{
"Id": 10000091,
"PromoteId": 91,
"Sort": 75,
"Body": 3,
"Icon": "UI_AvatarIcon_Navia",
"SideIcon": "UI_AvatarIcon_Side_Navia",
"Name": "Navia",
"Description": "Ketua Spina di Rosula, bos yang cantik, baik, dan bertanggung jawab.",
"BeginTime": "2023-12-19T00:00:00+08:00",
"Quality": 5,
"Weapon": 11,
"BaseValue": {
"HpBase": 984.77954,
"AttackBase": 27.3714,
"DefenseBase": 61.74456
},
"GrowCurves": [
{
"Type": 1,
"Value": 21
},
{
"Type": 4,
"Value": 31
},
{
"Type": 7,
"Value": 21
}
],
"SkillDepot": {
"Arkhe": 2,
"Skills": [
{
"GroupId": 9131,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Tahap 1|{param1:F1P}",
"DMG Tahap 2|{param2:F1P}",
"DMG Tahap 3|{param3:F1P} ×3",
"DMG Tahap 4|{param4:F1P}",
"DMG Berputar Charged Attack|{param5:F1P}",
"DMG Akhir Charged Attack|{param6:P}",
"Konsumsi Stamina Charged Attack|{param7:F1}/dtk",
"Durasi Maksimum|{param8:F1} dtk",
"DMG Selama Plunging|{param9:F1P}",
"DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi|{param10:P}/{param11:P}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 913101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.93519,
0.865065,
0.348859,
1.334316,
0.62522,
1.1309,
40,
5,
0.745878,
1.49144,
1.862889
]
},
{
"Id": 913102,
"Level": 2,
"Parameters": [
1.01131,
0.935478,
0.377255,
1.442923,
0.67611,
1.22295,
40,
5,
0.806589,
1.612836,
2.01452
]
},
{
"Id": 913103,
"Level": 3,
"Parameters": [
1.08743,
1.00589,
0.40565,
1.55153,
0.727,
1.315,
40,
5,
0.8673,
1.734233,
2.16615
]
},
{
"Id": 913104,
"Level": 4,
"Parameters": [
1.196173,
1.106479,
0.446215,
1.706683,
0.7997,
1.4465,
40,
5,
0.95403,
1.907656,
2.382765
]
},
{
"Id": 913105,
"Level": 5,
"Parameters": [
1.272293,
1.176891,
0.47461,
1.81529,
0.85059,
1.53855,
40,
5,
1.014741,
2.029052,
2.534396
]
},
{
"Id": 913106,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.359287,
1.257362,
0.507062,
1.939412,
0.90875,
1.64375,
40,
5,
1.084125,
2.167791,
2.707688
]
},
{
"Id": 913107,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.478905,
1.36801,
0.551684,
2.110081,
0.98872,
1.7884,
40,
5,
1.179528,
2.358556,
2.945964
]
},
{
"Id": 913108,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.598522,
1.478658,
0.596306,
2.280749,
1.06869,
1.93305,
40,
5,
1.274931,
2.549322,
3.184241
]
},
{
"Id": 913109,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.718139,
1.589306,
0.640927,
2.451417,
1.14866,
2.0777,
40,
5,
1.370334,
2.740087,
3.422517
]
},
{
"Id": 913110,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.848631,
1.710013,
0.689605,
2.637601,
1.2359,
2.2355,
40,
5,
1.47441,
2.948195,
3.682455
]
},
{
"Id": 913111,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.979123,
1.83072,
0.738283,
2.823785,
1.32314,
2.3933,
40,
5,
1.578486,
3.156303,
3.942393
]
},
{
"Id": 913112,
"Level": 12,
"Parameters": [
2.109614,
1.951427,
0.786961,
3.009968,
1.41038,
2.5511,
40,
5,
1.682562,
3.364411,
4.202331
]
},
{
"Id": 913113,
"Level": 13,
"Parameters": [
2.240106,
2.072133,
0.835639,
3.196152,
1.49762,
2.7089,
40,
5,
1.786638,
3.572519,
4.462269
]
},
{
"Id": 913114,
"Level": 14,
"Parameters": [
2.370597,
2.19284,
0.884317,
3.382335,
1.58486,
2.8667,
40,
5,
1.890714,
3.780627,
4.722207
]
},
{
"Id": 913115,
"Level": 15,
"Parameters": [
2.501089,
2.313547,
0.932995,
3.568519,
1.6721,
3.0245,
40,
5,
1.99479,
3.988735,
4.982145
]
}
]
},
"Id": 10911,
"Name": "Blunt Refusal",
"Description": "Normal Attack\nMelancarkan hingga 4 tebasan berturut-turut.\n\nCharged Attack\nTerus menguras Stamina untuk melancarkan serangan berputar yang mengakibatkan DMG ke musuh di sekitar.\nDiakhiri dengan sebuah tebasan yang kuat.\n\nPlunging Attack\nMenerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan DMG Area saat mendarat.",
"Icon": "Skill_A_04"
},
{
"GroupId": 9132,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Dasar Rosula Shardshot|{param1:F1P}",
"Durasi Crystal Shrapnel|{param3:F1} dtk",
"DMG Surging Blade|{param5:F1P}",
"Jeda Surging Blade|{param6:F1} dtk",
"Cooldown|{param4:F1} dtk"
],
"Parameters": [
{
"Id": 913201,
"Level": 1,
"Parameters": [
3.948,
0.15,
300,
9,
0.36,
7
]
},
{
"Id": 913202,
"Level": 2,
"Parameters": [
4.2441,
0.15,
300,
9,
0.387,
7
]
},
{
"Id": 913203,
"Level": 3,
"Parameters": [
4.5402,
0.15,
300,
9,
0.414,
7
]
},
{
"Id": 913204,
"Level": 4,
"Parameters": [
4.935,
0.15,
300,
9,
0.45,
7
]
},
{
"Id": 913205,
"Level": 5,
"Parameters": [
5.2311,
0.15,
300,
9,
0.477,
7
]
},
{
"Id": 913206,
"Level": 6,
"Parameters": [
5.5272,
0.15,
300,
9,
0.504,
7
]
},
{
"Id": 913207,
"Level": 7,
"Parameters": [
5.922,
0.15,
300,
9,
0.54,
7
]
},
{
"Id": 913208,
"Level": 8,
"Parameters": [
6.3168,
0.15,
300,
9,
0.576,
7
]
},
{
"Id": 913209,
"Level": 9,
"Parameters": [
6.7116,
0.15,
300,
9,
0.612,
7
]
},
{
"Id": 913210,
"Level": 10,
"Parameters": [
7.1064,
0.15,
300,
9,
0.648,
7
]
},
{
"Id": 913211,
"Level": 11,
"Parameters": [
7.5012,
0.15,
300,
9,
0.684,
7
]
},
{
"Id": 913212,
"Level": 12,
"Parameters": [
7.896,
0.15,
300,
9,
0.72,
7
]
},
{
"Id": 913213,
"Level": 13,
"Parameters": [
8.3895,
0.15,
300,
9,
0.765,
7
]
},
{
"Id": 913214,
"Level": 14,
"Parameters": [
8.883,
0.15,
300,
9,
0.81,
7
]
},
{
"Id": 913215,
"Level": 15,
"Parameters": [
9.3765,
0.15,
300,
9,
0.855,
7
]
}
]
},
"Id": 10912,
"Name": "Ceremonial Crystalshot",
"Description": "Saat Karakter dalam party mendapatkan shard dari reaksi Crystallize, Navia akan mendapatkan 1 \"Crystal Shrapnel\", dan maksimum bisa mendapatkan hingga 6 \"Crystal Shrapnel\". Setiap kali perolehan \"Crystal Shrapnel\" terpicu, durasi \"Crystal Shrapnel\" yang sudah dimiliki akan diulang.\nSaat dilancarkan, Navia akan mengonsumsi semua \"Crystal Shrapnel\" yang dimiliki dan membuka Gunbrella elegannya untuk menembakkan beberapa Rosula Shardshots yang dapat menembus musuh dan mengakibatkan Geo DMG.\nSaat mengonsumsi 0/1/2/3 atau lebih \"Crystal Shrapnel\", 5/7/9/11 Rosula Shardshots akan ditembakkan sesuai dengan jumlah yang ditentukan. Semakin banyak \"Rosula Shardshots\" yang mengenai satu musuh, semakin tinggi pula DMG yang diakibatkan terhadap musuh tersebut. Saat semua 11 \"Rosula Shardshots\" mengenai satu target, akan mengakibatkan DMG sebesar 200% dari DMG awal.\nSelain itu, saat mengonsumsi lebih dari 3 Crystal Shrapnel, setiap Crystal Shrapnel yang dikonsumsi selain 3 Crystal Shrapnel tersebut akan meningkatkan DMG tembakan kali ini lagi sebesar 15%. \n\nMode Tahan\nMemasuki Mode Membidik dan terus mendapatkan shard dari reaksi Crystallize di sekitar. Saat Mode Tahan selesai, akan menembakkan \"Rosula Shardshots\" yang sama dengan Mode Tekan.\n\nMemiliki 2 kali jumlah penggunaan di awal.\n\nArkhe: Ousia\nSetiap kurun waktu tertentu, Navia akan melancarkan Surging Blade saat menembak dengan Gunbrella-nya dan mengakibatkan Ousia-aligned Geo DMG.\n\n\"Menjaga jarak yang sepantasnya dengan orang yang harus dijaga jaraknya juga adalah bagian penting dalam etika sosial. Tentu saja, ada berbagai cara untuk melakukannya ....\"",
"Icon": "Skill_S_Navia_01"
}
],
"EnergySkill": {
"GroupId": 9139,
"Proud": {
"Descriptions": [
"DMG Skill|{param1:F1P}",
"DMG Cannon Fire Support|{param2:F1P}",
"Durasi Cannon Fire Support|{param3:F1} dtk",
"Cooldown|{param4:F1} dtk",
"Konsumsi Energy|{param5:I}"
],
"Parameters": [
{
"Id": 913901,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.752,
0.4315,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913902,
"Level": 2,
"Parameters": [
0.8084,
0.463863,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913903,
"Level": 3,
"Parameters": [
0.8648,
0.496225,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913904,
"Level": 4,
"Parameters": [
0.94,
0.539375,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913905,
"Level": 5,
"Parameters": [
0.9964,
0.571738,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913906,
"Level": 6,
"Parameters": [
1.0528,
0.6041,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913907,
"Level": 7,
"Parameters": [
1.128,
0.64725,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913908,
"Level": 8,
"Parameters": [
1.2032,
0.6904,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913909,
"Level": 9,
"Parameters": [
1.2784,
0.73355,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913910,
"Level": 10,
"Parameters": [
1.3536,
0.7767,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913911,
"Level": 11,
"Parameters": [
1.4288,
0.81985,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913912,
"Level": 12,
"Parameters": [
1.504,
0.863,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913913,
"Level": 13,
"Parameters": [
1.598,
0.916938,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913914,
"Level": 14,
"Parameters": [
1.692,
0.970875,
12,
15,
60,
2.4
]
},
{
"Id": 913915,
"Level": 15,
"Parameters": [
1.786,
1.024813,
12,
15,
60,
2.4
]
}
]
},
"Id": 10915,
"Name": "As the Sunlit Sky's Singing Salute",
"Description": "Di bawah perintah Bos Spina di Rosula, memanggil \"Rosula Dorata Salute\" yang menawan untuk membombardir musuh di depan dengan ganas, mengakibatkan Geo DMG Area, dan dalam beberapa waktu setelahnya, akan terus melancarkan Cannon Fire Support yang mengakibatkan Geo DMG terhadap musuh di sekitar secara berkala.\nSaat serangan meriam mengenai musuh, Navia akan mendapatkan 1 \"Crystal Shrapnel\". Efek ini dapat terpicu sekali setiap 2,4 detik.\n\n\"Tembakan penghormatan Spina di Rosula adalah perayaan awal atas keberhasilan penyelesaian perundingan kita dan dilakukan tepat sebelum perundingan dimulai. Jangan salah paham, ini sama sekali bukan ancaman dalam bentuk apa pun.\"",
"Icon": "Skill_E_Navia_01"
},
"Inherents": [
{
"GroupId": 9121,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 912101,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.4,
4
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 912101,
"Name": "Undisclosed Distribution Channels",
"Description": "Selama 4 detik setelah melancarkan Ceremonial Crystalshot, DMG yang diakibatkan dari Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack oleh Navia akan dikonversi menjadi Geo DMG yang tidak bisa ditimpa Elemental Infusion lainnya. DMG yang diakibatkan dari Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack oleh Navia akan meningkat 40%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_05"
},
{
"GroupId": 9122,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 912201,
"Level": 1,
"Parameters": [
0.2
]
}
],
"Display": 1
},
"Id": 912201,
"Name": "Mutual Assistance Network",
"Description": "Untuk setiap Karakter Pyro/Electro/Cryo/Hydro yang ada di dalam party, ATK Navia akan meningkat sebesar 20%. Efek ini dapat ditumpuk hingga 2 lapis.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_06"
},
{
"GroupId": 9123,
"Proud": {
"Descriptions": [],
"Parameters": [
{
"Id": 912301,
"Level": 1,
"Parameters": []
}
]
},
"Id": 912301,
"Name": "Painstaking Transaction",
"Description": "Ketika dikirim untuk melakukan ekspedisi di Fontaine selama 20 jam, hadiah yang didapatkan akan bertambah 25%.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_07"
}
],
"Talents": [
{
"Id": 911,
"Name": "A Lady's Rules for Keeping a Courteous Distance",
"Description": "Saat melancarkan Ceremonial Crystalshot, setiap \"Crystal Shrapnel\" yang dikonsumsi akan memulihkan 3 poin Energy Navia dan mengurangi cooldown As the Sunlit Sky's Singing Salute selama 1 detik. Maksimum pemulihan Energy yang bisa didapatkan dengan cara ini adalah 9 poin Energy, dan maksimum mengurangi cooldown \"As the Sunlit Sky's Singing Salute\" selama 3 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_01"
},
{
"Id": 912,
"Name": "The President's Pursuit of Victory",
"Description": "Saat melancarkan Ceremonial Crystalshot, setiap \"Crystal Shrapnel\" yang dikonsumsi akan meningkat CRIT Rate dari skill tersebut sebesar 12%. Maksimum peningkatan CRIT Rate yang dapat diperoleh dengan cara ini adalah 36%.\nSelain itu, saat tembakan Ceremonial Crystalshot mengenai musuh, sebuah Cannon Fire Support dari As the Sunlit Sky's Singing Salute akan menghantam lokasi di sekitar musuh yang terkena tembakan. Setiap Ceremonial Crystalshot yang dilancarkan hanya dapat memicu satu kali Cannon Fire Support, dan DMG dari Cannon Fire Support yang diakibatkan dengan cara ini akan dianggap sebagai DMG Elemental Burst.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_02"
},
{
"Id": 913,
"Name": "Businesswoman's Broad Vision",
"Description": "Meningkatkan 3 level Ceremonial Crystalshot.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Navia_01",
"ExtraLevel": {
"Index": 2,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 914,
"Name": "The Oathsworn Never Capitulate",
"Description": "Saat As the Sunlit Sky's Singing Salute mengenai musuh, Geo RES musuh tersebut akan berkurang 20% selama 8 detik.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_03"
},
{
"Id": 915,
"Name": "Negotiator's Resolute Negotiations",
"Description": "Meningkatkan 3 level As the Sunlit Sky's Singing Salute.\nMaksimum: Lv. 15.",
"Icon": "UI_Talent_U_Navia_02",
"ExtraLevel": {
"Index": 9,
"Level": 3
}
},
{
"Id": 916,
"Name": "The Flexible Finesse of the Spina's President",
"Description": "Saat melancarkan Ceremonial Crystalshot, jika mengonsumsi lebih dari 3 \"Crystal Shrapnel\", maka setiap \"Crystal Shrapnel\" yang terkonsumsi setelah \"Crystal Shrapnel\" yang ketiga akan meningkatkan CRIT DMG Ceremonial Crystalshot kali ini sebesar 45%, dan Crystal Shrapnel yang terkonsumsi setelah yang ketiga akan dikembalikan kepada Navia setelah skill dilancarkan.",
"Icon": "UI_Talent_S_Navia_04"
}
]
},
"FetterInfo": {
"Title": "Helm of the Radiant Rose",
"Detail": "Ketua Spina di Rosula, bos yang cantik, baik, dan bertanggung jawab.",
"Association": 8,
"Native": "Spina di Rosula",
"BirthMonth": 8,
"BirthDay": 16,
"VisionBefore": "Geo",
"VisionOverrideUnlocked": "Vision",
"ConstellationBefore": "Rosa Multiflora",
"CvChinese": "小敢",
"CvJapanese": "豊崎愛生",
"CvEnglish": "Brenna Larsen",
"CvKorean": "Jeong Hae-eun",
"CookBonus": {
"OriginItemId": 108617,
"ItemId": 108620,
"InputList": [
100062,
110006,
100089,
101230
]
},
"Fetters": [
{
"Title": "Halo",
"Context": "Senang bertemu denganmu! Namaku Navia, ketua, pemimpin, komandan, direktur eksekutif, dan bos dari Spina di Rosula yang terkenal. Kamu kelihatannya seperti seseorang yang spesial ya — seseorang yang unik. Aku bisa rasakan ini adalah awal dari pertemanan kita yang panjang ... mungkin bahkan sepanjang semua gelar di depan namaku."
},
{
"Title": "Berbincang: Jalan-Jalan",
"Context": "Aku mau banget pergi jalan-jalan! Ke mana pun boleh asalkan ada teman yang temani, hehe."
},
{
"Title": "Berbincang: Bicara Dari Pengalaman",
"Context": "Waktuku bersama Spina di Rosula mengajariku kalau membawa senjata yang tidak berguna itu lebih parah daripada tidak bawa senjata."
},
{
"Title": "Berbincang: Logo",
"Context": "Aku suka logonya Spina di Rosula. Desainnya dirancang sama mamaku. Kamu sadar tidak bentuknya seperti jantung?"
},
{
"Title": "Ketika Turun Hujan",
"Context": "Ugh ... Hujan lagi, hujan lagi ...."
},
{
"Title": "Ketika Petir Menyambar",
"Context": "Aaah! Ugh, harusnya aku tutup telinga pas lihat sambaran petirnya!"
},
{
"Title": "Ketika Turun Salju",
"Context": "Apa aku lepas saja topinya buat rasain kepingan saljunya di wajahku ya ... Sepertinya bakal segar."
},
{
"Title": "Ketika Matahari Bersinar",
"Context": "Cepat lihat tuh yang di langit! Mataharinya bersinar seperti perapian yang membara! Kamu tahu ini tandanya buat apa?\nTandanya kita harus tancap ke toko es krim sekarang juga! Ayo beli dua ukuran terbesar yang ada, terus kita lomba siapa yang bisa habisin duluan sebelum meleleh!"
},
{
"Title": "Setelah Hujan",
"Context": "Akhirnya hujannya berhenti juga!"
},
{
"Title": "Ketika Angin Berembus",
"Context": "Topiku! Rokku! Aaah! Tanganku tidak cukup!"
},
{
"Title": "Di Padang Pasir",
"Context": "Kacamata hitam berguna buat cegah pasir masuk ke mata, jadi kamu bisa lihat jalan! Kecuali kalau malam ... semuanya jadi gelap gulita ...."
},
{
"Title": "Selamat Pagi",
"Context": "Pagi! Sudah punya rencana untuk hari ini? Kalau belum, mau bareng aku?"
},
{
"Title": "Selamat Siang",
"Context": "Aku ada dengar soal lasagna rasa baru yang baru dirilis nih. Mau coba bareng? Kayaknya rasanya sih bakal aneh ... tapi aku tetap pengin coba!"
},
{
"Title": "Selamat Malam",
"Context": "Berita besar malam ini, suasana hati Pemimpin Spina di Rosula lagi bagus setelah menghabiskan waktu bersama rekan favoritnya!"
},
{
"Title": "Selamat Tidur",
"Context": "Kosongkan pikiranmu dan tidurlah yang nyenyak! Besok kita ketemuan lagi~"
},
{
"Title": "Tentang Navia: Optimisme",
"Context": "Aku selalu bilang kalau optimisme tanpa alasan itu salah — Kalau mau masa depan yang cerah, kamu harus keluar dan gapai dengan kedua tanganmu sendiri! Sini, genggam tanganku dan salaman dulu. Nah! Kamu merasa lebih baik kan?"
},
{
"Title": "Tentang Navia: Keberuntungan",
"Context": "Mereka yang tahu masa laluku mungkin pikir kalau aku sudah alami banyak kemalangan, tapi aku tidak merasa begitu.\nAku malah merasa lumayan beruntung bisa dapat banyak kasih sayang dalam hidup."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Partner",
"Context": "Beberapa orang panggil aku \"Bos\", yang lain \"Demoiselle\", tapi aku biasa saja dengarnya. Panggilan favoritku itu \"partner\", tapi cuma kalau kamu yang panggil. Jadi asal kamu tahu saja sisi sombongku bakal terpuaskan kalau kamu sering-sering panggil aku begitu."
},
{
"Title": "Tentang Kita: Jaga Rahasia",
"Context": "Mereka bilang rahasia yang diungkapkan bukan rahasia lagi, tapi kurasa yang namanya teman sejati akan jaga rahasia sesama.\nApa ...? Ancaman? Bukan, bukan! Sebagai pemimpin Spina di Rosula, aku memang punya cara buat orang tutup mulut, tapi jangan khawatir, aku tidak bakalan lakuin begitu ke kamu."
},
{
"Title": "Tentang Vision",
"Context": "Nih lihat Vision-ku! Berkilau-berkilau begitu, cocok sama gaunku kan?\nTapi tetap tidak bisa dibandingin sama pakai elemen tanpa Vision ... Terus tanpa latihan apa-apa juga kan? Mantap sih."
},
{
"Title": "Berbagi Cerita: Anjing",
"Context": "Ras anjing favoritku adalah Chestnut Hunting Hound. Kamu tahu tidak ada bintik-bintik kecil di atas mata mereka? Kelihatan seperti punya alis mata gitu jadinya. Makanya mereka tampangnya selalu polos jujur gitu.\nTapi rahasiakan ini ya, aku tidak mau singgung perasaan anjing lain!"
},
{
"Title": "Berbagi Cerita: Spina di Rosula yang Bisa Diandalkan",
"Context": "Kalau sudah lama di Fleuve Cendre, harusnya kamu sudah sadar kalau ada banyak grup lain di Fontaine selain Spina di Rosula. Hati-hati, tujuan mereka beda-beda, dan tidak semuanya ramah seperti kami. Kalau kamu merasa dalam bahaya, kamu boleh minta bantuan sama Tuan Tetreaux di kedai. Kecuali kalau kamu ketemu orang yang tidak bisa diajak bicara baik-baik ... panggil saja Tuan Sarung Tangan Putih buat beresin. Kamu boleh andalin dia."
},
{
"Title": "Kisah Menarik",
"Context": "Aku suka sekali Pluie Lotus — warnanya cantik. Terus kalau mereka sudah mekar, itu tandanya musim hujan sudah berakhir."
},
{
"Title": "Tentang Clorinde",
"Context": "Dia tidak banyak bicara atau tunjukin perasaannya, tapi aku bisa bilang dia orangnya sensitif. Setelah papaku meninggal, yah ... hubungan kami jadi lumayan jauh untuk waktu yang lama. Tapi meski begitu, aku tidak pernah suka dia hati-hati berlebihan kalau lagi sama aku ... Aku lebih suka seperti sekarang."
},
{
"Title": "Tentang Charlotte",
"Context": "Charlotte itu terkenal karena gaya reportasenya yang super cepat, tapi sebenarnya keterampilan fotografinya yang buat aku paling terkesan. Dia pernah ambil foto aku dari pinggang ke atas, dan hasilnya bagus banget, berasa seperti lagi lihat cat minyak. Dia itu punya bakat nulis berita luar biasa dan ambil foto yang paling menarik perhatian. Kurasa dia memang dilahirkan buat jadi wartawan."
},
{
"Title": "Tentang Chiori",
"Context": "Ah, si perancang busana yang kenalkan tren-tren keren dari Inazuma ke Fontaine? Sebenarnya dia banyak membantu Spina di Rosula dari balik layar. Katanya ide-ide tidak biasaku selalu kasih dia banyak inspirasi, dan kalau aku lihat sih dia benar-benar merasa begitu. Tapi dia tolak mentah-mentah permintaanku untuk buat topi setinggi sepuluh meter. *huff* Kalau tanya aku sih ini kesempatan yang terbuang ya ... Bayangkan kamu lihat topi kayak gitu di depan toko! Pasti bisa narik perhatian pelanggan!"
},
{
"Title": "Tentang Furina",
"Context": "Aku lumayan beruntung bisa lihat dia di opera waktu masih kecil. Walaupun cuma pertunjukan amal, tiketnya susah banget dapatnya! Dia lagi mainkan sebuah peran, tapi aku merasa dia kelihatan jauh lebih seperti dirinya sendiri daripada sebagai seorang Archon yang cuma kasih pidato di kotak opera ... Kalau dipikir-pikir, intuisiku benar juga."
},
{
"Title": "Tentang Neuvillette",
"Context": "Ah, Monsieur Neuvillette ya ... Dia orangnya ... kompleks, tapi juga super terus terang. Dia bisa diibaratkan seperti karang batu yang menutupi lantai laut. Kamu bakal susah kalau tidak bisa lihat halangan di depan, tapi kalau sudah paham cara kerjanya, tanda-tandanya bakal kelihatan."
},
{
"Title": "Tentang Wriothesley",
"Context": "Mau bahas soal apa pun sama dia ujung-ujungnya pasti capek sendiri. Clorinde bilang aku tidak perlu takut kerja sama dengannya berdasarkan persetujuan yang sudah ditetapkan, tapi aku tetap tidak boleh percaya semua yang dia ucapkan. Pantas saja ayahku tidak pernah mau terlibat dalam urusan Benteng ... Kurasa aku cari aman dan biarkan saja deh."
},
{
"Title": "Tentang The Knave",
"Context": "Dia pemimpin yang hebat tapi juga welas asih, dan jelas kelihatan seperti kepala keluarga. Tapi dia adalah Fatui Harbinger, jadi pasti punya sisi yang kejam juga.\nJadi jangan khawatir, walaupun aku akan selalu ingat jasanya untuk Poisson, aku tidak akan lengah sama dia."
},
{
"Title": "Tentang Lyney dan Lynette",
"Context": "Aku tahu pesulap bicaranya muluk-muluk, tapi aku juga tahu Lyney orangnya tulus, terus sayang kawan dan keluarga. Dia dewasa banget dibandingkan usianya, kadang aku suka kaget ...\nOh iya, dia juga baik sekali mau adakan pertunjukan sulap gratis dadakan buat hibur anak-anak di Poisson waktu banjir! Kalau ada kesempatan aku mau undang dia sama Lynette buat makan Macaron di rumahku. Si Lynette juga suka munculin cangkir teh entah dari mana, jadi harusnya dia pasti suka minum teh sore, kan?"
},
{
"Title": "Tentang Escoffier",
"Context": "Teman baikku Escoffier akhirnya sudah selesai mengurung diri ... Sudah waktunya. Mengurung diri seperti itu, hanya karena ingin mencoba untuk melampaui karya besarnya, Gateau Debord. Luar biasa deh, kalau dia bisa tahan terhadap sinar matahari setelah mengurung diri selama ini. Oh ya! Kita harus piknik kapan-kapan. Aku akan bawa kacamata hitam dan payung matahari untuk dia. Percaya deh, kalau keluar sama Escoffier, bahkan piknik yang paling sederhana sekalipun bisa dijadikan makanan mewah."
},
{
"Title": "Mengenal Navia: I",
"Context": "Kerjaan Spina di Rosula itu ... mencakup semuanya, tapi intinya buat menyelesaikan masalah orang lain. Walaupun kedengarannya lebih buruk dari sebenarnya sih. Ya masalah orang lain memang jadi masalahku, tapi aku selalu senang kalau bisa bantu orang."
},
{
"Title": "Mengenal Navia: II",
"Context": "Aku selalu berpikir kalau menghargai keindahan di dunia itu penting. Mekar bunga di musim semi, musim panas di tepi pantai, dan senyum di wajah teman-temanmu ... Yang seperti itu harus dihargai."
},
{
"Title": "Mengenal Navia: III",
"Context": "Kadang aku suka ke alam liar, cari tempat sunyi yang tidak ada orangnya, terus latihan tembak.\nManjur banget buat hilangin stres loh! Mau coba? Aku bisa ajarin selangkah demi selangkah. Kamu bakal jadi murid pertamaku, tapi aku jamin bisa jadi guru yang baik deh. Aku masih ingat semua yang diajari papaku dan Nenek Bracari!"
},
{
"Title": "Mengenal Navia: IV",
"Context": "Aku tidak akan jadi seperti papaku. Ada beberapa veteran Spina yang merasa aku makin mirip dia, tapi kurasa yang mereka lihat itu cuma yang di permukaan saja, pemikiran yang muncul hanya karena beberapa masalah punya solusi yang terbatas. Spina di Rosula sudah berubah banyak sejak pimpinan papaku, dan aku berniat jadi pemimpin Spina yang hari ini."
},
{
"Title": "Mengenal Navia: V",
"Context": "Kurasa aku juga tidak bakal jadi seperti mamaku. Orang bilang sifat kami mirip-mirip, dan aku juga lumayan ngerti kenapa dulu dia ambil keputusan begitu, tapi ...\nHmm, aku mendadak ingin pergi ke Jalur Clementine. Mau temani aku? Aku tidak punya rencana apa-apa, tapi ... mungkin setelahnya kita bisa jalan-jalan di sekitar kota?"
},
{
"Title": "Hobi Navia",
"Context": "Aku suka banget panggang kue sejak kecil! Ajaib banget! Tinggal masukin beberapa bahan dengan takaran tertentu, masukkan adonannya ke dalam oven, terus tinggal lihatin dia pelan-pelan mengembang dan berubah jadi santapan lezat ....\nHei, kapan-kapan mau coba bikin kue jahe bareng? Kita bisa jadikan kompetisi kecil — siapa yang bisa bangun rumah kue jahe paling besar dan paling indah!"
},
{
"Title": "Kekhawatiran Navia",
"Context": "Ugh, bersih-bersih setelah panggang kue itu ngerepotin banget. Tepungnya terbang ke mana-mana, terus putih telur dan krimnya lengket-lengket jijik gitu ... Aku, um ... Aku cari pembantu saja deh!"
},
{
"Title": "Makanan Favorit",
"Context": "Aku suka coba hal-hal baru yang bisa kejutin aku. Tapi sebelum kamu pertanyakan seleraku, aku mau bilang dulu. Cuma karena aku menghargai makanan baru, bukan berarti aku bilang enak ya!"
},
{
"Title": "Makanan yang Tidak Disukai",
"Context": "Aku tidak pernah suka dengan makanan sisa yang disimpan terlalu lama. Rasanya salah abaikan makanan tidak enak selagi segar, terus makan setelah basi ...."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: I",
"Context": "Masakan ini enak sekali! Lain kali kita keluar bareng, aku yang urus bahan-bahan dan peralatan masaknya, terus kamu jadi kokinya."
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: II",
"Context": "Lumayan! Lain kali kamu masak, aku yang susun di piring. Biar kelihatan seenak rasanya!"
},
{
"Title": "Menerima Hadiah: III",
"Context": "Jangan sedih gitu! Dunia ini butuh orang yang tidak takut berinovasi!"
},
{
"Title": "Ulang Tahun",
"Context": "Apa kamu percaya harapan bisa terkabul? Seperti itu loh, waktu kamu lempar koin ke dalam air mancur buat keberuntungan bagus? Asal kamu lempar koinnya yang cukup, salah satu harapanmu pasti bisa terkabul kan?\nHari ini kan ulang tahunmu, jadi daripada buang-buang uang buat harapan palsu, ini sekantong Mora khusus buat kabulkan harapan ulang tahunmu! Kamu mau apa, tinggal bilang! Aku bakal wujudkan!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Permulaan",
"Context": "Rasanya seperti ... seperti kue keju lemon!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Persiapan",
"Context": "Saat krim meleleh di lidah, stres pun hilang semua."
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Klimaks",
"Context": "Kamu tahu tidak tentang permen cokelat yang dibuat jadi bentuk peluru itu? Manisnya minta ampun! Berasa kayak disuntik adrenalin, langsung semangat lagi. Ini rasanya seperti itu!"
},
{
"Title": "Perasaan Tentang Ascension: Konklusi",
"Context": "Tinggal sepoci teh yang menenangkan hati ditambah sedikit susu, dan pesta teh kita bisa dimulai ... Tapi serius, satu pesta teh saja tidak akan cukup untuk balas semua yang sudah kamu lakukan untukku. Jadi kalau kamu perlu apa-apa di Fontaine, ketahuilah kalau Spina di Rosula akan selalu membantumu dengan senang hati."
},
{
"Title": "Elemental Skill: I",
"Context": "Awas!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: II",
"Context": "Sergap depan!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: III",
"Context": "Halo~"
},
{
"Title": "Elemental Skill: IV",
"Context": "Merasa beruntung?"
},
{
"Title": "Elemental Skill: V",
"Context": "Nih, ada nama kamu tertulis!"
},
{
"Title": "Elemental Skill: VI",
"Context": "Perang pakai payung nih."
},
{
"Title": "Elemental Burst: I",
"Context": "Tembak! Tapi keluarnya batu."
},
{
"Title": "Elemental Burst: II",
"Context": "Kiriman bunga dari Spina di Rosula!"
},
{
"Title": "Elemental Burst: III",
"Context": "SERANG! Nah, gitu."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: I",
"Context": "Wuih, hoki nih."
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: II",
"Context": "Buruan, bawa semua!"
},
{
"Title": "Membuka Peti Harta: III",
"Context": "Aku suka banget cari harta karun."
},
{
"Title": "HP Rendah: I",
"Context": "Sebentar ... lagi!"
},
{
"Title": "HP Rendah: II",
"Context": "Tugas ... dan tanggung jawab!"
},
{
"Title": "HP Rendah: III",
"Context": "Fokus Navia, fokus!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: I",
"Context": "Ketua turun tangan!"
},
{
"Title": "HP Rekan Rendah: II",
"Context": "Bala bantuan tiba!"
},
{
"Title": "Gugur: I",
"Context": "Kelihatannya aku akan ... pulang ...."
},
{
"Title": "Gugur: II",
"Context": "Maaf ... partner ...."
},
{
"Title": "Gugur: III",
"Context": "Jangan ... jangan aku juga dong ...."
},
{
"Title": "Menerima Serangan Ringan: I",
"Context": "Apaan sih kamu?"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: I",
"Context": "Dari MANA barusan?!"
},
{
"Title": "Menerima Serangan Hebat: II",
"Context": "Aduduh ... aman!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: I",
"Context": "Ikut."
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: II",
"Context": "Spina di Rosula turun tangan!"
},
{
"Title": "Bergabung ke Party: III",
"Context": "Hari ini aku yang maju!"
}
],
"FetterStories": [
{
"Title": "Info Karakter",
"Context": "Hukum Fontaine itu super ketat, tapi orang-orangnya lumayan berjiwa bebas. Di Fontaine ada banyak sekali organisasi sosial, klub, atau faksi yang punya asal usul, perkembangan, tujuan, dan gayanya masing-masing.\nContohnya dulu ada \"Asosiasi Hat Jellyfish\", sebuah organisasi yang berkomitmen untuk melindungi lingkungan dan makhluk perairan, yang sebenarnya didirikan oleh sekelompok penggiat bahan peledak.\nKalau dibandingkan dengan itu, Spina di Rosula bisa dibilang adalah organisasi yang dipercaya dan mematuhi hukum, meskipun ketuanya masih muda dan terkadang terlalu penuh semangat.\nDalam pernyataan resminya, Spina di Rosula menyatakan dirinya sebagai organisasi yang meliputi berbagai lapisan masyarakat dan berkomitmen untuk membantu warga menyelesaikan masalah-masalah sulit. Bila diperlukan, Spina di Rosula juga bersedia untuk bekerja sama dengan otoritas Fontaine.\nKalau menurut Navia, Spina di Rosula adalah rekan bisnis yang punya berbagai jenis orang, bisa membantu segala macam kesulitan, mampu mengatakan hal yang benar di saat yang tepat, dan tidak takut menggunakan kekerasan bila diperlukan.\nSecara garis besar, kedua pernyataan ini sama-sama benar, jadi orang-orang boleh memilih sendiri yang lebih mereka sukai. Tapi mereka yang suka pernyataan kedua biasanya lebih mudah berteman dengan Navia."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 1",
"Context": "Di Fontaine, menghabiskan sebagian besar masa kecil menonton teater adalah hal yang sangat biasa, seperti minum air setiap hari.\nDemikian pula halnya dengan Navia. Sebagai seorang gadis muda, dia sangat mengagumi berbagai kisah yang diceritakan di atas panggung, dan akan memohon ayahnya untuk membelikan tiket pertunjukan tersebut agar dia bisa merasakan setiap momen manis dan pahit Karakter dalam pertunjukan dari tempat duduknya.\nTapi perasaan ini berubah setelah dia mengambil alih Spina di Rosula. Konflik yang terjadi di atas panggung terasa sepele dibandingkan lika-liku di meja perundingan, dan bekas luka penduduk Fleuve Cendre terasa jauh lebih nyata dibandingkan yang diciptakan penata rias.\nSeiring berjalannya waktu, dia lebih sering menghabiskan hari-harinya bersama orang-orang di sekitarnya daripada di gedung opera. Tragedi di atas panggung memang seru, tapi Navia tidak ingin tragedi seperti itu terjadi di dunia nyata.\nBagaimana caranya mendamaikan sepasang kekasih yang berpisah karena perbedaan pandangan? Bagaimana caranya agar seseorang yang tidak lagi mampu bekerja akibat kecelakaan kembali mencari nafkah?\nDunia ini penuh dengan masalah seperti ini. Dan berbeda dengan bisnis utama Spina di Rosula, menyelesaikan masalah ini hanya menghasilkan secuil keuntungan, tapi Navia akan mengerahkan segalanya untuk membantu.\nDan jika ada yang menuduhnya sebagai orang yang suka ikut campur, Navia akan membalasnya seperti ini.\n\"Sombong sekali menyebut ini hal tidak penting\", ucapnya dengan suara muluk untuk membungkam lawan bicaranya. \"Ini namanya mencegah masalah kecil yang bisa jadi besar nantinya. Dan bukannya bagus kalau bisa bantu Palais Mermonia cegah seseorang dibawa ke atas panggung Opera Epiclese?\"\nDi saat seperti ini, Navia tidak memperkenalkan dirinya sebagai Demoiselle, ketua, ataupun gelar lain yang dipegangnya, tapi sebagai Navia, seorang warga biasa yang senang membantu."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 2",
"Context": "Navia yang kini terkenal senang membantu orang menyelesaikan masalah dulunya adalah anak yang sering membuat masalah.\nKetua Callas adalah orang yang sangat sibuk, jadi yang membantunya menjaga sang Demoiselle adalah para anggota Spina di Rosula. Tapi ini bukanlah tugas yang mudah, karena orang yang seharusnya mereka jaga bisa hilang dari pandangan dalam sekejap. Setelah mencari ke mana-mana, mereka akan berhasil menemukan siluet topi yang mencuat dari suatu atap bangunan ... tapi setelah mereka tiba di atap tersebut dengan susah payah, yang tertinggal hanyalah topi kecilnya.\nDi saat itu sang pemilik topi akan sedang asyik main di suatu tempat di Mont Automnequi. Dia punya rasa ingin tahu yang sangat besar, dan walaupun tidak punya teman main, dia bisa seru sendiri seharian. Kalau dia menemukan kolam kecil, dia bisa menatapnya seharian, mengamati burung-burung yang membersihkan diri di tepi kolam, dan berang-berang yang berenang dengan santai di permukaan air. Itu saja bisa membuatnya sangat gembira. Dan sebagai tanda terima kasih untuk kegembiraan yang dirasakannya, dia akan memberikan biji-bijian kepada para burung dan kerang untuk dimainkan berang-berang.\nKadang dia juga akan mencari teman main. Kebanyakan anak-anak di Fleuve Cendre tidak punya mainan, jadi dia akan main petak umpet bersama mereka, berlarian ke sana-kemari dan mengotori rok sutranya bermain di pipa-pipa. Tidak peduli menang kalah, Navia selalu mendapatkan lebih banyak dari anak-anak lainnya. Dia akan muncul dari tempat bersembunyinya dengan beberapa komponen, sedikit Mora yang dijatuhkan orang, atau kotak peralatan yang masih terlihat setengah baru, dan mendapatkan tatapan kagum dari teman-temannya.\nMeskipun dia selalu keluyuran sembarangan sendirian, kebanyakan orang dewasa akan menoleransinya (kecuali ayahnya). Anggota Spina di Rosula akan bantu balut lututnya yang memar, dan beberapa wanita di Fleuve Cendre akan bantu jahit pakaiannya yang robek. Memikirkan betapa dicintainya dirinya, Navia pun akan tersenyum lebar dan merasa bahagia.\nTapi suatu hari, Navia mendengar nenek tetangganya berkata kepada seseorang: \"Gadis itu cuma punya ayah, tapi dia pun tidak punya waktu untuk temani anaknya ... Gadis malang, kasihan sekali dia selalu sendirian kalau keluar ....\"\nKata-katanya membuat Navia kesal sesaat. Dia merasa dirinya cukup bahagia. Ayahnya sangat mencintainya, orang dewasa dan anak-anak di sekitarnya juga suka dengannya. Jadi kenapa ada yang merasa dirinya perlu dikasihani?\nMungkin ini karena dia tidak mengekspresikan dirinya dengan benar, makanya orang salah paham. Kalau memang begitu, ini tidak boleh dibiarkan, pikir Navia.\nJadi sejak itu, setiap kali Navia merasa dicintai, dia akan berseru dengan lantang: \"Terima kasih sudah suka aku! Aku senang sekali!\""
},
{
"Title": "Kisah Karakter 3",
"Context": "Niat awal Navia menggabungkan senapan dengan payung sebenarnya sangat sederhana: Dia cuma tidak mau angkat ini itu karena bakal jadi susah melakukan hal lain.\nDi Fontaine biasanya sering turun hujan, dan setelah hujan cuaca akan digantikan dengan matahari terik, jadi payung adalah sebuah keharusan saat keluar rumah. Dan Demoiselle Spina di Rosa tidak akan keluar tanpa senapan, karena pastinya tak seorang pun akan mengira senjata di tangannya hanyalah sebuah hiasan.\nKeterampilan menembaknya adalah hasil dari latihannya kerasnya. Prinsipnya adalah apa pun jadi selama pelurunya mengenai target, bahkan jika harus meletakkan senapan di atas Blubberbeast.\nClorinde yang terlatih dalam seni menembak Marechaussee Hunter cuma menggelengkan kepalanya saat mendengar pernyataan ini, walaupun dia mengucapkan kata-kata positif. \"Optimismemu terhadap perang patut dikagumi.\"\nNavia menganggapnya sebagai pujian. Dia bertemu Clorinde saat sudah gadis (atau begitulah menurutnya) berusia belasan tahun, dan karena itu dia sudah terbiasa dengan cara bicaranya Clorinde. Betul, itu seratus persen adalah pujian!\nOptimisme sungguh adalah pola pikir yang tidak boleh diremehkan. Bahkan ketika seseorang mencoba mengembangkan pola pikir ini, hanya sedikit yang mampu menghadapi duka hidup dengan senyuman. Tapi sepertinya Navia terlahir dengan kemampuan ini. Baginya, di dunia ini hanya ada dua jenis masalah, yaitu yang bisa diselesaikan dan yang tidak bisa diselesaikan. Masalah yang bisa diselesaikan lebih baik diatasi secepat mungkin, dan masalah yang tidak bisa diselesaikan sebaiknya diterima sebagaimana adanya.\nSelain optimisme, Navia percaya toleransi juga adalah sifat yang meningkatkan kualitas hidup, dan adalah sesuatu yang diwariskan di Spina di Rosa. Lihat saja berbagai usaha bisnisnya dan anggotanya yang beragam! Bahkan Tent Tortoise pun anggap tempat ini sebagai rumahnya!\nKonon makhluk ini adalah temannya Callas yang bernama Consigliere, yang artinya \"penasihat\". Navia juga bicara dengannya beberapa kali. Dia sabar, pendiam, dan berumur panjang — teman bicara yang ideal untuk mencurahkan isi hatimu. Tapi suatu hari Charlotte kebetulan lewat dan mengambil foto Navia yang sedang bicara dengan Consigliere. Foto ini menarik banyak perhatian, dan orang-orang pun berbondong-bondong mencari Tent Tortoise ini. Sejak saat itu Navia tidak lagi bertemu dengannya sesering dulu.\n\"Orang lain juga perlu dapat kesempatan bicara dengan Monsieur Consigliere\", ucapnya dengan muka datar."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Dunia ini penuh dengan kontradiksi.\nContohnya ayah Navia, Callas. Jika Spina di Rosula memiliki pengaruh yang lebih besar, banyak sekali pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan lebih mudah, tapi Callas dengan keras kepala menolak gelar kehormatan yang ingin diberikan Palais Mermonia kepadanya setelah jalur Aquabus selesai dibangun.\nContoh lain, Callas tidak pernah sengaja menyembunyikan berbagai urusan Spina di Rosula dari putrinya, dan akan membicarakan segala macam keterampilan berbisnis dengannya. Dia bahkan secara pribadi mengajarinya cara menggunakan senjata atau menugaskan orang lain untuk mengajarinya, bahkan membawanya ke beberapa pertemuan negosiasi, seolah melatihnya menjadi penerus Spina di Rosula. Tapi di sisi lain, dia tidak pernah mengungkapkan sepatah kata pun tentang penyebab kematian ibunya ataupun perasaannya dengan Navia. Ada suatu masa saat Navia bahkan tidak yakin apakah dia punya hubungan dekat dengan ayahnya atau tidak.\nSeiring berjalannya waktu, Navia mengambil kesimpulan kalau ayahnya memperlakukannya begitu untuk melindunginya. Dia membiarkannya banyak belajar dan menimba kebijaksanaan dengan harapan dia bisa jadi mandiri dan mampu menghadapi tantangan hidup yang berat. Dan alasan dia tidak pernah membicarakan tekanan dan kesedihannya, atau bahkan kematian Clementine, mungkin karena dia tidak ingin putrinya bersedih atau merasa bersalah. Jadi meskipun dia sangat merindukan istrinya, dia tetap diam dan tidak pernah mencurahkannya kepada putrinya.\nSedangkan alasan dia menolak gelar kehormatan, mungkin karena dia merasa Spina di Rosula lebih sering berhubungan dengan penduduk biasa, dan gelar seperti \"Duke Callas\" hanya akan membangun tembok antara mereka, dan mengakibatkan hilangnya kepercayaan orang kepada Spina di Rosula.\nNamun semua ini hanyalah asumsi Navia.\nDan inilah kontradiksi pada Navia. Dia adalah gadis yang pemberani, terus terang dan apa adanya di luar urusan bisnis, tapi dia tidak pernah mengonfirmasi semua asumsi ini dengan ayahnya.\n\"Apa semua keputusan yang Papa ambil demi melindungiku? Papa mempercayaiku, tapi apa Papa meremehkan kemampuanku untuk mengatasi perasaan ini?\"\nKata-kata ini tak pernah diucapkannya kepada ayahnya. Lagi pula mereka masih punya banyak waktu. Dan bukankah lebih bagus menunggu sampai ayahnya yang keras kepala itu membuka hatinya, atau tunggu sampai dia sendiri sudah lebih dewasa untuk membahas segalanya?\nTapi waktu lah yang memberinya jawaban dan mengajarinya hal yang tidak bisa diajarkan ayahnya.\nBegitulah hidup. Terkadang ada hal yang tidak bisa disiapkan sebelumnya dan hanya bisa dipelajari saat sudah terjadi, seperti saat Melus meninggalkan Navia dan dia harus mengurus semua catatannya sendiri.\nSemua orang bisa membuat kesalahan pada awalnya, tapi tidak perlu khawatir. Navia pelajar yang cepat."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Fontaine adalah Bangsa Hydro, karena itu ada banyak sekali cerita yang berhubungan dengan air seperti hujan yang berasal dari air mata Naga Hydro, dan Danau Terestrial Besar yang membendung perasaan manusia ....\nCerita pertama digunakan sebagai syair untuk anak-anak, dan yang kedua adalah cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Tapi seiring berkembangnya \"ramalan\", orang-orang mulai mempercayainya untuk mendapatkan ketenangan batin.\nSeiring berlanjutnya pembangunan kembali Fontaine setelah dilanda bencana, Navia menyadari semakin banyak orang yang suka datang untuk berdiam di tepi air, terutama di sekitar Poisson.\nSetelah mengambil alih Spina di Rosula, Navia hampir tidak pernah beristirahat. Tapi suatu hari saat dia berjalan di tepi air, dia melihat sekilas pantulan dirinya dan tiba-tiba diliputi keinginan untuk berhenti dan memandangi kolam seperti yang dia lakukan di masa kecilnya.\nNavia berlutut dan mengambil air dengan tangannya, lalu memandanginya perlahan mengalir keluar dari celah-celah jarinya, sampai akhirnya hanya tersisa sedikit di telapak tangannya. Dia tidak merasakan apa pun dari air ini selain teringat pada noda darah yang tersapu air hujan dan pakaian yang tertinggal setelah air surut.\nDia adalah seseorang yang bisa melihat sisi positif dari segala sesuatu dan jarang menangis karena tidak ingin menularkan kesedihannya kepada teman-temannya. Tapi air mata yang dibendungnya selama bertahun-tahun akhirnya tumpah.\nAngin meniup kering air matanya dan mencegahnya jatuh ke dalam air, tapi Navia yakin kesedihan ini akan selalu menyertainya, tak peduli seberapa banyak waktu yang berlalu.\nAir matanya hanyalah tetesan air, sama seperti semua air yang ada di dunia ini, akan menguap, mengembun, dan akhirnya kembali sebagai hujan untuk bertemu lagi dengannya di setiap musim hujan yang akan datang."
},
{
"Title": "Waktu yang Tepat",
"Context": "Saat Navia tidak perlu lagi berjinjit untuk menyentuh bagian atas rak, Callas memberinya sebuah buku catatan. Isi buku ini tidak memiliki tanggal, format, ataupun tanda baca di beberapa kalimatnya, sebuah buku yang ditulis oleh ibunya, Clementine.\nAwalnya Navia terkejut, tapi hatinya lambat laun menjadi sedih semakin jauh dia membacanya.\nCatatan pendek ini dimulai dengan menceritakan saat Clementine dan Callas mengunjungi Fountain of Lucine bersama. Sepertinya sejak memutuskan untuk memiliki anak, ibunya sering membayangkan sosok Navia. Dia membayangkan rambut anaknya saat melihat bunga matahari berwarna emas, dan kilau matanya di air danau yang jernih.\nDia menuliskan semua berkat dan harapannya: Semoga anak kita hanya memiliki sifat-sifat mulia, menjalani banyak petualangan, mencicipi segala hidangan lezat yang ada di dunia ini, dan didatangi segala jenis kebahagiaan.\nIni bukan pertama kalinya Navia membaca catatan yang ditinggalkan ibunya, tapi catatan yang ini membuatnya merasa paling bahagia sekaligus paling marah. Kenapa ayahnya baru memberikan catatan ini sekarang?!\nTapi kemarahannya tidak berlangsung lama. Tidak butuh waktu lama baginya untuk selesai membaca catatan tipis ini, dan di bagian akhir, tertulis sebuah kalimat singkat.\n\"Walaupun aku sudah menulis banyak tentang anak kita, tapi pada akhirnya ini semua hanyalah harapanku sendiri.\"\nMungkin karena mereka memiliki hubungan darah, tapi entah kenapa Navia langsung mengerti maksud di balik kata-katanya. Ibunya tidak ingin harapannya menjadi beban bagi anaknya yang sedang tumbuh, karena itulah ayahnya baru memberikan buku ini setelah dia tumbuh menjadi seorang gadis yang sudah memilih jalan hidupnya sendiri.\nHari itu, Navia tidak keluar dari kamarnya seharian, sesuatu yang jarang dilakukannya, seperti setuju dengan falsafah ayahnya kali ini.\nMungkin ibunya berencana memberikan catatan ini kepadanya setelah dia dewasa ... di waktu yang tepat."
},
{
"Title": "Vision",
"Context": "Di sebuah pesta ulang tahun beberapa tahun lalu, Navia mengeluarkan papan permainan favoritnya.\nMungkin karena hari itu juga adalah hari kedewasaannya, tapi banyak sekali yang ikut bermain. Di suasana meriah ini, selain Navia yang berulang tahun, semua orang mencoba memutar otak untuk memerankan karakter yang sama sekali berbeda dengan diri mereka.\nMelus, yang selalu bisa diandalkan, berperan sebagai klien yang sembrono. Dia mengundang semua orang (atau lebih tepatnya menyiksa mereka) untuk memecahkan kutukan kuno yang menghantui keluarganya. Sonny, yang selalu anggun dalam tutur kata dan tindakannya, berperan sebagai pencuri kelas teri yang suka mengumpat, dan bahkan melakukan pengorbanan besar dengan melepaskan mantel pucat yang selalu dikenakannya. Silver, si pendatang baru di Spina di Rosula yang pemalu, pun diseret ikut memerankan penyihir kuat nan misterius saat kebetulan lewat.\nTapi yang paling hebat adalah Clorinde, yang biasanya selalu memegang peran game master, memilih untuk \"bekerja sama\" dengan petualang terkenal \"Demoiselle\" sebagai dokter yang tembakannya selalu meleset. Setidaknya harus ada satu penyembuh, balasnya. Oleh karena itu, peran game master jadi kosong, dan hanya Callas yang bisa menggantikan posisi ini. Dia terpaksa meletakkan soda di tangannya dan meninggalkan kursi penonton (bangku), dan duduk di tengah kerumunan pemain (sofa).\nNavia sangat puas dengan permulaan ini.\nTapi permainannya dimulai dengan kurang mulus. Diawali dengan seorang klien asing yang mendobrak masuk pintu rumah Demoiselle selama perayaan pesta ulang tahunnya, langsung jatuh tersungkur di atas kue tiga tingkat, nyaris mati sesak, dan hampir mengakhiri kutukan keluarga yang telah berlangsung ribuan tahun lamanya dengan tangannya sendiri, semua dalam waktu lima menit. Demoiselle bergegas meminta dokter yang baik hati untuk menyelamatkan sang pemuda. Setelah bertanya apakah menyelamatkannya berarti membantu musuh, sang dokter pun melempar dadunya.\nTanpa mengubah ekspresi wajahnya, game master menjalankan tugasnya dengan suara rendah:\n\"Pemuda yang datang di tengah hujan itu basah kuyup, kedua tangannya gemetaran.\"\n\"Dia mencoba yang terbaik untuk membersihkan krim dari wajah dan badannya, walaupun masih ada noda yang terlewatkan.\"\n\"Terima kasih orang-orang baik, terima kasih sudah setuju membantuku melawan kutukan jahat ini!\"\nMereka lumayan beruntung di tengah-tengah permainan. Untuk menyelesaikan masalahnya, seseorang harus mencari tahu sampai ke akarnya. Berdasarkan hipotesis dari penyihir, nenek moyang dari si pemberi misi pasti membuat perjanjian dengan iblis karena suatu alasan tertentu. \"Ah, andai saja aku bisa melihat lebih jauh lagi, kita pasti sudah tahu alasannya ....\" kata sang penyihir tersebut. \"Dia menandatangani kontrak dengan bunga tinggi tanpa memedulikan keturunannya, bukan?\" Si pencuri itu buka suara. \"Baiklah, bisakah kita mencuri dokumen itu dan menghancurkannya?\" Demoiselle bertanya.\nGame master yang belum punya banyak pengalaman itu akan segera menyesali perbuatannya, dikarenakan keberuntungan si pencuri yang memang sukar dipercaya.\n\"Demoiselle memang benar-benar cerdik, dan pencuri itu juga sama cerdiknya.\"\n\"Tidak ada yang menyangka bahwa kontrak itu akan jatuh ke tangan mereka dengan mudah, namun kata-kata yang tertulis di dalamnya hampir tidak dapat dipahami ....\"\nAkhirnya juga tidak begitu bahagia. Berkat kerja keras dan kebaikan (dan dengan tergesa-gesa) dari game master, Demoiselle akhirnya bisa membawa keseluruhan grupnya, melawan sang iblis. Pertarungan itu memang sengit seperti biasa, diawali dengan sang penyihir yang kehilangan kewarasannya, dokter yang tidak bisa menembak dengan tepat sekali pun. Tapi di saat semua orang hampir menyerah, petualang Demoiselle muncul. Menggunakan jurusnya dan bergerak ke sebelah iblis tersebut, menahan serangannya, dan memberikan perintah kepada sang dokter, seraya pertarungan sengit masih berlangsung: \"Tembak saja aku!\"\nSang dokter mengocok dadunya sebelum game master mampu berkata-kata. Callas menghitung dadunya dalam hati, sebelum menarik napas panjang.\n\"Peluru tersebut menembus titik lemah sang iblis, dan raksasa itu jatuh ke kedalaman tak berujung.\"\n\"Dia kembali ke kegelapan, dan kembali tertidur, membawa kutukan itu bersamanya.\"\n\"Bersorak-sorailah, bagi keberanian dari petualang dan dukungan rekan seperjuangannya!\"\nMungkin terbawa suasana dari emosi sang Ketua, namun memang mereka semua ikut bersorak-sorai. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, hanya Callas yang mulai memilah berbagai benda yang digunakan untuk bermain, dan dia tertegun. Dia mengambil permata kuning keemasan dari dalam kotak dadu tersebut.\n\"Navia ... kurasa ini milikmu.\"\nBanyak orang yang ada di sana, tapi Vision tersebut memang kepunyaan Navia, berkat pemikirannya yang hebat itulah pedang Geo dapat membelah kue ulang tahunnya menjadi dua ... bersamaan dengan mejanya juga.\nMalam harinya, ketika pesta dan kegembiraannya sudah mereda, Navia berbaring di tempat tidurnya, tidak dapat mengingat apa yang dia pikirkan ketika dia mendapatkan Vision. Apakah pikirannya terpaku pada kemenangan akhir, yang diperoleh hanya setelah mengalami banyak perjuangan dan kesulitan? Atau apakah dia berharap ulang tahunnya selanjutnya akan dihabiskan dengan dikelilingi oleh teman-temannya seperti ini?\nJika memang yang terjadi adalah dugaannya yang pertama, maka sepertinya secara tidak langsung menunjukkan bahwa akhir yang bahagia harus didahului oleh banyak kesengsaraan ... jadi lebih baik dugaan yang kedua yang terjadi.\nItulah yang ada di pikirannya sebelum akhirnya dia tertidur lelap, dengan memeluk Vision miliknya."
}
]
},
"Costumes": [
{
"Id": 209100,
"Name": "Yellow Velvet Salon",
"Description": "Model pakaian Navia. Gaun elegan yang sangat cocok dengan citra seorang gadis Fontaine, memberikan wanita muda pecinta petualangan dan non-tradisional ini penampilan yang lebih segar.",
"IsDefault": true
}
],
"CultivationItems": [
104174,
113050,
101240,
112082,
104340,
113054
],
"NameCard": {
"Name": "Navia: Rosula",
"Description": "Style Kartu Nama.\nMawar bisa mekar, payung Nona Navia bisa dibuka. Tapi berhati-hatilah, karena mawar itu berduri, dan payung Nona Navia itu bisa menembakkan peluru yang kuat.",
"Icon": "UI_NameCardIcon_Navia",
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Navia"
}
}