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "\"Waktunya latihan, Varesa!\"\nSetiap pagi, suara pelatih yang keras seperti guntur akan menggelegar, dan asap-asap debu pun akan mengepul dari kebun buah.\nSetelah beberapa saat, Varesa—pengelola kebun buah yang populer dan sekaligus anggota inti dari Tim Patroli \"Bangsa Berlimpah Jaya\" yang bangun kesiangan—berjalan dengan terhuyung-huyung ke tempat olahraga sambil menggigit roti dengan selai.\nPada saat ini, Varesa yang masih mengumpulkan nyawanya mendengarkan instruksi pelatihnya dengan mata yang berat dan tatapan kosong. Lalu dia mulai pemanasan, dan mulai mengumpulkan kekuatannya ....\nTerkadang pelatih Varesa akan menekankan bahwa selai mengandung terlalu banyak gula, ini berarti waktunya hukuman! Varesa baru tersadar kalau ternyata dia mengambil makanan yang paling dia sukai, bukan yang paling sehat karena ia terlalu terburu-buru dan belum sepenuhnya bangun.\nVaresa hanya bisa menundukkan kepalanya dengan malu, dan ia pun berjalan lemas ke rak barbel yang super berat sambil diiringi tatapan orang-orang sekitarnya yang takjub, iri, atau bingung. Mengangkat beban seberat ini umumnya akan membuat manusia biasa sakit otot selama setengah bulan ... tapi Varesa justru mengangkatnya sebagai pemanasan \"ringan\", selagi ia bersiap-siap untuk mengangkap beban yang bahkan dianggap \"mematikan\" oleh pejuang elite sekalipun.\nTapi Varesa malah menjadi semakin bersemangat di tengah menu latihan yang gila ini. Matanya terlihat berseri-seri dan akhirnya dia pun tersenyum bahagia.\nKarena itulah, bahkan pejuang terkuat di suku \"Berlimpah Jaya\" yang menjunjung tinggi kekuatan mereka tidak pernah berani menantang Varesa.\nTapi kalau kamu mencoba menyelidiki sumber kekuatan Varesa, kamu akan menemukan bahwa kehidupan Varesa ... teramat sangat santai.\nBersama dengan teman Saurian-nya, Vanana, ia mengelola kebun buah miliknya, pelan-pelan merawat tanahnya, lalu membuka kios untuk menjual hasil panennya tanpa rasa terburu-buru sama sekali .... Mendengar keseharian Varesa bisa membuat siapa pun mengantuk, benar-benar tidak ada yang luar biasa dari kehidupan sehari-harinya.\nDilihat dari sisi mana pun, kehidupannya sama saja seperti gadis tetangganya bukan?\nItu benar, tapi ada satu pengecualian, yaitu porsi makan Varesa.\nTolong tambah satu porsi lagi ya! Lalu satu porsi lagi dengan bumbu yang lebih banyak! Oh, porsinya juga ditambah ya, makin banyak makin bagus deh!\nMenghabiskan makanan untuk porsi 35 orang adalah hal biasa bagi Varesa. Bahkan kompetisi makan seperti \"Lomba Makan Dahsyat\" pun harus membuka kategori khusus untuknya ....\nJadi semua orang bertanya-tanya ...\n\"Apa mungkin bagi seorang dengan bakat sepertinya, semakin banyak dia makan, semakin besar juga kekuatannya?\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Bagi Varesa, setiap hari adalah hari yang menyenangkan.\nOrang tuanya sering berkata, \"Gunung Berapi Tollan tidak meletus untuk waktu yang sangat amat lama sebelum dan sesudah kelahiran putri kami.\"\nTapi Varesa bukanlah seseorang dengan kekuatan dewa, dan kelahirannya tentu saja tidak bisa memengaruhi gunung berapi. \"Sangat amat lama\" hanyalah sebuah ungkapan.\nNamun, kenyataan bahwa dia lahir di masa-masa yang bebas dari bencana alam sudah menjadi bukti akan keberuntungannya.\nDi suku \"Berlimpah Jaya\" yang makmur, keluarga Varesa hidup berkecukupan. Tak pernah mengalami kekurangan materi, ia tumbuh dalam kehangatan dan selalu tercukupi. Orang tuanya juga tidak memiliki harapan muluk untuknya, mereka hanya ingin dia hidup bahagia dan sehat. Dan setelah dewasa nanti, dia bisa mewarisi kebun buah mereka.\nKetika sang ayah berkebun, ibunya akan mendudukkan Varesa di punggung Vanana si Saurian kecil. Jika ada buah yang jatuh, Varesa kecil selalu dengan sigap menangkapnya. Tindakan ini memicu pujian dari kedua orang tua dan elusan penuh sayang dari Vanana.\nSaat berjualan buah, ibu menggendong Varesa duduk di samping ayah, membuka gulungan tenun, lalu bercerita. Dari dongeng Saurian baik hingga legenda para pahlawan kuno, kisah-kisah bergulir dari cerita pendek ke adegan penuh laga. Varesa kecil makan sambil mendengarkan dengan sangat terpesona, kadang-kadang menghabiskan sekeranjang penuh Quenepa Berry tanpa ia sadari, membuat ayahnya tersenyum geli.\nMasa kecil yang bebas dari kekhawatiran telah memberikan Varesa hadiah berupa kepribadian yang tenang, lembut, dan senang berbagi.\nDi suku Berlimpah Jaya, kekuatan ibarat kartu identitas. Yang besar dan kuat selalu dikagumi dan dihormati, sejak masih kanak-kanak pun.\nBadan Varesa biasa saja, tapi di usia muda dia sudah kuat mengangkat dan melempar mantan pemimpin grup anak-anak di lingkungannya, sekaligus barbel berat kebanggaan si mantan pemimpin.\nMantan, karena sejak saat itu Varesa yang jadi pemimpin baru. Tapi anaknya sendiri tidak minat yang seperti itu.\nVaresa malah ingin jadi pahlawan. Yang bisa menjaga ketertiban sekaligus memastikan semua orang kenyang dan senang.\nKalau ada yang enak, dibagi! Kalau ada yang seru, nikmati! Semuanya bareng.\nJangan menyiksa orang kalau tidak mau diangkut! Heh, jangan seenaknya menguasai komik dan mainan! Bagi-bagi ke yang lain, atau aku seret loh ya!\nAwas ya, kalian tukang onar. Masih berani macam-macam, aku kasih bogem mentah nih ....\nEh, jangan ... kalau kena pukul, pingsannya bisa dua minggu ... sudah, dijitak pelan saja.\nPokoknya, kita semua harus hidup rukun dan damai, jangan bertengkar karena hal-hal kecil, apalagi bersikap egois atau sengaja menyusahkan orang lain!\nPada masa inilah bakat Varesa mulai terlihat, bahkan ke tingkat yang agak ekstrem ....\nTemannya yang lebih lemah cerita soal buah liar di sebelah utara kampung suku. Katanya buah itu rasanya asam tapi manis, ajaib.\nSetelah mendengar hal itu, Varesa kecil mencabut pohon buah tersebut sampai ke akarnya dan membawanya ke depan rumah si teman.\nSang ibu menggunakan kesempatan ini untuk mengajari Varesa tentang pentingnya merawat serta hidup berdampingan dengan alam. Dilarang sembarang merusak pohon. Mereka berdua lalu menanam kembali pohon itu di tempat asalnya.\nDi lain ketika, kepala suku bilang di wilayah mereka sedang sering terjadi longsor. Semua orang harus lebih hati-hati.\nVaresa kecil lalu mencari tempat tinggi di sekitar dan berdiri dengan serius sambil berkacak pinggang untuk berjaga. Begitu melihat batu menggelinding, dia langsung loncat dan menendang batu yang jatuh itu sampai tidak kelihatan!\nSetelah itu, ayahnya membawa Varesa kecil mendaki ke atas untuk mencari sumber batu-batu yang longsor, lalu mereka bersama-sama menimbun tanah dan menggali lubang supaya batunya aman dan tidak akan jatuh lagi untuk beberapa waktu ke depan.\nSetiap kali, orang-orang merasa heran ... kok bisa ya ada anak kecil sekuat itu?\nTapi, melihat senyum lembut Varesa dan anak-anak yang bermain dengan rukun di bawah pengawasannya, para orang dewasa tidak khawatir kekuatan Varesa lepas kendali."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Dan memang, kekuatan Varesa aman terkendali ... tapi nafsu makannya, itu lain cerita.\nMungkin itulah harga yang dibayar untuk kekuatan. Waktu Varesa baru bisa jalan, nafsu makannya sudah menyamai dewasa muda di kampungnya. Waktu dia setinggi lutut orang tuanya, dalam sekali makan dia bisa menghabiskan jatah makan satu keluarga selama sehari, termasuk pakan untuk Vanana.\nTapi Varesa kecil jarang dapat kesempatan untuk menunjukkan kekuatannya. Karena biasa makan banyak begitu, bentuk badannya mulai jadi \"kayak Valberry kalau dilihat dari jauh\". Beratnya naik terus, sampai orang tuanya pun mulai cemas.\nDemi kesehatan dan kemampuannya untuk bekerja di masa depan nanti, orang tua Varesa menugaskannya mengurus kebun. Cara yang bagus untuk mengkondisikan Varesa agar membakar energi berlebih di badannya.\nSetelah tiba di kebun, Varesa sadar sesuatu yang kurang baik tentang dirinya sendiri.\n\"Papa, mama, dan Vanana bekerja keras setiap hari tapi cuma makan sedikit. Aku yang enggak ngapa-ngapain malah makan terus ....\"\n\"Harus kerja keras buat gantiin makanan! Enggak boleh seenaknya gini!\"\nOrang tuanya pun senang karena Varesa langsung bisa berkebun.\nAwalnya dia kerja keras sekali, kekuatannya yang setara Tatankasaurus dikerahkan untuk mengangkut barang, peralatan, dan segala macam lainnya yang ada di kebun. Kerja keras terasa ringan baginya, seperti jalan-jalan keliling untuk membakar kalori sehabis makan.\nDi bawah bimbingan sang ibu, dia belajar ilmu pertanian yang lebih detail, seperti mengurus tanah, mencampur nutrisi, dan mengendalikan kelembapan. Varesa mempelajari ini semua dengan semangat sekali.\nKe depannya kebun ini akan jadi tanggung jawabnya. Kerjanya dalam sehari saja sudah lebih berat dari Saurian.\nMeskipun tidak terlalu pandai membaca gulungan, memahami prinsip teknis, dan pembukuan ... Varesa sudah bisa keluar beli rempah sendiri, dan sudah bisa mengurus kebunnya sendiri ... tugas yang orang dewasa saja kadang kesulitan!\nLambat laut berat badannya pun berkurang. Bentuk tubuhnya mulai stabil, dan dia sudah tidak berisiko kena penyakit gara-gara gemuk.\nTapi meski sudah susah payah menahan nafsu makan, tetap saja Varesa kecil masih doyan makan. Sangat doyan. Yah, begitulah.\nAkhirnya Varesa dibawa ke dokter untuk diperiksa. Tapi ternyata, dia malah dipuji. Katanya, \"anak ini badannya sehat sekali, makanya dia doyan makan\" ... dan penyebabnya pun gagal diketahui.\nSebaliknya, setelah mengamati Varesa kecil untuk waktu yang lama, kepala suku Acatl memberikan komentar yang sangat masuk akal:\nTanah Teteocan yang subur menghasilkan sayur dan buah baik untuk memberi makan para pejuang, tapi tidak semua tubuh jasmani bisa sepenuhnya memanfaatkan energi yang terkandung di dalamnya. Setelah makan, ada yang cuma kuat angkat besi sepuluh set, dan ada juga yang kuat bawa barbelnya naik turun gunung sambil lanjut menari.\nTapi ada legenda, tentang pejuang Teteocan yang tubuhnya bisa memanfaatkan setiap kalori yang didapat dari makanan, tanpa ada yang terbuang. Kekuatannya luar biasa, setara dengan nafsu makannya. Mungkin Varesa termasuk kategori yang ini.\nTidak semua pejuang mendapat Marga Kuno dan menjadi pahlawan. Seperti rangka kapal dan fondasi bangunan, mereka menjadi batu penjuru, pelita yang menerangi kegelapan. Ketika ada kesempatan, kisah mereka juga diwariskan ke generasi mendatang. Sosok-sosok inilah yang kadang dikenal dengan nama \"pahlawan cadangan\".\nTeori kepala suku ini berhasil menenangkan hati orang tua Varesa. Setidaknya, putri mereka bukan sakit aneh-aneh.\nVaresa kecil cuma menangkap satu hal saja dari cerita kepala suku ....\n\"Pahlawan cadangan? Aku?\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Pahlawan cadangan ... istilah ini melekat di benak Varesa kecil. Dia pun akhirnya punya cita-cita mulia:\n\"Aku kan beda dari yang lain. Harus kerja keras biar bisa jadi pahlawan yang bukan cadangan!\"\nTapi beban kata \"pahlawan\" jauh melebihi bayangan Varesa kecil.\nPahlawan menang melawan kejahatan, hanya mengutarakan sepatah dua patah kata saja ketiga melaksanakan tugasnya. Demikianlah cerita yang beredar menghilangkan kesedihan, kepahitan, dan kerja keras yang ada di balik setiap kisah.\nMusuh menyerang dengan meraung-raung, pertarungan hidup dan mati jauh lebih mengerikan daripada pertandingan gulat mana pun yang pernah ditonton Varesa.\nVaresa baru berusia lima tahun ketika pertama kali diserang Abyss. Nalurinya mendorong kakinya untuk menendang monster pertama yang masuk ke kebunnya sampai terbang jauh sekali. Tapi ketika monster-monster lain mulai masuk seperti ombak hitam yang menggulung, Varesa kecil ketakutan sampai menangis.\nUntungnya sang ayah cepat tanggap. Dia mengusir monster, menjemput Varesa dan ibunya, lalu bersembunyi di balik leher Vanana. Pintu dikunci, mereka menenangkan Varesa kecil sambil menunggu pasukan patroli datang.\nMelihat kebun buah yang porak-poranda dan para pejuang suku yang terluka, air mata Varesa kecil berhenti mengalir. Kepalan tangannya yang mungil mengerat erat, kukunya menancap ke dalam telapak tangannya tanpa ia sadari.\nVaresa kecil tidak paham tujuan musuhnya, dan dia tidak ingin tahu. Yang dia tahu hanyalah rumahnya telah diratakan oleh makhluk-makhluk ini, paman dan bibi yang sering datang beli buah terluka, bahkan ada beberapa yang mungkin tidak akan pernah sadar kembali ... Betapa dia berharap bisa seperti para pahlawan dalam cerita, yang mampu membasmi para monster Abyss dalam sekejap mata.\nSeusai memindahkan dan merenovasi kebun bersama kedua orang tuanya, Varesa sudah bukan lagi anak kecil yang hidupnya santai bermain saja.\nSetelah mendapat izin dari ayah dan ibunya, Varesa mengenakan topeng kecil, menyeret barbel terberat yang ada di pusat kebugaran, lalu membuka pintu batu berat menuju ruang persiapan arena gulat. Dia memohon pada para pejuang di dalam sana untuk mengajarinya bertempur.\n\"Pahlawan cadangan\" harus bisa menaklukkan ketakutan serta kelemahan dirinya. Kekuatan yang luar biasa di dalam tubuhnya harus bisa dipakai untuk melindungi suku bangsanya.\nBeberapa pegulat sombong yang tidak suka melihat ada anak ingusan muncul minta ini itu mencoba mengusir Varesa. Tanpa banyak bicara, Varesa langsung memegang kaki mereka dan menyeret mereka ke atas ring. Para pegulat yang kebingungan itu lalu dia dorong pelan, dan hanya begitu saja yang diperlukan untuk melempar semuanya keluar dari ring. Kekuatan Varesa tidak bisa disepelekan.\nPejuang yang hadir, beserta kepala suku Acatl yang terburu-buru datang, langsung merundingkan situasinya di tempat. Permintaan Varesa pun dikabulkan dengan suara bulat.\nDi mata para pejuang Berlimpah Jaya, kekuatan Varesa sudah melebihi banyak orang dewasa. Dan tak lama berselang dia pun dilihat sebagai sosok yang menguasai betul bidangnya.\nSejak saat itu, Varesa mendapat banyak ilmu dari pejuang hebat. Dia tidak tahu bela diri seperti apa yang cocok dengan gayanya, maka dia mencoba meniru jurus para pahlawan satu per satu sambil mencari mana yang paling pas.\nLatihan ini berlangsung selama beberapa tahun, dengan pembagian yang seimbang antara teori dan praktik. Entah karena gugup atau belum berpengalaman, saat berhadapan dengan musuh, Varesa masih mengandalkan naluri, yakni menendang musuh sekuat tenaga sampai terbang. Senjata jarak dekat di tangannya pun beralih fungsi, menjadi senjata lontar ....\nSampai-sampai beberapa Hilichurl mulai melemparkan senjata untuk membalas serangan Varesa. Korban yang tak sengaja terlibat baku tembak karena datang di saat yang tidak tepat adalah Iansan ... dan pelatih hebat itu pun mulai memberi perhatian lebih ke Varesa, dan akhirnya mengambil alih program pelatihan si gadis muda.\nUntuk sepenuhnya menggali potensi Varesa, Iansan secara khusus menyusun program latihan yang ketat dan efisien. Setelah itu, dia terkejut menemukan bahwa talenta Varesa berada jauh di atas semua muridnya yang lain, mampu mengeluarkan kekuatan yang setara dengan murid-murid yang telah digembleng keras hanya dengan mengandalkan intuisi.\nIansan bahkan percaya bahwa kekuatan Varesa pasti akan melampaui dirinya sendiri. Dengan tujuan menyemangati, dia lalu bilang \"Aku tidak akan kalah darimu!\" Tapi hasilnya malah Varesa yang malu dan tak bisa berkata-kata.\nSelama masa pelatihan, Varesa berhasil menghempaskan ribuan monster, tetapi juga menghancurkan ratusan senjata, membuat puluhan pejuang suku menggelengkan kepala sambil memegang dahi mereka, hingga akhirnya Iansan menarik sebuah kesimpulan:\nVaresa adalah seorang jenius dalam hal kekuatan brutal, namun justru karena kekuatannya yang terlalu meluap-luap, dia tidak cocok menggunakan senjata jarak dekat pada umumnya. Lebih baik mengadopsi gaya bertarung tangan kosong seperti pegulat untuk memaksimalkan keunggulannya sendiri.\nAtas rekomendasi Iansan, Varesa secara resmi bergabung dengan Tim Patroli suku, mulai sering bertugas di garis depan, dan terus memperkuat teknik bertarungnya.\nDan pada bulan kedua setelah bergabung dengan Tim Patroli, Varesa kembali menghadapi ujian yang berat.\nGelombang hitam monster kembali menyerang. Semua pejuang kelelahan setelah diserbu tiga hari berturut-turut, bahkan Varesa saja hampir mencapai batasnya ....\nTapi dalam pertempuran inilah Varesa mendapat sesuatu, sesuatu yang begitu berharga dan berhasil menjadikan dirinya pejuang yang lebih kuat."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Setelah mengalami ujian pertempuran yang keras, sikap Varesa menjadi lebih tenang. Dengan pengalaman tempur yang semakin kaya, ia juga semakin jarang panik meski dalam kondisi genting.\nSetelah mengambil alih bisnis keluarga dari orang tuanya, pola kehidupannya kembali santai seperti masa kecilnya.\nKarena pada dasarnya dia adalah gadis muda yang santai. \"Hidup santai, hidup nikmat\", begitu motonya.\nSehari-hari dia dengan santai mengurus kebun buah, merawat Vanana, jualan buah dan sayuran berkualitas ke berbagai suku pakai gerobak, beli bahan makanan buat siang dan malam. Kalau ada yang lagi lomba makan, bagus! Perut tanpa dasar ini mesti diisi penuh!\nLalu latihan sesuai program Bu Pelatih, setiap hari. Latihan pakai 18 mesin, tiga set gerakan sebadan tanpa mesin, satu set-nya 300 kali repetisi. Lari tiga sesi, masing-masing 30.000 langkah ... tidak usah perhatikan waktunya, tapi ingat jangan sampai bikin orang lain takut kalau latihannya malam-malam.\nKetika dipanggil melapor ke Tim Patroli, Varesa selalu bawa sekarung makanan. Dia mengikuti rekan setimnya seperti lagi karyawisata, sambil mencari tempat untuk berkemah. Ketika ketemu monster biasa, dia akan pakai topeng lalu mulai menendang ... anggap saja pemanasan!\nHanya ketika melawan musuh dari Abyss-lah semangat tempur Varesa membara dengan panasnya.\nKepribadian seperti ini juga membuat Varesa tidak cocok untuk beberapa kegiatan, utamanya ya di Ziarah Kembalinya Api Keramat.\nSebagai pejuang hebat dari Berlimpah Jaya, semua orang mengharapkan Varesa menorehkan prestasi bagus di ajang Ziarah.\nNamun sejak pertama kali Varesa belajar bertarung, dia tidak pernah menganggap pejuang dari suku lain sebagai musuh, dan ketika berhadapan dengan sesama dari Natlan, dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kemampuannya, sehingga penampilannya dalam kompetisi ... cuma sebagai pemeriah suasana saja.\nSuatu ketika \"Belati Pasir Seit'aad\" menggunakan senjatanya untuk menghalau serangan Varesa, sampai gadis itu terbang menembus gua, dan tersesat di dalam sana. Dia akhirnya bisa keluar karena dituntun oleh Yumkasaurus kecil, dan ketika sampai kembali di arena, kompetisinya sudah lama usai.\nLalu ada pejuang veteran Bunga Bersayap, Nusta, yang sedang pamer jurus pukulan. Varesa yang kebetulan lewat memuji jurusnya, sama sekali tidak memerhatikan sekeliling. Dia bahkan tidak tahu rekan-rekan Nusta sudah berhasil mencuri Api Keramat timnya.\nLawan terkuatnya, \"Malipo\" Kinich, punya kecepatan yang setara dengannya, tapi jauh lebih gesit. Dengan bergerak cepat mengitari Varesa, Kinich dengan mudah menghalau serangannya, menguras tenaganya, dan berhasil kabur dengan Api Keramat timnya ....\nVaresa ikut Ziarah lima kali, dan tidak pernah lolos dari babak berkelompok.\nIansan dan Acatl hanya bisa angkat bahu sambil menghela napas. Orang tua dan teman-teman juga tidak menyesali performanya, malah merayakan kepulangan Varesa dengan makan besar.\nKalau orang lain yang sama kuatnya dieliminasi semudah itu dari kompetisi, kritik pedas pasti menanti. Tapi orang Berlimpah Jaya dan suku-suku lain yang pernah berhadapan dengannya malah merasa simpati.\nVaresa sering ngobrol dengan pelanggan-pelanggan yang belanja buah. Dia biasa tenang, santai, dan memperlakukan semua orang layaknya teman. Ketika pelanggan minta diskon, buka bon utang, atau minta pengembalian barang dan uang, Varesa tidak pernah kehilangan kesabaran. Sikapnya yang baik dan santai bikin semua orang yang berurusan dengan dirinya merasa nyaman.\nBisa dikatakan, Varesa sama sekali tidak bisa marah sedikit pun kepada saudara-saudara sebangsanya.\nVaresa tahu bahwa amarah adalah sumber daya, yang harus dikerahkan dalam pertempuran yang paling penting saja. Sebagai fondasi Tim Patroli, Varesa sudah jadi prajurit teladan semenjak masuk. Tidak pernah kalah ketika melindungi wilayah Berlimpah Jaya dari Abyss.\nTapi bagaimana dengan Varesa sendiri? Apakah ini benar-benar sudah cukup?\nBerpartisipasi dalam Perang Penjaga Malam dan menghadapi Abyss langsung adalah tonggak yang menentukan perjalanan Varesa menjadi seorang pahlawan.\nKejahatan tidak kenal istirahat. Menghadang dan menunggu musuh menyerang bukan pilihan ideal.\nVaresa mengerti, jika dia tidak bisa mengalahkan kelemahannya sendiri dan membedakan antara mengerahkan kekuatan dan meluapkan amarah, dia tidak akan pernah bisa menjadi pahlawan sejati ...."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Duduk di samping tenda perkemahan, sambil menatap api unggun yang menyala, Varesa berkali-kali merenung, apa sebenarnya arti \"pahlawan\" bagi dirinya sendiri?\nSaat pertama kali menginjakkan kaki di medan perang, Varesa dilanda rasa takut dan gentar. Saat itu, dia memilih untuk mengenakan topeng dan meneriakkan \"Membaralah malam yang gelap!\", membangkitkan semangat dan menaklukkan kelemahannya.\nIni sudah jadi modusnya ketika bertempur. Begitu topeng dipakai, dia jadi orang yang berbeda ... pahlawan yang maju tanpa rasa takut.\nTapi, meskipun setiap kata dan tindakan sama dengan pahlawan dalam legenda ... apa dia sendiri sudah jadi pahlawan?\nDan ... dari awalnya kenapa pula dia ingin jadi pahlawan?\nApa dia mungkin ingin terlihat keren, atau ingin punya reputasi luar biasa, perbuatan luar biasa untuk dipamerkan?\nApa dia ingin melampiaskan amarah seperti rekan-rekannya, menjadikan diri senjata perang yang ampuh dan mematikan?\nSetelah krisis diatasi dan Natlan menang, Varesa mendengar kabar tentang \"Tumaini\" dan perlahan-lahan, semuanya menjadi jelas di dalam pikirannya ....\nDia sadar bahwa yang didambanya selama ini bukan kejayaan, juga bukan musuh abadi untuk dijadikan tempat melampiaskan amarah.\nDia lebih mengagumi semangat dan tekad para pahlawan, serta keberanian mereka saat bertempur melawan kegelapan.\nDia ingin menjadikan keteguhan hatinya menjadi kekuatan, menegakkan keadilannya sendiri ... melindungi hidup orang-orang agar damai, bahagia, dan jauh dari beban pikiran.\nDaripada pakai topeng, lebih baik dia maju sebagai dirinya sendiri ... sebagai \"Varesa\".\nPrioritas utamanya adalah menaklukkan kelemahan, mengubah sifat jorok dan kebiasaan jelek lainnya.\nDemi mencapai hal ini, Varesa minta Iansan beri dia program \"latihan pengendalian tingkat lanjutan\", dan dalam prosesnya berusaha lebih keras dari yang sebelum-sebelumnya. Sekarang dia sudah tidak lagi pakai topeng ketika bertempur, dan sudah berhenti membayangkan dirinya sebagai pahlawan dalam cerita.\nAwalnya dia merasa terekspos tanpa topeng. Alam bawah sadarnya pun mengingat kenangan masa ketika dia pertama terjun ke medan perang, segala kelemahan dan kepanikan yang terjadi pada suatu ketika. Varesa kebingungan hingga melupakan dasar-dasar pertempuran.\nKetika benak bingung, tubuh mengerahkan naluri. Teknik dan jurus yang sudah dihafalkan oleh semua ototnya pun keluar, meski tidak dalam kekuatan penuh. Kepercayaan diri yang hilang mengakibatkan dirinya jatuh berkali-kali di hadapan musuh ....\nTapi jatuh bukan perkara. Dia masih mampu mengandalkan kekuatan luar biasa untuk terjatuh dengan sangat kuat sampai menggetarkan bumi, dan menggoyahkan kaki musuhnya. EH, yang penting kan hasilnya!\nVaresa memang perlahan mulai beradaptasi, menemukan momentumnya, menyatu dengan medan pertempuran sesuai jati dirinya, dan menampilkan gaya bertarung yang paling keren ... menurutnya.\nDemikianlah puncak kekuatan Varesa sebagai pejuang ... semangat juang mengubah amarah menjadi keberanian untuk menghadapi lawan, menghiasi medan tempur dengan jurus-jurus pahlawan masa silam, lalu DHUAR, JEGER, BHUM, BHUM, sikat semua sampai menang!"
},
{
"Title": "Topeng Pahlawan",
"Context": "Pahlawan pertama dalam ingatan Varesa, yang juga merupakan tokoh yang paling berpengaruh baginya, bernama Fietena.\nDalam catatan karya seni, Fietena suka bertempur mengenakan topeng merah, terkenal dengan kecepatan larinya yang luar biasa dan teknik pertarungan jarak dekat yang memukau, dengan gaya yang sangat khas.\nFietena yang berasal dari Berlimpah Jaya menorehkan banyak prestasi, menjaga kedamaian di wilayahnya mau pun di suku lain berkali-kali. Fietena jatuh cinta dengan orang dari Bunga Bersayap dan menikah ke sana, sambil mempererat silaturahmi antara kedua suku.\nFietena mungkin tidak sebersinar pahlawan lain yang memegang enam Marga Kuno utama, tapi dia tetaplah legenda yang dikasihi dan dikagumi masyarakat.\nSeiring berkembangnya budaya grafiti Natlan yang berpadu dengan karya-karya populer dari luar bangsa, kisah-kisah kepahlawanan terus diceritakan dengan cara baru. Di dalam komik-komik kesukaan Varesa, gambar yang indah dan cerah berpadu dengan gaya tutur kisah yang berlebihan. Cerita Fietena menjadi favoritnya via media ini.\nAda dua belas volume Komik, atau \"gulungan tenun bergambar\", yang menceritakan kisah Fietena beserta lima versi desain penampilannya.\nSetiap kali berkunjung ke Putra-Putri Gema, Varesa akan belajar sedikit pertukangan sederhana dari para ahli di sana. Setelah bisa, Varesa membuat sendiri kelima versi topeng Fietena, untuk dirinya.\nEmpat versi disimpan oleh Varesa sebagai koleksi, dan versi yang digunakan dalam \"Perang Penjaga Malam: Ujian Kedua\" adalah yang paling istimewa.\nVersi topeng ini memiliki latar belakang cerita yang paling mendebarkan, namun karena sulitnya menggambar adegan pertempuran dengan banyak orang, Fietena hanya digambarkan berupa siluet yang terlihat dari samping. Tidak ada gambar desain yang dapat dirujuk untuk tampilan depannya.\nMaka Varesa, dengan mengikuti instingnya sendiri, melengkapi pola pada topeng tersebut dan menjadikannya sebagai simbol saat dia bertarung dengan kekuatan penuh.\nSebenarnya, topeng Varesa mendapat banyak sentuh khas pribadinya, dan kini sudah cukup beda dibandingkan dengan topeng asli yang dikenakan Fietena.\nKetika melihat sosok bertopeng itu, yang orang ingat adalah Varesa, bukan Fietena.\nKetika pertama tahu soal ini, Varesa bukan cuma kecewa, tapi juga sedih.\nTapi setiap kali dia menunaikan tugas di Tim Patroli, melindungi wilayah \nOrang-orang membawa hadiah berupa makanan lezat yang disukai Varesa ornamen-ornamen cantik buatan tangan.\nUntuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Varesa, semua orang secara spontan menggambar simbol topeng kecil di dalam surat yang mereka lampirkan, dan perlahan-lahan topeng itu menjadi identitas Varesa sendiri.\nMengenai hal ini, Iansan sang pelatih mengangguk puas:\n\"Prestasi Fietena akan selalu dikenang. Tapi yang terjadi hari ini dan besok adalah karyamu. Sudah Varesa, terima saja dukungan orang-orang buat kamu!\"\nMendengar perkataan pelatihnya, Varesa membulatkan tekad dan langsung menentukan target.\n\"Suatu hari nanti... jika aku menjadi pahlawan yang diakui semua orang, dan perbuatanku jadi bahan cerita ... y-ya, waktu namaku dijadikan tokoh utama komik ... maka topeng ini akan jadi topengnya Varesa!\""
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Varesa sering mimpi buruk begini: dia melawan pasukan Abyss yang tak ada habisnya. Setiap digilas satu, muncul lagi sepuluh menggantikan yang satu.\nPara pejuang veteran tahu bahwa itu bukan hanya mimpi, dan benar-benar pernah terjadi.\nPada saat itu, Abyss memanfaatkan periode aktif Gunung Berapi Tollan, melancarkan serangan bertahap dari tiga arah berbeda ke Berlimpah Jaya, memaksa para pejuang suku untuk memecah pasukan mereka, lalu menghancurkan mereka satu per satu.\nKejadiannya sangat tiba-tiba, bantuan yang datang dengan cepat hanya berupa sekelompok pembawa pesan dari Tirai Daun. Berlimpah Jaya hampir hanya bisa mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk menghadapi pertempuran.\nDengan jumlah orang terbatas, pertempuran terus menggerus pertahanan mereka dari segala arah. Tetua suku memutuskan untuk menyebar pertahanan dan mendirikan pertahanan berlapis. Garis depan ditarik sejauh mungkin, bala bantuan dari Tirai Daun tidak bisa bergabung, lalu diutus untuk menduduki tempat tinggi sebisanya.\nSementara itu, Berlimpah Jaya mengerahkan sebagian pejuang elite mereka untuk melancarkan serangan balik.\nGaris pertahanan suku tidak bisa menghalau Abyss secara menyeluruh, tapi memang tugasnya adalah untuk melambatkan laju serangan dan mengikis daya tempur lawan.\nSetelah serangan Abyss berhasil dilambatkan, pembawa pesan Tirai Daun menyesuaikan strategi untuk memeriksa lokasi pemimpin musuh dengan akurat dan berhasil menemukan mereka.\nPada saat itu, pasukan serangan balik suku akan mengumpulkan kekuatan dari belakang, dan menyerang ke dalam barisan musuh dalam satu serangan untuk mengalahkannya. Setelah kehilangan komando, musuh yang tersisa dapat dikalahkan dengan cepat ....\nVaresa yang baru saja bergabung dengan Tim Patroli mendengar kalau dia bisa langsung bertarung melawan pemimpin musuh jika maju untuk menyerang balik. Dan dia pun setuju ikut.\nAcatl dan Iansan sempat ragu, tapi mengingat mereka sedang kekurangan pasukan dan keunggulan yang dimiliki Varesa, mereka akhirnya menyetujui permintaannya.\nTaktiknya jelas, tapi praktiknya tidak mudah.\nPada serangan balik pertama, ada lebih dari sepuluh pejuang yang berhasil menembus barisan musuh, Varesa menjalankan koordinasi sempurna dengan mereka, menghantam, dan menghancurkan pemimpin musuh dengan telak;\nPada serangan balik kedua, hanya enam pejuang, termasuk Varesa, yang berhasil mencapai ke posisi pemimpin musuh. Senjata musuh yang biasanya menjadi bahan lelucon para pejuang kini terasa makin sulit dihindari.\nPada serangan balik terakhir, Iansan sebagai tulang punggung garis pertahanan, berjuang dengan segenap kekuatannya untuk membuka celah bagi pasukan penyerang, namun ketika dia menoleh, dia baru sadar hanya Varesa yang tiba di posisinya tepat waktu ....\nVaresa yang terluka parah berjalan tertatih-tatih, tangan kanannya menyeret seorang Hilichurl yang tulangnya sudah diremukkan, melemparkannya ke barisan musuh hingga menimbulkan gelombang monster, sementara bahu kirinya memikul senior yang sudah kehabisan tenaga, lalu menyerahkannya kepada Iansan.\nMata Varesa tampak kosong, kesadarannya mulai kabur, namun tubuhnya masih bertarung dengan sekuat tenaga, didorong oleh amarah dan rasa tanggung jawab.\nDia mengeluarkan topeng yang sudah compang-camping dari sakunya, dipakaikannya di wajahnya dengan gemetar, sambil bergumam pada dirinya sendiri.\n\"Aku bukan anak penakut itu lagi, aku akan bertarung seperti seorang pahlawan.\"\nSetelah kata-kata itu terucap, tanpa menunggu Iansan lagi, Varesa menghancurkan bebatuan, berubah menjadi cahaya merah, membelah barisan musuh, dan menyerang langsung ke arah pemimpin terakhir.\nSesaat kemudian, dari dalam gelombang monster, ledakan guntur yang menyilaukan tiba-tiba terdengar, terlihat sebuah bayangan kurva terbentuk, dan sisa-sisa pemimpin monster terpental tinggi ke udara ....\nSetelah semuanya mulai reda, Iansan menggali dengan sekuat tenaga dan akhirnya menemukan Varesa yang tertidur lelap di kedalaman medan pertempuran yang runtuh. Cahaya Vision-nya masih berkilau terang, dan guntur yang berbahaya masih menari-nari di sekitar tubuhnya.\nVaresa tidak sadarkan diri selama dua minggu penuh, sepertinya karena kelelahan yang berlebihan. Setelah sadar, dia sama sekali tidak mengingat pertarungan sengit sebelumnya, tapi lukanya telah pulih, ajaib sekali, dan dia baik-baik saja.\nMendengar pujian dari orang-orang di sekitarnya, melihat Vision yang tiba-tiba didapatkannya, serta perjamuan yang disiapkan untuknya, Varesa hanya tahu bahwa sebelum tidur panjangnya ini, dia telah melakukan yang terbaik ... setidaknya dia tidak mengecewakan semua orang.\nKalau begitu, tidak perlu dipikirkan lagi! Yang paling penting sekarang adalah menikmati hidangan yang lezat!"
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 211100,
"Name": "Sugar Rush",
"Description": "Model pakaian Varesa. Baginya, gula adalah hadiah yang manis dan agung dari surga. Kue-kue berwarna merah muda berkilau dan hijau zamrud, teh buah yang lezat, tumpukan permen, semua itu adalah sumber dari semua kebahagiaan di dunia! Sayangnya, pelatihnya menolak pendapat itu dengan keras.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104144,
113072,
101254,
112103,
104355,
113070
],
"NameCard": {
"Name": "Varesa: Powerhouse",
"Description": "Style Kartu Nama.\nRahasia apa yang ada di balik kekuatannya yang luar biasa? Menurutmu, apa ini ada hubungannya dengan nafsu makannya yang tak kenal puas ...?",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Varesa",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Varesa"
}
}