{
"Id": 10000105,
"PromoteId": 105,
"Sort": 89,
"Body": 4,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Olorun",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Olorun",
"Name": "Ororon",
"Description": "Pemuda dari Penguasa Angin Malam yang hidup di alam liar bersama segala jenis makhluk lainnya.",
"BeginTime": "2024-11-19T00:00:00+08:00",
"Quality": 4,
"Weapon": 12,
"BaseValue": {
"HpBase": 775.02234,
"AttackBase": 20.4792,
"DefenseBase": 49.2135
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 22
},
{
"Type": 4,
"Value": 32
},
{
"Type": 7,
"Value": 22
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 0,
"Skills": [
{
"GroupId": 10531,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P}",
"DMG Membidik|{param4:F1P}",
"DMG Membidik Penuh|{param5:P}",
"DMG Selama Plunging|{param6:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param7:P}/{param8:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1053101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.50642,
0.443734,
0.698208,
0.4386,
1.24,
0.568288,
1.136335,
1.419344
]
},
{
"Id": 1053102,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.54764,
0.479852,
0.755039,
0.4743,
1.333,
0.614544,
1.228828,
1.534872
]
},
{
"Id": 1053103,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.58886,
0.51597,
0.81187,
0.51,
1.426,
0.6608,
1.32132,
1.6504
]
},
{
"Id": 1053104,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.647746,
0.567567,
0.893057,
0.561,
1.55,
0.72688,
1.453452,
1.81544
]
},
{
"Id": 1053105,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.688966,
0.603685,
0.949888,
0.5967,
1.643,
0.773136,
1.545944,
1.930968
]
},
{
"Id": 1053106,
"Level": 6,
"Parameters": [
0.736075,
0.644963,
1.014838,
0.6375,
1.736,
0.826,
1.65165,
2.063
]
},
{
"Id": 1053107,
"Level": 7,
"Parameters": [
0.80085,
0.701719,
1.104143,
0.6936,
1.86,
0.898688,
1.796995,
2.244544
]
},
{
"Id": 1053108,
"Level": 8,
"Parameters": [
0.865624,
0.758476,
1.193449,
0.7497,
1.984,
0.971376,
1.94234,
2.426088
]
},
{
"Id": 1053109,
"Level": 9,
"Parameters": [
0.930399,
0.815233,
1.282755,
0.8058,
2.108,
1.044064,
2.087686,
2.607632
]
},
{
"Id": 1053110,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.001062,
0.877149,
1.380179,
0.867,
2.232,
1.12336,
2.246244,
2.80568
]
},
{
"Id": 1053111,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.071725,
0.939065,
1.477603,
0.9282,
2.356,
1.202656,
2.404802,
3.003728
]
},
{
"Id": 1053112,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.142388,
1.000982,
1.575028,
0.9894,
2.48,
1.281952,
2.563361,
3.201776
]
},
{
"Id": 1053113,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.213052,
1.062898,
1.672452,
1.0506,
2.635,
1.361248,
2.721919,
3.399824
]
},
{
"Id": 1053114,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.283715,
1.124815,
1.769877,
1.1118,
2.79,
1.440544,
2.880478,
3.597872
]
},
{
"Id": 1053115,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.354378,
1.186731,
1.867301,
1.173,
2.945,
1.51984,
3.039036,
3.79592
]
}
]
},
"Id": 30501,
"Name": "Spiritvessel Snapshot",
"Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 3 serangan berturut-turut menggunakan busur.\n\nCharged Attack\nMengerahkan sebuah Serangan Membidik yang lebih akurat untuk mengakibatkan DMG lebih besar.\nSaat membidik, elemen Electro akan berkumpul di ujung anak panah. Panah dengan elemen Electro yang terkumpul penuh akan mengakibatkan Electro DMG.\n\nPlunging Attack\nMelancarkan hujan panah dari udara dan menerjang tanah dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan DMG Area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_02"
},
{
"GroupId": 10532,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Spirit Orb|{param1:F1P}",
"Cooldown|{param2:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1053201,
"Level": 1,
"Parameters": [
1.976,
15
]
},
{
"Id": 1053202,
"Level": 2,
"Parameters": [
2.1242,
15
]
},
{
"Id": 1053203,
"Level": 3,
"Parameters": [
2.2724,
15
]
},
{
"Id": 1053204,
"Level": 4,
"Parameters": [
2.47,
15
]
},
{
"Id": 1053205,
"Level": 5,
"Parameters": [
2.6182,
15
]
},
{
"Id": 1053206,
"Level": 6,
"Parameters": [
2.7664,
15
]
},
{
"Id": 1053207,
"Level": 7,
"Parameters": [
2.964,
15
]
},
{
"Id": 1053208,
"Level": 8,
"Parameters": [
3.1616,
15
]
},
{
"Id": 1053209,
"Level": 9,
"Parameters": [
3.3592,
15
]
},
{
"Id": 1053210,
"Level": 10,
"Parameters": [
3.5568,
15
]
},
{
"Id": 1053211,
"Level": 11,
"Parameters": [
3.7544,
15
]
},
{
"Id": 1053212,
"Level": 12,
"Parameters": [
3.952,
15
]
},
{
"Id": 1053213,
"Level": 13,
"Parameters": [
4.199,
15
]
},
{
"Id": 1053214,
"Level": 14,
"Parameters": [
4.446,
15
]
},
{
"Id": 1053215,
"Level": 15,
"Parameters": [
4.693,
15
]
}
]
},
"Id": 30502,
"Name": "Night's Sling",
"Description": "Ororon mewujudkan ilmu rahasia yang diwariskan oleh suku Penguasa Angin Malam menjadi Spirit Orb bayangan malam dan melemparkannya kepada musuh, mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG.\nSaat ada musuh lainnya di sekitar, Spirit Orb akan memantul di antara musuh yang ada di sekitar, mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG. Setiap kali melancarkan Night's Sling, setiap musuh hanya bisa terpilih sebagai target sebanyak satu kali.\nSpirit Orb akan menghilang setelah memantul sebanyak 3 kali atau saat tidak ada musuh di sekitar yang dapat dipilih sebagai target lagi.\n\n\"Orang-orang selalu ingin meramal masa depan, mungkin karena mereka masih belum mengetahui apa yang harus mereka lakukan ... Maaf, sepertinya aku mulai mengatakan hal-hal rumit lagi. Aku sadar kok ....\"",
"Icon": "Skill_S_Olorun_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 10539,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Ritual|{param1:F1P}",
"DMG Soundwave Collision|{param2:F1P}",
"Durasi|{param3:F1} dtk",
"Cooldown|{param4:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param5:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 1053901,
"Level": 1,
"Parameters": [
1.74384,
0.332,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053902,
"Level": 2,
"Parameters": [
1.874628,
0.3569,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053903,
"Level": 3,
"Parameters": [
2.005416,
0.3818,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053904,
"Level": 4,
"Parameters": [
2.1798,
0.415,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053905,
"Level": 5,
"Parameters": [
2.310588,
0.4399,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053906,
"Level": 6,
"Parameters": [
2.441376,
0.4648,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053907,
"Level": 7,
"Parameters": [
2.61576,
0.498,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053908,
"Level": 8,
"Parameters": [
2.790144,
0.5312,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053909,
"Level": 9,
"Parameters": [
2.964528,
0.5644,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053910,
"Level": 10,
"Parameters": [
3.138912,
0.5976,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053911,
"Level": 11,
"Parameters": [
3.313296,
0.6308,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053912,
"Level": 12,
"Parameters": [
3.48768,
0.664,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053913,
"Level": 13,
"Parameters": [
3.70566,
0.7055,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053914,
"Level": 14,
"Parameters": [
3.92364,
0.747,
9,
15,
60
]
},
{
"Id": 1053915,
"Level": 15,
"Parameters": [
4.14162,
0.7885,
9,
15,
60
]
}
]
},
"Id": 30505,
"Name": "Dark Voices Echo",
"Description": "Ororon mempraktikkan sebuah upacara rahasia kuno untuk mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG Area dan memanggil sebuah \"Supersonic Oculus\".\n\nSupersonic Oculus\n·Terus menarik perhatian musuh di sekitar dan memancing musuh untuk menyerangnya.\n·Terus berputar dan mengeluarkan gelombang suara yang mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG terhadap musuh di sekitar.\n\nMereka yang punya indra yang cukup tajam akan bisa mendengarkan suara setiap makhluk yang ada. Dengan demikian, mereka tidak akan pernah kehilangan arah, bahkan dalam malam yang panjang dan tanpa cahaya sekali pun.",
"Icon": "Skill_E_Olorun_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 10521,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1052101,
"Level": 1,
"Parameters": [
40,
1.6,
10,
6
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 1052101,
"Name": "Nightshade Synesthesia",
"Description": "Setelah Karakter dalam party di sekitar memicu Nightsoul Burst, Ororon akan mendapatkan 40 poin Nightsoul. Selama 15 detik setelah Ororon melancarkan Elemental Skill, saat serangan Karakter lain di dalam party dengan jenis elemen Hydro atau Electro mengenai musuh,maka Ororon akan mendapatkan 5 poin Nightsoul. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 0,3 detik, dan dapat terpicu maksimum 10 kali selama durasi berlangsung.\nBatas maksimum poin Nightsoul Ororon adalah 80 poin.\n\nSelain itu, saat musuh di sekitar menerima DMG reaksi Electro-Charged atau Lunar-Charged atau saat Karakter lain di dalam party mengakibatkan Nightsoul-aligned DMG, jika Ororon memiliki setidaknya 10 poin Nightsoul, maka Ororon akan mengonsumsi 10 poin Nightsoul untuk memasuki status Nightsoul's Blessing dan memicu efek Hypersense: Mengakibatkan Nightsoul-aligned Electro DMG sebesar 160% ATK Ororon terhadap maksimum 4 musuh di sekitar. Efek di atas dapat terpicu sekali setiap 1,8 detik.\n\nNightsoul's Blessing: Ororon\nNightsoul's Blessing Ororon bertahan maksimum 6 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_05"
},
{
"GroupId": 10522,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1052201,
"Level": 1,
"Parameters": [
15,
3,
3,
1,
3
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 1052201,
"Name": "Aspect Catalyst",
"Description": "Setelah Spirit Orb dari Elemental Skill Night's Sling mengenai musuh, Ororon akan mendapatkan efek Aspect Sigil selama 15 detik.\n\nAspect Sigil\nSetelah Normal Attack, Charged Attack, atau Plunging Attack Karakter aktif dalam party di sekitar mengenai musuh, efek ini juga akan memulihkan 3 poin Energy untuk Karakter ini. Jika Ororon ada di dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran, akan memulihkan 3 poin Energy untuk Ororon. Efek di atas dapat terpicu sekali setiap 1 detik, dan dapat terpicu maksimum 3 kali selama durasi berlangsung.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_06"
},
{
"GroupId": 10523,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1052301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 1052301,
"Name": "Night Realm's Gift: Flowing Fog, Spritely Shadows",
"Description": "Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Ororon bisa melancarkan Nightsoul Transmission: Ororon. Saat Karakter aktif sedang berada di udara dan mengganti Karakter menjadi Ororon: Ororon akan melompat tinggi ke atas. Nightsoul Transmission party sendiri dapat terpicu sekali setiap 10 detik.\n\nSaat menggunakan Mode Membidik, Ororon akan memasuki status Spiritspeaker. Dalam status ini, Ororon bisa berinteraksi dengan \"Nightspirit Graffiti\" dan \"Nightspirit Sigil\" untuk mengambil informasi dan kekuatan dari dalamnya. Peraturan interaksi dengan objek-objek ini sama dengan peraturan interaksi Iktomisaurus.\n\nSelain itu, saat menahan tombol Melompat, Ororon akan mengonsumsi 75 poin Stamina untuk melompat tinggi ke atas. Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Ororon akan terlebih dulu mengonsumsi 5 poin Phlogiston untuk melompat ke ketinggian yang lebih tinggi lagi.\nSaat sedang berada di udara, Ororon bisa menahan Normal Attack dan mengonsumsi Phlogiston atau Stamina untuk memasuki Mode Membidik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_07"
},
{
"GroupId": 10525,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 1052501,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 1052501,
"Name": "The Art of Skinchanging",
"Description": "Meningkatkan 15% kecepatan meluncur Karakter dalam party sendiri.\nEfek ini tidak dapat ditumpuk dengan Talenta Pasif lain dengan efek yang sama persis.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_08"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 1051,
"Name": "Trails Amidst the Forest Fog",
"Description": "Spirit Orb dari Elemental Skill Night's Sling bisa memantul 2 kali lebih banyak.\nSelain itu, setelah Spirit Orb mengenai musuh, akan menambahkan efek Nighttide terhadap musuh tersebut selama 12 detik. Musuh yang berada dalam pengaruh efek Nighttide akan menerima peningkatan 50% DMG yang diakibatkan oleh Hypersense dari Talenta Ascension \"Nightshade Synesthesia\". Harus membuka Talenta Ascension \"Nightshade Synesthesia\" terlebih dahulu.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_01"
},
{
"Id": 1052,
"Name": "King Bee of the Hidden Honeyed Wine",
"Description": "Setelah melancarkan Elemental Burst Dark Voices Echo, Ororon akan mendapatkan efek Spiritual Supersense selama 9 detik.\n\nSpiritual Supersense\nMendapatkan 8% Electro DMG Bonus.\nSelain itu, selama durasinya, setiap kali Elemental Burst Dark Voices Echo atau Supersonic Oculus mengenai satu musuh tambahan, akan memberikan Ororon 8% Electro DMG Bonus tambahan. Ororon bisa mendapatkan hingga maksimum 32% Electro DMG Bonus dengan cara ini.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_02"
},
{
"Id": 1053,
"Name": "Roosting Bat's Spiritcage",
"Description": "Meningkatkan 3 level Elemental Burst Dark Voices Echo.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Olorun_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1054,
"Name": "As the Mysteries of the Night Wind",
"Description": "Supersonic Oculus yang dipanggil oleh Elemental Burst Dark Voices Echo berputar 25% lebih cepat.\nSelain itu, melancarkan Dark Voices Echo juga akan memulihkan 8 poin Energy Ororon.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_03"
},
{
"Id": 1055,
"Name": "A Gift For the Soul",
"Description": "Meningkatkan 3 level Elemental Skill Night's Sling.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Olorun_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 1056,
"Name": "Ode to Deep Springs",
"Description": "Setelah memicu Hypersense dari Talenta Ascension \"Nightshade Synesthesia\", ATK Karakter aktif dalam party sendiri akan meningkat 10% selama 9 detik. Efek ini dapat ditumpuk sampai 3 lapis dan durasi setiap lapisnya dihitung terpisah.\nSelain itu, melancarkan Elemental Burst Dark Voices Echo akan memicu efek yang setara dengan Hypersense sebanyak satu kali dan mengakibatkan 200% DMG aslinya.\nHarus membuka Talenta Ascension \"Nightshade Synesthesia\" terlebih dahulu.",
"Icon": "UI_Talent_S_Olorun_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Shadow of the Night-Wind",
"Detail": "Pemuda dari Penguasa Angin Malam yang hidup di alam liar bersama segala jenis makhluk lainnya.",
"Association": 9,
"Native": "Mictlan",
"BirthMonth": 10,
"BirthDay": 14,
"VisionBefore": "Electro",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Vampyrum Spectrum",
"CvChinese": "梁达伟",
"CvJapanese": "近藤隆",
"CvEnglish": "Nathan Nokes",
"CvKorean": "Seo Joung-ik",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108722,
"ItemId": 108776,
"InputList": [
100084,
100076,
100079
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Oh, halo. Namaku Ororon dari suku Penguasa Angin Malam. Mau sayur?\nOh, tenang, aku bukan tukang sayur, bukan minta diupah juga. Tidak sama sekali. Aku cuma suka lihat setiap benih tumbuhnya jadi apa, makanya di rumahku banyak sayuran ekstra. Asalkan hasilnya dinikmati dan bisa mengisi perut orang, aku sudah senang."
},
{
"Title": "Mengobrol: Orang Aneh",
"Context": "Ada yang bilang suku Penguasa Angin Malam isinya orang aneh semua? Hah, memangnya siapa lagi? Kirain cuma aku doang yang aneh."
},
{
"Title": "Mengobrol: Target",
"Context": "Punya binatang, sayur, atau buah-buahan favorit bisa jadi cermin ingin jadi orang seperti apa kita ke depannya."
},
{
"Title": "Mengobrol: Asap",
"Context": "Kadang jalan yang diliputi asap memang sebaiknya tidak dilewati. Kalau maju dengan ambisi buta, asapnya bakal bikin kita tidak bisa bernapas."
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Kalau aku lari, bajunya bakal belepotan lumpur. Kalau aku terbang, jubahnya bakal basah dan berat karena hujan. Mending cari tempat berteduh saja."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Kilatan petir mengingatkanku pada ular. Aku penasaran, apa orang pernah ya melihat bentuk petir untuk meramal masa depan ... Eh, jangan deh. Bahaya."
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Banyak yang terkubur di bawah salju. Jangan sampai dibangunkan ya, hati-hati."
},
{
"Title": "Ketika Matahari Bersinar",
"Context": "Matahari, api yang menyala abadi. Orang Natlan tidak takut memandang ke arahnya. Tapi pakai kacamata hitam ... nah, lebih bagus gitu kalau sudah terlalu silau."
},
{
"Title": "Di Padang Pasir",
"Context": "Di sini ... bisa tanam apa? Lebih baik jangan lama-lama di sini."
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Maaf. Mata melek, tapi roh masih setengah tidur. Boleh nanti dulu ...?"
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Perut bilang sekarang waktunya makan, tapi otak bingung mau makan apa. Kayaknya si otak masih tidur ya."
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Sekarang enaknya minum kopi campur soda dan pakai topping Saurian Claw Succulent. Kopi hitam ya, jangan pakai susu atau gula. Hah? Minum kopi bagusnya pagi-pagi? Oh ... kalau gitu, selamat pagi."
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Otakku biasanya baru aktif di jam-jam segini, jadi kamu tidur saja duluan. Aku dulu pernah coba membiasakan diri tidur, atau cari ngantuk gitu. Tapi sudah tidak lagi. Mending cek keadaan sayur di kebun saja."
},
{
"Title": "Tentang Ororon: Komunikasi",
"Context": "Memang kadang omongan yang keluar dari mulutku sulit dimengerti. Kalau bingung, tanya saja. Santai."
},
{
"Title": "Tentang Ororon: Misteri",
"Context": "Aku tidak tahu asal-usul diri sendiri, tapi ya tidak diambil pusing juga. Aku lebih peduli masa depanku akan jadi seperti apa."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Maaf",
"Context": "Maaf ... maaf beribu maaf. Aku tahu dibohongi waktu pertama ketemu itu bukan kesan yang baik. Aku sudah jelaskan alasannya, dan semua itu jujur, berani sumpah. Tapi tidak dimaafkan juga tidak apa-apa. Aku tinggal menghindar saja ... jangan sampai mengganggu kehidupan kamu."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Tanda Terima Kasih",
"Context": "Ini Saurian Claw Succulent yang dipanen jam empat subuh, buah beri Quenepa yang lebih besar dari kepalaku, madu segar manis hasil panen minggu lalu, dan ... Ah, ada kupon janji ketemuan dengan Cacucu.\nHah? Kenapa bingung? Ini terima kasih karena sudah banyak bantu. Aku tidak tahu kamu perlu apa, jadi aku siapkan barang-barang kesukaanku buat hadiah.\nCacucu siapa? Dia Saurian. Lain kali aku kenalkan deh."
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Orang bilang petir bisa membantu sayuran tumbuh subur. Aku pernah coba pakai Vision di kebun dulu, tapi kol dan tomat tidak suka. Ya sudah, tidak jadi."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita",
"Context": "Aku kasih masukan ya. Jangan jadi orang pertama yang menjulurkan kepala. Buah pertama yang masak adalah sasaran empuk, demikian pula halnya dengan manusia. Yang punya inisiatif biasanya paling sering kena batunya."
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Tupai terbang sepintas memang seperti makhluk yang congkak dan sombong ketika di udara, tapi mereka sebenarnya licik. Bisa menempel tiba-tiba, entah dari mana, dan tidak akan lepas sampai dikasih makanan ... kurang ajar, memang."
},
{
"Title": "Tentang Xilonen",
"Context": "Dia suka bersantai di tempat tinggi, terutama pohon. Pengalamanku ya, bergantung terbalik di dahan pohon lebih nyaman daripada tiduran di atasnya. Apa perlu aku kasih tahu dia ya? Ah? Kan semua orang perlu dong sesekali lihat perspektif yang beda? Apalagi pengrajin macam Xilonen. Ya kan?"
},
{
"Title": "Tentang Kinich",
"Context": "Ajaw itu kasus menarik. Dia sudah tua, tapi masih muda. Kinich kebalikannya, masih muda, tapi sudah tua. Paham kan maksudnya?"
},
{
"Title": "Tentang Chasca",
"Context": "Chasca terkenal bukan tanpa alasan. Dia itu penengah yang luar biasa. Begitu dia muncul, ribut-ribut apa pun pasti langsung selesai, dan semua orang langsung bersalaman kayak tidak terjadi apa-apa. Metode yang digunakannya sangat meyakinkan, namanya ... \"pencegahan bersenjata\". Bagus ya."
},
{
"Title": "Tentang Ifa",
"Context": "Ifa termasuk galak pada pasien, tapi dia punya hubungan baik dengan para Saurian. Setiap ada senggang, dia suka main gitar di depan klinik. Tak lama kemudian akan muncul segerombolan Saurian yang mendengarkan sambil ikut nyanyi.\nYah, praktiknya sih lebih mirip kegaduhan daripada bernyanyi. Aku kadang suka ikutan kalau kebetulan lewat ... ikutan para Saurian tentunya."
},
{
"Title": "Tentang Citlali",
"Context": "Nenek sebenarnya orang yang sangat gamblang. Apa yang dipikir dan dirasa kelihatan dari mukanya, dia itu paling tidak bisa menyembunyikan. Kamu seumuran kan, sama Nenek? Atau malah ... lebih tua lagi?\nMaaf, aku tidak seharusnya tanya begitu. Tidak sopan banget ... tapi kalau misal aku benar, boleh lah kamu sering-sering temani Nenek. Dia biasa dikelilingi sama yang umurnya jauh di bawah, dan kayaknya sudah agak muak juga. Aku yakin dia lebih senang kalau ada kamu."
},
{
"Title": "Tentang Iansan",
"Context": "Iansan, pelatih olahraga terkenal ... Aku cuma bisa bersyukur Archon Pyro tidak utus dia menangkapku. Aku menang tinggi, tapi kalau balap lari ... dia pasti menang. Oh, bom asap? Ah, itu sih orang kalau sudah berkali-kali lihat pasti ketebak lah."
},
{
"Title": "Tentang Mavuika",
"Context": "Aku tidak kenal Archon Pyro sebelum semua ini terjadi.\nYah, tahu sih tahu, tapi KENAL, nah itu kan beda lagi. Aku tadinya melihat dia sebagai totem \"kekuatan\", perlambang kekuatan dan kuasa yang paripurna. Tidak pernah lebih dari itu. Karenanya, keraguan pun perlahan timbul.\nSekarang aku sudah jauh lebih kenal dia daripada dulu, dan aku bersyukur ... sekaligus kecewa sama diri sendiri. Dia begitu yakin dan percaya pada tujuannya. Di dalamnya ada api yang membara, dan dia tahu betul apa yang memeliharanya agar terus menyala. Aku ingin jadi seperti itu ... jadi orang yang berguna bagi bangsa ini.\nYah, itulah. Dan aku lihat dia suka sekali makan sayur hijau waktu di perayaan kemenangan tempo hari. Pas ditanya, katanya dia jaga makan biar gizi seimbang. Kaget sih, ternyata orangnya lebih perhatian sama hal kecil daripada yang kubayangkan."
},
{
"Title": "Tentang The Captain",
"Context": "Bertemu The Captain itu jalinan takdir yang unik dan tak kusangka.\nSukuku itu terkenal karena kemampuannya untuk memprediksi masa depan, tapi aku tidak pernah sangka semuanya akan jadi serumit ini. Apa benar, menolong orang itu seperti membalas jasa, sampai semuanya impas? Kalau memang begitu, kenapa aku masih merasa berutang sekali sama dia? Merasa bersyukur atas apa yang dia lakukan untukku?\nAtau mungkin ... aku yang terlalu memikirkan semuanya. Apa pun yang terjadi di masa lalu, dia pernah menyelamatkan Ley Line Natlan. Dia itu pahlawan yang patut dihargai, dan aku akan selalu mengingatnya."
},
{
"Title": "Mengenal Ororon: I",
"Context": "Halo. Ah, salaman? Di Natlan jarang sekali ada yang kenalan dengan cara formal begini, tapi ... boleh, ayo salaman. Lain kali kalau mau panggil, teriak saja. Kupingku lumayan tajam kok, pasti kedengaran biar dari jauh juga."
},
{
"Title": "Mengenal Ororon: II",
"Context": "Kamu selalu sibuk. Aku juga mau jadi orang yang selalu punya kesibukan. Tapi kadang aku juga suka rebahan nganggur. Gitu lah, kadang ingin ini, kadang ingin itu. Menyebalkan, tapi mau gimana lagi."
},
{
"Title": "Mengenal Ororon: III",
"Context": "Siang hari di Natlan panasnya bukan main, aku lebih suka keluar malam kalau memungkinkan. Terang bulan terpantul di air, kemilaunya begitu mengkilap. Ngeh tidak? Tapi kalau malam air biasanya jadi gelap gulita sih, kita tidak bisa tahu airnya bersih atau kotor. Mending jangan dipegang."
},
{
"Title": "Mengenal Ororon: IV",
"Context": "Aku lebih sensitif sama hal-hal yang berbau \"jiwa\" dibanding orang lain. Dari lahir sudah seperti itu, tapi memang sulit dijelaskan ya ... jiwa manusia itu ibarat kumpulan energi. Bayangkan gula-gula Saurian, segala macam bentuk dan rasanya ... gitulah kurang lebih bentuknya. Jiwamu hangat, seperti dipanggang sampai wangi di api unggun."
},
{
"Title": "Mengenal Ororon: V",
"Context": "Orang lain tidak mengerti aku, bahkan sejujurnya aku sendiri pun tidak mengerti. Banyak sekali keraguan dan pertanyaan ... dan selalu ada yang baru.\nTapi permasalahan ini tidak bisa diatasi dengan cepat ... kita cuma bisa terus maju, betul?"
},
{
"Title": "Hobi Ororon",
"Context": "Hobi lain? Selain berkebun dan mengamati Aphid maksudnya? Ada ... tunggu ya, sebentar lagi juga kepikiran."
},
{
"Title": "Kekhawatiran Ororon",
"Context": "Kadang melangkah dari mimpi ke kenyataan ... itu sulit."
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Setiap kali makan Tataco, aku suka kasih ekstra tortilla di bawahnya supaya tidak belepotan. Nah, tortilla kedua itu ibarat nambah seporsi lagi gratis."
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Ransum militer ... terutama biskuit keras. Itu mengingatkanku sama jiwanya The Captain ... dalamnya baik, tapi luarnya dih, keras."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Wah, ini lebih enak dari buatan sendiri."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Rasanya tidak terlalu kuat tapi juga tidak terlalu tawar ... pas."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Ini teknik apaan lagi? Terlalu canggih, aku tidak paham."
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Di Natlan, kita percaya hari lahir seseorang menentukan takdirnya. Lahir di hari yang sama dengan pahlawan besar berarti lahir dengan berkat, perlindungan, dan sifat kepahlawanannya.\nBeruntung sekali mereka yang lahir di hari yang sama denganmu ya ... selamat ulang tahun."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Aku dikasih apa barusan? Boleh lihat lagi?"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "#Mungkin mulai sekarang aku harus panggil kamu \"Suhu\" ya ... terima kasih {M#Kakek}{F#Nenek} Suhu. Aku sudah belajar banyak."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Badan ini rasanya ringan sekali ... seperti bisa ke tempat yang lebih tinggi. Tapi utamanya ada di kendali. Kejeduk itu sakit."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Aku belum sanggup menyentuh ambang maut, tapi berkat kamu, akhirnya jadi lebih jauh. Terima kasih, aku janji tidak akan memanfaatkan ini untuk hal yang bukan-bukan. Pegang omonganku."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Tidak jauh lagi."
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Selamat tinggal."
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Bebas!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Pergilah, kamu bebas."
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Waktunya memberi salam."
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "Kasih tahu apa yang kelihatan."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Ambisimu berburu harta karun sudah menjadikan peti harta jadi makhluk langka."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Kalau diketuk, kita tahu yang mana yang sudah matang dan yang mana yang belum."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Hati-hati, ada Saurian yang suka ngumpet di peti kayak gini. Mungkin dia introvert."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Tahan ...."
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Gawat ...!"
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Pertanda buruk."
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Perlu dokter?"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Gantian."
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Sampai bertemu ... di Kerajaan Malam."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Ge ... lap."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Aku ... dipanggil ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Ahh, lambat!"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: II",
"Context": "Ada yang salah ...."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Perlu aku?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Ke mana?"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Ada acara apa?"
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Wilayah Penguasa Angin Malam terletak di bagian jantung Natlan, berada di arah barat dari Stadion Api Keramat. Kalau dilihat dari kejauhan, akan terlihat seperti lingkaran cahaya ungu di dalam lembah pegunungan.\nPara anggota Penguasa Angin Malam memberikan kesan yang kurang lebih sama kepada orang lain: penuh pemikiran, misterius, dan suka berbicara dengan kata-kata yang sulit dimengerti. Kalau bukan keluar untuk menjalankan misi medis atau meramal, mereka pasti akan jarang menampakkan diri.\nTapi Ororon berbeda. Ini bukan berarti dia suka berkeliaran dan berkumpul di keramaian. Dia lebih suka menjelajahi alam liar. Dia suka berlari ke arah yang jarang dikunjungi oleh orang-orang, makin jauh, dan makin jauh, sampai bahkan sepuluh Tatankasaurus pun tidak cukup untuk menariknya pulang.\nTempat yang jarang dikunjungi orang ini bukan hanya memiliki arti harfiah saja. Orang yang pernah mengobrol dengannya pasti tahu kalau mengikuti pola pikirnya adalah sesuatu yang sangat menantang. Bisa juga dibilang seperti sedang ujian bakat dan usaha.\nNamun, \"ujian\" ini juga bukan disengaja oleh Ororon. Sebenarnya alasan di balik ucapan dan perilakunya sederhana saja dan tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan.\nSebagai contoh, pernah ada orang baik hati yang melewati tempat tinggalnya di alam liar dan bertanya padanya dengan raut wajah cemas: \"Kamu tinggal sendiri di sini, pasti gara-gara ribut dengan teman-teman di suku, kan? Perlu bantuanku?\"\n\"Tentu saja tidak.\"\nOroron menghentikan tangannya yang sedang merapikan tanaman rambat, berdiri dan menunjuk Aphid yang ada di sekitarnya, lalu menjawab dengan serius: \"Semua binatang kecil ini suka main di sini, dan aku juga suka menemani mereka.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Karena adanya Marga Kuno, orang-orang Natlan sangat mementingkan nama secara keseluruhan. Dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia tumbuh besar, Ororon akhirnya punya kebiasaan untuk menamai segala sesuatu di sekitarnya — entah itu makhluk hidup atau bukan.\nBeberapa nama itu akan melekat seumur hidup. Walaupun akan tiba saat di mana bunga akan layu dan cangkir akan pecah, namun nama mereka akan terus ada entah seberapa lama mereka hidup. Walaupun mereka hanya ada untuk beberapa saat, tapi tujuan hidupnya sudah terpenuhi.\nDan ada juga beberapa nama lain yang berubah seiring berjalannya waktu. Bukannya perasaan Ororon berubah, tapi si \"pemilik\" nama tersebut mungkin saja sudah melalui pengalaman yang mengubah hidupnya, sehingga akhirnya dia mendapatkan nama baru yang lebih sesuai. Contohnya, jika seekor Saurian tumbuh semakin besar seiring berjalannya waktu, kamu tidak mungkin lagi kan panggil dia \"Si Kecil\"?\nKarenanya, dia tidak mau terlalu memikirkan arti dari nama-nama tersebut. Pertama, nama-nama yang dia berikan itu selalu langsung dan tak berbelit-belit, artinya langsung jelas dalam sekali dengar. Kedua, dia menamai mereka supaya lebih praktis saja, tidak ada arti mendalam yang gimana juga sih. Intinya, nama-nama itu bukan dibuat karena adanya alasan emosional yang khusus. Baginya, semua nama sama berharganya, netral, semuanya itu adalah alat untuk memfasilitasi komunikasi.\nDia juga memandang namanya sendiri seperti itu, bedanya adalah dia tidak tahu saja apa arti namanya sendiri.\nNama Ororon tertulis di dalam baju yang membalutnya sewaktu bayi. Dia sudah banyak cari referensi dari buku-buku kuno, bahkan tanya para tetua juga, tapi dia tidak pernah bertemu dengan orang yang dengar nama itu, apalagi tahu artinya.\nApa mungkin nama itu sudah setua Nenek, atau mungkin tulisan di baju itu tidak jelas, atau mungkin keduanya? Makanya orang jadi salah baca?\nTapi ini hanyalah hal yang akan dia pikirkan sendiri — kalau dia langsung tanya, sudah pasti Nenek akan menyentil jidatnya."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Orang Penguasa Angin Malam suka menggunakan gulungan tenun untuk mencatat cerita, legenda, dan berbagai sejarah. Jika dibandingkan dengan pencatatan tulisan yang biasanya, pola gambar yang ditenun dari kain dan benang tidak mungkin begitu detail. Kebanyakan adalah pola dan garis yang abstrak dan konseptual. Sebagian besarnya juga mengandung emosi penenunnya pada saat itu.\nDengan kata lain, proses kreativitas yang terkandung di dalamnya benar-benar sangat tinggi. Yang mana utamanya, yang mana latar belakangnya. Yang mana harus ditonjolkan, yang mana harus disederhanakan. Semua ini harus dipikirkan oleh penciptanya.\nKedengarannya sih tidak begitu rumit ya, tapi inilah yang membuat Ororon merasa kesulitan.\nPertama-tama, dia tidak ingin membagi elemen utama dan sampingan. Karakter dan latar belakang, rumah dan latar belakangnya, semua ini sama pentingnya di dalam hatinya, jadi semuanya harus ditenun menggunakan rasio bahan yang sebanding. Meskipun hanya sebuah Saurian Claw Succulent yang ada di tanah, dia juga ingin menonjolkan detail yang ada di atasnya, detail yang sama mengerutnya seperti kerutan para kakek dan nenek yang ada di dalam suku, semua ini harus terlihat dengan sangat jelas dan hidup dalam gulungan tenun.\nIni pulalah yang menjadi masalah kedua, kesabarannya saat menenun benar-benar tipis, setipis sehelai kertas. Supaya adil, sosok bayangan di bawah pohon dan pohon besar yang ada di depan semua harus menggunakan jumlah lapisan yang sama, dengan tingkat detail yang sama pula. Kalau begini, segala hal yang ditenun di atas gulungan tenun akan disederhanakan sampai tahap tertentu, jadi hasil akhirnya tidak bisa disebut sebagai gulungan tenun, tapi handuk dengan sedikit motif tenunan di atasnya ....\nMemang ada beberapa hal yang sangat sulit diajari, terutama kalau benar-benar berkaitan dengan ranah seni dan bakat alami yang diperlukan. Mengingat anak ini sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam berbagai bidang jika dibandingkan dengan anak yang lain, contoh saja, kesadarannya terhadap roh, dan intuisinya saat melakukan survei terhadap Ley Line, jadi para guru senior di suku pun menyerah untuk memaksa Ororon menguasai bidang seni yang satu ini. Jadi akhirnya, ini mata pelajaran opsionalnya saat sedang senggang, sehingga dia bisa mengejar apa yang diinginkannya.\nOroron juga tipe anak yang dikasih hati minta jantung. Pada akhirnya, dia bahkan tidak menggunakan benang dan kain tenun, dia hanya mengambil kertas dan alat gambar, lalu menggambar seadanya saja. Beres perkara. Tidak salah juga sih, kan cuma perlu beberapa kali goresan saja, kenapa harus repot-repot menenun selama itu sih? Lagian, beberapa orang di Penguasa Angin Malam juga terkenal ahli dalam melukis grafiti, sehingga pada saat melihat karya Ororon, mereka mengira sedang melihat glif kuno yang memiliki berkah misterius dari zaman dulu. Saat melihatnya, akan terpancar ekspresi kagum dari wajah mereka.\nSebenarnya, Ororon juga tidak pernah menggambar sesuatu yang sangat berguna. Yang paling bermakna, adalah karya yang digambarnya dengan paling serius, itu adalah papan pengumuman yang ada di depan klinik Ifa. Setiap goresannya terlihat mulus, warnanya cerah, dan juga ....\n\"Karena sayap Saurian yang kasihan ini sedang dibalut perban, makanya aku tambahkan detail ini ke gambarku. Meskipun tidak memakan banyak tempat, tapi jumlah tinta yang dipakai sama kayak aku sedang menggambar kamu.\"\n\"Ya sudah.\" Ifa melihat kedua bola mata Ororon yang memancarkan keteguhan. Hatinya tenang. \"Belum pernah aku melihat diriku yang senyata ini. Terima kasih sekali, sahabatku.\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Orang yang penuh cinta akan diperlakukan dengan penuh cinta juga oleh orang lain. Karena Ororon mencintai seluruh makhluk yang ada di alam, makanya orang-orang dan makhluk yang ada di tanah ini juga memperlakukannya dengan baik.\nHaha, lucu. Mana ada yang kayak begitu. Memang, kebanyakan orang-orang baik terhadap Ororon, tapi ini bukan berarti ada hubungannya dengan bagaimana sikapnya terhadap alam.\nSalah satu alasannya adalah karena mereka merasa simpati: Seorang bayi kecil buangan yang dipungut di dalam gunung, sendirian tanpa saudara, jadi sama sekali tidak mungkin baginya untuk bertahan hidup sendirian. Sekalian membantu, misalnya mengantarkan makanan atau pakaian, juga bukan hal yang sulit kok. Namun anak yang sudah tumbuh dewasa dan sehat bisa memberikan kepuasan yang jauh lebih besar, jadi kenapa tidak melakukannya?\nAda alasan lain lagi sih sebenarnya, karena mereka suka dengannya. Ororon (kebanyakan waktu) itu sangat penurut. Dia (biasanya) jujur, tenang, penurut, rajin belajar, dan sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang menyebalkan, contohnya, memanjat ke atap dan membongkar atap genteng. Dia bahkan belajar untuk menanam sayur dan memelihara Aphid, tanpa diajari oleh siapa pun. Dan sejak saat itu, dia sudah bisa hidup mandiri. Kondisinya yang tidak (sering) membawa masalah bagi orang-orang di sekitarnya sebagai anak muda, tentu saja membuat semua orang suka padanya.\nUntuk alasan yang terakhir, ini adalah alasan yang paling jarang terjadi. Yaitu adalah perasaan bersalah. Pada waktu awal Ororon tiba di suku, orang di suku pernah ingin mencoba menggunakan tubuhnya yang khusus untuk mencoba mencari cara menyelamatkan Ley Line di Natlan. Tapi entah sial atau beruntung, cara pengorbanan individu ini tidak berhasil. Meskipun ini masih menjadi perdebatan moral yang masih belum membuahkan hasil, tapi ini tetap meninggalkan segurat perasaan bersalah di hati para tetua.\nOroron menyadari hal ini secara alami setelah tumbuh dewasa ... Tidak ada gunanya mencoba untuk menyembunyikannya. Ini hanya akan menciptakan masalah yang baru. Ororon tidak mengeluh untuk masalah ini, bahkan dia merasa sangat puas. Karena sesulit apa pun kenyataan, dia tidak ingin hidup di dalam kepalsuan.\nDia sangat mengerti apa alasan orang-orang menjaganya. Entah karena rasa kasihan, karena suka, atau karena merasa bersalah, atau mungkin ada beberapa perasaan yang bercampur di dalamnya? Dia tetap menerima semua ini.\nKalau menurut Ifa, hubungan sosial antar manusia itu memang sangat rumit. Jadi daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk menebak-nebak apa isi hati mereka, lebih baik lihat saja hasil akhir dan tindakan mereka. Jadi, ini akan meringankan beban mental yang ada. Toh semua orang sudah perhatian sekali dengannya, dia juga pasti akan membalasnya dengan kebaikan yang setimpal. Benar. Sesederhana itu saja kok.\n\"Untung aku dokter hewan ya ...\" Ifa berkata sambil menggerakkan tangannya. \"Asal tahu saja ya, kalau pasienku manusia ... Pasti banyak sekali kondisi yang harus aku hadapi ....\"\nIfa melanjutkan, sepertinya mengurutkan banyak kasus medis yang aneh, tapi benak Ororon langsung melayang lagi . Aneh ya, memangnya ada yang lebih aneh dari kondisi dirinya sendiri?\nTunggu dulu ... Berarti aku ini kan termasuk pasien juga, bahkan yang tidak bisa disembuhkan. Kalau ditelusuri lebih lanjut, karena dia punya telinga yang berbeda dari manusia biasa, apa mungkin dia itu hewan yang lagi sakit? Hmm ... Tapi kalau dipikir-pikir lagi, manusia termasuk hewan tidak sih?\nSetelah memikirkannya sampai di sini, Ororon menghentikan penjelasan Ifa yang panjang lebar dan bertanya: \"Kalau aku sakit, harus cari dokter hewan ya?\"\nIfa menghentikan penjelasannya dan melotot ke arahnya sejenak.\n\"Aku sudah jelasin panjang lebar dari tadi, kamu masih belum mengerti sedikit pun ya?\"\n\"Jangan mengelak dari pertanyaan yang tidak ingin kamu jawab. Jangan melempar jawaban yang sulit kepada diriku sendiri, tidak ada gunanya.\" Jawab Ororon"
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Kalau kamu punya waktu lebih dan kesabaran untuk membaca buku-buku dan gulungan tenun kuno Penguasa Angin Malam, kamu pasti akan terkejut saat menemukan isinya yang sangat luas.\nContohnya, siapa sih yang mau baca novel ringan Inazuma yang sudah tamat serinya bahkan ratusan tahun lalu?\nAtau contoh lain, analisis dari 3.600 bentuk abu dari kertas yang dibakar, lalu pengaplikasiannya dalam masa depan ... Siapa pula yang merapikan catatan ini?\nEntah bagaimana datangnya semua catatan masa lalu ini, sampai saat ini, yang masih membuat orang sedih adalah, semua catatan ini sedang dibaca Ororon, dan sedang dirapikan Ororon.\nAwalnya, dia hanya ingin membaca apakah pernah ada catatan tentang jiwa serpihan yang muncul dalam sejarah, tapi selanjutnya yang dibacanya adalah ... Ley Line, Patih Malam, roh, dan berbagai kata kunci yang sejenis yang mulai muncul satu per satu ... Selanjutnya, dia mulai membaca karya non-fiksi, bahkan novel fantasi. Tanpa disadari, buku-buku yang dia baca sudah mulai menumpuk seperti gunung Cacahuatl. Ororon tanpa sadar sudah menjadi pustakawan sukarela yang tidak dibayar, dia sudah tenggelam sepenuhnya dalam lautan pengetahuan yang tak ada hubungannya dengan diri sendiri.\n\"Sebenarnya aku sih tidak terlalu penasaran ya ...\" Ororon sudah lebih. Tapi tiba-tiba, dia sepertinya juga tidak ingin melakukan hal yang lain. Lalu, menenggelamkan diri di dalam tumpukan diri ini juga bukan usaha yang sia-sia baginya.\nUntuk sekarang sih, penjelasan yang paling masuk akal adalah, kumpulan cerita monster dari sebuah buku yang sudah tua dan usang. Di dalamnya tertulis, dalam Perang Archon pada zaman yang dulu sekali, ada Archon yang mencoba untuk menggabungkan darah keturunan hewan buas dan manusia untuk mendapatkan kemenangan. Dengan tujuan untuk mendapatkan pejuang yang memiliki kemampuan yang melebihi manusia biasa. Kebanyakan eksperimen ini berakhir dengan kegagalan. Tapi ada juga sisa hasil eksperimen yang tersisa, yang bahkan terus berkembang biak sampai saat ini.\n\"Kedengarannya sih lumayan masuk akal ya ... Tapi ini kan kumpulan cerita sih ya ...\" Demikian pikir Ororon.\nDari sudut pandang praktis, kalau hanya mengandalkan otaknya yang baru berumur dua puluhan tahun saja, dia pasti tidak akan pernah bisa mengetahui kebenarannya. Kadang-kadang, manusia harus mengakui dan menerima bahwa dirinya tak berdaya dan tak berpengetahuan, atau bahkan mungkin bisa mengarang cerita lucu untuk menertawakan dirinya sendiri.\nAkhirnya, Ororon benar-benar tidak ingin melihat tulisan apa pun lagi. Jadi dia menghabiskan waktu beberapa menit, dan memikirkan sebuah justifikasi yang paling sederhana dan jelas.\nSama seperti permainan susun balok. Waktu kamu memaksakan balok yang tidak cocok, pasti akan ada distorsi, kikisan, bahkan ada yang rusak. Sedangkan pada suatu hari di dua puluh tahun yang lalu, dia adalah sebuah potongan balok yang rusak itu, yang mengalami nasib sial dan terjatuh ke batu rusak nan dingin."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Pada suatu malam yang hangat, dia duduk bersama para Fatui sambil mendengarkan perbincangan mereka.\nHanya dia yang tak berbicara, selain The Captain yang bergabung dengan mereka setelahnya. Para prajurit sendiri tidak menahan diri, karena mereka jelas sudah tahu tentang kerja sama dirinya dengan komandan mereka. Meski hanya membicarakan hal-hal yang tidak penting, tapi mereka berbicara dan tertawa dengan begitu lepas, sama sekali tidak terlihat canggung karena keberadaannya. Setelah menanyakan umurnya, bahkan ada satu prajurit yang memberinya secangkir minuman berwarna bening yang mereka sebut \"Fire-Water\".\nSetelah mencicipinya sedikit, ia langsung menenggaknya sampai habis dalam sekali minum seperti yang dilakukan para prajurit lainnya. Semuanya langsung bersorak heboh saat melihatnya. Entah kenapa, ia merasa suasana hatinya jadi jauh lebih baik setelahnya.\nPara prajurit di sekelilingnya membicarakan hal-hal santai, sambil terkadang menyanyikan lagu yang diketahui oleh semuanya. Ororon tidak begitu paham, jadi dia hanya duduk sambil menatap api yang ada di dekat mereka, atau ke langit malam di atas kepala mereka. Sungguh terasa jauh sekali, bintang-bintang hanya terlihat bagaikan butiran putih yang bergabung menjadi seperti kabut. \"Kabut Bintang\", pikirnya. Sebutan ini bagus juga ....\nDi masa mendatang, Ororon baru mengetahui bahwa tidak semua prajurit Fatui berkelakuan seperti ini. Yang ia temui adalah para prajurit elite di bawah komando Harbinger Pertama. Mereka adalah prajurit veteran yang lebih tua dengan banyak pengalaman dan moral yang kuat. Tapi di luar pasukan ini, masih banyak prajurit yang lebih muda dari ia sendiri, yang kelakuannya cukup untuk membuat Ororon mengernyitkan dahi.\nTapi di malam yang tenang itu, dengan taburan bintang-bintang yang terlihat jelas di langit, ia belum mengetahui hal yang membuatnya gundah tersebut. Dia cukup melepaskan segala beban pikirannya sambil menikmati suasana akrab, ditemani secangkir arak dengan rasa aneh yang diberikan kepadanya itu.\nTidak akan pernah ada malam seperti ini lagi. Ia punya firasat seperti ini, sama seperti saat ia ingin minum segelas arak lagi, tapi kemudian dihentikan oleh The Captain dengan tegas. Meskipun ia tidak merasa ada efek apa pun setelah meneguk secangkir yang pertama, tapi Ororon juga paham bahwa beberapa hal lebih baik tetap diberi batasan.\nTapi jelas terlihat kalau Ororon bukan tipe seorang anak penurut. Setelah itu, ia diam-diam pergi mencari prajurit yang memberinya minuman itu dan meminta diajari cara untuk membuatnya sendiri. Kalau Ororon berhasil membuat minuman itu sejernih air yang memantulkan cahaya langit di malam hari, ia akan menamainya \"Kabut Bintang\"."
},
{
"Title": "Kotak Camilan",
"Context": "Ini sih bukan camilan yang dipersiapkan untuk manusia, tapi untuk hewan liar ... Semuanya dibagi menjadi beberapa wadah dengan penyekat berdasarkan kesukaan hewan yang berbeda-beda.\nPara hewan sih kebanyakan pintar, dan berdasarkan pengamatan Ororon, tingkat kepintaran mereka dan manusia tidak sejauh yang manusia pikirkan. Banyak umat manusia bisa bertahan hidup juga karena mewarisi kebijaksanaan orang-orang sebelumnya. Dan hewan-hewan yang bisa bertahan hidup di dalam lingkungan yang ekstrem, malah mungkin lebih hebat dari manusia.\nMencari bantuan manusia, juga merupakan salah satu cara yang harus dipelajari oleh manusia dan hewan saat hidup bersama. Kadang Ororon hanya berjalan di jalan seperti biasa, tiba-tiba bagian punggungnya terasa berat. Begitu reaksinya lambat sedikit saja, beberapa goresan cakar tupai terbang akan menghiasi jubahnya.\nOroron percaya, pasti para hewan memiliki cara sendiri untuk saling berkomunikasi. Mungkin saja pembawa pesan di antara hewan lebih hebat dari manusia? Soalnya mereka bukan cuma bisa terbang di langit dan masuk ke dalam tanah, mereka juga menguasai berbagai bahasa hewan ... Kalau membahas berbagai macam bahasa hewan yang ada di Natlan, pasti ada sepatah kalimat yang sama di antara mereka: \"Selalu ada makanan enak di kantong Ororon!\" Ororon pun menyunggingkan sebuah senyuman di wajahnya.\nJadi, saat berhadapan dengan tamu-tamu jamuan yang tidak diundang ini, meski Ororon punya cara tersendiri untuk mengusir mereka, dia tidak pernah benar-benar memakainya. Sampai di mana pun dia berada, dia selalu dianggap keluarga sendiri oleh hewan-hewan. Dan ini bukan kebanggaan yang bisa dimiliki oleh sembarangan orang.\nTentu saja, para hewan juga mungkin memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Jadi cara mereka berterima kasih juga bervariasi.\nMisalnya Ajaw milik Kinich itu aneh sekali. Dia selalu merasa \"Ini memang sudah harusnya jadi milikku!\", tapi di saat yang sama, dia juga sepertinya tidak bisa meninggalkan manusia. Ororon biasanya sih akan mengabaikan perkataan ini, mengayun-ayunkan makanan di depannya, dan melihat mata Ajaw mengikuti gerakannya dari balik kacamata hitamnya. (Kedua titik yang bercahaya itu pasti matanya ... Iya, kan?) Kalau Ajaw tidak mengatakan kata-kata yang sopan tepat waktu, Kinich akan melarangnya membuka mulut, bahkan sebelum cakarnya bisa merebut makanan itu.\nYang berlawanan dengannya adalah Cacucu, yang benar-benar bermulut manis. Meskipun bahasa manusia yang dia kuasai tidak banyak, tapi apa yang dia katakan selalu penuh dengan emosi, seperti: \"Kamu yang terbaik deh, bro!\""
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Pada malam pertama, dia memimpikan gua batu yang dingin.\nDia berbalik dan melihat pintu masuk gua di belakangnya, dibarengi dengan cahaya purnama sejernih pasir putih yang menyelinap masuk ke dalam. Walaupun tidak ada secercah sinar pun yang bisa menggapai kedalamannya, namun suara gemercik di dalamnya seolah mengisyaratkan bahwa ada kabut hitam yang hidup di dalamnya. Tetesan air jatuh dari langit-langit, mendarat tepat di atas telapak tangannya yang terbuka. Lengket saat disentuh.\nLembap dan isinya bernutrisi. Dia mengangguk, seharusnya di sini bisa ada kehidupan.\nPada saat inilah dia terbangun. Tidak terasa seperti mimpi indah, tapi juga bukan mimpi buruk. Dia merasakan dinginnya di dalam mimpi tersebut. Apa itu hanya sekadar dingin saat di malam hari? \"Aku harus siapkan selimut yang lebih tebal besok\", begitulah pikirnya.\nPada malam kedua, dia memimpikan angin ribut.\nYang bisa dilihatnya hanyalah pilar-pilar batu pucat dan awan-awan dengan garis-garis kemerahan. Karena ada awan, dia pasti ada di atas langit yang tinggi. Akan tetapi, meskipun tidak melihat matahari maupun api, udara terasa sangat panas, begitu panasnya sehingga terasa seperti akan membakarnya sampai ke dalam jiwa.\nDia tidak tahu dia ada di mana tapi entah kenapa dia yakin ini adalah akhir dari hidupnya. Tinggal melangkah maju sekali lagi dan dia pasti akan bisa menggapainya ... Hanya selangkah lagi ....\nDia seketika terjaga. Biasanya orang-orang senang dengan kehangatan, dan dia sendiri menyukai hangatnya api Natlan, tapi panas yang dirasakannya dalam mimpi begitu menakutkan. Ini tidak baik, pikirnya. Dia menggelengkan kepalanya, entah sebagai bentuk penolakannya terhadap mimpi tersebut atau kenyataan yang ada di hadapannya. Sepertinya selimut bulu Alpaca ini berlebihan deh untuk musim-musim begini.\nDan di malam ketiga yang juga malam terakhir, dia memimpikan sebuah semesta yang gegap gempita dengan labirin cermin. Dia menatap permukaan yang saling tumpang tindih yang mengelilinginya, membuat banyaknya bayangan Ororon mengelilinginya dari berbagai arah.\nDia mendengar sayup-sayup suara dalam imajinasinya yang berkata \"Jika jumlah dari bayanganmu itu cukup banyak, mungkin kamu akan bisa membuat dirimu menjadi utuh seutuh-utuhnya!\" Tidak ada nada kebaikan dalam suara tersebut, tapi juga tidak ada niat buruk — benar-benar seperti suara seorang pengamat yang mengejek.\nTapi bagaimana mungkin bayangan menampilkan sesuatu yang tadinya tidak ada? Dan apa itu yang bergerak di antara cermin di dalam tempat yang remang ini ...?\nDengan agak marah dia balik berteriak, \"Kalau kamu ingin bayangan yang utuh, setidaknya harus dimulai dari cahaya dulu!\"\nDan ternyata, di dalam mimpi pun orang masih bisa dengar, karena teriakannya inilah yang akhirnya membangunkannya. Kali ini, dia bahkan tidak mencoba untuk mencari alasan dari mimpinya tersebut, suhu dan selimut hanyalah alasan belaka dan kini dia sudah terlalu letih untuk mencari alasan lain. Bahkan setelah terbangun pun, dia masih bisa merasakan amarahnya, disertai dengan beban yang dirasakannya.\nNamun benda yang dipakainya bisa jadi tidak terlalu berat. Karena apa yang bertengger di dadanya adalah tak lain dan tak bukan merupakan bukti bahwa para dewa telah menatapnya."
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 210500,
"Name": "Batwing Iris",
"Description": "Model pakaian Ororon. Mereka yang dapat meramal harusnya tahu cara untuk menyembunyikan diri. Jubah dan tudungnya adalah senjata terbaiknya.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104144,
113064,
101252,
112103,
104352,
113054
],
"NameCard": {
"Name": "Ororon: Nightshade",
"Description": "Style kartu nama.\nSama seperti cahaya bintang yang tidak bisa menerangi langit malam, begitu pula bayangan yang akan selalu ada di bawah cahaya lilin. Kekosongan di hati seseorang juga sama sulitnya untuk diisi.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Olorun",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Olorun"
}
}