{ "Id": 10000103, "PromoteId": 103, "Sort": 88, "Body": 3, "Icon": "UI_AvatarIcon_Xilonen", "SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Xilonen", "Name": "Xilonen", "Description": "Seorang Pengukir Marga Nanatzcayan yang sangat terampil dalam mencari keseimbangan antara beban kerja yang berat dan hidup dengan nyaman.", "BeginTime": "2024-10-08T00:00:00+08:00", "Quality": 5, "Weapon": 1, "BaseValue": { "HpBase": 965.71313, "AttackBase": 21.413, "DefenseBase": 72.3943 }, "GrowCurves": [ { "Type": 1, "Value": 21 }, { "Type": 4, "Value": 31 }, { "Type": 7, "Value": 21 } ], "SkillDepot": { "Arkhe": 0, "Skills": [ { "GroupId": 10331, "Proud": { "Descriptions": [ "DMG Tahap 1|{param1:F1P}", "DMG Tahap 2|{param2:F1P}+{param3:F1P}", "DMG Tahap 3|{param4:F1P}", "DMG Charged Attack|{param5:F1P}", "Konsumsi Stamina Charged Attack|{param6:F1}", "DMG Selama Plunging|{param7:F1P} DEF", "DMG Plunging Attack Min./Maks.|{param8:F1P} DEF/{param9:F1P} DEF", "DMG Tahap 1 Roller Blade|{param10:F1P} DEF", "DMG Tahap 2 Roller Blade|{param11:F1P} DEF", "DMG Tahap 3 Roller Blade|{param12:F1P} DEF", "DMG Tahap 4 Roller Blade|{param13:F1P} DEF" ], "Parameters": [ { "Id": 1033101, "Level": 1, "Parameters": [ 0.517918, 0.273738, 0.273738, 0.729495, 0.91332, 20, 0.639324, 1.278377, 1.596762, 0.560221, 0.550477, 0.658158, 0.860275 ] }, { "Id": 1033102, "Level": 2, "Parameters": [ 0.560074, 0.296019, 0.296019, 0.788872, 0.98766, 20, 0.691362, 1.382431, 1.726731, 0.605821, 0.595284, 0.711729, 0.930298 ] }, { "Id": 1033103, "Level": 3, "Parameters": [ 0.60223, 0.3183, 0.3183, 0.84825, 1.062, 20, 0.7434, 1.486485, 1.8567, 0.65142, 0.64009, 0.7653, 1.00032 ] }, { "Id": 1033104, "Level": 4, "Parameters": [ 0.662453, 0.35013, 0.35013, 0.933075, 1.1682, 20, 0.81774, 1.635134, 2.04237, 0.716562, 0.704099, 0.84183, 1.100352 ] }, { "Id": 1033105, "Level": 5, "Parameters": [ 0.704609, 0.372411, 0.372411, 0.992452, 1.24254, 20, 0.869778, 1.739187, 2.172339, 0.762161, 0.748905, 0.895401, 1.170374 ] }, { "Id": 1033106, "Level": 6, "Parameters": [ 0.752788, 0.397875, 0.397875, 1.060312, 1.3275, 20, 0.92925, 1.858106, 2.320875, 0.814275, 0.800113, 0.956625, 1.2504 ] }, { "Id": 1033107, "Level": 7, "Parameters": [ 0.819033, 0.432888, 0.432888, 1.15362, 1.44432, 20, 1.011024, 2.02162, 2.525112, 0.885931, 0.870522, 1.040808, 1.360435 ] }, { "Id": 1033108, "Level": 8, "Parameters": [ 0.885278, 0.467901, 0.467901, 1.246927, 1.56114, 20, 1.092798, 2.185133, 2.729349, 0.957587, 0.940932, 1.124991, 1.47047 ] }, { "Id": 1033109, "Level": 9, "Parameters": [ 0.951523, 0.502914, 0.502914, 1.340235, 1.67796, 20, 1.174572, 2.348646, 2.933586, 1.029244, 1.011342, 1.209174, 1.580506 ] }, { "Id": 1033110, "Level": 10, "Parameters": [ 1.023791, 0.54111, 0.54111, 1.442025, 1.8054, 20, 1.26378, 2.527025, 3.15639, 1.107414, 1.088153, 1.30101, 1.700544 ] }, { "Id": 1033111, "Level": 11, "Parameters": [ 1.096059, 0.579306, 0.579306, 1.543815, 1.93284, 20, 1.352988, 2.705403, 3.379194, 1.185584, 1.164964, 1.392846, 1.820582 ] }, { "Id": 1033112, "Level": 12, "Parameters": [ 1.168326, 0.617502, 0.617502, 1.645605, 2.06028, 20, 1.442196, 2.883781, 3.601998, 1.263755, 1.241775, 1.484682, 1.940621 ] }, { "Id": 1033113, "Level": 13, "Parameters": [ 1.240594, 0.655698, 0.655698, 1.747395, 2.18772, 20, 1.531404, 3.062159, 3.824802, 1.341925, 1.318585, 1.576518, 2.060659 ] }, { "Id": 1033114, "Level": 14, "Parameters": [ 1.312861, 0.693894, 0.693894, 1.849185, 2.31516, 20, 1.620612, 3.240537, 4.047606, 1.420096, 1.395396, 1.668354, 2.180698 ] }, { "Id": 1033115, "Level": 15, "Parameters": [ 1.385129, 0.73209, 0.73209, 1.950975, 2.4426, 20, 1.70982, 3.418915, 4.27041, 1.498266, 1.472207, 1.76019, 2.300736 ] } ] }, "Id": 11031, "Name": "Ehecatl's Roar", "Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 3 serangan berturut-turut dengan pedang.\n\nCharged Attack\nMengonsumsi sejumlah Stamina untuk menendang ke arah depan.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah di bawahnya, menyerang musuh-musuh di jalurnya dan mengakibatkan DMG Area berdasarkan DEF Xilonen saat mendarat.\n\nNightsoul's Blessing: Blade Roller\nDalam status Nightsoul's Blessing, Xilonen akan berganti ke Mode Blade Roller. Dalam status ini, Normal Attack Xilonen akan dikonversi menjadi tendangan 4 kali berturut-turut dengan sepatu roda Blade Roller, dan tidak akan bisa melancarkan Charged Attack.\nSaat melancarkan Normal Attack atau Plunging Attack dalam status ini, akan mengakibatkan Nightsoul-aligned Geo DMG yang tidak bisa ditimpa Elemental Infusion lainnya berdasarkan DEF Xilonen.", "Icon": "Skill_A_01" }, { "GroupId": 10332, "Proud": { "Descriptions": [ "DMG Terjangan|{param1:P} DEF", "Pengurangan Elemental RES|{param2:F1P}", "Durasi Aktivasi Source Sample|{param3:F1} dtk", "Batas Waktu Poin Nightsoul|{param4:F1} dtk", "Batas Poin Nightsoul|{param5:F1} poin", "Cooldown|{param6:F1} dtk" ], "Parameters": [ { "Id": 1033201, "Level": 1, "Parameters": [ 1.792, 0.09, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033202, "Level": 2, "Parameters": [ 1.9264, 0.12, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033203, "Level": 3, "Parameters": [ 2.0608, 0.15, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033204, "Level": 4, "Parameters": [ 2.24, 0.18, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033205, "Level": 5, "Parameters": [ 2.3744, 0.21, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033206, "Level": 6, "Parameters": [ 2.5088, 0.24, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033207, "Level": 7, "Parameters": [ 2.688, 0.27, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033208, "Level": 8, "Parameters": [ 2.8672, 0.3, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033209, "Level": 9, "Parameters": [ 3.0464, 0.33, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033210, "Level": 10, "Parameters": [ 3.2256, 0.36, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033211, "Level": 11, "Parameters": [ 3.4048, 0.39, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033212, "Level": 12, "Parameters": [ 3.584, 0.42, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033213, "Level": 13, "Parameters": [ 3.808, 0.45, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033214, "Level": 14, "Parameters": [ 4.032, 0.48, 15, 9, 90, 7 ] }, { "Id": 1033215, "Level": 15, "Parameters": [ 4.256, 0.51, 15, 9, 90, 7 ] } ] }, "Id": 11032, "Name": "Yohual's Scratch", "Description": "Biarlah ritme antusiasme menggema ke seluruh daratan! Xilonen berganti ke perlengkapan tempur kecepatan tinggi, menerjang ke depan dalam jarak tertentu, dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Geo DMG berdasarkan DEF Xilonen.\nSetelah dilancarkan, Xilonen akan mendapatkan 45 poin Nightsoul dan memasuki status Nightsoul's Blessing. Dalam kondisi ini, Xilonen akan berganti ke Mode Blade Roller.\n\nSource Sample\nXilonen memiliki 3 buah Sampler yang bisa memunculkan Soundscape yang berbeda berdasarkan jenis elemen Karakter lain yang ada di dalam party, dan saat diaktifkan, akan mengurangi Elemental RES dari elemen yang sesuai milik musuh di sekitar.\nSource Sample yang tercatat oleh Sampler pada awalnya akan berelemen Geo. Untuk setiap satu Karakter berelemen Pyro, Hydro, Cryo, atau Electro, satu Sampler Geo akan dikonversi menjadi jenis elemen yang sesuai.\nSaat berada dalam status Nightsoul's Blessing, Source Sample Geo yang dimiliki oleh Xilonen akan terus berada dalam status aktif; Setelah membuka Talenta Ascension \"Netotiliztli's Echoes\", Xilonen akan bisa memicu efek Talenta Ascension tersebut untuk memulihkan poin Nightsoul diri sendiri. Saat poin Nightsoul mencapai batas tertinggi, Xilonen akan mengonsumsi seluruh poin Nightsoul yang ada untuk akan mengaktifkan tiga Source Sample yang dimiliki Xilonen sendiri selama 15 detik.\nSaat Source Sample aktif, Elemental RES elemen yang sesuai milik musuh di sekitar akan berkurang, efek Source Sample dengan elemen yang sama tidak dapat ditumpuk; Saat Xilonen ada di dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran, efek ini tetap dapat terpicu.\n\nNightsoul's Blessing: Xilonen\nTerus-menerus mengonsumsi poin Nightsoul. Setelah poin Nightsoul habis terkonsumsi atau saat dilancarkan sekali lagi, Nightsoul's Blessing Xilonen akan berakhir. Nightsoul's Blessing memiliki karakteristik sebagai berikut:\n·Berganti ke Mode Blade Roller, meningkatkan kecepatan bergerak dan memanjat Xilonen, dan akan bisa melompat dengan kecepatan tinggi dalam wujud Ocelot saat sedang memanjat.\n·Nightsoul's Blessing Xilonen memiliki batasan sebagai berikut: Saat berada dalam status Nightsoul's Blessing, poin Nightsoul Xilonen dibatasi selama 9 detik. Setelah melewati batasan ini, poin Nightsoul Xilonen akan langsung habis terpakai.\n\nSaat berada dalam status Nightsoul's Blessing, Setelah poin Nightsoul mencapai batas maksimum, Xilonen tidak akan bisa menghasilkan poin Nightsoul melalui Talenta Ascension \"Netotiliztli's Echoes\".\n\nDalam beberapa hal, kerajinan permata dan pencampuran musik memiliki prinsip yang sama: Menyaring kotoran dan menyisakan bagian yang paling bercahaya untuk disimpan.\nNamun, Xilonen tidak pilih-pilih soal keduanya. Lagi pula, dia menikmati keduanya kok!", "Icon": "Skill_S_Xilonen_01" } ], "EnergySkill": { "GroupId": 10339, "Proud": { "Descriptions": [ "DMG Skill|{param1:P} DEF", "Pemulihan Berkelanjutan|{param2:F1P} DEF+{param3:I}", "Durasi Ebullient Rhythm|{param4:F1} dtk", "DMG Ketukan Tambahan|{param5:F1P} DEF", "Cooldown|{param6:F1} dtk", "Konsumsi Energy|{param7:I}" ], "Parameters": [ { "Id": 1033901, "Level": 1, "Parameters": [ 2.8128, 1.04, 500.73764, 12, 2.8128, 15, 60 ] }, { "Id": 1033902, "Level": 2, "Parameters": [ 3.02376, 1.118, 550.81836, 12, 3.02376, 15, 60 ] }, { "Id": 1033903, "Level": 3, "Parameters": [ 3.23472, 1.196, 605.0725, 12, 3.23472, 15, 60 ] }, { "Id": 1033904, "Level": 4, "Parameters": [ 3.516, 1.3, 663.5, 12, 3.516, 15, 60 ] }, { "Id": 1033905, "Level": 5, "Parameters": [ 3.72696, 1.378, 726.1009, 12, 3.72696, 15, 60 ] }, { "Id": 1033906, "Level": 6, "Parameters": [ 3.93792, 1.456, 792.8752, 12, 3.93792, 15, 60 ] }, { "Id": 1033907, "Level": 7, "Parameters": [ 4.2192, 1.56, 863.8229, 12, 4.2192, 15, 60 ] }, { "Id": 1033908, "Level": 8, "Parameters": [ 4.50048, 1.664, 938.944, 12, 4.50048, 15, 60 ] }, { "Id": 1033909, "Level": 9, "Parameters": [ 4.78176, 1.768, 1018.23846, 12, 4.78176, 15, 60 ] }, { "Id": 1033910, "Level": 10, "Parameters": [ 5.06304, 1.872, 1101.7063, 12, 5.06304, 15, 60 ] }, { "Id": 1033911, "Level": 11, "Parameters": [ 5.34432, 1.976, 1189.3477, 12, 5.34432, 15, 60 ] }, { "Id": 1033912, "Level": 12, "Parameters": [ 5.6256, 2.08, 1281.1622, 12, 5.6256, 15, 60 ] }, { "Id": 1033913, "Level": 13, "Parameters": [ 5.9772, 2.21, 1377.1503, 12, 5.9772, 15, 60 ] }, { "Id": 1033914, "Level": 14, "Parameters": [ 6.3288, 2.34, 1477.3118, 12, 6.3288, 15, 60 ] }, { "Id": 1033915, "Level": 15, "Parameters": [ 6.6804, 2.47, 1581.6466, 12, 6.6804, 15, 60 ] } ] }, "Id": 11035, "Name": "Ocelotlicue Point!", "Description": "Menyalakan Phlogiston Stereo DJ Controller (Edisi Portabel) berkekuatan penuh yang mengakibatkan Nightsoul-aligned Geo DMG Area berdasarkan DEF Xilonen.\n\nSelain itu, akan memicu efek berikut berdasarkan jenis Source Sample yang berbeda:\n·Memiliki minimum 2 Source Sample yang elemennya sudah dikonversi: Xilonen memainkan irama Ebullient, setiap satu kurun waktu, akan memulihkan HP Karakter aktif di sekitar berdasarkan DEF Xilonen;\n·Memiliki kurang dari 2 Source Sample yang elemennya sudah dikonversi: Xilonen memainkan irama Ardent, melakukan dua ketukan tambahan, mengakibatkan Nightsoul-aligned Geo DMG Area yang didasarkan pada DEF Xilonen.\n\n\"Oke, rehat sebentar ya!\"\n\"Tidak masalah, aku sudah rekam ketukannya kok. Kita lihat nanti waktu ritmenya digabung, oke?\"", "Icon": "Skill_E_Xilonen_01" }, "Inherents": [ { "GroupId": 10321, "Proud": { "Descriptions": [], "Parameters": [ { "Id": 1032101, "Level": 1, "Parameters": [ 35, 0.3 ] } ] }, "Id": 1032101, "Name": "Netotiliztli's Echoes", "Description": "Saat dalam status Nightsoul's Blessing:\n·Jika Xilonen memiliki minimum 2 Source Sample yang elemennya sudah dikonversi: Saat mengenai musuh dengan Normal atau Plunging Attack maka akan mendapatkan 35 poin Nightsoul, efek ini dapat terpicu sekali setiap 0,1 detik;\n·Jika Xilonen Memiliki kurang dari 2 Source Sample yang elemennya sudah dikonversi: DMG Normal dan Plunging Attack yang diakibatkan meningkat 30%.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_05" }, { "GroupId": 10322, "Proud": { "Descriptions": [], "Parameters": [ { "Id": 1032201, "Level": 1, "Parameters": [ 14, 0.2, 15 ] } ] }, "Id": 1032201, "Name": "Portable Armored Sheath", "Description": "Saat dalam status Nightsoul's Blessing, saat poin Nightsoul Xilonen mencapai batas maksimum, akan memicu satu kali efek yang setara dengan Nightsoul Burst miliknya, efek ini dapat terpicu sekali setiap 14 detik.\nSelain itu, saat Karakter sekitar di dalam party memicu Nightsoul Burst, DEF Xilonen meningkat 20% selama 15 detik.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_06" }, { "GroupId": 10323, "Proud": { "Descriptions": [], "Parameters": [ { "Id": 1032301, "Level": 1, "Parameters": [] } ] }, "Id": 1032301, "Name": "Night Realm's Gift: Blessing of Forge-Fire", "Description": "Setelah poin Nightsoul habis terpakai, Xilonen akan mengonsumsi Phlogiston untuk mempertahankan status Nightsoul's Blessing-nya.\nSaat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, dapat melancarkan Nightsoul Transmission: Xilonen. Saat Karakter aktif sedang berlari, memanjat, atau sedang bergerak yang dikarenakan oleh Talenta tertentu, atau saat melayang di ketinggian tertentu, dan mengganti Karakter menjadi Xilonen, akan memicu efek: Xilonen akan memasuki status Nightsoul's Blessing dan mendapatkan 20 poin Nightsoul. Dalam kondisi ini, poin Nightsoul Xilonen memiliki batasan selama 4 detik. Setelah melewati batasan waktu ini, poin Nightsoul Xilonen akan langsung terkuras habis. Setelah melancarkan Yohual's Scratch selama durasi batasan ini, maka durasi batasan waktu poin Nightsoul akan diperpanjang 9 detik. Party sendiri dapat memicu satu kali Nightsoul Transmission sekali setiap 10 detik.\n\nSelain itu, saat berada di Natlan dan dalam status Nightsoul's Blessing, Xilonen tidak akan mengonsumsi Stamina saat Memanjat.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_07" }, { "GroupId": 10325, "Proud": { "Descriptions": [], "Parameters": [ { "Id": 1032501, "Level": 1, "Parameters": [ 0, 0, 15 ] } ] }, "Id": 1032501, "Name": "Tour of Tepeilhuitl", "Description": "Saat memicu Nightsoul Transmission akan memulihkan 15 poin Phlogiston.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_08" } ], "Talents": [ { "Id": 1031, "Name": "Sabbatical Phrase", "Description": "Konsumsi poin Nightsoul dan Phlogiston Xilonen dalam status Nightsoul's Blessing berkurang 30%, dan batasan waktu poin Nightsoul diperpanjang 45%.\nSelain itu, saat Source Sample Xilonen aktif, akan meningkatkan ketahanan Karakter aktif di sekitar terhadap interupsi.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_01" }, { "Id": 1032, "Name": "Chiucue Mix", "Description": "Source Sample Geo milik Xilonen akan tetap aktif. Selain itu, saat Source Sample-nya aktif, seluruh Karakter di sekitar dengan jenis elemen yang sama dengan Source Sample tersebut akan mendapatkan efek yang sesuai:\n·Geo: DMG +50%.\n·Pyro: ATK +45%.\n·Hydro: Max HP +45%.\n·Cryo: CRIT DMG +60%.\n·Electro: Memulihkan 25 poin Energy, cooldown Elemental Burst berkurang 6 detik.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_02" }, { "Id": 1033, "Name": "Tonalpohualli's Loop", "Description": "Meningkatkan 3 level Yohual's Scratch.\nMaksimum: Lv. 15.", "Icon": "UI_Talent_U_Xilonen_01", "ExtraLevel": { "Index": 2, "Level": 3 } }, { "Id": 1034, "Name": "Suchitl's Trance", "Description": "Setelah Xilonen melancarkan Yohual's Scratch, akan memberikan efek Blooming Blessing terhadap seluruh Karakter di sekitar selama 15 detik.\nDMG Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack Karakter yang memiliki Blooming Blessing akan meningkat sebesar 65% DEF Xilonen. Efek ini akan hilang setelah terpicu 6 kali atau setelah durasinya berakhir.\nSaat serangannya mengenai beberapa musuh sekaligus, jumlah terpicu akan dikurangi berdasarkan jumlah musuh yang terkena serangan. Perhitungan kesempatan terpicu untuk setiap anggota party dihitung terpisah.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_03" }, { "Id": 1035, "Name": "Tlaltecuhtli's Crossfade", "Description": "Meningkatkan 3 level Ocelotlicue Point!.\nMaksimum: Lv. 15.", "Icon": "UI_Talent_U_Xilonen_02", "ExtraLevel": { "Index": 9, "Level": 3 } }, { "Id": 1036, "Name": "Imperishable Night Carnival", "Description": "Saat Xilonen sedang dalam status Nightsoul's Blessing, saat Xilonen berlari, melompat, melancarkan Normal Attack atau Plunging Attack, akan mendapatkan Imperishable Night's Blessing, mengabaikan batasan status Nightsoul's Blessing dan meningkatkan DMG Normal Attack dan Plunging Attack selama 5 detik.\nSelama berlangsung:\nBatasan waktu poin Nightsoul Xilonen akan dihentikan sementara, poin Nightsoul, Phlogiston, dan Stamina Xilonen tidak akan berkurang lagi, dan saat poin Nightsoul mencapai batas tertinggi, Nightsoul's Blessing Xilonen tidak akan berakhir.\nDMG Normal Attack dan Plunging Attack Xilonen dalam status Nightsoul's Blessing meningkat sebesar 300% DEF Xilonen.\n·Setiap 1,5 detik, akan memulihkan HP seluruh anggota party yang ada di sekitar sebesar 120% DEF Xilonen.\nImperishable Night's Blessing bisa didapatkan maksimum sekali setiap 15 detik.", "Icon": "UI_Talent_S_Xilonen_04" } ] }, "FetterInfo": { "Title": "Ardent Flames Forge the Soul", "Detail": "Seorang Pengukir Marga Nanatzcayan yang sangat terampil dalam mencari keseimbangan antara beban kerja yang berat dan hidup dengan nyaman.", "Association": 9, "Native": "Nanatzcayan", "BirthMonth": 3, "BirthDay": 13, "VisionBefore": "Geo", "VisionOverrideUnlocked": "Vision", "ConstellationBefore": "Panthera Ocelota", "CvChinese": "弭洋", "CvJapanese": "ファイルーズあい", "CvEnglish": "Elizabeth Dean", "CvKorean": "Kim I-an", "CookBonus": { "OriginItemId": 108725, "ItemId": 108760, "InputList": [ 101246, 100078, 110006 ] }, "Fetters": [ { "Title": "Halo", "Context": "Halo, aku Xilonen dari Putra-Putri Gema. Langsung cari saja aku kalau kamu butuh dibuatkan peralatan. Tapi sekarang ini antrean pesananku lagi banyak sih, jadi kalau kamu pesan sekarang pun, mungkin perlu tunggu lumayan lama ya." }, { "Title": "Berbincang: Tanaman Pot", "Context": "*huff* Tanaman potku yang ada di balkon layu lagi. Padahal aku sudah siram tiap hari ... apa mungkin terlalu banyak siramnya?" }, { "Title": "Berbincang: Waktu Istirahat", "Context": "Habis lari ke sana kemari, kita istirahat dulu yuk ... Yap, di sini cocok buat istirahat." }, { "Title": "Berbincang: Pekerjaan Menempa", "Context": "Aku masih punya berapa pesanan menempa yang harus diselesaikan? Coba kuhitung ya, satu, dua ... hmmm, ternyata tidak terlalu banyak. Besok saja deh baru kuselesaikan." }, { "Title": "Ketika Turun Hujan", "Context": "Cuacanya enak banget buat tidur di bengkel ...." }, { "Title": "Ketika Turun Salju", "Context": "Hatsyiii! Ah, aku jadi kebangun deh." }, { "Title": "Ketika Matahari Bersinar", "Context": "Hoaaam, saatnya tidur siang. Eh, duh, mana ya kacamata hitamku?" }, { "Title": "Di Padang Pasir", "Context": "Suhunya pas sekali ... ah, tapi kurang enak berbaring di sini ...." }, { "Title": "Selamat Pagi", "Context": "Pagi. Apa tidurmu nyenyak? Nih, coba minum ini. Kalau memulai hari dengan yang manis-manis, suasana hatimu akan gembira terus seharian." }, { "Title": "Selamat Siang", "Context": "Sudah siang ya, berarti ini saatnya ... *hoam* istirahat. Aku mau tidur siang dulu ya, bangunkan saja kalau butuh apa-apa ...." }, { "Title": "Selamat Malam", "Context": "Wah, tidak sadar ya sudah jam segini ... saatnya pulang. Kita cari makanan enak yuk, buat merayakan kerja bagus hari ini." }, { "Title": "Selamat Tidur", "Context": "Selamat tidur, ingat untuk tepuk-tepuk bantalmu sebelum tidur ya ... kalau tidak nanti kamu salah tidur saat bangun besok pagi." }, { "Title": "Tentang Xilonen: Keseimbangan Kerja dan Istirahat", "Context": "Tak peduli seberapa sibuknya pekerjaanmu, tetap harus sisihkan waktu untuk istirahat. Kalau bekerja terus, nanti lama-lama pikiran dan tubuhmu akan protes ... kalau sudah begitu pasti tidak bisa kerja dengan benar.\nHmmm? Tidak ada waktu untuk istirahat? Bilang saja kamu dicari aku untuk sesuatu hal yang sangat penting, lalu tinggal ke bengkelku untuk tidur sebentar. Akan kubantu cari-cari alasan." }, { "Title": "Tentang Xilonen: Orang yang Lamban", "Context": "Beberapa temanku bilang kalau kadang pikiranku agak lamban dan tidak memiliki perasaan. Contohnya, aku pernah datang ke rumah temanku untuk ikut pesta di sana, lalu kita ada membicarakan tentang pernikahan. Seorang teman kita bertanya apakah kami akan menangis kalau dia sudah menikah nanti, dan tiba-tiba semua orang sudah menangis saja, mereka sesenggukan dan bilang kalau mereka tidak mau kehilangan dia sebagai temannya ....\nJujur saja aku tidak tahu kenapa mereka semua menangis. Bukannya menikah itu hal yang bahagia ya? Dia kan menikah, bukan pindah rumah. Berarti kita masih bisa mengunjungi dia, kan?\nHm? Bagaimana kalau ternyata dia sedih karena menikahnya dipaksa? Oh, aku juga sudah memikirkan itu.\nKalau ternyata begitu, aku akan langsung datang ke acara pernikahannya dan menculiknya. Lariku kan cepat, jadi aku pasti sempat membawanya pergi." }, { "Title": "Tentang Kita: Menempa", "Context": "Tidak peduli mau membuat apa, tapi suhu di dalam tungku itu sangat penting. Kalau terlalu dingin, nanti materialnya tidak bisa melunak atau meleleh sehingga kotoran di dalamnya tidak bisa bersih. Kalau suhunya terlalu tinggi, bisa-bisa materialnya tidak bisa dipakai lagi.\nSebagian besar pandai besi mengendalikan suhu tungku dengan cara mengurangi atau menambahkan kayu bakar ke dalamnya.\nKalau aku sih, biasanya menggunakan batu permata berisi Phlogiston untuk mengendalikan suhunya. Api yang mengandung Phlogiston itu jauh lebih kuat daripada api biasa ....\nAku apakah permatanya setelah Phlogiston-nya habis? Yah, biasa kutumpuk saja sih di satu tempat. Kalau Phlogiston-nya sudah habis, batu-batu permata ini tidak ada gunanya lagi selain terlihat cantik. Kamu boleh ambil kok kalau kamu mau." }, { "Title": "Tentang Kita: Berkah", "Context": "Tante Tlazolli bilang dia mau buatkan hadiah Ukiran Permata Bara untukmu ya? Yah, kalau dengan kondisi sekarang sih, kayaknya dia tidak bisa buatkan deh.\nAku harus menggantikan pekerjaan ini. Anggap saja tanda terima kasih karena sudah selamatkan Nepecha.\nEh? Aku sudah pernah ukirkan Marga Kuno untukmu?\nOh, bukan bukan. Yang itu tidak termasuk. Marganya mengandung berkah semua orang untukmu, tapi ukiran ini adalah berkahku sendiri untukmu.\nAh, tidak perlu terima kasih kepadaku kok. aku akan kasih tahu kalau sudah selesai. Soal kata-kata apa yang mau diukirkan ... kamu tentukan saja." }, { "Title": "Tentang Vision", "Context": "Oh, Vision-ku? Lumayan berguna sih. Aku jadi bisa menilai kepadatan dan distribusi elemen Geo di dalam bijih-bijihan. Sekarang aku bisa memilah antara bijih bagus dan jelek dengan cepat.\nOh, apa Vision-ku punya makna tersendiri? Hmmm, aku tidak pernah memikirkan soal itu sih. Asal bisa bantu pekerjaanku saja sudah cukup." }, { "Title": "Berbagi Cerita", "Context": "Aku sering mencoba menempa ornamen-ornamen kecil dengan bentuk yang rumit untuk mengasah kemampuan menempaku. Contohnya kalung dengan bentuk jaring, atau anting berbentuk gulungan kain tenun .... Setelah jadi, biasanya kuberikan pada temanku atau tetanggaku.\nOh? Apa aku bisa membuat cincin? Tentu saja! Kemarin ini aku sempat membuat cincin dengan bentuk Brilliant Chrysanthemum. Membuat sketsa awalnya saja sudah membuatku cukup kesulitan.\nOh, kamu juga mau? Boleh, sini kulihat dulu jarimu. Setelah aku tahu ukurannya, aku bisa langsung buatkan kok." }, { "Title": "Kisah Menarik", "Context": "Aku benar-benar tidak tahu cara merawat tanaman deh .... Aku sudah menyiramnya tiga hari sekali, mencabut benalunya setiap lima hari, dan kasih pupuk dua kali seminggu seperti petunjuknya. Aku juga sudah memastikan semuanya terkena sinar matahari yang cukup, tapi akhirnya tetap saja layu dan mati.\n*huff* Jangan bilang merawat tanaman juga butuh keberuntungan?" }, { "Title": "Tentang Kachina", "Context": "Kachina memintaku membuatkannya sebuah bor yang tidak hanya bisa menggali tanah, tapi juga bisa melompat-lompat. Sebenarnya tidak sulit sih, tapi yang repot itu mengatur posisi tempat duduknya. Akhirnya Kachina mengikuti saranku untuk tidak memakai tempat duduk sama sekali, sebagai gantinya ada sistem kendali manual yang terhubung ke inti tenaga bornya ....\nEh? Kenapa Kachina memantul-mantul ke sana kemari kalau lagi naik Turbo Twirly?\nMemang dia maunya begitu. Dia bilang dia suka sensasi bergoyang saat melompat-lompat dengan alat bornya itu, jadi aku kurangi sistem penyerapan getarannya deh.\nMungkin aku juga harus buatkan pelindung mulut ya buat Kachina, aku tidak mau dia sampai kegigit lidah sendiri waktu naik bornya itu ...." }, { "Title": "Tentang Mualani", "Context": "Mualani itu atlet yang hebat sekali. Aku tidak pernah melihat orang bisa berselancar dan meluncur di Jalur Spiritual semulus dia. Bahkan aku belum pernah lihat dia jatuh deh.\nHmmm? Bakal gimana kalau ada orang atau Saurian yang menghalangi jalan? Hmmm, kurasa Mualani bakal mengangkatnya ... lalu lanjut deh." }, { "Title": "Tentang Chasca", "Context": "Untuk membuat pistol Chasca bisa berfungsi di ketinggian tinggi itu tidak mudah. Pertama-tama aku harus memastikan pistolnya tetap stabil saat bertarung dengan kecepatan tinggi. Lalu aku harus membuat amunisi standar dan juga yang khusus untuk digunakan di ketinggian yang tinggi. Lalu akhirnya aku juga harus memikirkan masalah hentakan dan akurasi pistolnya jika digunakan saat terbang ....\nTapi Chasca bilang dua masalah terakhir itu bisa diabaikan saja, pasti bisa dia atasi asalkan aku memasang garis bidik mekanis pada pistolnya.\nChasca sudah terbukti sangat pandai menggunakan senjata itu. Dia memang pantas disebut si pahlawan terbang dari suku Bunga Bersayap." }, { "Title": "Tentang Mavuika", "Context": "Mavuika sudah kasih aku berbagai komisi yang aneh-aneh ....\nContohnya, dia mau aku buatkan pedang tahan panas yang bisa menahan apinya dan tidak meleleh di tangannya. Oh, dia juga minta aku buatkan kacamata hitam khusus supaya dia bisa melihat musuh lebih jelas di dalam kobaran api saat dalam pertempuran ....\nYang paling mengerikan sih motornya itu ya ... Waktu itu, dia datang ke bengkelku dan bicara soal motornya terus-menerus. Dia bilang aku harus buatkan kendaraan dengan tenaga Phlogiston untuknya. Dia bahkan cekokin gambar desain yang entah dari mana dia dapatkan ... Akhirnya aku tidak tahan lagi, aku menyerah. Perlu tiga bulan penuh sampai aku bisa menyelesaikannya. Aku dengar dia setiap hari pakai motornya buat jalan-jalan di alam liar Natlan sampai-sampai tidak ada yang bisa menghentikannya ... Yah begitulah ....\nDibandingkan semua itu, aku rasa mengukir Marga Kuno untuk orang luar itu termasuk tugas yang lumayan masuk akal." }, { "Title": "Tentang Kinich", "Context": "Kinich itu baik sih, tapi yang bikin pusing itu Ajaw.\nTapi omong-omong, sebenarnya Ajaw itu asalnya dari mana sih? Kalau dia berasal dari sejenis alat, mungkin aku bisa buat dia tidak bisa ngomong lagi ya selamanya. Oh, mungkin aku perlu cari waktu dan diskusikan soal ini dengan Kinich deh ...." }, { "Title": "Tentang Citlali", "Context": "Citlali kadang akan datang ke bengkelku untuk membeli bijih-bijihan. Dia percaya kalau bijih-bijih ini bisa digerus menjadi bubuk lalu diminum sebagai obat yang bisa membantunya meramal dan juga untuk keperluan upacara. Hm? Apa aku pernah meminta dia meramal nasibku? Tidak, aku tidak ingin tahu masa depanku. Aku sudah cukup pusing dengan urusanku yang sekarang. Lagi pula aku selalu ngantuk kalau ikut upacara meramal begitu ...." }, { "Title": "Tentang Ifa", "Context": "Sebelumnya Ifa sudah pernah datang ke suku sini untuk menyembuhkan beberapa Tepetlisaurus. Dia sangat pandai dan tahu cara merawat setiap pasiennya. Bahkan Saurian paling nakal pun akan duduk diam kalau diperiksa olehnya.\nIfa bilang semua itu berkat set suntikan Saurian yang kubuatkan untuknya. Bahkan tanpa jarum suntiknya pun, semua orang atau Saurian yang melihatnya pasti akan langsung jadi nurut. Kamu mau lihat? Aku masih punya barang contohnya kalau kamu tertarik.\nSebentar, biar kuambilkan yang ukuran paling besarnya ... Eh? Kenapa kamu mundur begitu? Tidak ada jarum suntiknya kok, aman." }, { "Title": "Tentang Ororon", "Context": "Kalau dua negatif digabungkan jadi positif, berarti satu orang aneh di segerombolan orang aneh akan jadi biasa saja dong. Tapi entah kenapa aku masih merasa Ororon itu agak \"aneh\".\nTapi sebenarnya dia itu orangnya lumayan baik sih. Dia bahkan pernah minta Ifa bawa buah-buahan dan madu untuk suku Putra-Putri Gema, kurasa karena dia merasa sering merepotkan kita. Tapi aku baru tahu kalau Phlogiston Aphid bisa menghasilkan madu semanis itu, jadi dia pasti paham betul soal ini.\n*huff* Kok orang-orang bisa ya berbakat begitu sama tanaman dan hewan?" }, { "Title": "Tentang Iansan", "Context": "Aku pernah membantu suku Berlimpah Jaya untuk membuat beberapa set barbel dan bebannya.\nSetelah barangnya sudah siap diambil, Iansan datang bersama beberapa orang untuk memeriksa barang jadinya. Dia mengambil dan memeriksa setiap beban yang kubuat sebelum meletakkannya ke atas gerobak. Setelah mengangkat semua barbel itu, dia tidak terlihat lelah sama sekali, wajahnya hanya merah sedikit saja.\nJujur saja aku agak iri deh dengan mereka. Bukan hanya kuat, tapi mereka juga cocok dengan tanaman ...." }, { "Title": "Mengenal Xilonen : I", "Context": "Meskipun aku ini seorang Pengukir Marga, tapi menempa Marga Kuno itu bukan pekerjaan utamaku. Sebagian besar dari pekerjaanku adalah menempa peralatan dan senjata untuk orang-orang sukuku.\nBagaimanapun juga, jumlah Marga Kuno hanya sedikit kan? Sedangkan barang-barang lainnya ada banyaaak sekali ...." }, { "Title": "Mengenal Xilonen : II", "Context": "Yang paling melelahkan saat menerima pekerjaan itu bukan proses menempanya, tapi justru berusaha memahami permintaan pelangganku yang super membingungkan. Aku sudah menghabiskan banyak sekali waktu membantu mereka menjelaskan apa yang sebenarnya mereka mau buat. Baru setelah itu aku bisa mulai membuatnya deh.\nBegitu ada tamuku yang mendapat \"pencerahan\" dan akhirnya tahu apa yang sebenarnya mereka mau buat, aku bahkan sudah tidak bisa berwajah senang lagi. Justru rasanya perutku sampai mules dan sampai tidak nafsu makan." }, { "Title": "Mengenal Xilonen : III", "Context": "Kalau aku sedang sepi pekerjaan, biasanya aku suka buat alat-alat kecil. Misalnya sepatu yang kupakai ini dilengkapi sistem pendorong phlogiston terbaru dan menggunakan berbagai jenis logam paduan. Lalu headphone yang kupakai terhubung ke alat rekaman, jadi aku bisa dengar rekaman lagu sambil bekerja ....\nKedengaran rumit? Tidak juga sih, memang kalau mengerjakan sesuatu yang kita suka, pasti bakal lebih semangat mengerjakannya." }, { "Title": "Mengenal Xilonen : IV", "Context": "Alasan utama aku jadi seorang Pengukir Marga adalah karena ayah ibuku dan banyak teman-teman sukuku yang menjadi Pengukir Marga juga. Waktu aku kecil, orangtuaku selalu bilang bahwa dari semua suku yang ada di Natlan, hanya suku kami yang bisa memikul beban berat untuk menempa Marga Kuno. Mereka berharap aku bisa meneruskan tradisi ini setelah aku dewasa.\nYa sudah aku teruskan deh, sesimpel itu saja alasannya." }, { "Title": "Mengenal Xilonen : V", "Context": "Tapi sebelum aku benar-benar jadi seorang Pengukir Marga, aku sudah berpikir matang-matang apakah aku siap terlibat dengan pekerjaan serepot itu. Karena masih ada banyak pilihan pekerjaan lain yang lebih mudah. Jadi pandai besi biasa saja pasti lebih santai daripada jadi Pengukir Marga, dapat uangnya juga lebih banyak pula.\nTapi pada akhirnya aku tetap memilih jalan ini.\nMenempa Marga Kuno adalah tugas penting yang harus dilakukan oleh seseorang. Kebetulan aku punya kemampuan untuk itu, jadi sudah menjadi kewajibanku untuk meneruskannya. Seperti kata ayahku, \"Kalau setiap orang di Natlan bisa memikul tanggung jawab sesuai kemampuan mereka sendiri, maka Natlan akan berdiri kokoh untuk selama-lamanya\".\nTugas itu sudah menjadi kewajibanku, dan tetap kulakukan terlepas dari kepentingan pribadiku sendiri.\nLagi pula, aku ini salah satu penempa yang paling andal di antara semua yang mempelajari ilmu ini di sukuku. Kalau aku tidak jadi Pengukir Marga, berarti harus ada orang lain yang menggantikanku. Murid-murid lainnya selalu bertanya padaku dan mencontoh hasil buatanku. Kalau nanti mereka yang jadi Pengukir Marga, aku yakin mereka juga akan terus bertanya padaku. Jadi kupikir-pikir lebih baik langsung aku saja yang mengerjakannya daripada repot-repot nantinya ... Yah, semuanya jadi senang kan? Aku juga tidak perlu terus khawatir dengan hasil kerja orang lain." }, { "Title": "Hobi Xilonen", "Context": "Tidur, bengong, berjemur ... Kalau aku lagi tidak kerja, bahkan lihat kertas kosong saja jadi menarik." }, { "Title": "Kekhawatiran Xilonen", "Context": "Saat membicarakan tentang pesanan menempa dengan orang lain, aku paling takut kalau dengar kalimat ini, \"Pesanan ini tidak buru-buru dan tidak begitu penting kok. Selesaikan saja sebisanya\".\nDari pengalamanku sih, itu sama saja dengan, \"Aku bisa menagih pekerjaanmu kapan pun\".\n*huff* Memikirkan soal itu saja sudah bikin pusing, kayaknya aku mau lanjut tidur deh ...." }, { "Title": "Makanan Favorit", "Context": "Gula dan coklat. Pekerjaanku adalah menempa, jadi makanan manis bisa memberiku tenaga untuk mengayun palu seharian." }, { "Title": "Makanan yang Tidak Disukai", "Context": "Aku tidak suka air yang ... tawar. Iya, iya, aku tahu air putih itu lebih bagus untuk tubuh, tapi aku tidak suka sama sekali. Minimal taruh gula deh sedikit? Atau kalau tidak bisa, tambahkan sedikit lemon ...?" }, { "Title": "Menerima Hadiah: I", "Context": "Emmm, enak nih, masih ada enggak? Eh? Tiba-tiba sudah habis saja ... Hehe, aku memang makannya cepat, apalagi kalau makanannya enak." }, { "Title": "Menerima Hadiah: II", "Context": "Lumayan juga, lain kali gantian aku yang masak makanan buatmu ya." }, { "Title": "Menerima Hadiah: III", "Context": "Ah, tidak dulu deh. Aku jadi mengantuk kalau makan terlalu banyak." }, { "Title": "Ulang Tahun", "Context": "Selamat ulang tahun. Ini, set alat multifungsi ini buatmu. Di dalamnya ada bor dan palu, lalu ada tiga jenis gergaji tangan dan lima alat congkel dengan bentuk berbeda-beda. Semoga bisa berguna saat kamu di alam liat. Oh, ini juga ada satu set tali yang kubuat dari kulit dan kawat logam. Harusnya bahkan kuat untuk mengangkat seekor Tepetlisaurus dewasa. Kamu tahu cara mengikat simpul? Kalau tidak, sini biar kuajari. Lihat ya ... pertama-tama, pegang talinya begini, lalu putar seperti ini ...." }, { "Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan", "Context": "Meong?" }, { "Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan", "Context": "Hmmm, emas asli tetap harus dimurnikan dengan api. Terima kasih." }, { "Title": "Perasaan Tentang Ascension: Akhir", "Context": "Rasanya mataku jadi semakin tajam, dan lenganku jadi bisa mengayunkan palu dengan lebih kuat. Sebentar, aku mau cari sesuatu untuk kupalu ... kamu mundur sedikit ya." }, { "Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi", "Context": "Kamu sudah banyak sekali membantuku, aku tidak bisa membiarkanmu pergi dengan tangan kosong. Ini, ambillah batu permata dengan ukiran \"nama\"ku ini. Kamu bisa menggunakannya untuk mencariku kapan saja. Entah kamu butuh bantuanku menempa, atau menemanimu bertualang, aku selalu siap bantu. Janjiku ini akan selalu kupegang sampai nama dan batu permata ini terkikis tak bersisa." }, { "Title": "Elemental Skill: I", "Context": "Ayo maju." }, { "Title": "Elemental Skill: II", "Context": "Hmph." }, { "Title": "Elemental Skill: III", "Context": "*huff*" }, { "Title": "Elemental Burst: I", "Context": "Dengarlah gema dari lembah!" }, { "Title": "Elemental Burst: II", "Context": "Biarlah nadi sang gunung mendidih!" }, { "Title": "Elemental Burst: III", "Context": "Melalui nama yang terukir, gema pun bersuara kembali." }, { "Title": "Membuka Peti Harta: I", "Context": "Biar kujagai area sekitar. Jangan khawatir, tidak ada yang menyergap." }, { "Title": "Membuka Peti Harta: II", "Context": "Ada banyak barang bagus di sini nih, mau bagi? Bercanda deh, kamu ambil saja." }, { "Title": "Membuka Peti Harta: III", "Context": "Hmmm, harusnya bisa dijual nih. Ayo cepat ambil." }, { "Title": "HP Rendah: I", "Context": "Repotnya ...." }, { "Title": "HP Rendah: II", "Context": "Sudah cukup." }, { "Title": "HP Rendah: III", "Context": "Hmph!" }, { "Title": "HP Rekan Rendah: I", "Context": "Biar aku yang urus." }, { "Title": "HP Rekan Rendah: II", "Context": "Serahkan padaku." }, { "Title": "Gugur: I", "Context": "Apinya ... sudah padam." }, { "Title": "Gugur: II", "Context": "Tungkunya ... sudah mendingin." }, { "Title": "Gugur: III", "Context": "Ah, saatnya ... tidur." }, { "Title": "Menerima Serangan Ringan: I", "Context": "Ini lagi?" }, { "Title": "Menerima Serangan Hebat: I", "Context": "Mengganggu saja!" }, { "Title": "Bergabung ke Party: I", "Context": "Sudah saatnya berangkat?" }, { "Title": "Bergabung ke Party: II", "Context": "Ayo cepat kita bereskan." }, { "Title": "Bergabung ke Party: III", "Context": "Silakan duluan, aku di belakangmu." } ], "FetterStories": [ { "Title": "Info Karakter", "Context": "Semua orang di Natlan tahu nama Xilonen, Pengukir Marga dan pandai besi paling hebat di bangsanya.\nBanyak yang sengaja datang dari tempat jauh demi meminta jasanya. Ada yang ingin menempa senjata, ada pula yang hanya sekadar ingin melihat rupa sang tukang tempa legendaris, untuk dijadikan bahan obrolan dengan rekan dan teman-temannya di rumah.\nTapi Xilonen sendiri tidak peduli pendapat orang. Mau disematkan berapa banyak label, gelar, dan julukan konyol seperti apa pun, di balik semuanya itu dia tetap merasa dirinya adalah seorang pengrajin. Urusannya hanya memurnikan bijih besi dan menempanya dengan rapi sampai ke bentuk yang diinginkan, satu pukulan demi satu pukulan sampai sesuai dengan permintaan pelanggan. Reputasi tidak melemahkan atau pun menguatkan pukulannya ketika menempa. Nama baik tidak memanaskan atau pun mendinginkan bara di perapian bengkelnya.\nKetika ada pelanggan yang datang ke bengkelnya, bukan panas perapian yang menyambut, melainkan secarik kertas formulir yang harus diisi.\n\"Pesanan Anda dengan senang hati kami terima, tapi sebelumnya tolong diisikan dulu detail-detail yang perlu diketahuinya.\"\n\"Komunikasi yang baik adalah awal dari pengerjaan yang baik. Silakan, sebutkan apa saja yang diinginkan.\"" }, { "Title": "Kisah Karakter 1", "Context": "Kebanyakan orang di Natlan melihat pekerjaan membuat Marga Kuno dan meneguhkan kisah para pahlawan adalah pengabdian yang tiada duanya.\nSemangat perjuangan dan jasa-jasa kepahlawanan yang diabadikan di dalam Marga Kuno adalah perwujudan dasar masyarakat Natlan sebagai suatu bangsa.\nPara Pengukir Marga, sebagai pihak yang membuatkan Marga Kuno, tentunya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari imajinasi masyarakat Natlan terhadap romantisme Marga Kuno itu sendiri.\nMereka mungkin adalah ... veteran pejuang tunggal yang mengasah jiwa mereka dengan kesendirian, yang sudah melewati api perang, yang mengemban kehormatan, dan menelan banyak luka. Yang lain lagi sebagai orang-orang terpilih dengan bakat luar biasa, yang setelah mengumpulkan pengetahuan mereka dari sumber-sumber misterius, memikul beban dalam menempa Marga Kuno ....\nAh, masih ada sosok yang dipilih secara langsung oleh Wayob, pahlawan yang dibimbing oleh Wayob dan melewati ujian-ujian legendaris yang tak ada habisnya, membasmi musuh-musuh kuat entah berapa banyaknya, dan yang pada akhirnya menemukan jawaban hati di ujung perjalanannya ....\n\"Kak Xilonen, apa semua cerita itu benar? Memang gitu ya caranya Pengukir Marga mendapatkan kekuatannya?\"\nTanya anak-anak Putra-Putri Gema yang penasaran ketika berhasil bertemu dengan Xilonen yang bersembunyi di dahan pohon untuk tidur siang. Yang ditanya lalu menjawab sambil menguap malas:\n\"Pertama, bikin Marga Kuno itu intinya teknik.\"\n\"Hah? Tapi kan ....\"\n\"Belajar yang giat, lalu praktikan semua yang sudah dipelajari dengan baik.\"\nSebelum dia selesai bicara, kerumunan anak-anak itu sudah bubar sambil cemberut. Tidak siap mendengar kenyataan. Khayalan mereka yang liar tapi sederhana sudah pupus, jatuh ke tanah seperti balon yang diikat ke sekeranjang batu. Sampai suatu hari ada ide baru muncul di benak mereka, untuk membawa angan-angannya kembali ke atas awan. Sampai hari itu, mereka hanya bisa belajar, mau atau tidak mau.\n\"Lah, padahal aku bicara benar kok.\"\nSi Pengukir Marga kembali berbaring, berteduh di bawah dedaunan rimbun. Padahal tempat ini sangat sempurna untuk tidur siang, setengah jam saja sudah cukup untuk mengisi ulang tenaganya demi menghadapi pekerjaan besar yang menanti.\n\"Kalau ingin seperti di dalam cerita, ya semua orang juga harus belajar sampai pusing tujuh keliling dulu lah ....\"" }, { "Title": "Kisah Karakter 2", "Context": "Bicara soal mempelajari Marga Kuno, Xilonen cuma berminat sama sisi teknis murninya saja.\nBagaimana caranya menciptakan Ukiran Phlogiston yang paling efisien, bagaimana caranya menjadikan Phlogiston sebagai sumber tenaga berbagai peralatan, bagaimana caranya memodifikasi diagram ukiran yang sudah ada ....\nSetiap kali kelas seperti itu diadakan, teman-teman sekelasnya akan langsung mengantuk. Satu per satu dari mereka akan mulai bersandar ke mejanya, lalu perlahan-lahan tertidur.\nTerus demikian sampai tinggal menyisakan Xilonen seorang diri. Murid teladan ini bahkan mengangkat tangan dan bertanya kepada gurunya yang dengan senang hati menjawab.\n\"Ukiran Phlogiston itu pengoperasiannya perlu aliran Phlogiston? Kalau misal aku masuk ke kolam Phlogiston murni, diagram ukiran yang menempel di badanku bakal aktif, mati, atau meledak?\"\n\"Phlogiston cair, Phlogiston padat ... bagaimana dengan gas? Adakah? Kalau misalnya aku menjatuhkan daging dari puncak cerobong yang penuh Phlogiston gas ... kira-kira cerobongnya harus setinggi apa dan konsentrasi Phlogiston-nya harus segimana supaya daging itu matang seutuhnya waktu sampai ke dasar cerobong?\"\n\"Kalau kehilangan 20% cairan tubuh dapat membahayakan nyawa manusia, kira-kira berapa banyak Phlogiston yang harus keluar sampai jamur Candlecap layu, atau kehilangan daya panasnya?\"\nPertanyaan seperti ini terkesan menyudutkan, atau terdengar aneh, atau bahkan bisa, dianggap sebagai pertanyaan untuk mencari gara-gara, guru Xilonen, Teyiz si Pengukir Marga, sama sekali tidak beranggapan demikian.\nTeyiz malah kagum karena Xilonen bisa betah mempelajari materi yang sejujurnya amat sangat membosankan.\nAnak-anak lain tidak tertarik pada bidang tersebut, dan malahan lebih suka kelas yang gurunya menceritakan legenda pahlawan suku. Anak-anak membayangkan dirinya sebagai pahlawan yang diceritakan, melewati segala kesukaran dan proses yang ditempuh si pahlawan untuk sampai ke puncak.\nTapi Xilonen beda. Dia tidak suka mendengar cerita. Demi lulus ujian, dia bahkan rela \"menyogok\" teman-teman sekelasnya dengan permen supaya mau meminjamkan catatan. Setelah itu, dia akan menyalin semua, menghafalkannya sekali jadi supaya nilainya tidak jeblok.\nKekuatan dan kesukaannya bukan pada fantasi kosong, melainkan persamaan dan hitungan yang presisi. Karena dia merasa bahwa hal-hal inilah yang dapat bermanfaat bagi generasi penerus, hal-hal inilah yang layak dipelajari.\nSedangkan cerita ... tidak presisi. Tidak akurat. Tidak gamblang. Tidak ada definisi. Tidak ada hitungan. Acak-acakan dan sulit diikuti ke mana arahnya. Tidak ada nilainya.\nMeski tahu situasinya, Teyiz memilih untuk membiarkan Xilonen.\nTapi ketika kelas berikutnya akan dimulai, dan Xilonen sedang mempersiapkan alasan untuk bolos (yang lumrah saja, misal sakit perut, sakit kepala, atau batuk pilek), Teyiz langsung tahu.\n\"Dulu aku sendiri pernah seperti kamu, Xilonen.\"\nDemikian si Pengukir Marga senior memanggil muridnya seraya menepuk catatan hitungan yang dipegangnya.\n\"Tapi ingat, bagi para Pengukir Marga ... hitungan dan cerita adalah satu dan sama.\"" }, { "Title": "Kisah Karakter 3", "Context": "Di kelas, anak-anak suka duduk melingkari Teyiz si Pengukir Marga sambil mendengarkan cerita para pahlawan dan jasa-jasanya.\nSundjatta, Menilek, dan banyak lagi lainnya yang berani berjuang sampai meregang nyawa demi Natlan, keadilan, dan kebajikan.\nAnak-anak terpesona. Memang, ceritanya sudah pernah dibaca di buku, tapi gaya Bu Teyiz bercerita sangat mendetail, sehingga adegan demi adegan tergambar jelas di dalam benak yang mendengarkan.\nAda satu pahlawan yang menarik stalaktit dari langit-langit gua, lalu menggunakannya sebagai tombak untuk menusuk mata monster. Ada lagi yang menyeberangi jurang dalam hanya bermodalkan seutas tali tambang, mengejar naga jahat seorang diri ....\nDetail yang menegangkan dituangkan satu lapisan demi lapisan, menghidupkan tokoh-tokoh pahlawan hingga terasa nyata, sesosok manusia yang terbuat dari darah dan daging di dalam benak anak-anak.\nTapi banyak detail berarti banyak celah juga untuk timbulnya kontradiksi.\nAnak pertama yang bangkit melawan si penutur cerita adalah seorang anak laki-laki yang telah membaca segudang buku, dan oleh karena itu juga punya segudang pertanyaan.\n\"Maaf Bu, mau tanya boleh? Kalau dari buku yang aku baca, pahlawan ini pergi berburu bersama rekan-rekannya. Tapi tadi di cerita Ibu dia perginya sendiri. Kenapa beda yah?\"\nTeyiz menjawab dengan lembut:\n\"Ibu juga sudah pernah baca versi yang itu. Jadi menurut kamu, versi mana yang lebih benar?\"\nSi anak berkedip kaget, lalu menjawab:\n\"Aku ... ah, eh ... ya, soalnya yang aku baca sih katanya gitu ....\"\nSi Pengukir Marga senior lalu tertawa, dan dengan sabar kembali menjawab:\n\"Berarti kamu menantang kebenaran ceritaku murni dengan dasar opini pribadi, tanpa bukti apa pun yang mendukung keabsahan cerita versi kamu ya.\"\nSi anak masih belum terima kekalahan, lalu membusungkan dada seraya menjawab:\n\"Ini kan cuma cerita ... dari mana bisa ada buktinya? Banyak sekali cerita kayak gini di dunia, mana mungkin bisa dibuktiin semuanya.\"\nKebanyakan kisah seperti ini diceritakan dari mulut ke mulut, turun temurun sampai beberapa generasi. Tentunya akan ada detail yang berubah dan berkembang. Kisah yang sama, pahlawan yang sama, bisa jadi sangat berbeda ketika dijabarkan oleh penutur cerita dari suku yang berbeda.\nXilonen yang sudah sejak tadi menyimak, menutup matanya bosan dan mulai menghitung rumusan matematika di kepalanya. Kesimpulan bahwa dalam hal ini tidak ada aturan jelas yang bisa ditentukan telah muncul juga di kepalanya, dan karena itu, dirinya menolak untuk menyimak perdebatan ini lebih lanjut.\nTapi yang mengejutkan, Teyiz malah mengangguk tanda setuju dengan jawaban anak tersebut. Dia lalu berkata:\n\"Yang kamu bilang barusan benar. Natlan adalah lautan legenda kepahlawanan, dan mungkin memang tidak ada cara untuk memastikan kebenarannya.\"\n\"Tradisi kita diturunkan secara oral dari generasi demi generasi. Begitu banyak kisah yang dipelintir, dibumbui, atau dialihkan fokusnya kepada pencapaian satu tokoh, sambil mengecilkan peranan tokoh lainnya ....\"\n\"Tapi suatu hari nanti, kalian yang ada di sini akan memegang palu. Kalianlah yang akan meneruskan tugas menempa kisah kepahlawanan tokoh-tokoh tersebut ke dalam Marga Kuno.\"\n\"Ketika hari itu tiba, kepahlawanan mereka yang akan kalian ukir adalah suatu subjek yang tidak bisa dibuktikan keabsahannya. Kumpulan kisah-kisah yang acak, sumber kontroversi dan debat ....\"\n\"Lalu bagaimana caranya kalian menempa? Versi mana yang harus dipilih?\"\nRuangan yang tadinya penuh tawa, tetiba menjadi hening. Anak-anak merasakan beratnya tugas dan kewajiban yang harus mereka jalankan ke depannya.\n\"Ada pola dalam legenda, dan ada kebenaran dalam cerita.\"\n\"Kalian telah mendengar begitu banyak cerita, juga telah membaca begitu banyak kitab gulungan.\"\n\"Sekarang waktunya kita lanjut ke materi berikutnya.\"\nXilonen membuka matanya. Mengintip.\nJika kisah dan cerita dilihat dari sudut seperti itu, maka mungkin nilainya lebih tinggi dari yang dirinya yakini sebelumnya." }, { "Title": "Kisah Karakter 4", "Context": "Kelas pun berlanjut.\nDi bawah bimbingannya, anak-anak mulai mempelajari satu demi satu buku dan gulungan, wajah mereka mengerut tanda frustrasi, cerita demi cerita kepahlawanan mereka lahap ... semua kisah yang mereka sudah dengar ratusan, bahkan ribuan kali. Setiap detail dibaca ulang, dicari di mana benang merahnya terhubung dengan catatan lain. Mencoba membuktikan kredibilitasnya.\nAnak-anak yang awalnya melihat kisah ini sebagai hiburan yang menegangkan mulai memikirkan cara untuk membolos dari kelas.\n\"Kalau gini terus, aku enggak mau lagi baca cerita apa pun ... sampai kapan pun!\"\n\"Ya kan? Kenapa sih semuanya kayak ... biasa banget! Enggak ada sedikit pun bumbu seru-seruannya gitu.\"\n\"Terus kenapa kamu malah semangat banget sih, Xilonen? Bukannya kamu ya, yang paling malas bacain cerita kayak gini?\"\nTeman-teman sekelas Xilonen melihat ke arahnya dengan pandangan bingung. Tumpukan catatan yang ada di hadapan rekan sejawat mereka yang paling pintar semakin tinggi. Dia seakan-akan menjelma jadi orang lain.\n\"Aku bukannya enggak suka baca cerita. Yang bikin malas tuh kalau ceritanya enggak bisa dibuktiin.\"\nXilonen menjawab santai, sambil bertopang dagu.\nImajinasi ibarat angin yang berembus di antara tebing, ringan, dingin, dan meliputi semua. Tapi tidak ada yang tahu bentuknya, tidak ada yang bisa menahannya.\nTapi kalau ada cara untuk mengurung angin dan mengubahnya menjadi sesuatu yang gelap, keras, dan hening seperti batu ... cara untuk menempa cerita tanpa wujud menjadi sesuatu yang konkret ... Bagi Xilonen, pemikiran seperti ini sangat menggugah.\nTapi di lubuk hatinya yang paling dalam, Xilonen enggan menjadi Pengukir Marga. Dia tidak berminat menangkap angin yang kabur, dia juga tidak semangat kalau harus memikul batu-batu berat.\n\"Aku tidak mau jadi Pengukir Marga. Di suku ini begitu banyak orang, kenapa sih enggak minta ke yang lain saja?\"\nXilonen sering melihat ayahnya bekerja. Dia selalu tersenyum lebar setiap bicara bisnis dengan pelanggan, tapi acap kali tiba waktunya untuk menempa, kerutan di bibirnya seketika berubah arah. Kerja bikin capek, orang bisa lelah hayati dan jiwani karena bekerja.\n\"Papa, kenapa sih mau jadi Pengukir Marga? Apa alasannya? Penting ya?\"\n\"Enggak juga sih. Enggak ada yang penting gimana ... cuma ya, Papa rasa orang yang mendengarkan cerita ... punya kewajiban untuk menceritakannya ke orang lain juga. Supaya tidak putus\". Demikian jawab sang ayah sambil menyimpan palu dan menyeka peluh yang menetes dari keningnya.\n\"Tapi kan banyak cara yang lebih tokcer kalau tujuannya cuma itu? Ditulis ke kitab gulungan, misalnya. Atau bikin prasasti sekalian.\"\n\"Ya, meneruskan cerita itu memang perkara sederhana sih.\"\nIbu Xilonen mengambil sisir, sambil bersiap menata rambut putrinya.\n\"Tapi tidak semua orang sukarela meneruskan ceritanya.\"\n\"Lah, kan ada Bu Teyiz?\"\n\"Dia ... satu dari sedikit orang yang rela.\"" }, { "Title": "Kisah Karakter 5", "Context": "Pemakaman Teyiz diadakan di bukit di luar kampung suku. Orang-orang sukunya sama sekali tidak terkejut dengan wafatnya sang Pengukir Marga senior.\nBeliau sudah berumur, dan sering bilang pada orang-orang yang ikut merawatnya bahwa dia sudah bisa mendengar bisikan Wayob ketika tertidur.\nTapi dia masih belum bisa pergi, karena masih ada yang harus diwariskan. Setelah bertemu orang yang tepat, tentunya. Sampai saat itu tiba, dia tidak dapat menjawab panggilan Wayob.\n\"Dengan darah daratan ini.\"\n\"Sucikan segala dosa, murnikan dengan bara. Kiranya rohmu dapat kembali ke api yang mula-mula.\"\nDengan kalimat itu Xilonen melepaskan obor di tangannya untuk menyalakan api pemakaman.\nDia duduk di sebelah api sepanjang malam. Keesokan paginya, abu sang guru dimasukkan ke dalam kendi, lalu disimpan di dalam gua yang sering beliau sebutkan.\nTapi di luar, kisah Teyiz tersebar bagaikan angin ribut yang berembus melewati lembah.\nAda yang mengaku diangkat sebagai Pengukir Marga sejati oleh Teyiz, dengan bukti buku yang ditandatangani oleh sang guru besar. Ada pula yang bilang telah ditunjuk sebagai ahli waris bengkel kerja mendiang, dengan bukti kunci bengkel tersebut. Xilonen tidak peduli perdebatan konyol seperti itu, dia tidak mengincar keuntungan pribadi. Yang dia lebih kesal adalah karena banyak kebohongan yang tersebar.\n\"Katanya waktu Teyiz cerita soal pahlawan suku, dia suka mempertanyakan kebenarannya ....\"\n\"Oh, kamu ternyata tahu juga ya? Iya, kedengarannya sih kayak pintar, kayak debat akademis gitu ... tapi kan anak-anak yang dengarnya! Itu sih sudah jadi bahaya laten penyesatan!\"\n\"Ya kan! Aku dengar waktu muda juga Teyiz cuma peduli sama penelitian yang sifatnya teknis. Memangnya orang model gitu layak ya ngajarin generasi muda kita tentang cara mengukir Marga Kuno? Hmm ....\"\nSemakin santer, semakin diselewengkan. Begitulah kisah Teyiz yang kini tersebar setelah dia tiada. Ada yang bilang dia itu teladan sifat kebajikan dan pengabdian, lalu di saat bersamaan ada juga yang bilang dia sengaja membuat kontroversi demi mendapat keuntungan pribadi. Sosoknya menjadi pahlawan di satu cerita, tapi penjahat di cerita satunya.\nKetika orang gagal mencengkeram angin, mereka akan membuat kotak yang bentuknya dipilih sebagai rupa angin yang berhasil mereka \"tangkap\".\nTapi kebenarannya hanya satu, yakni batu yang hitam dan berat.\nKeesokan harinya, orang-orang suku terkejut melihat Xilonen yang biasanya pemalas jadi berbeda sama sekali. Seperti digerakkan oleh tenaga yang tidak ada habisnya, dia berkeliling wilayah Putra-Putri Gema, mewawancarai semua orang yang punya hubungan dengan Teyiz, meneliti ulang segala kitab yang membahas tentang gurunya. Tapi itu belum cukup. Dia pergi dari wilayah suku, bertanya pada para kurir Tirai Daun, pemusik dari Warga Mata Air, memanjat tebing suku Bunga Bersayap, bahkan sampai ke batas wilayah suku Berlimpah Jaya. Dengan semangat menyala dan ketelitian luar biasa Xilonen mencatat segala jejak peninggalan Teyiz di dunia ini.\nData yang dikumpulkannya bukan hanya untuk membantah cerita miring yang beredar tentang gurunya, tapi juga untuk memusnahkan julukan-julukan aneh yang disematkan di sebelah nama Teyiz.\nXilonen ingin memahat peninggalan gurunya menjadi sesuatu yang absah, absolut, dan nyata.\nHanya bijih yang tidak bercacat saja yang cukup kuat untuk dimurnikan, ditempa, dan diasah menjadi sesuatu yang layak diwariskan turun-temurun.\n....\n\"Kak Xilonen, kenapa sih kakak mau jadi Pengukir Marga? Kan capek banget tuh ....\"\nGema palu Xilonen terdengar nyaring, para murid-murid memerhatikan pekerjaannya sambil bertopang dagu.\nXilonen berhenti sejenak lalu mengusap keringat di keningnya.\n\"Kata siapa aku mau? Tapi ayah, ibu, dan guruku ... semuanya kerja seperti ini. Memangnya aku dikasih pilihan ya?\"\n\"Lagian ....\"\nDia mengangkat palunya sekali lagi.\n\"Harus ada orang yang memastikan semua cerita kita diteruskan ke generasi penerus. Ya kan?\"" }, { "Title": "\"Panggung Joget\"", "Context": "Kalau punya pilihan, Xilonen lebih suka menempa peralatan sehari-hari daripada membuat Marga Kuno. Misalnya, spray Phlogiston untuk menggambar Ukiran Phlogiston dari jauh, atau sayap bertenaga Phlogiston yang bisa lepas landas dan mendarat vertikal. Atau mungkin senapan jarak jauh berukuran raksasa, spesial untuk seseorang ....\nTapi dari sekian banyak ciptaan, yang paling akrab di telinga orang suku Putra-Putri Gema adalah \"Panggung Joget\".\nWaktu itu, lomba joget Drillbit harian baru dimulai. Para penari naik panggung, gerakan dan ritmenya sepanas lava membara, menyalakan semangat orang yang berjoget maupun yang menonton.\nTapi ketika lomba mencapai puncak, panggungnya tiba-tiba rusak. Ritme dan suara jadi kacau, ada suara feedback nyaring dan pekak yang hampir membuat para penari di panggung yang lagi bersiap mengeksekusi gerakan \"canggih\"-nya jatuh. Penonton pun serentak menutup telinga.\nWaktu para teknisi panggung kebingungan mencari cara untuk menyelamatkan muka, musiknya tiba-tiba kembali stabil. Panggung Joget langsung jalan seperti biasa, dan ada suara terdengar \"tes, satu dua tiga ....\". Perhatian semua orang serentak melihat ke arah Xilonen, yang sedang menggenggam kabel di satu tangan, dan menopang dagu pakai tangan satunya.\n\"Tes, tes, kedengaran tidak?\"\nSemua penari menganggukan kepala bersamaan.\n\"Bagus. Kalau begitu, ayo mulai\". Xilonen menjatuhkan kabel di tangannya lalu menepuk bahu para teknisi.\n\"Lagu berikutnya juga biar sama aku saja.\"\n\"Xilonen ... kamu bisa nge-DJ?!\"\n\"Dengar saja.\"\nBegitu selesai bicara, ada irama musik baru yang lebih bertenaga keluar dari pengeras suara di panggung. Setelah hening sejenak, para hadirin langsung bersorak, lebih menyala dari sebelumnya.\nKetika lomba joget Drillbit harian selesai, panitia acara mendatangi Xilonen. Mereka berniat memaksa Xilonen jadi konsultan perlengkapan dan DJ lomba, dengan imbalan yang manis sekali tentunya.\nTapi Xilonen menolak, dia hanya mau memodifikasi dan mengurus Panggung Joget di waktu kosongnya saja.\nSetelah diskusi selesai, anggota panitia yang bingung bertanya:\n\"Xilonen, kami tidak tahu loh kalau kamu jago nge-DJ ... belajar dari mana?\"\n\"Aku belajar sedikit waktu main ke Warga Mata Air, sekalian belajar bikin rekaman. Tapi aku sibuk, jadi belum pernah coba sendiri ... mau belajar juga?\"\n\"Tidak, tidak usah ... percuma juga, bakal masuk kuping kiri keluar kuping kanan\", begitu jawab si panitia. \"Tapi serius nih, kamu tidak perlu imbalan? Ini kan lumayan repot kerjanya. Apalagi kamu sibuk banget.\"\n\"Yah, aku mungkin punya sih satu permintaan ....\"\n\"Silakan, silakan!\"\n\"Nanti kalau aku sudah tidak usah lagi kerja sebagai Pengukir Marga, boleh dong kerja jadi DJ di tempat kalian?\"" }, { "Title": "Vision", "Context": "Harus mulai dari mana?\nSaat Xilonen pertama kali membuat Marga Kuno, dia tidak tahu harus mulai memukul dari sebelah mana.\nXilonen telah mempelajari banyak data dan sudah mempersiapkan segalanya untuk membuat Marga Kuno. Beberapa hari yang lalu, dia mengikuti para penambang suku ke gunung untuk mencari bijih berkualitas terbaik. Dia meminta ayahnya memodifikasi tungku agar dapat menampung lebih banyak Phlogiston dan menyalakan api yang lebih kuat, cukup untuk melelehkan bijih apa pun. Dia sudah mengukir ulang semua diagram Phlogiston di bengkel agar setiap percikan api berada di bawah kendalinya.\nBaiklah, Xilonen. Semuanya sudah siap, sekarang waktunya menempa. Tapi mulai dari mana ya? Pola apa yang harus ditempa? Berapa kali pukulan?\nKeheningan memenuhi bengkel, bahkan api tungku pun tidak berani berderit karena takut mengganggu si pengrajin.\nXilonen meletakkan palunya, lalu mengambil sisir yang terbuat dari gigi hewan liar. Sisir itu sudah dipoles sampai halus dan mengkilap, sampai sinar api tungku yang terpantul di permukaannya pun terlihat lebih lembut.\nPemiliknya sebelumnya adalah seorang wanita tua yang baik hati. Setiap kali Xilonen bermalas-malasan, dia membujuknya untuk lanjut belajar dengan menawarkan diri untuk menyisir rambutnya.\nDia juga yang bisa mengepang rambut Xilonen sampai jadi cantik dan rapi sekali. Kepangan yang sangat rumit, bahkan ibu kandung Xilonen pun tidak tahu caranya dan harus minta tolong si wanita tua setiap kali Xilonen ingin rambutnya dikepang ke gaya kesukaannya.\nKisah Bu Teyiz sang Pengukir Marga muncul di benaknya, cerita yang dia selidiki, kumpulkan, dan rangkum sendiri. Sekarang, biar tangannya juga yang menjadikannya abadi ke dalam bentuk Marga Kuno.\nSuara gemuruh palu memecah keheningan, tidak ada satu pun detail kisah sang guru yang luput dari tempaannya. Angin yang paling bebas dan samar terasa pun akan ditempa oleh palunya.\nSetelah Phlogiston habis, tungku pun padam, dan sebuah Marga Kuno baru sudah terbentuk.\nKisah Bu Teyiz diabadikan di dalamnya, tidak akan pernah lagi simpang siur.\nSoal siapa yang akan mendapatkannya ... itu biar Wayob saja yang menentukan.\nXilonen berdiri dan menepuk-nepuk bajunya, lalu mulai membereskan bengkel. Dia memungut bijih yang tidak terpakai dan melemparnya ke dalam keranjang. Semuanya adalah barang berkualitas tinggi, pasti akan ada gunanya kelak.\n\"Hmm, nanti makan apa ya? Mama bilang mau masak ikan?\"\nSatu, dua, tiga ... bijih-bijih tidak terpakai dimasukkan ke dalam keranjang.\nXilonen yang sedang fokus memikirkan makan malamnya, tidak menyadari bahwa di tangannya ada sebuah \"bijih\" berwarna kuning yang lain dari yang lain.\nVision baru itu dilempar begitu saja ke keranjang, lalu disimpan sembarangan di luar bengkel.\nXilonen pergi sambil bersenandung, dan dia baru akan menemukan \"bijih\" spesial ketika hendak menempa keesokan harinya.\nSebuah hadiah, yang juga sebuah tanggung jawab." } ] }, "Costumes": [ { "Id": 210300, "Name": "Gold-Draped Gorge", "Description": "Model pakaian Xilonen. Pakaian standar Xilonen yang terdiri dari mantel berwarna emas dan baju dalaman simpel. Saat bekerja, biasanya Xilonen akan melepaskan mantelnya agar lebih leluasa. Kalau kamu melihatnya sedang mengenakan mantelnya lagi, berarti dia sedang mau istirahat.", "IsDefault": true } ], "CultivationItems": [ 104174, 113066, 101248, 112106, 104352, 113042 ], "NameCard": { "Name": "Xilonen: Cue Point", "Description": "Style Kartu Nama.\nTepat saat ini juga, pegunungan bergema seiring irama palu tempa Xilonen. Kala gema terakhir memudar, dia sudah menghentikan pekerjaannya dan mencari cahaya sore untuk tidur siang.", "Icon": "UI_NameCardIcon_Xilonen", "PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Xilonen" } }